Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.
Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.
Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.
"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alam Tiga Dan Buronan
Di Alam Tingkat Tiga, energi ilahi mengalir jauh lebih padat dibandingkan Alam Satu maupun Alam Dua. Udara yang dihirup terasa berat, penuh dengan kekuatan yang bisa memabukkan bagi Dewa level rendah. Namun bagi penghuni tetap alam ini, itu adalah hal biasa.
Dalam satu tahun terakhir, suasana di seluruh Alam Tiga berubah. Para pemburu, tentara bayaran, bahkan warga biasa mulai mencari-cari seseorang. Bukan untuk berteman, tapi untuk diburu. Hadiahnya terlalu menggiurkan untuk diabaikan.
Di Kota Youdu, salah satu kota terbesar di Alam Tiga, tembok-tembok bangunan dipenuhi kertas-kertas hitam. Kertas itu dilapisi formasi pelindung, tidak bisa rusak oleh cuaca atau waktu. Angin berembus, tapi kertas-kertas itu tetap menempel kokoh.
Daftar Hitam. Daftar buronan paling dicari oleh Alam Surgawi dalam seribu tahun terakhir.
Warga kota lalu lalang di depan daftar itu. Beberapa berhenti, membaca dengan saksama. Yang lain hanya melirik sekilas sambil berbisik-bisik.
"Lihat itu, tiga nama baru muncul setahun lalu," kata seorang pria paruh baya pada temannya.
"Hadiahnya satu juta kristal ilahi tingkat tinggi per kepala. Ini gila!"
Mereka menatap daftar itu. Di bagian paling atas, tiga lukisan terpampang jelas.
Yang pertama, seorang pria tampan dengan tubuh atletis. Ia mengenakan pakaian hijau, dan di punggungnya tergantung sebuah peti mati. Peti mati itu hitam, diikat dengan rantai yang melingkar di dadanya. Matanya tajam, rambutnya panjang tergerai. Di bawah lukisan itu tertulis nama: SHANMU. Imbalan: 1.000.000 kristal ilahi tingkat tinggi.
Yang kedua, seorang pria juga tampan, tapi dengan aura dingin. Tubuhnya tinggi, mengenakan jubah hitam dengan corak merah di bagian dada dan lengan. Di punggungnya, juga tergantung peti mati. Matanya kosong, tidak menunjukkan emosi. Namanya: LUMO. Imbalan: 1.000.000 kristal ilahi tingkat tinggi.
Yang ketiga, seorang pria berjubah hitam polos. Wajahnya dingin, matanya seperti danau beku. Tidak ada peti mati di punggungnya, hanya ada bayangan gelap di sekelilingnya. Namanya: XU HAO. Imbalan: 1.000.000 kristal ilahi tingkat tinggi.
"Tiga orang ini muncul bersamaan tahun lalu," kata seorang wanita tua di samping mereka. "Padahal dua yang pertama sudah lama dicari. Tapi baru setahun lalu hadiahnya dikeluarkan secara bersamaan."
"Ada apa dengan mereka?"
Wanita tua itu menggeleng. "Tidak tahu. Yang pasti, Alam Surgawi menginginkan mereka mati."
Di bawah tiga nama itu, daftar hitam lainnya berjejer. Ada puluhan nama dengan lukisan masing-masing. Nenek Yi terpampang di urutan keempat, dengan imbalan lima ratus ribu kristal ilahi. Di bawahnya, ada Mei Mei, Jin Bao, Jin Yuji, dan puluhan anggota organisasi mereka. Imbalan mereka ratusan ribu kristal ilahi.
Seorang anak kecil menarik jubah ibunya. "Bu, kenapa mereka semua dicari?"
Ibunya menjawab pelan, "Mereka orang sesat, nak. Musuh Alam Surgawi."
"Apakah mereka jahat?"
Ibunya terdiam. Tidak bisa menjawab.
Daftar hitam itu tidak hanya di Kota Youdu. Di seluruh Alam Tiga, di setiap kota besar maupun desa terpencil, kertas-kertas hitam itu menempel di dinding. Setiap orang yang lewat bisa melihatnya. Setiap pemburu tahu wajah mereka.
Hadiah satu juta kristal ilahi tingkat tinggi adalah jumlah yang luar biasa. Cukup untuk membuat seseorang hidup mewah selama ribuan tahun. Cukup untuk membeli teknik, senjata, pil, apa pun yang diinginkan.
Tidak heran, dalam setahun terakhir, ribuan pemburu mulai bergerak. Mereka menjelajahi setiap sudut Alam Tiga, mencari ketiga buronan paling berharga itu.
Sementara itu, di sebuah pantai luas yang tidak bernama, ombak besar menghantam pasir putih. Langit biru cerah di atas, dengan awan putih berarak lambat. Burung-burung indah dengan bulu berkilauan terbang di kejauhan.
Tiba-tiba, di atas pasir itu, ruang bergetar. Cahaya putih muncul, membentuk pilar yang turun dari langit. Empat sosok melayang turun, mendarat lembut di pantai.
Xu Hao membuka mata. Ia mengamati sekeliling. Pantai kosong, tidak ada siapa pun. Pasir putih membentang sejauh mata memandang. Di belakang, pepohonan hijau terlihat samar. Di depan, laut biru bergelombang.
Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji juga melihat sekeliling. Udara di sini berbeda. Jauh lebih padat dengan energi ilahi. Mereka bisa merasakannya masuk ke pori-pori tanpa perlu bermeditasi.
Xu Hao mengedarkan kesadarannya. Jiwanya menyebar, menjangkau hingga seratus kilometer ke segala arah. Tidak ada makhluk terdeteksi. Hanya burung-burung indah dengan bulu berkilauan yang terbang tanpa rasa takut.
Ia menurunkan kesadarannya. Kemudian menatap ketiga rekannya.
"Kalian bisa pergi sekarang. Bukankah kalian ingin menemui Lumo yang kalian sebutkan sebelumnya?"
Mei Mei, Jin Bao, dan Jin Yuji saling pandang. Ada keraguan di wajah mereka.
Mei Mei akhirnya berbicara, "Tentu kami akan menemuinya, senior. Tapi kalau bisa, senior ikut juga."
Xu Hao mengerutkan kening. "Untuk apa?"
Jin Bao menjawab dengan semangat, "Karena dia memiliki banyak informasi, senior. Kami datang ke sini tujuan utamanya karena Nenek Yi ingin kami mendapatkan informasi dari Senior Lumo. Karena itu... sebaiknya senior juga ikut kami."
Jin Yuji menambahkan, "Jangan ragu, senior. Aku jamin, senior tidak akan menyesal. Senior Lumo itu orangnya dingin, tapi pengetahuannya luas. Mungkin dia tahu sesuatu yang senior cari."
Xu Hao terdiam. Informasi tentang Xu Tengshi, Xu Tianlong, Wang Jia, tentang cara membangkitkan Lianxue, tentang Alam Surgawi. Mungkin Lumo memang tahu sesuatu.
Ia mengangguk pelan. "Baiklah. Kalau begitu pimpin jalan."
Mei Mei tersenyum lebar. Ia maju ke depan, menatap ke arah daratan.
"Biarkan aku yang memimpin, senior. Ayo!"
Ia melesat. Tubuhnya meluncur di atas pasir, lalu terbang rendah menuju pepohonan di kejauhan.
Xu Hao, Jin Bao, dan Jin Yuji mengikuti. Mereka terbang rendah, melewati pantai, lalu memasuki kawasan hutan di baliknya.
Pepohonan di sini tinggi, ribuan meter, dengan daun-daun lebar yang memancarkan cahaya hijau. Di antara pepohonan, sesekali terlihat binatang-binatang ilahi berlarian. Beberapa menatap mereka, tapi tidak menyerang.
Xu Hao merasakan energi di sekitarnya. Alam Tiga benar-benar berbeda. Kekuatan di sini seratus kali lipat dari Alam Dua. Jika ia bertarung di sini, serangannya akan jauh lebih dahsyat. Tapi musuh-musuhnya juga akan jauh lebih kuat.
Mereka terus terbang. Di depan, Mei Mei memimpin dengan penuh percaya diri. Kadang ia menoleh ke belakang, memastikan yang lain mengikuti.
"Masih jauh?" tanya Jin Bao.
"Tidak tahu! Tapi kita cari kota dulu! Di kota pasti ada informasi!" jawab Mei Mei.
Xu Hao hanya diam mengikuti. Pikirannya melayang pada Lianxue. Di dalam kesadarannya, di atas ranjang kristal dengan bunga ungu di sekelilingnya, Lianxue terbaring damai. Pecahan jiwanya redup, tapi masih ada. Masih hidup.
Itu cukup. Untuk saat ini, itu cukup.
dan Tahta tertinggi untuk Cinta adalah Cinta kpd Tuhan
"...sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak memberikan efek jera padamu"