NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedamaian Yang Asing

Kamar tamu utama di sayap timur kastel Phenex biasanya dibiarkan kosong, namun malam ini, ruangan itu memancarkan aura yang berbeda. Harum dupa kayu cendana yang menenangkan bercampur dengan aroma dingin yang halus, menciptakan atmosfer yang kontras dengan kehangatan api abadi yang biasanya menyelimuti kastel ini.

Di atas tempat tidur besar bertiang empat dengan sprei sutra putih, Kamizato Ayaka terbaring diam. Wajahnya yang pucat kini mulai menampakkan rona merah tipis berkat perawatan intensif dari Shizuka. Cahaya bulan dari jendela besar menyinari rambut peraknya yang terurai di atas bantal, memberikan kesan bahwa dia adalah kepingan salju yang terjatuh di tengah padang api.

Riser berdiri di dekat jendela, menatap ke luar ke arah cakrawala Underworld yang tak pernah benar-benar gelap. Dia telah mengganti pakaiannya dengan jubah tidur hitam yang longgar, memperlihatkan sedikit tanda kegelapan di dadanya yang kini berdenyut pelan, seirama dengan detak jantungnya yang semakin kuat.

[ Status Subjek: Kamizato Ayaka ]

* Kesadaran: 85% (Menuju kondisi bangun).

* Aliran Mana: Stabil (Tersinkronisasi dengan energi Phoenix).

* Kondisi Mental: Trauma dimensi ringan.

"Dia memiliki struktur jiwa yang sangat murni, Yui," batin Riser. "Berbeda dengan iblis atau manusia di dunia ini yang seringkali penuh dengan noda ambisi."

[ Catatan Yui: Itulah alasan mengapa dia bisa bertahan saat melewati retakan dimensi. Kemurnian energinya bertindak sebagai perisai alami. Namun, kemurnian itu juga yang membuatnya rapuh saat menghadapi kenyataan bahwa dia tidak lagi berada di Inazuma. ]

Tiba-tiba, terdengar erangan kecil dari tempat tidur. Kelopak mata Ayaka bergetar, lalu perlahan terbuka. Hal pertama yang dia lihat bukanlah langit-langit kayu kediaman Kamizato yang akrab, melainkan ukiran batu kuno yang megah di langit-langit kastel Phenex.

Ayaka mencoba bangkit, namun rasa pening segera menyerang kepalanya. "Uh... Kakanda? Thoma...?" bisiknya lirih, suaranya parau karena dehidrasi.

"Mereka tidak ada di sini, Ayaka."

Suara berat dan tenang itu membuat Ayaka tersentak. Dia menoleh dengan cepat ke arah sumber suara dan melihat Riser yang sedang berdiri menatapnya. Ingatan tentang kejadian di taman kota—saat dia dipeluk oleh pria ini di tengah badai saljunya sendiri—kembali membanjiri pikirannya.

"Kau... pria yang tadi," Ayaka menarik selimutnya sedikit lebih tinggi, insting kewaspadaannya kembali muncul meski tubuhnya masih lemah. "Di mana ini? Apakah ini adalah dunia di balik kabut Inazuma?"

Riser berjalan perlahan mendekati tempat tidur, lalu duduk di kursi kayu berukir di sampingnya. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda permusuhan, yang entah bagaimana membuat Ayaka merasa sedikit tenang.

"Ini adalah Underworld, dunia bagi kaum Iblis. Dan kau berada di dalam kastel keluargaku, klan Phenex," jelas Riser dengan bahasa yang manusiawi, tanpa istilah teknis yang rumit. "Kau terlempar melalui retakan ruang-waktu. Secara teknis, kau berada di dimensi yang berbeda dari rumahmu."

Ayaka terdiam. Matanya membelalak, mencoba memproses informasi tersebut. "Dimensi yang berbeda? Tapi... klan Kamizato... tugas-tugasku di Komisi Yashiro... aku harus kembali."

"Untuk saat ini, itu mustahil," sela Riser dengan jujur namun lembut. "Retakan itu telah tertutup, dan tubuhmu butuh waktu untuk beradaptasi dengan hukum dunia ini. Jika kau memaksa pergi sekarang, energi di sekitarmu akan menghancurkan organ dalammu."

Ayaka menunduk, tangannya meremas sprei sutra itu dengan erat. Sebagai seorang putri yang selalu mengutamakan tanggung jawab, kenyataan bahwa dia tidak bisa kembali adalah pukulan yang sangat berat. "Jadi... aku adalah seorang tawanan?"

Riser tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar tulus. "Jika kau adalah tawananku, aku tidak akan membiarkan Bishop terbaikku menghabiskan energinya hanya untuk memastikan mimpimu tidak terganggu. Kau adalah tamuku, Ayaka. Selama kau berada di bawah atap ini, keselamatanku adalah keselamatanmu."

Ayaka menatap Riser lama, mencari celah di matanya. Namun, yang dia lihat hanyalah ketenangan yang mendalam, seperti laut yang dalam namun tenang. Dia merasakan sisa kehangatan dari energi Phoenix Riser yang masih mengalir di pembuluh darahnya, memberinya rasa aman yang asing.

"Kenapa... kau membantuku?" tanya Ayaka pelan.

"Karena aku melihat potensi yang disia-siakan oleh takdir," jawab Riser sambil berdiri. "Duniaku membutuhkan kekuatan seperti milikmu. Tapi jangan salah paham, aku tidak akan memaksamu untuk bertarung. Istirahatlah. Besok, aku akan memperkenalkanmu pada rekan-rekanku yang lain. Mungkin kau akan merasa sedikit lebih baik setelah melihat bahwa kau bukan satu-satunya orang asing di sini."

Riser berjalan menuju pintu, namun sebelum dia keluar, dia menoleh kembali. "Namaku Riser Phenex. Ingatlah itu, karena mulai hari ini, namaku adalah satu-satunya jaminan hidupmu di dunia ini."

Setelah pintu tertutup, Ayaka kembali menyandarkan tubuhnya. Dia menatap tangannya yang masih memancarkan pendaran es tipis. "Riser... Phenex..." gumamnya. Meskipun dia merasa sedih karena terpisah dari rumahnya, ada rasa penasaran yang mulai tumbuh di hatinya tentang pria yang memiliki api yang terasa begitu hangat ini.

[ Sinkronisasi Jiwa: 72%. ]

[ Loyalitas Ayaka: 5% (Bingung namun Bersyukur). ]

[ Komentar Yui: Pendekatan yang sangat halus. Kamu benar-benar tahu cara menangani seorang putri, ya? Tapi ingat, Esdeath sedang menunggumu di aula latihan. Dia tidak terlalu senang karena kamu menghabiskan waktu terlalu lama di sini. ]

Riser hanya tersenyum tipis mendengar komentar Yui saat dia melangkah menyusuri koridor yang diterangi obor api abadi.

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!