NovelToon NovelToon
Dan Akhirnya Aku Pergi

Dan Akhirnya Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Cinta Lansia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yulianti Azis

Sofia Amara, wanita dewasa berusia 48 tahun yang hanya dipandang sebelah mata oleh suami dan anak-anaknya hanya karena dirinya seorang ibu rumah tangga.

Tepat di hari pernikahan dirinya dan Robin sang suami yang ke-22 tahun. Sofia menemukan fakta jika sang suami telah mendua selama puluhan tahun, bahkan anak-anaknya juga lebih memilih wanita selingkuhan sang ayah.

Tanpa berbalik lagi, Sofia akhirnya pergi dan membuktikan jika dirinya bisa sukses di usianya yang sudah senja.

Di saat Sofia mencoba bangkit, dirinya bertemu Riven Vex, CEO terkemuka. Seorang pria paruh baya yang merupakan masa lalu Sofia dan pertemuan itu membuka sebuah rahasia masa lalu.

Yuk silahkan baca! Yang tidak suka, tidak perlu memberikan rating buruk

INGAT! DOSA DITANGGUNG MASING-MASING JIKA MEMBERIKAN RATING BURUK TANPA ALASAN.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DAAP 22

Begitu tiba di rumah sakit, Rena langsung melangkah cepat menuju ruang VVIP.

Namun, langkahnya mendadak terhenti di ambang pintu. Matanya membulat ketika melihat seorang gadis cantik yang berdiri di dekat tempat tidur Sofia.

Wajah gadis itu ... sangat mirip dengan Sofia.

Untuk sesaat, Rena merasa seolah melihat versi muda dari sahabatnya. Namun, sebelum pikirannya semakin jauh, suara lembut Sofia memanggilnya.

"Rena."

Rena tersentak dari lamunannya. Dengan cepat, dia mengalihkan pandangan dan menghampiri Sofia yang duduk di ranjang rumah sakit.

"Astaga, Sofia! Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi semalam? Aku dan anak-anak di ruko panik!" cecarnya tanpa basa-basi.

"Maaf, Ren," Sofia menjawab dengan tenang. "Aku ... tiba-tiba pingsan di jalan."

"Pingsan?!" Mata Rena membesar. "Apa yang sebenarnya terjadi?"

Sofia menghela napas sebelum mulai menjelaskan semuanya. Tentang bagaimana dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga melupakan penyakitnya. Tentang rasa sakit yang mendadak menyerang hingga dia tak bisa bertahan.

Elleanor, yang sejak tadi diam, tiba-tiba ikut menimpali.

"Tante Sofia harus dioperasi. Dokter bilang miomanya sudah cukup besar."

Rena menoleh pada gadis itu. "Dan kamu siapa?" tanyanya, masih dengan nada terkejut.

"Aku Elleanor." Gadis itu tersenyum manis. "Dan ini kakakku, Edward."

Edward hanya mengangguk kecil sebagai sapaan. Wajahnya tetap dingin, tapi Rena merasa familiar dengan wajah pemuda tampan nan dingin itu.

Rena kembali menatap Sofia dengan tatapan menyelidik. "Sofia ... siapa mereka?"

Sofia terdiam sejenak sebelum menjawab, "Nanti aku akan menjelaskannya, Ren. Sekarang, aku ingin membahas soal operasi ini dulu."

Rena mengangguk, walau rasa penasarannya belum hilang.

"Jadi? Kamu mau operasi, kan?"

Sofia menggigit bibirnya ragu. "Tapi bagaimana dengan pekerjaanku? Aku masih punya banyak pesanan yang harus diselesaikan ...."

Rena langsung mendengus. "Sofia! Untuk pertama kalinya dalam hidupmu, bisakah kamu mendahulukan kesehatanmu sendiri?"

Sofia tertawa kecil, tetapi matanya tetap menyiratkan kegelisahan. "Aku hanya tidak ingin mengecewakan pelanggan ...."

"Biarkan aku dan anak-anak di ruko yang mengurusnya," potong Rena cepat. "Lia dan Yaya sudah cukup terampil. Aku juga bisa membantumu mengurus bisnis sementara kamu fokus pada kesembuhanmu."

Sofia terdiam, hatinya terasa hangat mendengar dukungan sahabatnya.

Edward pun ikut bersuara. "Tante Sofia, tidak ada yang lebih penting daripada kesehatan. Jangan pikirkan yang lain dulu."

Elleanor mengangguk mantap. "Aku juga setuju! Operasi saja dulu, Tante!"

Sofia menatap mereka satu per satu. Ada ketulusan dalam mata mereka, dan perlahan, beban di hatinya terasa lebih ringan.

Akhirnya, dia menghela napas panjang sebelum berkata, "Baiklah. Aku akan menjalani operasi."

🍃🍃🍃🍃

Di kediaman Rahardian, suasana masih sedang sibuk dengan persiapan pernikahan Robin dan Vanessa, yang dekorasinya belum selesai.

Saskia berdiri di tengah ruang tamu, mengatur para pelayan yang sibuk menata dekorasi pengantin.

Namun, fokusnya buyar ketika Mikaila keluar dari kamarnya dengan wajah kesal.

Saskia menoleh, alisnya mengernyit. “Ada apa, sayang? Kenapa wajahmu begitu cemberut?”

Mikaila menghentakkan kakinya ke lantai sebelum duduk di sofa. “Aku masih kesal gara-gara kejadian kemarin, Nek.”

“Kejadian apa?”

Mikaila mendengus sebelum mulai bercerita, "Aku bertemu dengan wanita itu—Sofia. Dia berpura-pura sakit di jalan, dan banyak orang yang hampir menolongnya! Aku tahu dia hanya cari perhatian, jadi aku bilang pada mereka untuk tidak tertipu."

Saskia terdiam sejenak sebelum menyeringai sinis. “Benar sekali! Dia selalu punya cara untuk menarik simpati orang.”

Namun, ekspresi Saskia berubah ketika Mikaila melanjutkan, “Tapi tahu tidak, Nek? Ada seorang gadis yang tiba-tiba menamparku! Dia membela Sofia dan menyalahkanku, padahal aku tidak melakukan apa-apa!”

Saskia sontak membelalakkan mata. "Apa?! Ada yang berani menampar cucu perempuanku yang cantik ini?"

Mikaila mengangguk penuh emosi. “Iya! Gadis itu juga berkata kasar padaku seolah aku yang bersalah. Padahal aku hanya mengatakan yang sebenarnya!”

Saskia mengatupkan kedua tangannya, wajahnya penuh amarah. "Kurang ajar! Siapa gadis tidak tahu diri itu? Berani-beraninya menyentuh cucuku! Kalau aku ada di sana, sudah pasti aku beri pelajaran!"

Mikaila mengangkat bahu. "Entahlah, Nek. Aku tidak kenal dia. Tapi dia tampak dekat dengan Sofia. Aku yakin wanita itu pasti sudah mempengaruhinya untuk membenciku."

Saskia mendengus marah. "Lihat saja nanti. Jika aku bertemu dengan gadis itu, dia akan tahu akibatnya!"

Mikaila tersenyum puas melihat kemarahan neneknya.

🍃🍃🍃🍃

Di depan ruang operasi, suasana dipenuhi ketegangan.

Rena duduk di bangku rumah sakit, sesekali melirik ke arah ruang operasi yang lampunya masih menyala. Sementara itu, di sebelahnya, Elleanor dan Edward tampak cemas. Keduanya menatap lurus ke depan, jelas khawatir akan kondisi Sofia di dalam sana.

Namun, semakin lama Rena duduk di samping mereka, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kemiripan keduanya dengan Sofia.

Wajah Elleanor … terlalu mirip dengan Sofia saat masih muda. Bahkan ekspresi khawatir gadis itu sangat menyerupai ekspresi Sofia yang sering Rena lihat dulu.

Dan Edward … Rena mengerutkan keningnya. Pemuda itu tidak hanya memiliki kemiripan dengan Sofia meski sedikit, tapi ada sesuatu dalam garis wajahnya yang terasa familiar.

Akhirnya, Rena tidak bisa menahan diri lagi. Dia menoleh ke arah mereka dan bertanya dengan nada penuh selidik,

“Sebenarnya, kalian ini siapa?”

Elleanor dan Edward yang sejak tadi fokus ke ruang operasi langsung menegang. Tubuh mereka membeku sesaat, sebelum akhirnya Edward melirik ke arah Rena dengan wajah datar.

“Maksud Tante apa?” Edward bertanya dengan suara tenang, tapi jelas ada kewaspadaan di balik nada suaranya.

Rena menyipitkan matanya. “Kalian berdua … wajah kalian mirip sekali dengan Sofia.”

Edward masih berusaha tetap tenang, tapi Elleanor tampak sedikit gelisah. Gadis itu menggigit bibirnya, sementara tangannya meremas celana dengan gugup.

Rena melanjutkan, “Dan Edward … wajahmu mengingatkanku pada seseorang. Tapi aku tidak bisa mengingat siapa .…”

Edward tersenyum kecil, tapi senyumnya datar. “Mungkin itu hanya kebetulan, Tante.”

Rena menatapnya lebih lama, mencari sesuatu di dalam ekspresi pemuda itu.

“Kebetulan?” ulangnya pelan, seolah tidak percaya.

Edward mengangguk ringan. “Bukankah orang bilang bahwa di dunia ini, kita punya tujuh kembaran? Mungkin Tante hanya melihat kesamaan yang tidak disengaja.”

Rena tidak langsung menjawab. Matanya menyipit, mencoba membaca ekspresi Edward, namun pemuda itu tetap tenang.

"Benarkah ada yang seperti itu? Aku kira itu cuman mitos," kata Rena.

Edward tetap mempertahankan wajahnya yang datar. "Benar, Tante. Buktinya kami berdua."

Akhirnya, Rena menghela napas dan mengangguk pelan.

“Mungkin kamu benar,” katanya, meski di dalam hatinya, dia masih ragu.

Sementara itu, Elleanor diam-diam menatap kakaknya, seolah bertanya apakah mereka benar-benar bisa menyembunyikan rahasia ini lebih lama.

Kini ruang tunggu itu kembali hening dengan wajah-wajah cemas.

1
LarasatiAtiqahGunawan
hm... kluar kamar trus ke meja mkn ga sikat gigi dulu? minimal kumur2 pk mouthwash lah. plus raub/cuci muka
Siti Iatifah
itu semua adalah ajab
Siti Iatifah
buktikan bawah kamu bisa hidup tanpanya
Siti Iatifah
bagus sofia buat pelajaran
Anisah SH
lanjutannya bagaimana ?
Anisah SH
suka banget ceritanya, ke lu harga yg betul2 harmonis
Anisah SH
mendengar berita dan kenyataan yg di ulit diterima seseorang pasti kaget, bingung dan hancur rasanya
mahira
terima kasih atas ceritanya kk
Sorah aku
novel ke 2 yg aku baca sedah bikin aku penasaran baru baca bab awal selama semingguan ini, semoga kelanjutannya ga boring lagi🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Athe indra
/Rose//Rose//Rose/
Srihandayani
maaf Thor...
terlalu sering menggunakan kata elegan
Nor Azlin
thor ada tidak season dua nya bagai mana kisah Elleanor sama si xander yah penasaran ni pasti ada kan😂😂sukses selalu thor
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya tamat juga aku baca nya sangat Keren ...thor cerita mu banyak pengajaran buat kita semua yah ...semoga dengan membaca cerita ini kita bisa memperbaiki & belajar banyak pengajaran dari cerita mu 👍👍👍semoga ketemu di lain novel mu yang lain yah thor😂😂😂lanjutkan thor
Yeni Yeni: dapat pelajaran berharga dari novel ini, seperti menasehati anak remaja.. dan lain-lain
total 1 replies
Nur Janah
aku kasih kopi Thor semangat 💪💪
Nor Azlin
bisa lagi hamil tu yah mereka ada peluang buat hamil lagi jangan risau deh pasti ada adik kecil buat Elleanor juga Edward nya yah ...semoga mereka di kurniakan anak lagi kerana umur seperti kalian masa h bisa menimang anak kecil lagi tu😂😂...setelah pulang bulan madu nya sudah ada adik bayi yah thor ... lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu kira si Elleanor itu orang miskin dasar bodoh & kamu kira Elleanor itu seperti Mikaila juga Rani yang bisa2 nya merebut pacar teman nya sendiri gitu kamu itu salah bahkan Elleanor itu lebih mampan dari keluarga mu yah ...pria kayak kamu tidak pantas seujung kuku pun buat Elleanor tau😂😂😂 semoga kalian pergi jauh2 yah kalau kakak nyasi Edward itutau mampus kamu belum lagi papa nya yah ...semoga kamu selamat dari amukan keduanya yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
jalang yang takut miskin sudah habis uwang bagian nya sudah tentu lah mau mengambil kesempatan yah mama tau hasil nya dapat kali ini yah😂😂😂 kenapa juga tidak di hapuskan dari muka bumi ini yah para pelakor nya😂😂😆😆semoga tidak terjadi apa-apa pada Sofia lagi yah ...jalang satu lagi sufldah pergi datang lagi jalang tidak Sadar diri lagi yah CK CK CK semoga si Riven menempatkan orang-orang nya untuk melindungi Sofia sama Elleanor deh ...lanjutkan thor
Nor Azlin
bukan nya sama proses seperti dia lakukan oleh Riven pada Sofia mereka juga membuat proses seperti itu juga deh itu satu nya yah & satu nya yang aku tau juga yah mereka senyawakan dulu di dalam tabung persenyawaan lepas itu mereka masukan benih2 yang sudah jadi 😂😂😂bagi orang kayak Robin kan gampang bagi nya kerana waktu banyak uwang bisa buat apa ada nya yah ...butuh uwangkan jual aja anak mu itu kan bisa 😏😏mau menefaatkan Sofia lagi dasar gila ni
Nor Azlin
Reno pasti menghamili anak orang ni kelihatan nya dia panik amat ni pasti berkaitan dengan perempuan juga tu ...kedua anak mu sudah hancur total di tangan ibu sambung Alias ibu kandung nya 😂😂😂kalian sudah hancur sehancurnya deh ...lihat hasil dari didikan mu vanessa kedua anak mu yang Sofia tatang bagai minyak yang penuh kamu cemari dengan trik jalang mu jadi lah mereka bermasalah sungguh miris sekali kamu menanam kan kebencian pada mereka untuk membenci Sofia namun kamu lebih menjerumuskan mereka pada lembah yang paling hina mengikuti lah kalian berdua yah ...lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!