NovelToon NovelToon
Ijazah Di Tangan , Nasib Di Tangan Tuhan

Ijazah Di Tangan , Nasib Di Tangan Tuhan

Status: tamat
Genre:Fantasi / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Bagas adalah remaja yang baru saja meletakkan toganya. Ia membawa beban berat di pundak: impian untuk mengangkat derajat orang tuanya yang hidup pas-pasan. Namun, dunia kerja tidak semanis janji-janji di brosur sekolah. Bagas harus berhadapan dengan HRD yang minta pengalaman kerja "minimal 5 tahun" untuk posisi pemula, hingga kenyataan pahit bahwa "surat sakti" dari orang dalam lebih kuat dari nilai raport-nya.

Perjalanannya adalah roller coaster emosi. Dari tempat kerja pertama yang toxic abis hingga gajinya habis cuma buat bayar parkir dan makan siang, sampai pekerjaan dengan lingkungan malaikat tapi gaji "sedekah". Puncaknya, ia harus bertahan di bawah tekanan bos yang emosinya lebih labil daripada harga cabai di pasar. Ini adalah cerita tentang jatuh, bangun, lari, dan akhirnya menang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunci Di Dasar Kotak Karat

Bagas harus berpacu dengan waktu sebelum seluruh generator di dunia mati serentak. Ia harus kembali ke Indonesia dan mencari potongan teka-teki terakhir di dalam kenangan masa kecilnya, sebuah petunjuk yang Bapak titipkan lewat sebuah benda sederhana: Kotak Perkakas Tua di bawah tempat tidur.

Ini adalah perlombaan melawan waktu dan fisika. Bagas harus membuktikan bahwa kasih sayang seorang ayah jauh lebih cerdas daripada keserakahan seorang profesor.

Ancaman Profesor Vance di koridor PBB itu terus berdengung di telinga Bagas selama penerbangan pulang ke Jakarta. Jika benar mesin-mesin di seluruh dunia itu akan mati dalam tiga bulan karena pelemahan frekuensi magnetik, maka harapan yang ia sebarkan akan berubah menjadi kekecewaan massal yang mematikan. Bagas tidak bisa membiarkan itu terjadi.

Sesampainya di Jakarta, Bagas tidak menuju kantor Badan Energi Nasional. Ia langsung menuju rumah gangnya yang sederhana. Ia menemukan Bapak sedang duduk di kursi depan, sambil menyeruput kopi hitamnya.

"Pak, Vance bilang ada cacat di desain itu. Katanya frekuensi magnetiknya akan decay (melemah). Apa itu benar?" tanya Bagas tanpa basa-basi.

Bapak meletakkan gelas kopinya perlahan. Matanya menatap jauh ke arah jemuran Ibu. "Vance itu pintar, tapi dia terlalu percaya pada rumus di atas kertas. Dia pikir alam bisa dikurung dengan matematika murni. Dia tidak tahu kalau mesin itu butuh 'napas'."

"Maksud Bapak?"

"Buka kotak perkakas tua Bapak di bawah tempat tidur. Kotak yang warnanya hijau lumutan, yang kuncinya sudah berkarat," ujar Bapak tenang.

Bagas segera masuk ke kamar dan menarik kotak besi yang sangat berat itu. Kotak itu adalah saksi bisu perjuangan Bapak sebagai tukang las selama puluhan tahun. Di dalamnya bukan berisi emas atau dokumen rahasia, melainkan tumpukan baut bekas, kikir yang sudah tumpul, dan sebuah lempengan tembaga kecil berbentuk koin dengan lubang di tengahnya.

Bagas membawa lempengan itu keluar. "Hanya ini, Pak?"

"Itu bukan sekadar tembaga, Gas. Itu adalah 'kompenen sato harmonik'. Jika lempengan itu diletakkan tepat di titik berat poros generator dengan sudut kemiringan $15^\ cir $, dia akan menangkap getaran parasit dan mengubahnya kembali menjadi energi penguat magnet. Mesin itu tidak akan pernah mati. Dia akan terus bernapas selama porosnya berputar."

Bagas tertegun. Vance mencari solusi

Rumit dengan komputer super, sementara Bapak menemukannya melalui rasa dan intuisi seorang praktisi yang tangannya sudah ribuan kali menyentuh logam panas.

"Kenapa tidak Bapak masukkan ke dalam file yang Bagas unggah?" tanya Bagas bingung.

"Karena kalau Bapak masukkan ke sana, Vance akan langsung tahu cara menguasainya," jawab Bapak sambil tersenyum tipis. "Bapak sengaja menyimpannya untukmu. Ini bukan soal teknologi, Gas. Ini soal 'sentuhan terakhir'. Ajarkan cara membuat lempengan ini kepada anak-anak SMK mu. Biar mereka yang berkeliling ke desa-desa untuk memasangnya. Biar rakyat tahu, bahwa teknologi hebat tetap butuh tangan-tangan tulus untuk menjaganya."

Bagas langsung mengerti strategi Bapak. Ini adalah cara untuk memastikan bahwa kendali teknologi ini tidak berada di tangan elit, melainkan di tangan para teknisi lapangan, para lulusan SMK yang selama ini dipandang sebelah mata.

Maka terjadilah sebuah gerakan global yang luar biasa. Bagas menginstruksikan jaringan Yayasan Pratama di seluruh dunia. Ribuan alumni SMK yang telah ia didik dikirim ke berbagai penjuru—dari pegunungan Andes hingga gurun Sahara. Mereka tidak membawa mesin baru, mereka hanya membawa pengetahuan tentang "Lempengan Tembaga 15 Derajat".

Para teknisi muda ini menjadi pahlawan baru. Mereka datang ke desa-desa yang generatornya mulai melambat, melakukan sedikit modifikasi manual, dan seketika lampu-lampu kembali benderang. Dunia melihat bahwa "cacat" yang disebutkan Vance adalah sebuah kebohongan, atau lebih tepatnya, sebuah celah yang hanya bisa ditutup oleh kepedulian manusia, bukan algoritma.

Di New York, Profesor Vance hanya bisa terpaku melihat layar monitornya. Semua prediksi nya gagal total. Ia melihat grafik energi dunia bukannya menurun, malah semakin stabil dan menguat. Ia menyadari satu hal: ia dikalahkan oleh seorang tukang las yang bahkan tidak memiliki gelar doktor.

Namun, kekalahan Vance memicu kemarahan dari para pemodal besar yang telah kehilangan triliunan Dollar. Mereka menyadari bahwa selama Bagas masih hidup, sistem kapitalisme energi mereka tidak akan pernah bisa bangkit kembali.

Di sebuah pertemuan rahasia di sebuah bunker di Swiss, sebuah perintah terakhir dikeluarkan: "Operasi Pembersihan." Sasaran utamanya bukan lagi mesin, melainkan Bagas Pratama dan seluruh struktur Yayasan Pratama. Mereka ingin menghapus sumber "gangguan" ini secara permanen dari muka bumi.

1
Theresia Sri
keren, ceritanya urut, konfliknya bagus, tidak ada kata yang hanya berfungsi untuk menambah kata memenuhi kuota, keren tor, lanjutkan dengan karya-karya baru yang konsisten mengisi jiwa pembacanya dengan hal-hal yang positif
Theresia Sri
cerita yang bagus tor, ditunggu kelanjutannya 😍
Kal Ktria
sabar ya masi dalam proses update masi panjang kok🙏
BoimZ ButoN
dah tamat ni teh 😅
BoimZ ButoN
muantabs semangat thhooor 💪
Sri Jumiati
carí kerja susah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!