Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.
Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.
Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.
Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.
Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 06
"Tapi Lo kan bisa jaga diri, lagian kursi sama aja posisi nya doang yang beda Aruna, ayo lah gue mohon," ucap Reyhan terus memaksa.
"Gak, gue gak mau, lagian Lo ngangep dia lemah banget? Sampai-sampai harus di jaga di bawah ketek Lo gitu? Lagian kursinya juga gak jauh," di saat ini Aruna masih kekeh tak ingin kursi yang sudah lama ia duduki di pindah kan begitu saja.
"Aruna Lo masa tega banget sama gue, gue cuma pengen deketan terus sama Vani, iya deh gue ngaku cuma pengen deketan aja, pinjam seminggu kursi Lo buat Vani ya, plis pinjam aja kok, atau Lo bawa kursi Lo dan Vani bawa kursi nya ke sini tuker posisi gak tuker barang," jelas Reyhan dengan nada memaksa.
"Huh, yaudah terserah, gue mau ke kantin," ucap Aruna yang kemudian berjalan meninggalkan Reyhan, ia akhirnya pasrah karena tak ingin mendengar Reyhan terus-menerus memohon kepada nya.
Jujur rasa sakit hati Aruna semakin lama semakin besar, Reyhan rela melakukan apapun untuk Vani, hal ini membuat nya sedikit berharap kalau dirinya juga bisa merasakan hal yang sama.
Namun saat Aruna berjalan menuju kantin, tanpa sengaja dia berpapasan dengan Vani.
"Aruna," panggil Vani.
"Lah, Lo kok di sini? Bukan nya mau ke ruang guru?" tanya Aruna kebingungan.
"Ah gak, gue tadi mau beli minuman, tapi gak tau mau beli yang mana," kata Vani sambil tersenyum tipis.
"Emang Lo biasanya minum yang mana? Di sini banyak kok minuman yang sehat," kata Aruna dengan tulus.
"Bisa gak Lo bantuin gue milih? Gue gak tau sekalian beli buat Rey juga," ucap Vani, pangillan Rey itu kini juga ia sebut untuk Reyhan.
"Oh, iya gak masalah, biar gue beliin," jawab Aruna yang kemudian menghampiri kulkas di kantin dan memilih minuman yang biasa dia beli.
Selang beberapa menit kemudian ia pun kembali ke Vani dan memberikan dua botol minuman tersebut kepada wanita itu.
"Makasih ya Aruna, kalau gitu gue ke kelas dulu, kasian Rey udah nunggu lama," ucap Vani yang kemudian melangkah pergi.
"Ya," jawab Aruna singkat.
Sementara itu Vani yang hendak menuju kelas tiba-tiba berpindah haluan menuju toilet perempuan.
"Maaf ya Aruna, Lo yang bikin gue gak bisa tenang karena deket-deket sama Reyhan," ucap Vani yang kemudian membuka tutup botol minum dan meletakkan sesuatu ke dalam salah satu botol minuman tersebut.
Setelah selesai dia pun keluar dari toilet itu dan segera kembali ke kelas.
"Sayang, maaf ya, udah nunggu lama, nih aku bawain minuman, ini Aruna yang beliin tau," jelas Vani sambil duduk di samping Reyhan dan meneguk minumannya.
"Baik juga tuh anak, oh ya sayang Aruna udah setuju buat tukeran kursi sama kamu, mulai sekarang kamu bisa duduk di sini," ucap Reyhan sambil memindahkan tas Vani ke samping nya.
"Makasih banyak ya sayang," ucap Vani sambil tersenyum.
Mereka pun berseda gurau di dalam ke kelas berdua, sampai dimana tiba-tiba saja Vani merasakan sakit yang luar biasa di perut nya.
"Ah, aduh," kata Vani sambil memegang perutnya.
"Kenapa? Vani?" ucap Aldo khawatir.
"Rey perut, perut aku sakit banget," ucap Vani sambil memegang perutnya.
"Kok bisa?" tanya Reyhan penuh kekhawatiran.
"Gak tau kayaknya karena minuman ini deh, soalnya aku belum makan apa-apa selain ini," ucap Vani.
Kebetulan pada saat itu Aruna baru saja kembali dari kantin, dan dia melihat kalau Vani sedang tidak baik-baik saja.
"Lah, Rey, itu Vani kenapa kok kayaknya sakit banget?" tanya Aruna bingung.
"Gak tau nih, bantuin gue bawa dia ke UKS," ucap Reyhan sambil memapah Vani.
Tak butuh waktu lama, Vani pun akhirnya di bawa ke UKS dan di tangani oleh dokter di UKS, Vani pun akhirnya mendapatkan obat, sakit perut nya juga sudah mereda.
"Seperti nya ada sesuatu deh di dalam air yang tadi aku minum," ucap kepada Reyhan yang kini mereka tinggal berdua di dalam UKS tersebut.
"Maksud nya?" tanya Reyhan tak mengerti.
"Soalnya rasanya agak aneh dan bau nya juga agak aneh," ucap Vani lagi.
Reyhan yang mendengar itu pun memutuskan untuk memeriksa botol minum tersebut, dia juga menemukan ada serbuk yang mencurigakan di pinggir tutup botol dan bau minuman tersebut yang tidak enak.
"Kayaknya kadaluarsa ya," ucap Reyhan tak terlalu mengerti.
"Gak mungkin, itu kan minuman kantin sekolah mereka gak mungkin gak cek tanggal kadaluarsa nya, gak apa-apa mungkin ada yang sengaja mau bikin aku jadi sakit gini, karena dia tau tubuh aku gak kuat jadi dia sengaja," ucap Vani mulai menjalankan rencana busuk nya untuk menyingkirkan Aruna.
Reyhan terdiam, dia kini mulai berfikir buruk tentang Aruna
"Apa mungkin Aruna?" tanya Reyhan.
"Udah Rey, walaupun mungkin iya, aku gak mau kamu permasalahin ini, jangan ya, biar bagaimanapun juga kan Aruna sahabat kamu mungkin dia cuma cemburu aja lihat sekarang kamu lebih apa-apa nya ke aku gak ke dia lagi," ucap Vani sambil memegang tangan Reyhan.
Reyhan yang mudah termakan akan ucapan Vani segera berfikir kalau ini benar-benar ulah Aruna, rasanya dia ingin sekali marah-marah ke Aruna sekarang.
"Sayang, tunggu di sini sebentar, aku mau temuin Aruna dan minta penjelasan ke dia," ucap Reyhan yang kemudian meninggalkan UKS dan segera menemui Aruna yang saat ini sedang menunggu di luar.
Sementara itu Vani tersenyum bahagia karena rencana nya berhasil.
"Mampus kamu Aruna," batin Vani.
Sementara itu di luar.
"Aruna sekarang gue mau Lo jelasin ke gue apa maksud lu bikin Vani sambil jadi sakit kayak gini?" tanya Reyhan sambil memegang pergelangan tangan Aruna.
"Rey Lo apa-apaan sih? Kenapa jadi kasar gini sama gue? Lepasin, sakit tau," ucap Aruna sambil berusaha melepaskan tangan Reyhan dari pergelangan tangan nya.
"Seharusnya gue yang nanya kenapa Lo jadi jahat kayak gini? Lo sengaja bikin Vani sakit dengan minuman ini kan? Gue gak nyangka ya Lo bisa kayak gini," ucap Reyhan marah-marah dengan suara lantang.
Beberapa orang pun mulai berkerumun melihat pertengkaran langka antara dua sahabat baik ini.
"Maksud Lo apaan sih gue gak ngerti?" ucap Aruna yang memang tidak merasa melakukan sesuatu yang jahat kepada Vani.
"Minuman ini, Lo yang kasih ke Vani kan? Dan dia sakit perut gara-gara minuman ini, gue tau Lo gak suka sama dia karena sekarang gue pacaran sama dia, dan gue juga lebih ngutamain dia, tapi Lo gak perlu lakuin trik kotor gini buat nyelakain orang," ucap Reyhan tampa memikirkan begitu banyak orang yang mendengar mereka sekarang.
"Rey Lo salah paham, gue sama sekali gak ngelakuin apa-apa, Vani sendiri yang minta bantuan gue buat beliin dia minuman," ucap Aruna menjelaskan.
****
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah