NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03

Di sebuah motel yang sepi, Axlyn menuntun Kay ke sofa, memberinya air, membuka jendela. Ia berusaha menjaga jarak aman dengan Kay sebelum reaksi obat itu dimulai sepenuhnya.

Namun obat itu bekerja cepat seperti api di bawah kulit dimana kehangatan yang merambat, tatapan yang menjadi terlalu jujur. Ketika Axlyn berlutut untuk memastikan napasnya teratur, tangan Kay tiba-tiba menyentuh pipinya. Jemarinya gemetar, tapi tatapannya jelas dan penuh rasa yang tak pernah benar-benar pergi.

“Aku aman kalau bersamamu, bukan?” katanya.

Axlyn menutup mata, menahan badai yang bangkit dari ingatan dan rasa bersalah. “Dengarkan aku,” bisiknya. “Aku di sini untuk melindungimu. Dan sudah pasti kau akan aman bersamaku.”

“Kalau begitu… jangan menjauh,” jawabnya, mendekat. Kehangatan itu membakar batas-batas yang Kay bangun dengan susah payah. Nafas mereka bertaut, dunia menyempit menjadi jarak setipis janji yang tertunda. “Bantu aku… aku tidak bisa menahannya lagi.”

Malam itu berjalan lambat dan cepat sekaligus. Ada sentuhan yang ditarik kembali, ada ciuman yang terlalu lama untuk disebut kebetulan. Ada deru napas pendek yang gugup, dan keheningan yang sarat makna. Api obat itu menyala, menggairahkan, namun di antara gelombangnya ia tetap menggenggam kendali dan memastikan setiap langkah dipilih, bukan terjatuh.

...****************...

Ketika fajar merayap masuk, cahaya pucat menyapu ruangan. Panas itu mereda menjadi sisa-sisa kelelahan dan detak jantung yang tenang. Axlyn menatap wajah lelap Kay dalam diam, berdekatan tanpa kata, seolah semalam telah mengatakan cukup untuk melepaskan semua kerinduannya selama ini.

Axlyn terus menatap wajah yang akhirnya tertidur, garis-garisnya lembut. Mungkin ingatan itu belum kembali. Mungkin nanti ada pertanyaan. Tapi satu hal ia tahu bahwa ia telah menyelamatkannya dari pesta, dari jebakan, dan dari malam yang bisa mencuri lebih dari yang seharusnya.

Di antara cahaya pagi, Axlyn berjanji pada dirinya sendiri. Apa pun yang tersisa dari malam panas itu, ia akan menanganinya sendiri. Memastikan Kay tidak pernah tahu siapa wanita yang telah menghabiskan malam panas itu dengannya. Begitu pagi tiba, Axlyn pergi begitu saja meninggalkan Kay yang masih terlelap dalam tidurnya.

“Terima kasih untuk malam yang indah ini, Kay! Aku harap kau selalu bahagia dimana pun dirimu berada, bersama siapapun yang menjadi pilihanmu,” ucap Axlyn menatap cukup lama, sebelum dirinya benar-benar pergi dari sana.

...****************...

Pagi merayap masuk melalui celah tirai motel yang sudah memudar warnanya. Cahaya pucat itu jatuh tepat di wajahnya, memaksanya terbangun dengan dengusan pelan. Langit-langit kamar berwarna krem kusam menyambut tatapannya. Retakan halus di sudut dinding, noda air yang tak sepenuhnya kering. Bukan kamar yang dikenalnya. Bukan tempat yang seharusnya ia bangun.

Kay duduk perlahan, selimut tipis melorot dari bahunya. Tubuhnya terasa pegal dengan cara yang asing namun terlalu jelas untuk disangkal. Udara kamar masih menyimpan sisa-sisa malam yang hangat, pengap, dan samar beraroma parfum yang bukan miliknya.

Ingatan itu datang berderap, tak tertib. Sentuhan di kulit. Napas yang menyatu. Desahan yang ditelan kegelapan. Panas… malam itu panas, membakar nalar dan kendali dirinya. Ia mengingat suara pelan, suara wanita itu, cara jemarinya menarik tanpa ragu… tetapi wajahnya kosong. Seperti potongan foto yang sengaja dirobek. Tidak ada mata, tidak ada senyum. Hanya bayangan tanpa identitas.

Rahang Kay seketika mengeras. Ini bukan kebetulan. Ia menoleh ke sisi ranjang. Kosong. Seprai kusut, tapi dingin. Wanita itu sudah pergi atau memang tak pernah berniat tinggal. Di meja kecil dekat ranjang, tidak ada pesan. Tidak ada petunjuk. Hanya ponselnya sendiri, tergeletak seolah mengejek.

Kay segera meraih ponsel itu dan langsung menekan satu nama tanpa ragu.

“Angkat,” katanya singkat begitu sambungan terhubung.

Suara Noah terdengar parau, masih setengah mengantuk. “Hmm, ada apa?”

“Kirim mobil sekarang, aku sudah mengirimkan lokasiku. Jangan tanya.” Ia menarik napas, menahan amarah yang mulai naik. “Dan satu lagi… mulai lakukan penyelidikan. Aku ingin tahu siapa yang menjebakku semalam. Semua rekaman, semua saksi, siapa pun yang terlibat.”

Spontan Noah berteriak, “WHAT? Apa yang terjadi padamu?”

Semalam Noah memang memutuskan untuk tidak menemani Kay menghadiri pesta tersebut, sebab tubuhnya yang tiba-tiba sedikit demam. Kay sendiri juga sudah setuju untuk pergi sendirian, karena ia pikir itu hanya pesta biasa yang sering ia hadiri. Tapi siapa sangka, sejak awal sudah ada yang berniat menjebaknya dengan cara menjijikan seperti ini.

Kay hanya mampu memejamkan mata, kembali pada potongan ingatan yang tak utuh itu. “Cari juga wanita itu,” ucapnya pelan, tapi berbahaya. “Wanita yang bersamaku semalam. Dia berhasil merebut malam pertamaku… dan tidak mungkin dia hanya kebetulan… ingin membantuku.”

“Waaah, siapa wanita hebat itu yang berani meniduri seorang Kayvaran Cano Xavier? Kalau keluarga besar Xavier mengetahui hal ini, pasti akan menjadi berita yang sangat meng hebohkan.” Noah malah salah fokus dengan topik pembicaraan mereka.

“Shut up!” bentak Kay, “Jika sampai ini terdengar oleh yang lainnya sebelum berhasil menemukan wanita itu, maka aku sendiri yang akan langsung menjahit mulutmu itu, Noah Mannix Martin.”

“Ck, galak sekali yang habis melakukan malam pertama. Baiklah, aku akan menutup mulutku untuk sementara waktu,” balasnya.

“Hentikan omong kosongmu itu dan cepat kemari!” perintah Kay yang semakin pening rasanya bicara dengan Noah.

“Dimengerti,” jawab Noah, kali ini lebih serius. “Aku ke sana sekarang. Ingat, kau berhutang penjelasan yang lebih detail padaku.”

Sambungan terputus. Ia meletakkan ponsel, lalu berdiri di tengah kamar motel yang sunyi itu. Di balik kesederhanaan dan keheningannya, ada satu kepastian yang berdenyut di kepalanya. Seseorang telah melangkah terlalu jauh. Dan siapa pun wanita tanpa wajah itu, ia bukan sekadar kenangan. Ia adalah awal dari sesuatu yang belum selesai.

"Siapapun dirimu, aku pasti akan secepatnya menemukanmu,” ujar Kay dengan amarah yang tertahan di hatinya.

Bersambung ….

1
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
Mulaini
Tunggu ingatan mu kembali tentang Axlyn, Kay.
Mulaini
Luca tidak langsung menyalahkan Kay justru ingin mendengar langsung dari Kay.
Mulaini
Noah kamu yang merasakan ngidam dan Axlyn yang hamil.
Shee_👚
bukan tak mau memikirkan tapi pikirannya yang menolak untuk memikirkan 🤭
Desyi Alawiyah: 𝘉𝘦𝘵𝘶𝘭.. 🤭🤭🤭
total 1 replies
Mulaini
Calon baby twins Axlyn ayahnya adalah Kay kakak Sherin.
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dispencer❤❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!