Intan harus berjuang membuktikan pada keluarga sang suami bahwa dia bukanlah pelacur walaupun dia terlahir dari rahim seorang pelacur. Namun akibat pengkhianatan sang suami yang menikah lagi tanpa sepengetahuan darinya dan tidak diperlakukan dengan adil oleh suaminya, akhirnya Intan terjerumus dalam sebuah dosa dengan kakak iparnya . Dan hal itu lah yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangganya bersama dengan Aldy. Dan intan harus rela dibenci oleh anak kandungnya sendir hingga bertahun- tahun lamanya akibat sang anak dipengaruhi oleh keuarga Aldy jika sang ibu bukan orang baik. Apakah Intan bisa kuat menjalani kehidupannya yang dipenuhi dengan kebencian dari keluarga Aldy dan juga anak kandungnya...? Yuk baca cerita selengkapnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Tidak yang tidak dapat dikendalikan
Intan dan Aldi saling menatap beberapa saat. Entah apa yang ada di benak keduanya, yang jelas saat Angga menggoda mereka berdua, keduanya langsung salah tingkah.
"Sudah jangan lama- lama tatapannya, takutnya nanti jatuh cinta..." ucap Angga. Dandy pun tertawa. Sedangkan Aldy langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain sedangkan Intan tersenyum canggung.
"Namanya siapa dek...?'' tanya Angga.
"Ehm... Sa...saya I..intan..." jawab Intan tergagap.
"Bagus banget namanya... cocok dengan wajahnya yang cantik dan matanya yang indah bagaikan intan berlian..." Dandy langsung nyamber.
Sedangkan Intan hanya tersenyum datar karena dia paling tidak suka jika bertemu dengan laki- laki yang pandai gombal.
"Mau pesan apa...? Biar saya buatkan pesanannya...?'' tanya Intan.
"Dua botol minuman special, dan untuk teman kami mas Aldi yang soleh ini, cukup kasih dia orange jus aja ya..." jawab Angga.
"Baiklah... Mohon ditunggu ya..." sahut Intan kemudian meninggalkan meja tersebut untuk mengambil pesanan Angga dan kedua temannya.
"Baru lihat ada waiters di diskotik selugu itu. Apa dia karyawan baru ya..?" tanya angga.
"Mungkin..." jawab Dandy.,
Sedangkan Aldi terlihat sangat tidak nyaman berada di tempat ini dan ingin segera pulang ke rumah. Namun kedua sahabatnya itu memaksanya untuk tetap berada di tempat itu. Katanya untuk menghilangkan penat setelah seharian bekerja.
Iya, mereka bertiga adalah pegawai di sebuah perusahaan yang sama. Hari sabtu ini mereka harus masuk kantor karena pekerjaan mendadak. Dan malam harinya Angga dan Dandy mengajak Aldy ke diskotik. Aldi yang terkenal dengan pria alim tentu saja menolak untuk datang ke tempat yang banyak mengundang maksiat tersebut. Namun bukan Angga dan Dandy namanya jika tidak bisa membujuk sahabatnya yang satu itu sehingga dia akhirnya mau di ajak ke tempat yang biasa mereka datangi untuk bersenang- senang.
Tak lama kemudian pesanan pun datang. Intan meletakan minuman yang di pesan oleh Angga, Dandy dan Aldi.
"Silahkan..." ucap Intan dengan ramah setelah meletakkan minuman di hadapan pria tersebut.
Sekilas Aldy melirik ke arah Intan. Begitu juga dengan Intan yang entah kenapa ingin melirik Aldy. Tapi begitu mata mereka saling bertemu keduanya lagi- lagi jadi salah tingkah.
"Ehm,sa...saya permisi dulu ya... Nanti kalau butuh apa- apa panggil saya saja ucap Intan..." Intan segera undur diri.
"Bukan main... Kok ada ya... Cewek cantiknya kayak begitu..." ucap Dandy sambil menatap Intan yang sudah bergabung dengan beberapa teman sesama waiters.
"Kamu ini, kalau lihat cewek cantik matanya langsung ijo..." sahut Aldy sambil meminum orange jus.
Sedangkan Dandy hanya nyengir saja.
"Tapi dia memang cantik kan, buktinya tadi kamu tidak berkedip waktu bertatapan sama dia..." ucap Angga kepada Aldy.
"Apaan sih..." sahut Aldy nampak terlihat salah tingkah.
"Nggak papa kalau kamu tertarik sama Intan. Kamu kan masih jomblo..." ucap Dandy.
"Siapa yang tertarik sih, kalian ini terlalu berlebihan..." sahut Aldy.
"Eh, Aldy... Nggak papa kali kalau kamu suka sama perempuan. Buktikan dong ke kita kalau kamu itu bisa mendapatkan cewek. Jangan jomblo terus. Nanti orang- orang bakalan mengira kamu punya kelainan lho..." ucap Angga.
"Kelainan apa...?'' tanya Aldy.
"Kelainan s*ks lah apa lagi. Selama ini kan kamu tidak pernah terlihat punya pacar, nanti dikira kamu nggak suka sama cewek. Sukanya sama cowok alias h*mo..." jawab Angga.
Dandy pun mengangguk membenarkan apa kata Angga.
"Gila kamu... Ya nggak lah... Dengar ya, aku ini belum punya pacar bukan karena aku nggak suka sama cewek. Tapi aku memang nggak mau pacaran. Aku maunya taaruf. Lagi pula pacaran itu kan dilarang sama agama, karena mendekati zina..." Aldy langsung ceramah.
"Iya pak ustadz..." jawab Angga dan Dandy.
Iya, tentu saja Angga dan Dandy sudah paham bagaimana Aldy. Dia memang beda dari mereka. Aldy laki- laki soleh dan tentu saja rajin dalam beribadah. Sesibuk apapun saat di kantor, Aldy selalu menyempatkan waktunya untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim. Yaitu sholat lima waktu. Aldy juga yang selalu menasehati Angga dan Dandy. Hanya hanya mereka bedua suka ndableg.
"Kalian ini kalau dikasih tahu selalu saja begitu..." sahut Aldy.
"Begitu bagaimana...?'' tanya Angga.
"Iya...iya doang... Masuk kuping kanan keluar kuping kiri...." jawab Aldy.
"Tuh lihat minuman kalian..." Aldy menunjuk minuman alkohol di hadapan kedua sahabatnya.
"Itu minuman haram, kenapa kalian minum...?'' tanya Aldy.
"Ah,sesekali kan nggak papa..." jawab Angga.
"Iya Aldy, namanya juga manusia ,kalau ada khilaf- khilafnya sedikit kan wajar.. Iya nggak Angga...?'' sahut Dandy.
"Ah kalian mah khilafnya setiap hari..." jawab Aldy.
Sedangkan Angga dan Dandy hanya tertawa.
Aldy lalu pamit pada Angga dan Dandy untuk pergi ke toilet. Sedangkan Angga dan Dandy melanjutkan minum sambil ngemil kacang kulit.
Sepuluh menit kemudian Aldy kembali dari toilet dan kembali gabung dengan kedua sahabatnya.
"Sudah jam dua belas... Ayo kita pulang..." ucap Aldy sambil melirik jam tangan.
"Nantilah sebentar lagi..." jawab Angga.
"Iya, buru- buru amat sih, besok kan libur..." sahut Dandy.
"Ish... Kalian ini.." Aldy berdecak.
"Nih minumannya dihabiskan dulu, sayang kan harganya mahal..." Angga menyodorkan orange jus milik Aldy yang baru diminum sedikit.
Aldy menghela nafas lalu dia menghabiskan orange jus miliknya.
Namun setelah beberapa menit minum orange jus, Aldy merasakan ada yang beda dalam dirinya. Iya, badannya terasa panas, dan keringat membasahi keningnya. Aldy nampak gelisah karena selain tubuhnya yang tiba- tiba terasa panas, dia juga merasakan hal aneh lainnya.
Aldy merasakan ada keinginan aneh yang begitu kuat dalam dirinya. Iya, hasrat dalam dirinya tiba- tiba meningkat. Ditambah lagi benda miliknya yang di bawah sana tiba- tiba menegang sempurna.
"Ada apa denganku..." gumam Aldy sambil meraba tengkuknya.
Dandi dan Angga yang duduk di sebelah Aldy pun saling melirik lalu tersenyum. Iya, ternyata apa yang sedang terjadi pada Aldy merupakan ulah mereka berdua. Tadi ketika Aldy pamit ke toilet, mereka mencampurkan obat p*rangs*ng ke dalam orange jus milik Aldy. Dan sepertinya obat p*rangs*ng tersebut mulai bereaksi.
"Kau kenapa Aldy... Apa kamu sakit...?'' tanya Angga.
"Aku nggak tahu... Tiba- tiba aku merasa aneh dengan tubuhku...'' jawab Aldy yang tentu saja saking polosnya Aldy tidak berpikir bahwa tanpa sepengetahuannya dia telah meminum obat p*rangs*ng.
"Kamu sakit...?'' tanya Dandy pura- pura.
Aldy menggigit bibir bagian bawah seperti sedang menahan sesuatu yang sulit dia kendalikan.
"Sebaiknya kamu istirahat dulu Aldy..." ucap Angga.
"Kita pulang saja ya..." ucap Aldy.
"Eh, gimana mau pulang dalam keadaan seperti ini..." sahut Angga.
"Gini aja... Saya akan sewakan kamar untuk kamu istirahat..." sambung Angga.
"Tapi..." jawab Aldy.
"Sudah, kamu nurut saja..." sahut Dandy.
Angga lalu memberikan isyarat pada Dandy untuk memesan kamar untuk Aldy. Setelah memesan kamar, Dandy kembali ke meja bersama dengan Intan. Iya, Angga dan Dandy memang sudah merencanakan semua ini. Mereka ingin Aldy merasakan nikmatnya surga dunia.
"Intan... Tolong kamu antar teman saya ini istirahat di kamar...." ucap Angga.
Intan menatap Aldy beberapa saat.
"Apa temannya itu mabuk...?'' tanya Intan.
"Tidak.. dia tiba- tiba tidak enak badan..." jawab Angga.
"Oh..." sahut Intan yang langsung percaya saja dengan ucapan Angga karena Intan melihat dahi Aldy yang berkeringat. Intan pun mengira bahwa Aldy sakit.
"Mari saya antar anda ke kamar..." Intan mengulurkan tangan kepada Aldy.
"Intan... Dia namanya Aldy..." ucap Dandy.
"Oh iya mas Aldy... Mari ikut saya..." Intan lalu menuntun Aldy masuk ke dalam kamar yang sudah dipesan.
Melihat tangan Aldy gemetar, Intan mengehentikan langkahnya.
"Mas Aldy... Mas Aldy baik- baik saja kan...?'' tanya Intan.
Namun Aldy hanya diam. Intan pun tidak bertanya lagi karena mengira Aldy tidak mendengarnya. Maklum saja, namanya juga di diskotik tentu saja keadaanya berisik oleh musik disco.
Namun sebenarnya tangan Aldy gemetar karena dia sudah tidak tahan menahan hasratnya. Iya, ketika Aldy merasakan sentuhan tangan Intan yang menggandeng lengannya, perasaan dalam diri Aldy semakin tidak menentu. Seperti ada aliran panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
Intan lalu membuka pintu kamar yang sudah di pesan oleh Dandi dan memapah Aldy menuju tempat tidur. Dan ketika Intan hendak membantu Aldy naik ke tempat tidur tiba- tiba kaki Intan membentur pinggiran tempat tidur dan akhirnya dia jatuh menimpa tubuh Aldy.
"Auw..." Intan tentu saja kaget ketika tubuhnya berada di atas tubuh Aldy.
Beberapa saat mereka saling bertatap. Sedangkan Aldy sudah tidak bisa menahan lagi hasratnya yang semakin besar. Dengan tiba- tiba Aldy membalikkan tubuhnya menjadi di atas tubuh Intan. Tentu saja Intan kaget dengan apa yang dilakukan oleh Aldy.
"Ma...mas Aldy... Ka..kau ma...mau apa...?'' Intan panik namun dia tidak bisa berbuat apa- apa karena tubuhnya terkunci oleh tubuh Aldy sehingga dia tidak bisa bergerak.
"To..tolong aku Intan...a..aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku... Se.. Sepertinya seseorang mencampur minumanku dengan minuman yang tidak aku kenal... A..aku tidak bisa mengendalikan keinginanku yang begitu besar ini...
"Hempptttt... "
Aldi langsung menumpukkan bibirnya pada bibir Intan. Mendapat serangan yang begitu tiba- tiba tentu saja Intan kaget. Namun lagi- lagi Intan tidak dapat berbuat apa- apa karena kedua tangannya ditahan ke atas oleh Aldy.
Aldy terus mencumbu Intan dengan penuh hasrat. Bukan hanya di bibir, namun perlahan bibir Aldy pindah ke leher dan bagian tubuh Intan yang lainnya yang tentu saja lebih sensitif jika disentuh.
Iya, Aldy terlihat seperti laki- laki yang pandai dalam bercumbu walaupun kenyataannya ini kali pertama kalinya yang dia lakukan. Walaupun dalam hati Aldy tahu betul bahwa apa yang dilakukannya adalah kesalahan dan dosa besar, namun lagi- lagi Aldy tidak bisa mengendalikan hasrat dalam dirinya yang tidak bisa dia tahan lagi.
Begitu juga dengan Intan yang ingin sekali menolaknya, namun tidak bisa berbuat lebih karena tubuhnya sudah berada dalam kungkungan Aldy. Intan hanya bisa menangis dan merintih karena dia tidak mau ada di posisi seperti sekarang.
Namun seiring berjalannya waktu, apa yang dilakukan oleh Aldy padanya membuat Intan tak berdaya dan dia tidak dapat membohongi dirinya bahwa Intan mulai menikmati sentuhan demi sentuhan dari Aldy.
Iya, maklum saja sudah enam bulan belakangan ini setelah Ridwan meninggal dunia, Intan tidak merasakan lagi sentuhan laki- laki. Dan ini kali pertama dia mendapatkan sentuhan itu lagi.
Aldy terus melakukan mencumbu seluruh bagian tubuh sensitif Intan hingga pada akhirnya tubuh mereka saling menyatu satu sama lain. Iya, tubuh mereka bersatu dalam hasrat dan gairah.
Dan pada akhirnya jeritan nikmat itu keluar dari bibir keduanya bukti bahwa keduanya sudah merasakan kepuasan luar biasa dalam diri masing- masing.
Dan malam itu Aldy lebih dari satu kali membuat Intan tak berdaya. Iya,rupanya efek obat perangsang itu cukup lama. Dan Aldy terus mencumbu Intan hingga efek obat tersebut hilang.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
Pagi harinya Aldy mulai membuka matanya. Lalu perlahan Aldy mencoba untuk duduk sambil memijit keningnya yang terasa pusing. Iya, rupanya efek obat perangsang dalam dosis tinggi itu membuat kepala Aldy pusing.
Dan di samping kanan Aldy , Intan masih tertidur pulas. Aldy menatap wajah polos Intan yang terlihat lelah. Iya bagaimana tidak, semalaman Ini Aldy terus menggempur Intan tanpa henti.
Melihat wajah Intan yang polos dan banyaknya tanda merah baik di leher maupun di dada Intan membuat Aldy merasa bersalah. Bukan hanya bersalah pada Intan, namun bersalah pada dirinya sendiri, pada kedua orang tua dan tentunya juga bersalah pada Sang Tuhan karena merasa telah melanggar apa yang sudah dilarang oleh agama.
"Astagfirullohalazim...apa yang sudah aku lakukan padanya... " ucap Aldy merasa bersalah sekali dengan apa yang telah dia lakukan tadi malam.
"Ini benar- benar berada di luar kendaliku Ya Alloh... Ampuni aku yang sudah kotor ini ya Alloh..." Aldy tak dapat menahan tangisnya.
Iya, Aldy merasa bersalah sekali dengan perbuatannya. Tak lama kemudian Intan membuka mata. Melihat Aldy sedang duduk di sampingnya, Intan kaget dan langsung menutupi dadanya yang terbuka dengan selimut.
"Ma...mas...Aldy..." ucap Intan terlihat gelisah dan juga malu.
Iya, tentu saja Intan masih ingat dengan apa yang dilakukan oleh Aldy padanya semalaman. Aldy sudah membuatnya tak berdaya.
Aldy menoleh ke arah Intan dan menatap wajahnya beberapa saat. Intan langsung menundukkan kepalanya. Lalu dia menangis karena tiba- tiba teringat dengan almarhum Ridwan.
Iya, tentu saja pesan terakhir Ridwan masih Intan ingat dengan jelas. Sebelum meninggal Ridwan berpesan agar Intan menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik. Namun kini Intan tidak bisa melaksanan pesan dari mantan suaminya. Intan dengan sadar melakukan sebuah dosa bersama dengan Aldy. Walaupun tidak sepenuhnya salah Intan.
Iya, semuanya terjadi karena keterpaksaan. Iya, Aldy melakukannya karena dalam pengaruh obat perangsang. Sedangkan Intan terpaksa karena tidak mampu menahan tubuh dan hasrat Aldy. Iya, berawal dari keterpaksaan yang pada akhirnya mereka berdua menikmatinya.
Bersambung....