NovelToon NovelToon
Jebakan Sang CEO Wanita

Jebakan Sang CEO Wanita

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Cinta Terlarang / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Hidup Arga yang sempurna bersama istrinya, Nabila, hancur seketika saat mantan kekasihnya, Siska, kembali sebagai istri pemilik perusahaannya.

Siska yang ambisius menawarkan satu syarat gila. "Jadilah pemuas nafsuku, atau kariermu tamat!"

​Arga menolak mentah-mentah demi kesetiaannya. Namun, murka sang Nyonya Besar tak terbendung. Dalam semalam, Siska memutarbalikkan fakta dan memfitnah Arga atas tuduhan pelecehan seksual.

​Di bawah bayang-bayang penjara dan cemoohan publik, mampukah Arga bertahan? Ataukah Nabila, sang istri sah, sanggup membongkar kelicikan Siska dan menyelamatkan suaminya dari kehancuran?

Kita simak kisah kelanjutannya di Novel => Jebakan Sang CEO Wanita.
By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 6

Di kantor Airborne Group, udara pagi itu terasa lebih berat bagi Arga. Setelah ketegangan di rumah karena kartu nama yang robek, Arga berharap bisa menenggelamkan diri dalam tumpukan angka dan grafik operasional. Baginya, pekerjaan adalah benteng terakhir tempat ia bisa merasa memiliki kendali. Namun, ia lupa bahwa kunci dari benteng itu kini dipegang oleh wanita yang ingin menghancurkannya.

Arga baru saja menyelesaikan laporan proyek pengembangan infrastruktur senilai ratusan miliar rupiah. Ia telah memeriksanya tiga kali. Ia yakin, angka-angkanya akurat, margin keuntungannya masuk akal, dan risikonya telah dimitigasi. Ia mengirimkan draf final tersebut ke folder bersama yang hanya bisa diakses olehnya dan Siska, sebelum Siska mempresentasikannya kepada Pak Roy dalam rapat dewan komisaris siang nanti.

Tepat pukul 14.00, Arga dipanggil ke ruang rapat besar. Begitu ia masuk, ia merasakan atmosfer yang sangat dingin. Pak Roy duduk di kepala meja dengan wajah memerah karena amarah. Di sampingnya, Siska duduk dengan wajah yang dipasang sedemikian rupa, campuran antara cemas dan kecewa yang sangat dramatis.

"Arga! Apa kau sedang mencoba merampok perusahaanku sendiri?!" Pak Roy menggebrak meja hingga cangkir kopi di depannya berdenting.

Arga tertegun, wajahnya pucat. "Maksud Bapak apa? Saya tidak mengerti."

"Lihat ini!" Pak Roy melemparkan draf laporan itu ke arah Arga. "Margin keuntungan yang kau ajukan di sini hanya 2%, padahal biaya operasional melonjak 40%. Jika aku menyetujui laporan ini, Airborne akan bangkrut dalam enam bulan! Bagaimana mungkin manajer sepertimu melakukan kesalahan amatir seperti ini?"

Arga segera mengambil kertas-kertas itu. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat angka-angka di sana. Angka yang ia ketik semalam telah berubah. Seseorang telah mengganti titik desimalnya, mengubah angka keuntungan yang tadinya 20% menjadi 2%. Ini bukan kesalahan sistem, ini adalah sabotase yang sangat teliti.

Arga menoleh ke arah Siska. Wanita itu sedang menopang dagu, menatap Arga dengan tatapan prihatin yang dibuat-buat.

"Mas Arga, saya sudah mencoba membantu memeriksa tadi pagi, tapi saya pikir Bapak memang sedang lelah sehingga angka-angkanya kacau begini," ucap Siska dengan nada lembut yang mematikan. "Sangat disayangkan, padahal Pak Roy sangat menaruh harapan besar pada Anda."

"Tapi Pak, ini bukan angka yang saya kirim semalam! Seseorang telah mengubahnya di sistem!" bela Arga.

"Cukup, Arga!" Pak Roy berdiri. "Sistem kita memiliki keamanan berlapis. Hanya kau dan Siska yang punya akses ke folder itu. Apa kau mau menuduh istriku menyabotase laporanmu sendiri? Itu konyol!"

Arga terdiam. Ia tahu ia sedang masuk ke dalam jebakan checkmate. Siska adalah pemilik akses kedua, namun siapa yang akan percaya bahwa istri sang pemilik perusahaan akan merusak laporan perusahaannya sendiri?

"Perbaiki laporan ini dalam tiga jam, atau aku akan mempertimbangkan kembali posisimu sebagai manajer operasional," ucap Pak Roy dingin sebelum melangkah keluar dari ruangan.

Arga duduk sendirian di ruang rapat yang luas itu, meremas kertas laporan yang kini sudah kusut. Kepalanya berdenyut hebat. Ia tahu persis siapa pelakunya.

Pintu ruang rapat yang tadinya tertutup, kembali terbuka. Siska masuk dengan langkah pelan, suara stiletto-nya terdengar seperti ejekan bagi Arga. Ia mengunci pintu dari dalam dan berjalan mendekati Arga.

"Sakit, bukan? Melihat reputasimu yang bersih itu ternoda hanya karena beberapa angka yang bergeser?" bisik Siska sambil bersandar di meja, tepat di depan Arga.

"Kenapa kau lakukan ini, Siska? Kau mempertaruhkan proyek perusahaan hanya untuk menjatuhkanku?" Arga menatapnya dengan kemarahan yang meluap-luap.

Siska tertawa kecil, ia merapikan rambutnya yang sempurna. "Sayangku Arga, proyek ini hanya kerikil kecil bagiku. Aku punya ribuan proyek lain. Tapi melihatmu memohon bantuan padaku? Itu jauh lebih berharga daripada keuntungan 20%."

Siska membungkuk, wajahnya hanya beberapa inci dari wajah Arga. "Aku bisa memperbaiki ini. Aku bisa bilang pada suamiku bahwa ada kesalahan teknis di server, dan aku yang akan membetulkan angka-angkanya sehingga kau terlihat seperti pahlawan lagi. Aku punya 'cadangan' laporan yang benar."

Arga mendengus sinis. "Lalu, apa harganya?"

Siska tersenyum manis, namun matanya tetap dingin. "Temani aku makan malam malam ini. Di vila pribadiku di pinggiran kota. Kita sebut saja 'rapat koordinasi' darurat untuk menyelamatkan proyek ini. Jika kau datang, laporanmu akan selamat. Jika tidak... bersiaplah mencari pekerjaan baru besok pagi."

"Aku tidak akan datang," tegas Arga.

"Pikirkan baik-baik, Arga. Pikirkan istrimu, Nabila. Jika kau dipecat dengan tidak hormat karena dugaan malpraktik keuangan, bagaimana kau akan menghidupinya? Bagaimana kau akan menatap wajahnya yang penuh kebanggaan itu saat kau pulang sebagai pecundang?"

Siska mengelus pipi Arga sejenak sebelum Arga menepisnya. Siska tidak peduli. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya. "Aku tunggu jam delapan malam. Alamatnya sudah kukirim ke ponselmu. Datanglah sendiri, Arga. Jangan buat aku menunggu."

~

Arga pulang ke rumah dengan beban yang terasa berkali-kali lipat lebih berat. Ia menemukan Nabila sedang menjahit kancing bajunya yang lepas. Nabila tersenyum saat melihat suaminya, namun senyum itu segera memudar saat melihat wajah Arga yang hancur.

"Mas? Ada apa lagi? Wajahmu pucat sekali," Nabila menghampirinya, memegang kedua tangan Arga yang terasa dingin.

Arga ingin sekali memeluk Nabila dan menceritakan semuanya. Tapi bagaimana ia bisa bilang bahwa atasannya adalah mantan kekasihnya yang baru saja menyabotase kerjanya demi sebuah makan malam? Arga takut Nabila akan hancur jika tahu sejauh mana kelicikan Siska.

"Ada masalah besar di kantor, Nabila. Laporanku bermasalah, dan Pak Roy sangat marah," ucap Arga lirih.

"Apa yang terjadi? Bisa diperbaiki?"

Arga menarik napas panjang. "Aku... aku harus kembali ke kantor. Maksudku, aku harus bertemu Direktur Siska untuk rapat koordinasi mendesak malam ini. Ini satu-satunya cara agar posisiku aman."

Nabila terdiam. Ia teringat kartu nama yang ia temukan kemarin. Ia teringat foto lama di laptopnya. Hatinya berteriak bahwa ini adalah jebakan.

"Rapat malam-malam begini? Kenapa tidak besok pagi di kantor, Mas?" tanya Nabila, matanya mencari kejujuran di mata Arga.

"Situasinya darurat, Nabila. Laporan itu harus siap sebelum bursa saham dibuka besok pagi. Tolong, percayalah padaku kali ini saja," Arga memohon dengan mata yang berkaca-kaca.

Nabila melepaskan tangan Arga. Ada rasa perih yang menjalar di dadanya. Ia tahu suaminya sedang terpojok, tapi ia juga tahu suaminya sedang berjalan masuk ke dalam mulut singa. "Baiklah, jika itu memang demi pekerjaanmu. Pergilah."

Arga mengecup kening Nabila singkat, lalu berbalik pergi. Ia tidak melihat Nabila yang langsung mengambil kunci mobilnya sendiri begitu pintu apartemen tertutup.

Malam itu, Arga berkendara menuju alamat yang diberikan Siska dengan perasaan seperti menuju tiang gantungan. Sementara di belakangnya, beberapa mobil menjauh, Nabila mengikuti dengan hati yang retak namun penuh tekad. Ia harus melihat dengan matanya sendiri, siapa sebenarnya Siska Roy dan apa yang diinginkannya dari suaminya.

Sabotase halus Siska telah berhasil menciptakan retakan besar pertama dalam kepercayaan Nabila. Dan malam itu, di sebuah vila terpencil, retakan itu terancam menjadi kehancuran total.

Siska tidak ragu menggunakan senjata profesional untuk mencapai tujuan pribadinya. Sabotase laporan adalah taktik klasik untuk membuat Arga merasa tidak berdaya dan berutang budi. Konflik batin Arga semakin diperparah dengan keharusan berbohong kepada Nabila. Episode ditutup dengan suspense tinggi. Nabila yang mulai bertindak sebagai pengintai, menyiapkan panggung untuk konfrontasi di episode-episode mendatang.

...----------------...

Next Episode.....

1
Eva Karmita
alur ceritanya bagus bikin nano" ...
semoga Arga bisa melawan dan menghadapi Siska si wanita gatal demi rumah tangga nya dgn Nabila 🥰
Eva Karmita: sama" semangat 🔥💪🥰
total 2 replies
Eva Karmita
Arga ingat kalau sikap mu masih lembek kayak jelly harusnya kamu pikir dia kali menghadapi Siska tidak semudah dan segampang yang kamu bayangkan satu kali saja kamu buat kesalahan maka hancurlah rumah tangga yang kamu bangun dgn susah payah.... Nabila akan benar" pergi dari hidupmu dan kamu akan hidup dlm penyesalan seumur hidup
Eva Karmita
semoga Arga bisa melawan Mak lampir
Isee
semoga arga juga bisa menjalankan misi yg direncanakan nabila & jgn sampe ada jebakan tidur bareng siska.
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
👀 calon mayit 👀
💪
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
Siska otakmu konslet ya...kamu sendiri yang sudah menciptakan luka tapi anehnya malah menyalahkan orang lain 😤
Eva Karmita
😭😭 semangat Arga ingat ada wanita kuat dan tangguh dissimu
Eva Karmita
masa lalu yang menyakitkan 🥺
Eva Karmita
,dasar wanita iblis
Eva Karmita
Arga kenapa harus berbohong dengan istri mu sendiri 🥺😤
Isee
Nabila kenapa kamu ksh tau clue clue itu ke siska 😭😭😭 semoga nabila bisa membela arga & melawan siska sampai dpt hukuman
Eva Karmita
Arga jadilah laki" yg kuat jangan lemah dong.... masalalu harus di kubur untuk apa digali lagi tetaplah masa depan jangan menoleh kebelakang lagi
Isee
bener2 SAKIT si siksa, elu yg buat ulah, nyalahin orang lain.😡😡😡
👀 calon mayit 👀
nyeesek😭
Isee
semangat nabila 💪💪💪 lanjut kak
Miss Ra: siaaaap💪
total 1 replies
Isee
SARAP si siska😡😡😡😡
Isee
jika akhirnya agra gak berterus terang ke nabila, maka lepaskan agra tapi sebelumnya dampingi agra melawan siska sampai siska jatuh karna ulahnya sendiri & diceraikan sama pak roy.
Isee
wah DAEBAK 👍 nabila,,, dampingi selalu arga buat siska KEOK😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!