Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
Dia pernah melahirkan?
Tanpa didampingi suami?
Tapi...
Mungkinkah itu anakku?
Lalu kenapa dia ga ngomong?
Kenapa dia ga pernah cerita?
Kenapa dia menutupinya dariku?
Apa mungkin dia takut padaku?
Banyak sekali pertanyaan yang kini mengepung kepala Jonathan. Tak ingin kehilangan jejak Kiara, Diam-diam Jonathan langsung meminta Soni untuk menahan Kiara, tentu saja agar tidak pulang.
Sebisa mungkin, di rapat kali ini, Jonathan tidak menunjukan rasa gugup di depan para partnernya. Namun bohong jika saat ini Jonathan sepenuhnya Fokus. Tampak jelas beberapa kali dia gugup dan tidak fokus, sehingga ia pun meminta para partnernya untuk menunda rapat ini besok saja..
"Maafkan saya, Bapak-bapak, sepertinya saya kurang persiapan, besok saya yang akan berangkat ke kantor Bapak, untuk kali ini biar Soni yang akan mengantar kalian kembali," ucap Jonathan agak gugup.
Keempat orang itu sebenarnya heran, dengan sikap Jonathan yang terlihat tidak profesional, tapi ya sudahlah mungkin Jonathan memang belum siap dengan rapat mereka kali ini.
"Baik, Pak, semoga persiapan besok bisa lebih baik," jawab salah satu dari mereka.
Setelah mereka masuk ke dalam lift, Jonathan lansung berlari melecet lift yang ada di sebelahnya, ia benar-benar tak ingin kehilangan Kiara. Ia harus mengkonfirmasi berita yang ia dengar barusan. Ia harus bertanya tentang kebenaran hal tersebut. Ia harus tau siapa ayah dari bayi yang di lahirkan olehnya itu.
Beruntung Kiara belum pulang, tampak wanita ini sedang merapikan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang.
"Kiara," panggil Jonathan lirih. Mata pria ini langsung memerah menahan amarah, menahan tangis, menahan emosi yang saat ini menggerogoti pikirannya.
"Ya, ada apa?" jawab Kiara tak kala lirih.
Jonathan langsung berlari mendekati Kiara, tanpa minta izin pria ini langsung memeluk Kiara. Memeluknya erat, seakan tak rela kehilangan wanita ini lagi. Namun apa yang Jonathan lakukan, justru membuat Kiara takut.
"Pak, ada apa? tolong lepaskan saya," pinta Kiara, sembari menepuk lengan Jonathan, tentu saja agar pria ini segera tersadar. Sadar dengan apa yang ia lakukan.
Jonathan melepasmu pelukan itu. Memegang kedua lengan Kiara. Menatapnya dengan tatapan penuh cinta. Air mata Jonathan menetes. Seolah ia sangat menyesal karena telah menceraikan Kiara.
"Ada apa, Pak? Kenapa Bapak tampak sedih?" tanya Kiara, sembari menatap tatapan sang mantan suami dengan tatapan memelas.
"Kenapa kamu nggak pernah bilang ke aku kalo kamu pernah hamil? Kenapa kamu ga pernah bilang ke aku kalo kamu telah melahirkan anak kita? Kenapa kamu ga kasih tau aku kalo aku punya seorang anak?" tanya Jonathan, langsung seperti kabar yang ia dengar.
Deg, demi Tuhan, saat ini detik ini jantung Kiara serasa mau loncat. Tapi ia tak berani langsung percaya pada pria ini. Apa lagi Kiara sangat tahu jika Jonathan tidak pernah menginginkan seorang anak, apa lagi dari wanita sepertinya. Wanita yang tidak pernah setara dengannya. Sungguh Kiara tak ingin melakukan kesalahan yang sama. Kesalahan di mana ia masuk jurang cinta yang tak ada ujungnya.
"Bapak ngomong apa sih, Pak? Saya ga pernah sembunyikan apapun dari Bapak, serius, Pak, nggak ada hal seperti itu, Pak," ucap Kiara, gugup.
"Tidak, aku tau kamu pasti bohong padaku. Kamu pasti ga mau jujur sama ku kan, Ra?" ucap Jonathan tak percaya.
"Pak, gini ya, dulu waktu kita pisah, nggak lama saya nikah sama suami saya yang sekarang. Saya memang pernah hamil dan melahirkan, tapi anak kami meninggal ga lama setelah lahir. Jadi itu anak saya dan suami saya yang sekarang, bukan anak, Bapak. Beneran Pak," ucap Kiara, berbohong. Kiara tidak punya pilihan lain selain menutupi kenyataan tentang Kevin. Kiara benar-benar tidak mau membahayakan sang putra, ditambah kedua orang tua Jonathan juga tidak menyukai dirinya.
Jonathan terdiam. Tatapan penuh cinta, tatapan penuh harapan yang sempat Jonathan perlihatkan tadi seketika memudar. Hati Jonathan terasa hancur. Harapan itu seketika menghilang. Apa lagi saat Kiara bilang bahwa saat ini dia sudah bersuami. Sungguh Jonathan benar-benar patah hati.
"Kamu nggak bohong kan, Kiara?" tanya Jonathan, masih sedikit berharap. Berharap bahwa Kiara berbohong padanya.
"Ya, saya serius, Pak," jawab Kiara, kali ini dia menunjukkan ekpresi serius. Kali ini Kiara benar-benar serius. Serius menutupi kenyataan yang sebenarnya.
"Oh oke," jawab Jonathan seraya memundurkan langkahnya dan pergi meninggalkan ruang kerja Kiara. Tampak jelas dari tatapan mata Jonathan, bahwasannya dia sangat kecewa, dia sangat sedih, Namun Kiara juga tidak mungkin mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Mengingat perbuatan Jonathan di masa lalu sangatlah menyakitkan. Ditambah kedua mertua Jonathan juga pernah mengancamnya jika sampai berani mendekati Jonathan lagi.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat