"Saat kesetiaan hanyalah topeng dan kasih sayang adalah alat untuk merampas, Karin memilih untuk tidak menjadi korban."
Karin mengira hidupnya sempurna dengan suami setia bernama Dirga, sahabat sejati seperti Laura, dan kasih sayang Mama Mona. Namun, dunianya runtuh saat ia menemukan Laura hamil anak Dirga. Kehancuran Karin memuncak ketika Mama Mona, ibu yang sangat ia cintai, justru memihak Laura dan memaksanya untuk dimadu.
Di balik pengkhianatan itu, terbongkar rahasia besar: Karin bukanlah anak kandung Mona. Sebaliknya, Laura adalah putri kandung Mona yang selama ini dirahasiakan. Mona sengaja memanfaatkan kekayaan keluarga Karin untuk masa depan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6
Karin yang sempat tidak sadarkan diri akibat pengaruh obat tidur yang diberikan oleh Laura akhirnya terbangun. Ia merasa aneh ketika menyadari dirinya tiba-tiba sudah berada di atas tempat tidurnya, bahkan Dirga pun telah berada di sampingnya.
Karin kembali mengingat kejadian sore tadi. Saat itu ia sedang duduk di ruang tamu ketika Laura datang dan memberinya secangkir teh susu kesukaannya. Tak lama setelah meminumnya, Karin mulai merasa pusing dan mengantuk. Setelah itu, ia tidak mengingat apa pun lagi, bahkan saat suaminya pulang pun ia sama sekali tidak menyadarinya.
“Aneh, kok aku bisa ketiduran? Mas Dirga juga, kenapa tidak membangunkan aku saat dia sudah pulang?” ucap Karin dengan raut wajah kebingungan.
Namun Karin tidak terlalu memikirkannya. Ia segera bangun dan turun ke lantai bawah untuk mengambil minum karena tenggorokannya terasa sangat haus. Saat melewati kamar Laura, Karin mendengar suara tawa Laura yang terbahak-bahak. Rasa curiga pun muncul di hatinya, hingga akhirnya ia mengintip sedikit dari depan pintu kamar Laura.
“Hahahaha, akhirnya rencanaku berhasil dan berjalan dengan sangat sempurna. Tinggal satu langkah lagi dan aku bisa mendapatkan semuanya,” seru Laura dengan tawa penuh kebahagiaan, tanpa ia sadari bahwa Karin sedang mengintipnya dari depan pintu kamar.
Karin yang mendengar ucapan Laura merasa semakin aneh dan curiga. Sebenarnya rencana apa yang dimaksud Laura?
“Rencana? Rencana apa yang sebenarnya sedang ia siapkan?” gumam Karin dalam hati. “Apa pun itu, aku harus mencari tahu sendiri. Mulai sekarang, aku harus lebih berhati-hati terhadap Laura.”
Karin segera pergi dan kembali ke kamarnya agar Laura tidak curiga bahwa dirinya sedang menguping pembicaraannya.
Karin berusaha menenangkan diri dan bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Ia berencana mengikuti semua permainan Laura, agar bisa mengetahui sendiri kebusukan sahabatnya itu.
Seperti biasa, di pagi hari Karin bangun lebih awal menyiapkan sarapan untuk suaminya dan juga Laura. Ia berusaha menutupi semua kecurigaannya terhadap sahabatnya itu dengan sangat baik. Karin tidak ingin terus-menerus dibohongi oleh Laura. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengikuti semua permainan Laura, dan suatu saat nanti, setelah semua rahasia terungkap, Karin akan membalas apa yang telah mereka perbuat.
"Selamat pagi,Karin," sapa Laura dengan senyum manis diwajahnya
"Pagi juga Laura, kamu sudah bangun,"
"Sudah dong, kamu masak apa Rin?" tanya Laura tanpa rasa malu.
Tanpa rasa malu, Laura langsung duduk dan mengambil nasi serta sayur untuk dimakannya, padahal Karin bahkan belum sempat menawarkannya. Sungguh, sikap Laura benar-benar lancang dan kurang ajar.
Dirga juga sama sekali tidak memperhatikan Karin, ia begitu asyik menikmati makanannya tanpa sekalipun mengajak istrinya. Sikap itu membuat Karin marah dan emosi. Ia merasa seolah-olah mereka tidak menganggap keberadaannya, seakan-akan ia hanyalah seorang pembantu. Padahal jelas-jelas, nyonya rumah di sini adalah Karin, bukan Laura.
"Laura , kamu kok lancang sih tanpa izin aku udah makan duluan, ini aku masak buat mas Dirga bukan buat kamu" seru Karin yang tidak terima dengan sikap Laura.
“Ya ampun, Rin, kok ribet banget sih. Santai aja, kan aku juga lapar,” kata Laura sambil mengambil lebih banyak nasi dan sayur, seolah-olah tidak peduli dengan keberadaan Karin sama sekali.
“Udah, ya sayang, gak apa-apa. Jangan marah terus dong, ini kan masih pagi. Lebih baik kita makan bareng-bareng, ya,” ucap Dirga, berusaha menenangkan Laura yang sedang emosi.
Namun Karin tetap tidak terima dengan sikap Laura yang semakin hari semakin lancang, dan semaunya sendiri, Bahkan dirinya merasa seperti pembantu dirumah nya sendiri.Dirga juga seakan akan tidak perduli lagi dengan Karin.
"Oh ya, Laura setelah selesai makan, kamu langsung cuci piring, ya. jangan semau kamu sendiri habis makan langsung masuk kamar" ucap Karin mengingatkan Laura supaya tahu diri.
Laura yang mendengar itu langsung menatap Karin kesal, seperti tidak suka diatur atur.
“Kenapa, Laura? Kamu nggak suka atau nggak mau?” ucap Karin sambil menatap Laura dengan tatapan tajam.
Laura sontak kaget dengan sikap Karin yang terasa dingin, berbeda jauh dari biasanya yang lemah lembut dan baik hati. Namun, mau tidak mau, Laura pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Karin.
"Awas aja, kamu Rin, akan aku balas semua perlakuan kamu ke aku", batin Laura sambil meremas spons cuci piring di tangan nya dengan penuh amarah.
Dirga nikah siri sama Laura?
status belum cerai kan ya sama Karin
berarti Karin ijinin poligami apa bagemane kak
Dirga nikah pas status masih resmi sama Karin
kalau sama penghulu berarti Siri? Tapi itu sama aja Dirga poligami sementara dong ya
kalau secara hukum jelas gak bisa kan belom cerai
dan itu gak pake wali gak sah...
ku cuma bingung pas baca chapter 23-24 cuma mau mastiin nikahnya itu gimana maksudnya
maap banyak tanya, bingung beneran soalnya 🙏
pria itu kan menawarkan sebuah informasi
apalagi dibayar mahal
tapi di bawahnya kemudian dia malah gak gak kasih tahu, padahal yang menawarkan informasi itu si pria bukan Karin yang tanya
jadi ada inkonsistensi di sini
kalau aku jadi Karin, ku bakal tabok si informan dan ngomong
"Hei, aku sudah bayar kamu 100 juta untuk informasi receh?
Kamu tau info itu gak lapor polisi dan malah minta uang dariku? aku bakal laporin kamu ke polisi sebagian pemerasan! sekarang kasih tau aku siapa atau polisi akan datang, oh ya aku sudah rekam pembicara kita 🤣"
Karin bakal jadi the winner
keep update kak
semangat 💪
apakah ini cerita panjang??
semangat terus ya kak