NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Langit cerah menggantung rendah di atas jalan pegunungan yang lengang. Angin berdesir membawa bau tanah basah ketika mobil hitam yang mereka tumpangi berhenti mendadak di tengah tikungan sempit.

“Kay, ada yang menghalangi jalan kita,” ujar Noah dengan suaranya tegang, sebab ia tahu bahwa ini bukan pertanda yang baik.

Dan benar saja di depan, sebuah truk tua diparkir melintang. Terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Bahkan kini mereka menyadari bahwa tidak ada kendaraan lain yang melintas di jalanan itu selain mobil mereka dan para pengawal yang mengikuti.

“Noah, kita turun dan periksa!” perintah Kay.

Kay turun lebih dulu, begitu juga dengan Noah. Tatapan mereka menyapu hutan pinus di kiri-kanan jalan. Sunyi, bahkan terlalu sunyi untuk jalanan umum yang seharusnya di penuhi mobil berlalu lalang mengingat masih jam berangkat kerja.

Di dalam mobil, Hezlyn menggenggam boneka kelinci dengan wajah pucat. Di sampingnya berdiri tegap pengawal yang ditugaskan melindunginya, siapa lagi kalau bukan Axlyn. Rambut hitamnya diikat tinggi, matanya tajam memindai sekitar. Ia ikut turun bersama Kay dan Noah, tapi memilih posisi berada di dekat mobil tempat Hezlyn berada.

“Mereka datang,” gumam Axlyn pelan.

Seolah menjawab ucapannya, belasan pria berpakaian gelap muncul dari balik pepohonan. Langkah mereka mantap, terkoordinasi. Beberapa membawa tongkat besi, yang lain menggenggam pisau dan senjata api pendek.

Noah mendecakkan lidah. “Target mereka Hezlyn.”

“Kalian semua bersiaplah, pastikan Hezlyn tetap aman,” perintah Kay pada Axlyn dan para pengawal lainnya.

Salah satu pria maju setengah langkah. “Serahkan gadis itu. Kami hanya butuh dia.”

Axlyn berdiri di depan pintu mobil, tubuhnya menjadi tameng. “Langkahi kami dulu kalau begitu.”

“Cari mati!” Pria itu mendengus. “Serang mereka!”

Tanpa aba-aba lagi, serangan dimulai. Suara logam beradu menggema di antara batang pinus. Rekan Axlyn, lima pengawal lain yang mengikuti dengan kendaraan berbeda bergegas membentuk formasi, melindungi Kay dan Hezlyn di tengah. Noah jelas langsung membantu menahan serangan dari sisi kanan dengan tongkat kejut yang ia pinjam dari Axlyn.

Kay sendiri bergerak cepat, menjatuhkan satu pria dengan tendangan terarah. Namun jumlah mereka terlalu banyak. Axlyn menangkis tebasan pisau, berputar, lalu menghantam pelipis lawan dengan gagang senjatanya. Satu jatuh. Dua lagi datang. Nafasnya mulai berat, namun posisinya tak bergeser sejengkal pun dari Hezlyn.

Dalam keadaan tengah hamil, Axlyn masih berusaha menjalankan tugasnya dengan semaksimal mungkin. Namun, siapa sangka di tengah pertarungan perutnya tiba-tiba terasa sangat nyeri. Axlyn meringis, mencoba mengabaikan rasa sakit itu untuk bisa melindungi gadis kecil itu.

“Tuan Kay, mundur sedikit!” teriak salah satu pengawal.

“Aku tetap di sini, kalian tenang saja aku bisa mengurusnya.” Balas Kay tegas.

Serangan demi serangan datang seperti gelombang tak berujung. Salah satu pengawal terpukul mundur setelah terkena hantaman tongkat besi di bahu. Formasi mereka mulai renggang. Axlyn menyadarinya lebih dulu dan segera mengingatkan Noah untuk menutupi formasi yang renggang.

“Noah! Tutup sisi kiri!” teriaknya.

Terlambat… seorang pria bertubuh besar menerobos celah sempit di antara mereka. Gerakannya cepat, nyaris tak terlihat. Kilatan perak melesat dari tangannya, dimana sebuah pisau menuju ke arah Hezlyn.

Waktu seakan melambat. Hezlyn membeku, mata bulatnya membesar. Kay berdiri tepat di depannya. Jarak pisau itu tak lebih dari beberapa langkah. Tanpa ragu sedikitpun, Axlyn bergerak. Ia melangkah ke depan, membuka kedua tangannya, tubuhnya condong melindungi Hezlyn dan Kay sekaligus. Niatnya jelas… menjadikan dirinya perisai terakhir untuk melindungi pria yang ia cintai dan juga anak yang harus ia jaga.

Tanpa disangka tindakan Axlyn itu seolah membuka memori Kay yang terkunci. Ingatan pertarungan di Kota Xennor memaksa masuk dalam kepalanya. Dimana ia melindungi seorang wanita dari serangan seseorang yang ingin membunuhnya.

Bughh ….

“Sialan, beraninya kau menggangguku! Dasar wanita tidak berguna … mati saja kau!” umpat seorang pria yang segera meraih senjata tersembunyi dibalik lengan jaketnya. Sebuah belati yang detik itu dia lemparkan tepat mengarah ke kepalanya seorang wanita.

Kay yang menyaksikan kejadian itu, jelas dibuat panik bukan main. Tanpa pikir panjang Kay langsung berlari ke arah wanita itu untuk menyelamatkannya. Kay memeluk erat tubuh wanita itu menjadikan punggungnya sebagai sasaran belati tersebut yang kini menancap di sana. Pria itu yang melihat betapa gilanya Kay hanya untuk melindungi seorang wanita, spontan memilih mundur.

“Kau … baik-baik saja, bukan?” Padahal jelas-jelas Kay yang terluka demi melindungi wanita, tapi dia masih bertanya untuk memastikan keadaannya.

“Kay … Kenapa? Kenapa kau melindungiku sampai sejauh ini?” Air mata wanita itu sudah mengalir deras membasahi wajahnya.

“Dasar bodoh! Seharusnya kau biarkan saja wanita itu mati. Kenapa kau harus mengorbankan diri untuk melindunginya? Bahkan dia bukan siapa-siapamu, bukan?” ujar Pria itu yang terus berjalan mendekati Kay yang sudah terluka dalam pelukan wanita itu.

“Sebenarnya apa maumu? Apakah kau akan membunuhku sekarang?”

“Membunuhmu?” Pria itu sengaja menjeda ucapannya membuat gestur berpikir seolah membunuh Kay adalah hal mudah baginya untuk dilakukan, “Aku rasa tidak untuk kali ini. Namun, ini peringatan juga untukmu agar tidak ikut campur dengan apapun yang terjadi di Kota Xennor. Tanda tangani saja perjanjian yang kami persiapkan atau pergi dari Kota ini secepatnya. Karena aku akan melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan siapapun yang berani mengganggu kekuasaanku di sini.” lanjutnya.

“Ouh … Jadi, kau si … itu! Kenapa kau menutupi dirimu sampai seperti itu? Apakah kau sangat jelek sampai tidak mau menunjukkan wajah aslimu?”

“Argh… Ingatan apa ini?”

Kay meringis kesakitan sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat ingatan yang memaksa kembali masuk. Wajah pria itu tertutup helm yang ia kenakan, sedangkan wajah wanita yang ia lindungi terlihat tidak jelas dalam ingatannya. Wajahnya buram, seperti kaset film yang sudah rusak.

“Kay, cepat pergi dari sini bersama Hezlyn!”

Teriakan Axlyn seketika menyadarkan Kay dari rasa sakit di kepalanya. Dan saat pandangannya menangkap Axlyn yang berniat mengorbankan diri demi melindunginya dan juga Hezlyn, ia benar-benar sangat terkejut dengan keputusan gila wanita itu.

“Axlyn, jangan gila!” teriak Noah yang juga terkejut dengan keputusan yang Axlyn ambil.

Bersambung….

1
Lisa Halik
rumit2..huhuhuhu
Sri Yatun
pikiran yg blm pasti memang menakut kan tp g tau kedepannya sprt apa, pusing pusing mikirin masa lalu dan masa depan ternyata wanita satu yg d pikir kan,yg JD pertanyaan spancer adalah musuh dan dalang lupa ingatan mu Kay,bukan kecelakaan mobil,tp bersabar pelan pelan dengan bertarung kembali mungkin akan mengingat memori yg hilang,dan merencanakan strategi pun mungkin akan perlahan mengingat sedikit sedikit, semangat dan bersabar y calon ayah
Rani R.I
apa harus menunggu anak yg ada di dalam kandungan Axlyn baru mereka menyadari dan menyesal..knp seperti pada egois semua...kay tersiksa,, apa lg Axlyn....
Lisa Halik: makin rumit....kelamaan tahunya...huhuhuh
total 2 replies
Shee_👚
jangan sampai salah oranh
Shee_👚
tenang aja g perlu milih noah, karena orang yang kalian cari dan bicarakan orang yang sama
Shee_👚
orang bingung menjelaskan nya kay, kalau mereka bercerita otomatis dispenser juga ke bawa, dan mereka g mau kalian saling bermusuhan lagi.
Desyi Alawiyah
𝘒𝘢𝘬 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.. 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭 𝘥𝘰𝘯𝘨.. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴.. 😌

𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
Rani R.I
egois sedikit untuk merebut kay dari istri nya gituu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣.. istri angin Kay 🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
sebenarnya akuu sedikit kesel sama Axlyn,,yg slalu salah paham...bkn nya cari tahu atau bertanya sama, misalnya nanya sama anak atau Noah atau bodyguard nya kai,, padahal mantan detektif 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
Lisa Halik: nah sama kita mbak kesel sangat sama axlyn...buat badmood..huhuhu
total 1 replies
Budhe Satryo
Noah kau ini seneng bngt mancing" pak mil y
Budhe Satryo
semoga nanti tau kalu axlyn wanita dipraha disaat yg tepat y Kay moga bisa memaafkan dispencer yg LBH dulu tau
Fahmi Ardiansyah
skrg gak perlu mencari wanita itu LG Noah Krn wanita itu udah ada di antara kalian semua.berkat Spencer udah di temukan.tunggu kejutannya selanjutnya😄😄
Fahmi Ardiansyah
pelan pelan Kay akan mengingatnya.
Ratna Sumaroh
tumben kekuatan Xavier kalah 🤔🤔
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
Desyi Alawiyah: 𝘐𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘬.. 𝘪𝘯𝘴𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵, 𝘫𝘦𝘭𝘪... 𝘚𝘢𝘮𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘌𝘷𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘬𝘦𝘬𝘯𝘺𝘢... ☺

𝘊𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘸𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘢𝘩𝘢𝘵 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘪𝘬.. 😁
total 1 replies
Fahmi Ardiansyah
iya maunya org itu bermusuhan terus n ingin menguasai dunia jadi ya gak mau menyerah.
Lisa Halik
semangat thor😍😍
Susi Susilawati
iya kay dulu axel jga manggil papah..
Desyi Alawiyah
𝘞𝘢𝘩, 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘩? 𝘈𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯?

𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
Desyi Alawiyah: 𝘚𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘒𝘢𝘬.. 𝘈𝘬𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 😝
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘐𝘺𝘢... 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘮𝘶, 𝘈𝘹𝘦𝘭, 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘨𝘪𝘭𝘮𝘶 '𝘗𝘢𝘱𝘢𝘩' 𝘭𝘰𝘩.. 🤣
Desyi Alawiyah: 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘱𝘦 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘬𝘪𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘒𝘢𝘬, 𝘣𝘦𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘓𝘶𝘤𝘢 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 😁

𝘋𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭, 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢, 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘈𝘹𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘵𝘦𝘨𝘢...

𝘔𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘏𝘦𝘻𝘭𝘺𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘒𝘢𝘺.. 🤭
total 2 replies
Desyi Alawiyah
𝘔𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘛𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢...

𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..

𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!