NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Isti arisandi

Mawar, gadis cantik, diusianya yang telah matang harus menerima pernikahannya dengan Dirga, seseorang yang tak pernah dikenal sebelumnya. Menggantikan Dimas yang pergi entah Kemana di hari pernikahannya. Cinta yang tak pernah ada sebelumnya, berlahan hadir di dalam mahligai rumah tangga, Dimas yang pergi kembali dengan sejuta penyesalan, ingin kembali pada Mawar kekasih pujaan hati. Bisakah Dimas merebut Mawar dari tangan Dirga? akankah hidup mereka bahagia? ikuti kisahnya terus di Menikah Tanpa Cinta.

Coretan pertama Isti arisandi. Mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti arisandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Takut kehilangan

Tak berapa lama rumah orang tua Mawar terlihat dari kejauhan. Mobil Dirga semakin mendekati rumah sederhana dengan cat warna cream itu, beberapa menit sudah sampai dihalaman rumah, ia parkir mobil nya di bawah pohon mangga, agar tidak terlalu kepanasan oleh terik matahari.

Ibu, Bapak, Aldi keluar rumah, mereka heran siapa yang bertamu kerumahnya siang hari seperti ini?

Mawar dan Dirga turun dari mobil, kemudian berjalan mendekat, menuju anggota keluarganya menanti.

"Mbak Mawar!" Seru Aldi.

"Bu! Itu mbak Mawar, pulang Bu," Aldi berteriak girang melihat kakak satu satunya sudah pulang.

Aldi memang sering kali merindukan kakaknya, karena saat bekerja Mawar hanya pulang sebulan sekali, kadang juga lebih.

"Nduk!"

"Kamu sudah pulang, Nduk!"

Bu Rasmi tidak kalah terharunya melihat putrinya sudah berkunjung, dipeluknya. Hingga air mata tak bisa di bendung lagi. Yang membuat bu Rasmi meneteskan air mata sesungguhnya bukan karena berapa lama Mawar meninggalkan rumah. Melainkan teringat terakhir kalinya, Mawar meninggalkan pelaminan waktu itu dengan kesedihan amat mendalam.

"Ibu ini gimana? Anak baru pulang sudah menangis, nggak disuruh masuk dulu. Nak ayo masuk dulu! Kangen kangenannya dilanjutkan di dalam aja," Bapak Mizdi mempersilahkan Dirga dan Mawar masuk ke dalam, Dirga langsung menyalami mertuanya dan mencium tangannya, disusul oleh Mawar. rasa haru sejenak begitu terasa dirumah keluarga Mawar..

Mereka semua duduk di ruang tamu, banyak hal yang dibicarakan Dirga dan Bapak Mizdi, sering kali mereka tersenyum, dan tertawa kecil. Terlihat sekali Dirga adalah orang yang mudah akrab, Dan tak mempermasalahkan keadaan Mawar yang sederhana.

Mawar segera menuju dapur, Membantu ibunya membuat minuman,

"Kesini kok tidak kabari Ibu ,Nduk.

Tau anak dan menantu Ibu mau datang tadi pagi Ibu belanja ke pasar, masak yang enak, kalo gini Ibu jadi malu kan sama menantu ibu."

"Suami kamu ganteng nduk, dan sopan santun." Bu Rasmi tersenyum hatinya senang karena Mawar lagi lagi masih beruntung.

"Tadinya juga mau kasih kabar ke Ibu. Tapi mas Dirga mendadak yang ngajak kesini. Jadi, ya sudah sekalian bikin surprise aja," jelas Mawar pada bu Rasmi. Sambil membawa nampan keluar menyuguhkan minuman pada Bapak dan Suaminya.

"Di minum dulu ,Ga! kopi nya." Sambil Mawar menyodorkan kopi di depan Dirga dan kemudian kepada bapaknya.

Loh ... loh ... loh ... Kamu panggil suamimu apa tadi? Nduk ! Ibu nggak salah dengar?

Dirga tersenyum melihat bu Rasmi yang tidak terima Mawar menyebut suaminya dengan nama panggilan saja.

"Biarin suka-suka Mawar saja Bu, panggil apa aja," jawab Dirga, diikuti semua anggota keluarga tertawa bersama, nenambah keakraban malam itu.

Tak terasa obrolan mereka sudah sampai malam. Selesai membuka oleh-oleh yang dibawa Mawar dan Dirga, semua anggota keluarga melanjutkan makan malam.

Tiba tiba saat makan malam handpone Dirga bergetar, "Telepon dari siapa Nak, kenapa nggak di angkat dulu, Tanya Bu Rasmi, sambil melanjutkan aktifitas makannya.

"Cuma pesan aja, Bu."

"Biar Dirga baca nanti, selesai makan!" Dirga hanya melirik sekilas ke arah handpone nya.

Setelah semuanya usai makan. Dirga mengambil handpone nya. Setelah dilihat ternyata ada pesan dari Vio, Dirga lebih memilih mengacuhkannya dari pada membalasnya.

.

.

.

Hari semakin larut, sepertinya Dirga terlalu lelah habis perjalanan lumayan jauh, akhirnya ia memutuskan merebahkan tubuhnya disofa ruang tamu.

"Ga, kenapa tidur disitu? Sini, sengaja ya bikin aku dimarahi bapak?"

"Bener aku boleh tidur sama kamu di kamar?"

"Iya boleh, selama kita disini"

Mawar dan Dirga tidak bisa menahan kantuknya, Mereka bersama tidur terlelap dalam ranjang kecil itu. Sebelum bola mata dua insan itu terpejam ,mereka saling menatap lembut, sepertinya dalam hati Mawar sudah tumbuh rasa, walaupun sedikit namun belum bisa disebut cinta. Perasaan yang semula tak ada kini mulai tumbuh walau seujung kuku.

Perlahan Dirga mendekati bibir Mawar dan mengecupnya, melihat Mawar tidak menolaknya. Semakin lama kecupan itu semakin mesra, Dirga mencumbu bibir merah jambu itu berlahan dan melingkarkan tangannya ke pinggang sang istri.

Malam itu Mawar tidur terlelap dalam pelukan suaminya.

****

Pagi telah tiba, Dirga yang seharusnya, sudah dikantor berkutat dengan pekerjaan, kini hanya Duduk saja di serambi rumah, menikmati secangkir kopi ditemani oleh mertuanya.

Mawar sedang berbelanja sayur tidak jauh dari rumahnya, ketika sedang asyik memilih sayur segar. Salah satu Ibu membuka pembicara,an.

"Nak Mawar, sejak kapan datang kemari?" Sapa Ibu itu ramah.

"Baru kemaren Bu." Jawab mawar dengan senyum ramah.

"Pengantin baru tambah cantik aja." Imbuh ibu yang satunya lagi menimpali obrolan temannya.

"Ibu ini bisa aja, sejak dulu Mawar tetap seperti ini bu, apa adanya." Mawar tersenyum ramah.

Sepertinya Mawar merasa malu dengan obrolan pagi itu. Akhirnya Mawar mohon diri untuk segera pulang, karena ia harus segera memasak barang belanjaannya.

"Sepertinya Mawar ini beruntung ya, Bu, kemaren batal nikah, calon suaminya kabur, eee ... sekarang dapat lagi yang tajir dan ganteng." Ibu- ibu itu udah mulai ngerumpi rupanya.

****

Belum habis kopi disruputnya. Tiba tiba ponsel Dirga berdering, segera ia melihat siapa gerangan yang menelepon pagi ini, di layar ponsel tertera nama Nela,

"Ada apa Nel, apa ada yang sangat penting pagi ini menelponku?

Sambil meminta izin kepada mertuanya, Dirga berjalan agak menjauh untuk mengawali pembicaraan dengan sekretarisnya.

"Berita kurang baik pak."

Nela sedikit gugup mengatakannya.

"Kurang baik bagaimana maksud kamu? Coba kamu jelaskan dulu!"

Dirga tidak mengerti dengan yang dikatakan Nela, karena sepengetahuannya sebelum ia cuti, perusahaan baik baik saja.

"Mmm... begini pak!, perusahaan besar itu, memutuskan kerja sama secara sepihak pak!, Ia menarik semua saham dan investasinya yang diberikan kepada perusaha'an kita selama ini."

Nela menjelaskan panjang lebar yang ia ketahui.

Dirga mengerti yang dimaksud Nela itu adalah perusahaan dengan pemiliknya siapa? Dimas lah pemiliknya, tepatnya mantan kekasih Mawar.

Hati Dirga bertanya tanya, usai panggilanya dengan Nela, "Aku tidak merebut Mawar darinya. Kenapa sepertinya dia marah padaku? Bukankah ia yang telah pergi tanpa kabar di hari H pernikahannya. Dimana kesalahanku?"

Dirga kembali duduk di serambi rumah bersama mertuanya, Menghabiskan kopi yang sempat ia tinggalkan. Namun wajahnya yang sudah berubah. Tidak serelax tadi, kini seperti ada kabut yang menyelimuti wajah tampannya.

Pak Mizdi mengetahui hal itu, Namun ia memilih diam saja tidak baik mengintrogasi menantu, Apalagi ini menantu barunya.

Pak Mizdi lebih mengalihkan pandangannya kepada anak-anak yang sedang bermain layangan, berlarian di lapangan dekat rumahnya.

Lagi lagi seluruh keluarga berkumpul di meja makan, suasana seperti ini sangat menyenangkan , kali ini, Dirga sekalian memohon pamit untuk kembali ke Surabaya, namun sepertinya Mawar masih berat untuk meningalkan keluarganya, tapi bagaimana lagi, susah senang ia harus bersama suaminya.

Diperjalanan pulang konsentrasi menyetir Dirga berkurang, ia memikirkan sesuatu, bukan tentang pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh Dimas, melainkan kini ia takut kehilangan, kalo seorang yang ada disampingnya kini akan pergi meninggalkan nya dan kembali, kepada mantan kekasihnya.

Walaupun belum seumur jagung usia pernikahan, cinta sudah tumbuh dan bersemi di lubuk hatinya yang paling dalam, Bahkan ia sudah menaruh hati sejak pertama kali bertemu. Mungkinkah Cintanya Dirga memang hadir pada pandangan pertama?

1
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Runik Runma
panjang bener
iren thezer
suka ceritanya sukses author
Jun Asih
karya y sangat bagus dengan cerita y
Sandisalbiah
Dimas...
Asiah Erap
Cerita bagu
Diana Susanti
lanjut kak mantap 👍👍👍👍
Diana Susanti
hahahaha 😁😁😁
Diana Susanti
paling Dimas
Diana Susanti
kayaknya seru,, lanjut kak
Nuraeniy352
bukan'y pasang cctv ya,,,bisa lihat n pantau dari kejauhan,,g guna pasang cctv kalo masih ribet
Hayatul Wardani
benar kata pak bagus tok cet
Afiqah Herni
memuaskn
Lina Lina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Lina Lina
susah amat namanya thor..untung gak kelipat lidah gw bacanya..maaf thor cuma becanda 🙏🙏🙏🤣🤣🤣
Lina Lina
jd maksud emak kata2 emak barusan gak menyakiti gitu...bukan mawar jg dulu yg mau nikah sm dirga mak..tp dirga yg mengajukan diri..lg klu jodoh siapa yg bisa nengelak mak...
Lina Lina
ya elah mak jgn gitu ngapa...jgn jd siangan sm mantu emak...gak boleh.. kasihan loh mantunya..
Lina Lina
wah jgn2 tekdung tuh
Lina Lina
wkwkwkwk 😂😂😂 ketahuan author gak suka duren makanya jd belah semangka 🤣🤣🤣
Lina Lina
ciee ciee ciee..yg udah belah duren makin mesra aja...bikin ngiri aja 😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!