NovelToon NovelToon
Gelang Giok Pembawa Rezeki

Gelang Giok Pembawa Rezeki

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Romantis / Ruang Ajaib
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

"Lin Suyin mewarisi gelang giok dari neneknya—sebuah portal menuju dimensi ajaib tempat waktu berjalan 10x lebih cepat dan semua tanaman tumbuh sempurna. Tapi keajaiban ini membawa bahaya: ada yang memburu gelang tersebut. Bersama Xiao Zhen, CEO misterius dengan rahasia masa lalu, Suyin harus melindungi ruang ajaibnya sambil mengungkap konspirasi kuno yang menghubungkan keluarganya dengan dunia kultivator."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Kemajuan Pesat

Tiga minggu berlalu dengan sangat cepat dalam rutinitas yang melelahkan tapi memuaskan.

Setiap pagi jam empat, Suyin bangun untuk sholat subuh, lalu langsung latihan dengan Wei Hao—lari, teknik bertarung, drilling refleks. Siang hari dia habiskan di ruang dimensi untuk produksi dan mengurus pesanan bisnis yang terus bertambah. Sore latihan kecepatan dengan Zhang Wei atau teknik pertahanan dengan Chen Ling. Malam kultivasi bersama dengan Xiao Zhen.

Hari demi hari, minggu demi minggu.

Dan hasilnya mulai terlihat.

Jumat pagi di minggu keempat sejak latihan intensif dimulai, Suyin berdiri di tengah basement menghadapi Wei Hao yang menyerangnya dari lima arah berbeda dengan boneka kultivasi yang digerakkan energi spiritual.

Lima serangan datang bersamaan—dari depan, belakang, kiri, kanan, dan atas.

Suyin tidak panik.

Dia mengaktifkan Jangkar Qi—kaki tertanam kuat di lantai. Pelindung spiritual melingkupi tubuhnya dengan cahaya hijau keemasan yang jauh lebih tebal dari sebulan lalu.

BRAK! BRAK! BRAK!

Kelima serangan menghantam pelindungnya bersamaan.

Suyin tidak bergerak sedikitpun. Pelindungnya retak tapi tidak hancur.

"Bagus!" seru Wei Hao sambil menghentikan boneka-boneka itu. "Pelindungmu sekarang bisa bertahan terhadap serangan tingkat menengah simultan! Itu kemajuan yang luar biasa!"

Suyin melepaskan tekniknya, napas sedikit tersengal tapi tidak separah minggu-minggu pertama. "Berapa lama aku bertahan?"

"Dua menit penuh dengan pelindung aktif ditambah Jangkar Qi. Konsumsi Qi-mu juga jauh lebih efisien dari sebelumnya." Wei Hao mencatat di tablet. "Kalau tiga minggu lalu kamu hanya bisa bertahan tiga puluh detik dengan satu teknik, sekarang kamu bisa bertahan dua menit dengan dua teknik sekaligus. Itu peningkatan hampir sepuluh kali lipat."

"Benarkah?" Suyin sendiri tidak menyadari kemajuannya sebesar itu karena setiap hari terasa seperti perjuangan.

"Benar. Dan bukan hanya teknikmu—tubuh fisikmu juga jauh lebih kuat. Ingat tiga minggu lalu kamu hampir pingsan setelah lari lima kilometer? Sekarang kamu bisa lari sepuluh kilometer tanpa menggunakan Qi sama sekali."

Suyin menatap tangannya sendiri—otot-ototnya lebih terdefinisi, tubuhnya lebih kencang, bahkan posturnya lebih tegak dari sebelumnya.

"Kultivasi tidak hanya meningkatkan kekuatan spiritual, tapi juga fisik," jelas Wei Hao. "Semakin tinggi tingkatmu, tubuhmu akan semakin kuat dan sehat. Beberapa kultivator tingkat tinggi bahkan kebal terhadap penyakit biasa."

"Wah, berarti tidak perlu takut flu lagi," komentar Suyin dengan senyum.

"Tepat sekali." Wei Hao tertawa. "Oke, istirahat lima belas menit lalu kita coba teknik baru—Serangan Balik Qi. Teknik yang memungkinkan kamu memantulkan sebagian energi serangan musuh kembali ke mereka."

"Kedengarannya canggih."

"Memang canggih. Dan sulit. Tapi aku yakin kamu bisa pelajari."

Siang hari, Suyin masuk ke ruang dimensi dengan perasaan excited.

WUSH!

Pemandangan yang menyambutnya membuat matanya melebar.

Di area yang biasanya kosong, sekarang berdiri struktur baru—sebuah menara tinggi yang terbuat dari batu giok hijau dengan ukiran-ukiran rumit di permukaannya. Tingginya sekitar sepuluh meter dengan puncak yang bercahaya lembut.

"Pohon Kehidupan! Apa itu?!" Suyin berlari mendekat.

Pohon Kehidupan yang sekarang sudah setinggi tujuh meter menjawab dengan nada yang terdengar senang. "Itu adalah Menara Kultivasi—fasilitas bonus karena kamu mencapai lima ribu kilogram hasil panen kumulatif lebih cepat dari perkiraan."

"Menara Kultivasi? Untuk apa?"

"Masuk dan lihat sendiri."

Suyin mendorong pintu berat menara yang terbuka dengan lancar. Di dalam, ruangannya berbentuk lingkaran dengan lantai dari batu giok yang halus. Dinding-dinding dipenuhi dengan ukiran yang bersinar—simbol-simbol kultivasi kuno.

Di tengah ruangan ada platform bundar yang sedikit meninggi.

Begitu Suyin melangkah ke platform itu, tiba-tiba seluruh ruangan bercahaya terang.

Energi spiritual yang sangat pekat mengalir dari dinding, lantai, langit-langit—semuanya berkumpul di sekitar Suyin.

"Astaga..." bisik Suyin, merasakan Qi-nya langsung bereaksi terhadap energi di sekitarnya. "Ini... ini seperti berendam dalam samudra energi spiritual."

Suara Pohon Kehidupan bergema di dalam menara. "Menara Kultivasi meningkatkan kecepatan kultivasi sepuluh kali lipat saat kamu meditasi di dalamnya. Satu jam di dalam menara setara dengan sepuluh jam kultivasi normal di luar."

"Ditambah dengan percepatan waktu ruang dimensi yang lima belas kali lipat—"

"Benar. Satu jam waktu luar sama dengan lima belas jam di dalam ruang dimensi. Kalau kamu habiskan satu jam itu di Menara Kultivasi, efeknya setara dengan seratus lima puluh jam kultivasi normal."

Suyin duduk di platform, mencoba memproses informasi ini. "Itu... itu luar biasa. Dengan ini aku bisa mengejar ketertinggalan dari kultivator yang sudah latihan bertahun-tahun."

"Itulah tujuannya. Ruang dimensi tahu kamu butuh kekuatan cepat untuk menghadapi ancaman yang datang."

Suyin langsung duduk bersila di platform, menutup mata, dan mulai meditasi.

Energi mengalir ke dalam tubuhnya dengan kecepatan yang mencengangkan—seperti sungai yang deras mengalir ke danau yang haus. Qi-nya yang biasanya tumbuh perlahan sekarang meningkat dengan cepat.

Dia bisa merasakan jalur energi di tubuhnya—meridian yang kata Xiao Zhen adalah jalur aliran Qi—melebar dan memperkuat.

Satu jam penuh—waktu dimensi—dia habiskan di dalam Menara Kultivasi.

Saat keluar, Suyin merasa sangat berbeda. Tubuhnya lebih ringan, pikirannya lebih jernih, Qi-nya jauh lebih besar dan lebih stabil dari sebelum masuk.

"Bagaimana rasanya?" tanya Pohon Kehidupan.

"Luar biasa. Aku merasa seperti naik satu tingkat hanya dalam satu jam." Suyin menatap tangannya—ada cahaya samar yang memancar dari kulitnya, tanda Qi yang kuat.

"Kamu memang naik tingkat. Dari kultivator tingkat pemula menengah ke pemula atas. Masih jauh dari tingkat menengah, tapi kemajuan yang sangat cepat untuk waktu singkat."

Suyin tersenyum lebar. Akhirnya kerja kerasnya membuahkan hasil yang nyata.

Setelah puas dengan Menara Kultivasi, Suyin menghabiskan waktu untuk produksi rutin. Pesanan dari Fresh & Fine sekarang naik jadi lima ratus kilogram per minggu. Ditambah klien-klien lain, total produksi per minggu sekarang tujuh ratus kilogram.

Angka yang sangat besar—tapi dengan Rumah Kaca Budidaya dan sistem yang sudah terorganisir rapi, Suyin bisa handle dengan relatif mudah.

Dia juga terus menambah jenis tanaman. Minggu ini dia berhasil menanam dua puluh varietas baru—berbagai jenis herbs dari Mediterania, sayuran Asia yang langka, bahkan beberapa tanaman obat dari Tibet yang dia order dengan harga mahal.

"Total jenis tanaman sekarang: dua ratus tujuh puluh lima," hitung Suyin sambil update spreadsheet. "Masih butuh dua ratus dua puluh lima jenis lagi untuk Tingkat 3."

"Dan hasil panen kumulatif sudah lima ribu dua ratus kilogram," tambah Pohon Kehidupan. "Masih butuh empat ribu delapan ratus kilogram lagi."

"Dengan produksi tujuh ratus kilogram per minggu, aku butuh sekitar tujuh minggu lagi untuk target panen. Tapi untuk jenis tanaman... itu yang lebih sulit."

"Pelan-pelan. Kamu sudah sangat cepat."

Suyin keluar dari ruang dimensi dengan kepala penuh rencana untuk mempercepat penambahan jenis tanaman.

Sore itu, latihan dengan Chen Ling berbeda dari biasanya.

"Hari ini kita tidak latihan fisik," ucap Chen Ling sambil menyiapkan meja dengan berbagai peta dan dokumen. "Hari ini kita latihan strategi dan kecerdasan dalam pertarungan."

"Maksudnya?"

"Kekuatan saja tidak cukup. Kamu harus tahu kapan bertarung, kapan mundur, bagaimana membaca situasi, bagaimana menggunakan lingkungan untuk keuntunganmu." Chen Ling menunjuk peta sebuah bangunan besar. "Ini simulasi: kamu terjebak di dalam gedung dengan lima kultivator musuh. Mereka semua lebih kuat darimu. Apa yang kamu lakukan?"

Suyin mempelajari peta dengan serius. "Apa tujuanku? Kabur atau bertarung?"

"Bagus—pertanyaan pertama yang tepat. Tujuanmu adalah bertahan hidup sampai bantuan datang dalam sepuluh menit."

"Kalau begitu aku tidak perlu bertarung. Aku hanya perlu kabur dan sembunyi selama sepuluh menit." Suyin menelusuri peta dengan jari. "Gedung ini punya sistem ventilasi besar—aku bisa masuk ke sana dan bergerak lewat saluran udara."

"Musuh bisa deteksi energi spiritualmu."

"Aku bisa turunkan energiku sampai hampir nol—teknik penyamaran yang Xiao Zhen ajarkan minggu lalu."

"Salah satu musuh punya kemampuan pencium spiritual—bisa melacak baumu walau energi disembunyikan."

Suyin berpikir keras. "Kalau begitu aku perlu alihkan perhatian. Aku buat ledakan kecil di satu sisi gedung menggunakan Qi yang tersimpan dalam objek—misalnya piring atau gelas. Saat mereka berlari ke sana, aku kabur ke arah berlawanan."

Chen Ling tersenyum tipis. "Lulus. Kamu berpikir strategis, tidak hanya mengandalkan kekuatan."

Mereka menghabiskan dua jam dengan berbagai simulasi berbeda—terjebak di hutan, diserang di tempat ramai, melindungi orang lain sambil bertarung, bahkan skenario di mana Suyin harus memilih antara menyelamatkan diri atau menyelamatkan orang lain.

Setiap skenario membuat Suyin berpikir lebih dalam tentang strategi, prioritas, dan decision making dalam situasi berbahaya.

"Ingat," ucap Chen Ling di akhir sesi, "kultivator yang paling kuat bukan selalu yang menang. Kultivator yang paling pintar—yang bisa berpikir cepat dan adaptasi dengan situasi—mereka yang bertahan hidup."

"Aku akan ingat itu."

Malam itu, saat kultivasi bersama dengan Xiao Zhen di paviliun, Suyin menceritakan semua kemajuan hari ini—Menara Kultivasi, naik tingkat kultivasi, latihan strategi dengan Chen Ling.

Xiao Zhen mendengarkan dengan senyum bangga. "Kamu berkembang lebih cepat dari perkiraan. Bahkan Wei Hao bilang kamu sudah melampaui ekspektasinya."

"Aku punya guru-guru yang baik," jawab Suyin sambil menggenggam tangan Xiao Zhen. "Dan motivasi yang kuat."

"Motivasi apa?"

"Melindungi orang-orang yang aku sayangi. Menghormati warisan nenek. Dan..." Suyin menatap Xiao Zhen dengan intens, "...tidak mau jadi beban untuk orang yang aku cintai."

Xiao Zhen menarik Suyin lebih dekat. "Kamu tidak pernah jadi beban. Tapi aku mengerti perasaanmu—aku juga merasa sama dulu setelah kehilangan Xiu Lan. Aku latihan seperti orang kesurupan karena tidak mau merasakan ketidakberdayaan itu lagi."

"Dan sekarang kamu salah satu kultivator terkuat di generasimu."

"Dan kamu akan sampai di sana juga. Mungkin lebih cepat dari yang kukira." Xiao Zhen menyentuh pipi Suyin. "Aku bangga padamu, Suyin. Sangat bangga."

Suyin berdiri berjingkat, mencium Xiao Zhen—ciuman yang lembut tapi penuh dengan perasaan.

Saat berpisah, keduanya tersenyum.

"Ayo lanjutkan kultivasi," ucap Xiao Zhen sambil menarik Suyin duduk berhadapan lagi. "Aku ingin lihat seberapa besar peningkatan Qi-mu setelah sesi di Menara Kultivasi tadi."

Mereka duduk dengan tangan saling menggenggam, energi mengalir di antara mereka.

Dan Xiao Zhen langsung terkejut—aliran energi Suyin jauh lebih kuat dan lebih stabil dari kemarin. Resonansi spiritual antara mereka juga meningkat drastis.

"Ini..." Xiao Zhen membuka mata sebentar, menatap Suyin dengan kagum. "Ini luar biasa. Qi-mu hampir dua kali lipat lebih besar dari dua hari lalu."

"Efek Menara Kultivasi," jelas Suyin dengan senyum puas. "Fasilitas itu benar-benar game changer."

"Kalau kamu terus berkembang dengan kecepatan ini..." Xiao Zhen menghitung di kepala. "...dalam dua bulan kamu bisa mencapai tingkat menengah. Itu yang normalnya butuh lima tahun latihan."

"Dua bulan..." Suyin menarik napas. "Itu pas dengan timeline yang kita khawatirkan kan? Chen Ling bilang Organisasi Bayangan kemungkinan akan bergerak dalam dua sampai tiga bulan."

"Tepat sekali." Xiao Zhen menatap Suyin dengan serius. "Kita sedang berlomba dengan waktu, Suyin. Tapi sejauh ini, kita menang."

"Dan kita akan terus menang," ucap Suyin dengan penuh keyakinan.

Mereka melanjutkan kultivasi sampai larut malam—energi berpadu dalam harmoni yang indah, koneksi spiritual mereka makin dalam.

Saat akhirnya berpisah untuk tidur, keduanya tahu bahwa setiap hari yang lewat membawa mereka satu langkah lebih dekat ke konfrontasi yang tidak terelakkan.

Tapi juga satu langkah lebih dekat ke kemenangan.

Karena Suyin bukan lagi gadis lemah yang perlu dilindungi setiap saat.

Dia menjadi kultivator yang kuat.

Pewaris Klan Lin yang bangkit.

Dan tidak ada yang akan menghentikannya.

1
Datu Zahra
kelas restoran dan kafe kemang butuh sayuran 20kg per minggu, enggak mnalar amat. sepi banget dong itu tempat. kalo perhari masuk akal
Mak Gemoy
semangat🔛🔥🔛🔥
Mak Gemoy
kok ibu rumah tangga yg diceraikan? bukannya baru tunangan trus gagal nikah?
Andira Rahmawati
lanjuttt thorrr💪💪💪
Wahyu🐊: Aku Buat Novel baru Mampir yah Judulnya, Kumpulan Carpen Romantis First Date
total 1 replies
Andira Rahmawati
nemu cerita bagus nihhh paling suka baca novel yg fantasi apalagi yg ada ruang ajaibnya👍👍👍
Diah Susanti
diatas dibilang 'putri adik nenek' yang menurutku maknanya 'bibinya suyin'. tapi disini dia menyebutkan dirinya 'cucunya juga'🤔🤔🤔🤔
Wahyu🐊: Anda Terlalu Teliti😅🙏 Nanti Aku Revisi Kalau Udah Tamat Masih Panjang Perjalanan nya
total 1 replies
Wahyu🐊
Nanti aku Revisi oke
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!