NovelToon NovelToon
The Librarian'S Midnight Guest

The Librarian'S Midnight Guest

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Fantasi Wanita / Harem
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: treezz

Di balik rak-rak kayu ek yang menjulang tinggi, Genevieve Isolde Clara adalah cahaya yang tak pernah padam. Sebagai pustakawan, ia dikenal karena senyumnya yang merekah bagi siapa saja dan keramahannya yang membuat siapa pun merasa diterima. Namun, keceriaan itu hanyalah tirai tipis yang menutupi luka batin yang sangat dalam. Genevieve adalah ahli dalam berpura-pura—ia membalut rasa sakitnya dengan tawa, memastikan dunia melihatnya sebagai gadis yang paling bahagia, meski hatinya perlahan hancur dalam kesunyian.
Kehidupan Genevieve yang penuh kepura-puraan terusik ketika Valerius Theodore Lucien muncul. Valerius adalah seorang pria dengan aura bangsawan kuno, pucat, dan memiliki tatapan yang seolah bisa menembus waktu—ia adalah seorang vampir yang telah hidup berabad-abad. Sejak pertama kali melihat Genevieve, Valerius merasakan sesuatu yang janggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon treezz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Teror di Balik Pintu Terkunci

"PERGI! JANGAN MENDEKAT!"

Genevieve berteriak sekuat tenaga, suaranya pecah karena ketakutan yang luar biasa. Dengan gerakan membabi buta, ia mendorong sosok yang duduk di pinggir kasurnya itu melalui balik selimut. Ia tidak peduli jika yang ia dorong adalah makhluk halus atau iblis, insting bertahannya mengambil alih.

Namun, saat tangannya menyentuh bahu pria itu, ia merasa seperti sedang mendorong tembok batu yang kokoh. Valerius tidak bergeming sedikit pun.

Genevieve menyibak selimutnya dengan kasar, napasnya tersengal-sengal. Matanya yang sembab menatap liar ke arah pintu kamar yang masih terkunci rapat dari dalam. Grendelnya masih terpasang sempurna. Tidak ada tanda-tanda kerusakan.

"Bagaimana... bagaimana kau bisa masuk?!" jerit Genevieve sambil mundur hingga punggungnya menempel di sandaran tempat tidur. "Pintunya terkunci! Kau seharusnya tidak bisa di sini!"

Valerius Theodore Lucien duduk dengan tenang di kegelapan kamarnya. Cahaya bulan yang masuk dari jendela kecil di loteng menyinari separuh wajahnya, memberikan kesan mistis sekaligus mengerikan. Jubah hitamnya tampak seperti bayangan yang hidup, menyebar di lantai kayu.

"Kunci manusia hanya bisa menahan manusia, Genevieve," ucap Valerius pelan. Suaranya tidak tinggi, namun memenuhi setiap sudut ruangan.

"Bagiku, dinding dan pintu hanyalah ilusi. Tak ada tempat di dunia ini yang bisa kau jadikan persembunyian dariku."

Valerius berdiri perlahan, membuat Genevieve semakin mengerutkan tubuhnya.

Pria itu berjalan mendekati jendela, memunggungi Genevieve, seolah ingin memberinya ruang untuk bernapas, meski kehadirannya tetap terasa sangat menyesakkan.

"Kau ketakutan karena kau tidak mengerti," Valerius menoleh sedikit, kilat merah di matanya meredup, berganti dengan tatapan yang dalam dan penuh obsesi.

"Kau takut padaku, padahal aku adalah satu-satunya yang tidak akan menjualmu demi uang. Aku adalah satu-satunya yang tidak akan menuntut senyum palsu darimu."

"Aku tidak peduli siapa kau!" suara Genevieve bergetar hebat. "Keluar dari kamarku! Aku tidak butuh monster sepertimu!"

Valerius berbalik sepenuhnya.

Dalam sekejap mata—kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata manusia—ia sudah berada kembali di depan Genevieve, berlutut di lantai agar tinggi mereka sejajar. Ia tidak menyentuh Genevieve, namun auranya mengunci gadis itu di tempat.

"Monster?" Valerius terkekeh rendah, suara yang terdengar pedih sekaligus tajam. "Mungkin. Tapi bukankah orang tua yang menjual anaknya sendiri jauh lebih pantas disebut monster?"

Genevieve terdiam, kata-katanya tertelan kembali di tenggorokan.

"Aku tahu mereka masih mencarimu, Genevieve. Aku tahu tentang hutang-hutang mereka yang kembali menumpuk," lanjut Valerius dengan nada protektif yang gelap.

"Malam ini, selagi kau gemetar di bawah selimut ini, mereka sedang merencanakan cara untuk menyeretmu kembali ke kota seberang. Apakah kau masih ingin aku pergi?"

Kalimat Valerius belum sempat usai ketika ia melihat warna di wajah Genevieve memudar seketika. Bibir gadis itu bergetar, matanya membelalak kaget, sebelum akhirnya kelopaknya jatuh menutup.

Tubuh mungil Genevieve lunglai, jatuh ke arah tumpukan bantal dengan napas yang tertahan.

Ketakutan yang luar biasa, rasa lelah yang menumpuk bertahun-tahun, dan kenyataan bahwa ia sedang berhadapan dengan makhluk supranatural telah membuat sistem sarafnya menyerah. Genevieve pingsan.

Valerius bergerak lebih cepat dari kilat. Sebelum kepala Genevieve menyentuh sandaran tempat tidur yang keras, lengan kuat sang vampir sudah berada di sana, menyangganya dengan kelembutan yang tidak terduga.

"Genevieve?" bisik Valerius.

Suaranya yang biasanya dingin kini menyiratkan secercah kecemasan yang asing baginya. Ia menatap wajah gadis itu—begitu tenang saat tidak sedang memaksakan senyum.

Di bawah sinar bulan, Genevieve tampak seperti boneka porselen yang rapuh, sebuah karya seni yang terlalu indah untuk dunia yang kejam ini.

Valerius perlahan membaringkan Genevieve di atas tempat tidur, lalu menyelimutinya hingga sebatas dada. Ia tidak pergi. Ia justru duduk di lantai di samping tempat tidurnya, mengawasi setiap tarikan napas Genevieve yang lemah.

Tangan pucat Valerius terangkat, ragu-ragu sejenak, sebelum akhirnya ia membelai helaian rambut Genevieve yang berantakan dengan ujung jarinya.

"Kau terlalu banyak membawa beban, ma chère," gumam Valerius, matanya kembali berkilat merah pekat saat ia teringat pada orang-orang yang telah menyakiti gadis ini.

"Pingsanlah jika itu membuatmu bisa beristirahat. Tapi saat kau bangun nanti, duniamu sudah tidak akan sama lagi. Aku akan memastikan mereka yang memburu tawamu tidak akan pernah bisa menyentuh seujung rambutmu pun."

1
May Maya
makasih thor update nya
Afri
sedih sekali kehidupan s vamvier ni d masa lalu
Yusry Ajay
semangat trus kk Thor 🤗
May Maya
lanjut Thor
May Maya
baru kali ini aku baca novel ada kata2 kiasan sekuat batu nisan biasanya kan sekeras n sekuat baja atau beton 🤭
May Maya
kacian velerius 😄
Afri
alur cerita nya bagus. . tidak buru buru .. mengalir dgn perlahan
keren
Afri
aku suka karya mu thor ..
cerita nya manis
May Maya
suka dgn genre ini
May Maya
vieve di dekati vampir tampan tp namanya makhluk gaib pasti takut jg ya vie🤭
May Maya
mulai baca Thor
treezz: semoga suka kakak🤭
total 1 replies
Afri
bagus
Afri
cerita nya bagus thor
fe
mantapp
anggita
👍👆 sip.,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!