NovelToon NovelToon
Diana, Anak Yang Hilang

Diana, Anak Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Tamat / Fantasi Wanita / Putri asli/palsu / Chicklit
Popularitas:50.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yasna alna

Diana, gadis 18 tahun, menemukan kebenaran tentang keluarganya yang sebenarnya setelah 18 tahun hidup bersama keluarga angkat. Dengan kalung berlambang keluarga Pradana dan foto keluarga aslinya, Diana berangkat ke kota besar untuk mencari kebenaran.
Di kota, dia bertemu dengan pemuda misterius yang membantunya mencari alamat keluarga Pradana.
Apakah diana akan menemukan keluarganya?dan siapakah pemuda yang sangat baik membantunya,lanjutkan membaca jika ingin tahu kelanjutannya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasna alna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Adel yang mengetahui fakta mengejutkan berusaha mencerna peristiwa yang terjadi. Dia tidak jadi berangkat ke kampus dengan alasan tidak enak badan. Padahal Adel sedang menyusun rencana.

Adel memanggil asisten pribadinya, Rio. "Rio, cari tahu tentang Diana. Siapa dia sebenarnya? Apa hubungannya dengan Keluarga Pradana?"

Selang 2 jam, Adel menerima telepon dari sang asisten. Rio memberikan beberapa bukti rekaman lawas cctv sebuah rumah didesa. Juga menjelaskan kepada Adel. "nona, Diana adalah anak kandung Keluarga Pradana yang dibuang 18 tahun lalu disebuah desa kecil," kata Rio.

Adel terkejut dan marah. "Apa? Bagaimana bisa?" tanyanya.

Rio menjelaskan bahwa musuh keluarga Pradana, yang dendam karena kesuksesan Tuan Pramono, menculik dan membuang Diana. Musuh tersebut bernama Julian.

Julian, musuh bisnis Keluarga Pradana, berencana menculik bayi mereka untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Dia ingin membuat keluarga Pradana kalut, merusak reputasi dan bisnis mereka, serta mendominasi pasar.

Keluarga Pradana memiliki perusahaan besar yang mencakup ratusan rumah sakit, lembaga pendidikan dan perusahaan farmasi, sehingga Julian ingin melemahkan kekuatan bisnis mereka dan mengambil alih pasar.

Julian, musuh bisnis Keluarga Pradana, gagal melaksanakan rencana jahatnya. Dia tertangkap sebelum bisa memusnahkan bayi tersebut, namun berhasil memisahkan bayi itu dari keluarganya. Bayi tersebut kini hilang dan Keluarga Pradana diliputi kecemasan dan kepanikan.

Asisten Adel, Rio, menceritakan detail insiden penculikan bayi Keluarga Pradana oleh Julian. Adel mendengarkan dengan tekun, namun ekspresi wajahnya berubah saat mendengar nama Julian.

"Julian? Nama itu terdengar familiar," kata Adel dengan keraguan.

Rio mengangguk. "Ya, nona. Dia adalah musuh bisnis Keluarga Pradana. Apakah Anda mengenalnya?"

Adel terdiam, mencoba mengingat koneksi dengan nama tersebut."Tidak,aku tidak tahu."

Adel memutuskan untuk menggunakan informasi ini untuk melindungi kedudukannya. "Rio, kita harus menghentikan Diana sebelum terlambat."

.....

1 minggu telah berlalu...

Adel semakin iri melihat Diana mendapatkan perhatian dan fasilitas mewah di rumah Pradana. Dia memutuskan untuk membuat rencana licik.

Diana dia fitnah berulang kali, bahkan dirinya rela jika tubuhnya terluka hanya untuk menarik simpati keluarganya. Adel tidak mau membagi harta yang sudah diwasiatkan kepadanya. Susah payah dia masuk kedalam lingkungan elit ini.

Adel menyebarkan gosip bahwa Diana adalah penipu yang ingin merebut harta keluarga Pradana. Para pelayan yang sedari awal tidak menyukai Diana semakin senang dengan adanya gosip itu. Seluruh penjuru rumah mengetahuinya, bahkan Arin mulai curiga.

 Arin, yang biasanya sangat percaya pada Adel, kali ini terpengaruh oleh gosip tentang Diana. Dia mulai mempertanyakan keaslian identitas Diana sebagai anggota keluarga.

"Apa benar, Adel? Apakah Diana memang tidak seperti yang kita pikirkan?" tanya Nyonya Arin dengan keraguan.

Adel mengangguk. "Mama, saya tidak yakin apa yang terjadi, tapi saya merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Diana."

Adel menceritakan apa saja barang yang menghilang beberapa hari ini. Juga memanas manasi Arin. Arin yang mudah terpancing segera menyadari bahwa beberapa set perhiasannya menghilang,juga beberapa tas bermerk juga sepatunya beberapa pasang menghilang.

Sebenarnya Arin tidak terlalu mencurigai Diana, karna anak itu lebih sering terlihat ditaman atau didalam kamar, sangat jarang terlihat berkeliaran atau bahkan memasuki kamar orang lain tanpa ijin pemiliknya.

Adel tidak tinggal diam menatap keraguan yang jelas terpancar diwajah sang mama. Dia memanipulasi barang-barang di kamar Diana, membuatnya terlihat seperti pencuri.

"Kalau mama tidak percaya yasudah! Aku berbicara fakta, seharusnya kita tangkap dulu maling itu sebelum semua harta mama terkuras habis." Adel berujar dengan nada penuh kebencian.

Regas yang menyimak pembicaraan kedua wanita itu merasa penasaran dengan isi kamar Diana. Memang dia merasa janggal saja, karna yang dia lihat, selama ini Diana sangat sopan bahkan tidak mau menyentuh yang bukan miliknya walaupun hanya sebuah makanan.

Adel berinisiatif mengajak Regas untuk membongkar kamar Diana tanpa persetujuan pemiliknya, untuk memastikan Diana tidak menyembunyikan barang-barang yang telah dicuri.

Regas dengan lancang menggeledah seisi kamar Diana, dia terkejut sekaligus marah. Dia menemukan barang-barang tersebut dan merasa kecewa.

"Diana, apa yang terjadi?" tanya Regas dengan nada kesal.

Diana yang baru saja menenangkan diri ditaman belakang rumah terkejut dan membela diri. "Aku tidak tahu apa yang terjadi, kak Regas."

 Arin mulai ragu-ragu tentang keabsahan Diana sebagai anak mereka. "Bagaimana mungkin anakku menjadi pencuri?" tanya Nyonya Arin.

Regas juga mulai mempertanyakan kejujuran Diana.

Diana merasa terhimpit dan sakit hati. "Aku tidak mencuri! Aku anak kandungmu Mama!" teriaknya.

Adel menyembunyikan senyum liciknya, puas melihat rencana fitnahnya berhasil.

Adel berpura-pura terkejut, "Apa?! Dia anak kandung Mama?! Lalu aku siapa?! Aku sudah tinggal di sini sejak umur 5 tahun, dan sekarang Mama mengakui dia sebagai anak kandung?! Apakah Mama dan Papa tidak percaya padaku?! Bukankah kita pernah melakukan tes DNA?! Kenapa Mama percaya saja pada perempuan yang baru dikenal?! Mama dan Papa membohongiku dengan mengatakan Diana adalah saudara jauh, apa yang sebenarnya terjadi?!"

Pramono baru tiba di rumah, menyadari ketegangan di udara. Melihat Adel yang marah dan Diana yang terlihat bingung, Pramono segera mengambil kendali.

"Arin, tolong bawa Adel ke kamar dan tenangkan dia," kata Pramono lembut.

Sambil membawa Adel, Arin mencoba menenangkannya. "Diamlah, Adel. Semua akan baik-baik saja."

Adel melirik Diana dengan senyuman sinis. Diana merasa dibodohi dan sakit hati.

"Ternyata dia sangat licik," pikir Diana, merasa kecewa dan kesal.

1
Riry Kasyry Lily
𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓼𝓾𝓴𝓪 𝓭𝓮𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲𝓪𝓷𝓪 𝓹𝓮𝓻𝓮𝓶𝓹𝓾𝓪𝓷 𝓴𝓾𝓪𝓽
Riry Kasyry Lily
𝓫𝓪𝓰𝓾𝓼 𝓳𝓪𝓭𝓲 𝓵𝓪𝓴𝓲" 𝔂𝓰 𝓽𝓮𝓰𝓪𝓼
Riry Kasyry Lily
𝓱𝓪𝓵𝓵𝓸 𝓼𝓪𝓷𝓰𝓪𝓽 𝓫𝓪𝓰𝓾𝓼 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 .. 𝓼𝓮𝓶𝓪𝓷𝓰𝓪𝓽
Riry Kasyry Lily
𝓪𝓵𝓾𝓻 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪 𝓷𝔂𝓪 𝓫𝓪𝓰𝓾𝓼 𝓼𝓮𝓶𝓪𝓷𝓰𝓪𝓽
Riry Kasyry Lily
𝓼𝓪𝓷𝓰𝓪𝓽 𝓫𝓪𝓰𝓾𝓼
Atmita Gajiwi
😶
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto
menarik
Maryati ramlin
ditunggu kelanjutannya
Ati Rohayati
Luar biasa
Isty Wae
ada maunya🙈
Safni Mardesi
Diana banyak dikelilingi laki2 jahat aja
Dwi Fadilah
kasian Diana ketemu orang yang menolong pasti ada maksud Ter tentu🤣🤣🤣
Dwi Fadilah
Luar biasa
Dwi Fadilah
Lumayan
Febrida
knp berhenti di tengah jln ceritanya. seharusnya sampai tamat. jd nya kan gk enak
Isty Wae: terimakasih masukannya kak,akan saya perbaiki lagi kedepannya...
total 1 replies
Isty Wae
bagus
Kaidenn
Tidak sabar menunggu kelanjutannya thor!
Kyoya Hibari
Berakhir dengan senyuman dan hati yang penuh. 😊
EatYourHeartOut
Sudah gila menanti update-an baru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!