Elina wanita terkuat di akhir zaman yang paling ditakuti baik manusia, zombie dan binatang mutan tiba-tiba kembali ke dunia tempat dia tinggal sebelum-nya!
Di kehidupan pertamanya, Elina hanyalah seorang gadis biasa yang hidupnya dihancurkan oleh obsesi cinta dan keputusan-keputusan keliru.
Sekarang, dengan kekuatan kayu legendaris dan ruang dimensi yang memberinya kendali atas kehidupan, Elina ingin memulai kembali hidupnya dengan membuat pertanian besar dan melakukan siaran langsung bersama bayinya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si kecil pemimpi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasar sayur (1)
Keesokan harinya, Elina kembali menitipkan Alex kepada Bibi Ruan.
Setelah itu, dia pulang untuk memindahkan sayur-sayurannya ke dalam mobil pickup. Untungnya, Elina sudah memiliki surat izin mengemudi.
Setelah selesai, Elina mulai mengendarai mobilnya menuju pasar kabupaten, yang hanya berjarak sekitar 15 menit dari desanya.
Sesampainya di pasar, Elina segera mencari tempat untuk berjualan. Setelah menemukannya, dia mulai menata sayur-sayuran dengan rapi.
Elina adalah wanita yang sangat cantik, dan karena sering mengonsumsi makanan serta minuman dari ruang, kulitnya tampak lebih putih, halus, dan mulus, membuat banyak orang iri ketika melihatnya.
Hidup di dua dunia membuatnya makin percaya diri dan mempesona, layaknya seorang putri bangsawan. Tak heran banyak orang yang meliriknya, bahkan beberapa orang tidak berkedip saat melihatnya.
"Bu, apakah kakak itu seorang peri?" tanya seorang gadis kecil berusia lima tahun.
Elina, dengan kemampuan supranaturalnya, bisa mendengar suara dari jarak jauh.
Dia tersenyum lembut ke arah anak tersebut. Melihat senyuman Elina, anak itu segera bersembunyi malu-malu di balik ibunya, namun sesekali masih mengintip dengan wajah merah merona.
Elina terkekeh melihat tingkah anak itu, mengingatkannya pada putranya yang mungkin sedang tidur nyenyak di rumah.
Melihat sayuran yang segar dan menarik, banyak ibu-ibu berhenti untuk melihat-lihat.
"Tomat ini besar sekali dan montok."
"Iya, daun seledrinya juga hijau sekali."
"Aku belum pernah lihat wortel sebesar ini!"
"Nak, berapa harga tomat ini per kilo?" tanya seorang ibu.
Dengan tenang, Elina menjawab, "30 ribu."
Semua orang terkejut, karena harganya dua kali lipat lebih mahal dari harga tomat pada umumnya.
"Apakah kamu menjual di toko hitam? Kenapa mahal sekali? Biasanya paling mahal cuma 15 ribu," jawab ibu tersebut dengan nada ketus.
Elina tetap tenang, seolah tidak terganggu oleh komentar tersebut. Dia mengambil beberapa potongan tomat yang sudah disiapkan untuk dicicipi para pembeli.
"Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Silakan cicipi dulu sebelum memutuskan untuk membeli," kata Elina dengan tenang.
Ibu tadi langsung mengambil satu potongan dan mencobanya. Rasanya manis dengan sedikit asam, tidak terlalu masam seperti tomat pada umumnya. Bahkan, tomat berkualitas tinggi pun tidak seenak ini. Setelah memakannya, ibu itu merasakan perutnya hangat dan nyaman. Matanya membulat penuh kejutan.
'aneh, pasti perasaanku saja' batinya
Tanpa berpikir panjang, ibu tersebut memesan, "Berikan saya dua kilo."
Ibu-ibu lainnya penasaran. Mereka awalnya mengira gadis ini sedang melakukan trik pemasaran. Namun, reaksi ibu tadi membuat mereka ragu.
Dengan penasaran, mereka pun mencicipi sayuran lainnya. Ada yang mencoba tomat, selada, wortel, timun, dan lain-lain.
Reaksi mereka sama: semuanya kagum akan rasa sayuran tersebut.
"Um kenapa enak sekali"
"Aku baru merasa timun semanis ini"
"Selada ini juga gurih dan manis"
"Enak-enak"
"Nak aku wortelnya 1 kilo"
"Aku timun seperempat, tomat 1 kilo"
"Berikan aku masing-masing sekilo untuk semua jenis sayuran"
" Nak Aku...... "
Elina merasa tak berdaya melihatnya. Dia memang yakin semuanya akan terjual habis tapi dia tidak menyangka akan seramai ini.
"Ibu sabar nggih,, bisa antri dulu. Tenang, semuanya pasti kebagian" Ucapnya dengan lembut tapi tegas
Tanpa sadar semua orang berbaris seperti yang dia katakan.
Orang-orang yang awalnya hanya lewat pun ikut melihat keseruan, sehingga antriannya lebih panjang.
Untungnya, karena sering berlatih di ruang saat Alex tidur, gerakan tangan dan matanya menjadi sangat cepat. Tidak ada celah bagi orang-orang yang ingin curang, dan ibu-ibu yang awalnya ragu mulai kagum pada Elina.
Elina hanya membawa 7 jenis sayuran, masing-masing sebanyak 50 kilo.
---
Warida hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, suaminya pegawai negeri, dan anaknya pekerja kantoran. Dia membeli sayuran tadi, masing-masing satu kilo, dengan total harga 220 ribu.
'Huh, boleh menyesal gak sih?' Ibu Warida ingin menangis tanpa air mata. Dia hanya merasakan sayurannya enak, jadi dengan impulsif membeli semuanya tanpa berpikir panjang. 'Huh, ya sudahlah, setidaknya ini tidak akan cepat rusak.'
Dia menyimpan semuanya di dalam kulkas, hanya menyisakan dua ikat kangkung dan empat buah tomat. Melihat tomat dan kangkung yang begitu segar, dia tak lagi merasa menyesal. Semuanya terasa sepadan.
Ibu Warida berencana menumis kangkung dan membuat telur orak-arik untuk suami dan anaknya yang akan segera pulang.
Saat kangkung mulai matang, aromanya harum menyebar hingga pekarangan rumah. Anak tetangga pun menangis karena ingin memakannya.
'Ini bukan salahku,' pikir Ibu Warida sambil mendengarkan anak tetangga menangis keras ingin makan. Bahkan dia pun ingin segera memakannya!
Setelah selesai, dia membawa semangkuk tumis kangkung ke tetangganya. Tetangganya malu namun mengucapkan terima kasih.
"Ada gadis cantik yang menjual sayuran ini di pasar, sayurannya enak sekali, tapi harganya agak mahal," kata Ibu Warida.
"Terima kasih, Bu Warida. Saya akan pergi membelinya," jawab tetangganya.
Ibu Warida segera pulang, dan tak lama kemudian, suami dan anaknya tiba di rumah.
"Bu, bau apa ini? Enak sekali," tanya Doni, anaknya, sambil melepas sepatu dan bergegas ke meja makan.
"Hidungmu tajam sekali," jawab Ibu Warida tersenyum.
"Istriku, keahlianmu semakin meningkat."
"Makan saja, tidak usah banyak bicara."
Begitu tutup panci dibuka, terlihat tumis kangkung dan telur orak-arik yang menggiurkan. Doni langsung menyantapnya dengan lahap.
"Bu, ini enak sekali," kata Doni dengan mulut penuh.
Ibu Warida tersenyum melihat anaknya yang biasanya pilih-pilih soal makanan, kali ini menghabiskan semua tanpa sisa.
"Makan yang banyak, masih ada di dapur," ucapnya.
Mendengar hal tersebut, Doni dan suaminya pun berebut menuju dapur untuk mengambil porsi kedua, membuat Ibu Warida menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.
Elina sm andra cptn nkah dong,biar halal...scra mreka msh sling cnta...