NovelToon NovelToon
Sedingin Hati Suami Tentaraku

Sedingin Hati Suami Tentaraku

Status: tamat
Genre:Duda / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hasna_Ramarta

Halwa mencintai Cakar Buana, seorang duda sekaligus prajurit TNI_AD yang ditinggal mati oleh istrinya. Cakar sangat terpukul dan sedih saat kehilangan sang istri.

Halwa berusaha mengejar Cakar Buana, dengan menitip salam lewat ibu maupun adiknya. Cakar muak dengan sikap cari perhatian Halwa, yang dianggapnya mengejar-ngejar dirinya.

Cakar yang masih mencintai almarhumah sang istri yang sama-sama anggota TNI, tidak pernah menganggap Halwa, Halwa tetap dianggapnya perempuan caper dan terlalu percaya diri.

Dua tahun berlalu, rasanya Halwa menyerah. Dia lelah mengejar cinta dan hati sang suami yang dingin. Ketika Halwa tidak lagi memberi perhatian untuknya, Cakar merasa ada yang berbeda.

Apakah yang beda itu?
Yuk kepoin cerita ini hanya di Noveltoon/ Mangatoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Semua Demi Kebaikan Kamu, Mas

   "Ke mana istrimu, kenapa belum muncul-muncul dari dapur? Bukankah tadi hanya membantu Bi Rona membereskan piring yang kotor di meja? Coba panggilkan Ais, kakak iparmu," suruh Bu Fajarani pada Aisyah.

   Aisyah berdiri dari kursi. Akan tetapi Halwa tiba-tiba muncul dengan wajah yang berseri. Sisa tangis yang tadi berhasil dia lepaskan, sudah tidak terlihat lagi.

   "Ini orangnya datang. Kita sudah nunggu kamu lho Mbak." Meskipun Aisyah dua tahun lebih tua dari Halwa, Aisyah tetap memanggil Halwa dengan panggilan Mbak, sebagai bentuk penghargaan untuk istri kakaknya.

   "Terimakasih Ais. Maafkan Halwa, Bu, Pak. Tadi Halwa tiba-tiba kebelet dan lama di kamar mandi." Halwa memberi alasan.

   "Baiklah. Duduklah Nak. Kita ngobrol sejenak sebelum kami meninggalkan kalian berdua di rumah ini. Kalian mulai sekarang akan tinggal di sini, di rumah Cakar yang dulu pernah ditempati bersama almarhumah istrinya." Ucapan Bu Fajarani mendapat tatapan dari Pak Diki, Pak Diki merasa tidak enak atas ucapan istrinya yang menyinggung almarhumah istri Cakar.

   "Maaf, ibu tidak bermaksud mengingatkan kamu tentang almarhumah istri Cakar."

   "Tidak apa-apa, Bu." Halwa membalas dengan wajah yang tetap menunduk.

   "Cakar, sekarang kamu sudah memiliki pendamping. Perlakukan istrimu dengan baik. Jangan sakiti dia. Jika dia melakukan kesalahan dan perbuatannya tidak mengena di hati kamu, maka bapak harap kamu bisa memberitahunya dan mengajarinya dengan baik." Pak Diki memberi nasihat pada Cakar yang sejak tadi duduk menghadap kedua orang tuanya.

   "Pergauli istrimu dengan baik. Berikan haknya dan tunjukkan kewajibannya, supaya hubungan rumah tangga kalian selalu diberikan kelancaran dan keharmonisan," lanjut Pak Diki mewanti-wanti.

   "Lalu Nak Halwa sebagai istri dan sebagai orang yang lebih muda dari Cakar, harus bisa menjaga marwah suami di manapun suami berada. Turuti apapun perintahnya selama itu baik. Jika ada masalah, maka bicarakan terlebih dahulu dari hati ke hati. Kalian tentu sudah dewasa, jadi selesaikan semua masalah secara dewasa dan kepala dingin." Bu Fajarani kini yang memberi nasihat untuk Halwa.

   "Bagaimana apakah kalian sudah siap menjalaninya? Dan yang terpenting, kalian berdua harus saling terbuka satu sama lain. Jangan ada hal yang disembunyikan. Intinya kalian harus saling hormat menghormati pasangan. Maka hubungan rumah tangga kalian, insya Allah akan bertahan lama serta melahirkan keturunan-keturunan yang saleh dan saleha," sambung Pak Diki sangat adem didengar.

   "Insya Allah siap, Pak." Halwa menjawab, sementara Cakar hanya diam saja.

   "Oh iya, apakah kalian butuh asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan rumah?" tanya Bu Fajarani menatap Cakar dan Halwa bergantian.

"Sepertinya tidak perlulah, Bu. Si Halwa pasti sudah terbiasa mengurus rumah yang tidak terlalu luas ini. Lagipula dia bisa membersihkan ruang ke ruangnya tidak harus setiap hari dan sekaligus selesai dalam satu hari. Bukankah begitu Halwa?" Cakar melemparkan pertanyaan terhadap Halwa.

"I~iya, Mas. Tentu saja," balas Halwa sedikit gugup.

"Tidak maksud ibu, kalau memang kalian tidak butuh pembantu tiap hari, setidaknya dua minggu sekali biarkan Bi Rona dan Mang Dani datang ke sini untuk beberesih. Biarkan mereka jadi urusan ibu, kalian tidak usah memikirkan kehadiran mereka di sini saat melakukan tugasnya," ujar Bu Fajarani lagi.

"Baiklah terserah Ibu saja," ujar Cakar menyerahkan semua kepada ibunya.

   "Baiklah kalau begitu, sepertinya tugas kami sudah selesai menyampaikan apa yang ingin kami sampaikan terhadap kalian. Kami harap kalian dapat menjalankan rumah tangga ini dengan sebaik-baiknya. Yang terpenting, jaga rumah tangga kalian dari sebuah perdebatan yang akan mengeruhkan hubungan rumah tangga. Kamu Cakar sebagai yang lebih tua dan sebagai suami, harus banyak mengalah dan mengayomi. Kamu harus siap, hindarkan setiap kekerasan dalam rumah tangga. Meskipun kamu sebagai anggota, tapi kamu harus perlakukan istrimu dengan baik dan lembut," ujar Pak Diki lagi sedikit mengulas ucapannya yang tadi.

   Pak Diki mulai bangkit untuk kembali pulang, diikuti Cakar dan yang lain. Pak Diki menuju pintu keluar duluan, sementara Bu Fajarani masih bertahan di ruang keluarga. Dia justru mendekati Halwa dan berbicara empat mata dengan menantunya.

   "Halwa, kalau sikap Cakar sedikit keras, ibu mohon kamu sabar dan kuat, ya. Dia memang sedikit keras kepala. Namun, dia bisa melunak jika kamu terus memberi perhatian dan memberi kelembutan untuknya," tutur bu Fajarani saat ruang keluarga hanya tinggal mereka berdua saja.

"Dan jangan lupa, kamu harus janji dan bisa mencuri hati Cakar. Buat dia jatuh cinta sama kamu. Sepertinya kamu memang gadis yang tulus, ibu yakin kamu bisa menaklukan hati Cakar. Perjuangkan, ya." Bu Fajarani untuk yang terakhir kalinya memberi nasihat untuk Halwa.

"Iya, Bu. Terima kasih atas nasihat dan perhatiannya. Halwa akan berusaha mejadi istri yang baik bagi Mas Cakar," ujar Halwa bertekad.

Bu Fajarani tersenyum senang, dia mengusap bahu gadis didekatnya dengan penuh berbagai harapan.

Setelah berbicara empat mata dengan Halwa, Bu Fajarani berpamitan untuk pulang.

Setelah kedua orang tua Cakar dan beberapa kerabat dari Cakar pulang, kini rumah itu sepi.

"Ayolah, ikuti aku. Kamu masih mau bengong di sudut ruang tengah dengan segala kebingungan kamu?" tegur Cakar mengagetkan Halwa.

Halwa membalikkan badan, lalu meraih koper bawaannya tadi dan dibawa menaiki tangga mengikuti Cakar.

Tiba di loteng rumah, Cakar melangkahkan kaki pada sebuah kamar yang berada di paling ujung ruangan ini. Ada dua kamar di loteng ini, ada balkon juga ruang keluarga.

"Masuklah, jangan mematung terus di situ. Meskipun aku tidak mencintai kamu, tapi aku tetap membawamu satu kamar denganku. Tapi ingat, jangan harap kamu bisa mendapatkan nafkah batin dariku, sebab aku sama sekali tidak tertarik dengan gadis caper seperti kamu," tandasnya lagi penuh tekanan.

Halwa hanya mengangguk dan mengikuti kamar milik Cakar yang kini sudah menjadi miliknya juga.

Kamar ini tidak terlalu sempit atau luas. Namun, terlihat sangat tertata rapi dan bersih. Sepertinya Cakar memang rajin membersihkan rumah ini termasuk kamarnya.

"Kamu boleh tidur di ranjang itu. Tapi tidak perlu mengutak-atik letak benda apapun di kamar ini, sebab itu adalah privasi aku. Ingat itu!" tegasnya lagi.

"Iya, Mas," sahutnya pendek.

"Oh ya. Aku patut berterimakasih sama kamu, karena dengan lihainya, hari ini kamu mampu mengarang dengan sempurna. Kamu bakat jadi pengarang yang handal."

Halwa paham maksud Cakar, dia sejak di Daisy Hotel sudah beberapa kali berbohong demi Cakar. Dan tadi di rumah ini, dia kembali berbohong. Semua itu demi kebaikan Cakar.

"Iya Mas, sama-sama. Semua itu untuk kebaikan Mas Cakar juga." Jawaban Halwa mampu membalikan tubuh Cakar yang tadinya sudah melangkah keluar kamar.

1
panjul man09
orangnya tempramen , koq bisa2nya halwa mau sama cakar nah tanggung sendiri akibatnya
panjul man09
waktu kecil mainnya nikah nikahan dan gak pernah ucapkan kata cerai hingga dewasa , gimana tuh hukumnya !
Nasir: Heheheheh..... entahlah...... 😄😄
total 1 replies
panjul man09
semoga lekas sembuh thor !
Nasir: Sama2 Kak.... mksh ya..... 🙏🙏🙏
total 1 replies
itin
rata rata emang udah karakter tni nih pada keras dan egois ga sedikit banyak pasangan yg mengalami kekerasan baik secara verbal maupun tidak. fakta dan sudah beberapa kenalan. xoxo. tapi klo yg bucin beuhh bucin akut bin setia penuh kasih 🥰
panjul man09
dasar laki2 tidak tau diri, kalo aku penulisnya sudah aku pisahkan mereka ,biar cakar rasakan duda dua kali😄😄😄
panjul man09
laki laki bermulut perempuan tidak kelembutan padahal sudah dikasih yg enak enak , dasar !
itin
selama bukan perselingkuhan dan kdrt kesalahan cakar masih bisa diperbaiki dan diampuni ketika dia mulai sadar nanti dari perbuatan tohlolnya ke halwa.... tapi hanya perempuan² pilihan seperti halwa kali yang bisa memaafkan. kalau saya tadi minimal adu panco lah dulu (kalau fisik pasti babak belur 🫣😁😄)
panjul man09
menurutku seharusnya semua tentara harusnya menghindari yg namanya penghianatan ,mereka harusnya identik dgn kesetian sesuai dgn jnji prajurit mereka harusnya setia dalam hal apapun ,
panjul man09
seharusnya halwa katakan saja sama cakar ,kapan dia caper lebih caper tuh si sersan nilam .
panjul man09
banyak cerita novel ,belum tamat di baca sudah tau alurnya semua sama penulisnya tidak berani menabrak alur atau tidak berani bersikap realistis ,coba bikin halwa kabur jauh biar jadi pelajaran bagi cakar agar bicaranya disaring dulu ,sangat keterlaluan halwa jg terlalu lemah .
Nasir: Halwa kabur juga Kak....
total 1 replies
panjul man09
biasanya kalo gak cinta apalagi ada wanita lain ,tidak akan mau menyentuh isterinya , gimana ini .oh yaa maaf thor , ada beberapa kalimat bingung bacanya karna susunan kata2 kurang tepat ,tolong di perhatikan !
panjul man09
rasanya orang tuanya tidak mungkin memberi nama cakar.mungkin cakra ,author aja asal comot nama yg tidak berarti😄😄😄😄
itin: sepemikiran 😁😄
tapi setelah ditelaah nama cakra sudah banyak sekali dipakai dan nama cakar cukup menarik juga. kesannya gahar dan suka mengaum 😄😄
total 2 replies
Jane Hutagalung
mampus nilam.. siapa juga yg mau sama orang yg manner nya kurang 1 strip
Jane Hutagalung
eh odgj. minggir lu 💩
Jane Hutagalung
ya iyalah! 🤣🤣🤣
Jane Hutagalung
cakar mulai ...
Jane Hutagalung
🤣🤣🤣🤣🤣 danton somplak !
Jane Hutagalung
emang gesrek banyak otaknya nilam..
Jane Hutagalung
aisyah, mulutnya!
Jane Hutagalung
makin gr ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!