Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.
Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.
Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..
Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya
"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Resepsi
Sebenarnya hari resepsi pernikahan Davin dan Ella akan di laksanakan tepat selesai akad kala itu. Namun Daddy Nalendra harus minta maaf, Karena ada sedikit masalah sehingga acara resepsi nya harus tertunda sehari setelah acara ijab kabul.
Fan tepat pada hari ini, Di salah satu hotel bintang lima. Tempat tersebut sudah di rancang dengan dekorasi yang tak biasa.
Tempat itu di sulap menjadi tempat idaman Ella selama ini. Dulu Ella pernah mengimpikan pernikahannya di rayakan seperti ini. Di hias dengan dekorasi yang memanjakan mata. Mengundang banyak tamu serta di saksikan oleh mereka.
Akan tetapi setelah melihat sikap Araka yang seperti itu, Serta niatnya menikahinya Ella sudah tak punya harapan lagi.
Tapi siapa yang akan menyangka kalau pernikahan idamannya menjadi kenyataan. Namun bukan dengan Araka tapi dengan Davin, Seorang pria tampan dengan sejuta pesonanya. Seorang anak konglomerat kaya raya yang hartanya tidak dapat di bandingkan dengan yang lainnya.
Kekayaan Araka pun masih kalah jauh di bawahnya. Dan pada akhirnya pria itu kalah, Dari segi manapun akan tetap kalah.
Para tamu banyak hadir dalam acara tersebut. Siapa yang tidak mau hadir di acara pernikahan yang kedua untuk salah satu anak dari Tuan Nalendra.
"Pengantinnya aja belum datang kita udah sampai di sini.." Ucap salah satu tamu. Para pengantinnya memang belum ada di atas pelaminan. Namun tamu sudah banyak yang datang dan membludak.
"Ya, Sabar lah.. Yang punya acara ini bukan orang yang kaleng-kaleng. Wajar kalau kitanya yang nunggu.."
Sementara itu, Davin dan Ella di hias di tempat yang secara terpisah. Davin di hotel, Sementara Ella masih di tempat lain. Acara resepsi ini memakai konsep dimana nanti Davin yang akan menunggu kedatangan sang istri. Dan itu sungguh membuatnya tidak sabar sekali.
"Waaaah... Kamu cantik banget.. Pantas saja di kasih nama Cinderella.. Karena memang cantik seperti Cinderella.." Puji sang MUA pada Ella yang terlihat cantik dan anggun.
Dia yang memang punya wajah cantik akan semakin terlihat sempurna.
Dua orang wanita masuk ke dalam kamar itu. Dia adalah Davina dan Marissa atau yang biasa di panggil Ica putri sulung Uncle Brian (Kisah nya juga akan Othor bahas nanti)
"Ya ampun, Kakak ipar memang cantik banget ya.. Pantas aja kakak aku sampai klepek-klepek.." Ella tersenyum malu, Sejak tadi dia tiada henti nya di puji-puji. Sebuah pujian yang tidak akan dia terima dari keluarga Mamanya.
"Sekarang pakai gaun dulu ya.." Ella mengangguk. Di kamar itu, Ella mulai memakai gaun. Gaun rancangan Mommy Ayra yang sengaja Davin pesan untuk sang Cinderella. Sebuah gaun yang pernah diinginkan oleh Lentera.
"Waaao.. Ini mah Cinderella dunia nyata ya.. Cantik banget soalnya..
"Udah sekarang kita berangkat. Jangan biarkan Pangeran kodok itu menunggu terlalu lama.." Kata Davina membuat semua yang ada disana tertawa. Tak terkecuali Ella sendiri, Bisa-bisanya Davin yang tampan bak aktor china itu di samakan dengan hewan yang suka memanggil hujan. Sungguh adik yang baik..
...****************...
Davin telah berada di atas pelaminan. Tugasnya sekarang hanya menunggu wanita yang menjadi istrinya itu datang dan bertanding dengannya.
Semuanya menunggu, Daddy Nalendra dan Mommy Ayra beserta seluruh sodara yang lain ikut bersiap menunggu.
Disana juga Papa Amran dan Mama Maureen ikut menunggu kedatangan sang putri. Pria paruh baya itu menangis, Dia tak menyangka di titik pertemuannya dengan putrinya, Kini putrinya telah menikah dan tanggung jawabnya di ambil alih oleh pria yang sekarang telah menjadi suaminya.
"Pa.. Jangan nangis dong.. Papa gak seru nih.." Ariel mengambil tisu untuk sang Papa yang sejak tadi mengeluarkan air mata. Gadis itu melihat Mamanya juga..
"Jangan bilang Mama mau nangis juga.." Maureen terkekeh.
"Hehe, Ya enggak sayang.. Mama kan gak cengeng kayak Papa kamu.."
"Apaan sih, Orang lagi terharu malah di bilang cengeng.." Ariel dan Maureen tertawa.
Dan, Setelah di tunggu-tunggu. Akhirnya sang Cinderella datang. Wanita itu sangat cantik tak jauh dari Cinderella pada aslinya.
Dengan di dampingi Davina dan Marissa. Ella melangkahkan kakinya dengan anggun masuk ke dalam hotel yang telah di hias dengan sekian rupa indah.
Melihat istrinya yang telah datang, Davin segera turun. Dia berjalan mendekat ke arah Ella yang di dampingi oleh dua sodaranya yang cantik itu.
Setelah Davin sampai di tempatnya, Davina dan Marissa undur diri. Davin bertekuk lutut di hadapan sang istri membuat para tamu yang hadir merasa terbawa perasaan.
Davin mengulurkan tangannya menyambut sang istri. Wanita itu tersenyum, Ella menerima uluran tangan tersebut dengan hati yang bahagia.
Davin kembali berdiri dan mulai menggandeng sang istri tercinta. Sepasang pengantin baru tersebut melangkah bersama menuju dimana pelaminan berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Resepsi pernikahan Davin dan Ella di siarkan secara langsung dan muncul di setiap channel televisi. Adapun mereka yang merekam memakai camera ponsel masing-masing.
"Ini beneran acara resepsi ini di siarkan secara langsung?" Tanya Ella dengan nada berbisik. Davin tersenyum, Ia genggam tangan Ella lalu di ciumlah punggung tangan wanita yang dia cintai itu.
"Ini adalah acara kita, Acara ini di siarkan secara langsung karena aku ingin membuktikan pada semua orang, Kalau sekarang aku tidak sendiri lagi.. Aku sudah punya istri yang cantik, Yang baik, Yang setia tentunya.." Ella tersenyum. Dalam hati dia berjanji akan belajar mencintai pria yang telah menjadi suaminya ini. Walaupun rasa cinta itu masih belum ada, Tidak apa. Bukankah cinta akan hadir karena terbiasa?
Acara selanjutnya adalah acara potong kue. Dimana disana sudah di sediakan kue susun yang besar yang sangat indah sekali.
Davin dan Ella bersama berdiri di hadapan kue tersebut. MC mengumumkan kalau pengantin baru ini akan memulai memotong kue.
Davin meraih pisau besar yang menyerupai pedang, Ella pun ikut menggenggam pisau itu lalu keduanya memulai memotong kuenya.
Adegan tersebut tak ada yang luput dari jangkauan camera. Terlebih Davin dan Ella tersenyum bahagia sekali di hari ini.
Tanpa tahu saja mereka kalau ada seseorang yang merasa sakit melihat semua itu. Lentera duduk di atas sofa, Matanya memerah, Dadanya bergemuruh, Tangannya terkepal dengan gemetar melihat acara siaran langsung itu.
"Aaaaaaaagggggrrhhhh!
Praaak!!
Lentera membanting remote yang sejak tadi dia genggam. Air matanya menetes membasahi pipinya.
"Kenapa sekarang justru dia yang bahagia?! Seharusnya aku!! Aku!! Harusnya akulah yang berada di tempat seperti itu bersama Kak Araka.. Bukan wanita murahan itu.. Aaaaarrrggg!
Prankk!
Lentera mengamuk di kamarnya, Melempar semua yang ada. Hingga Dewi masuk membuat wanita itu terkejut melihat kekacauan yang terjadi di kamar sang putri.
"Ella? Apa-apaan kamu? Kenapa kamar kamu kayak kapal pecah begini?" Lentera menatap tajam sang Mama, Jari telunjuknya menunjuk ke arah tv yang masih menyala. Disana, Davin dan Ella saling menyuapi satu sama lain dengan mesra.
"Lihat? Lihat anak Mama yang pela-cur itu.. Dia bersenang-senang dengan pria kaya! Sementara aku? Aku menderita Ma.. Aku di benci semua orang. Aku di hujat semua orang.. Semuanya gara-gara wanita yang ada di televisi itu. Dia anak Mama yang pembawa sial!!
PLAAAK!
"DIAM KAMU!!
Setelah mengatakan itu, Dewi keluar dari kamar Lentera. Lentera hanya diam seraya mengusap pipinya yang mungkin memerah karena tamparan pertama sang Mama.
"Coba ada Papa.. Pasti Mama gak mungkin berani menamparku..."
•
•
•
TBC