Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Tersinggun
Mendengar kata kasar yang keluar dari mulut Arana membuat
Wilda merasa sangat kesal dan marah. Membahas soal derajat dan juga masa lalu,
membuat Wilda merasa sangat tersinggun, karna memang dirinya berasal dari
keluarga menengah. Namun karna kebaikan yang di tunjukkannya ketika Ibu Arana
meninggal, itu membuat Arana ingin memiliki ibu penganti seperti Wilda.
Meskipun keinginannya itu tak di dukung oleh Ayahnya, karna
Wirawan sangat mencintai mendian istrinya. Namun karna dorongan dan juga
dukungan Arana hingga akhirnya Wirawan menyetujui untuk menikah dengan Wilda dan menerima Michel sebagai putrinya
juga.
Wilda membanting gelas yang ada di hadapannya, lalu berjalan
mendekat ke arah Arana, dan menaikkan tangannya ingin memukul wajah Arana. Namun
belum sempat tangannya mengenai wajah Arana. Dengan segera Arana memegan
tangan Wilda lalu berkata.
“Jangan pernah lagi memukul wajah aku Ma. Aku sangat
menyangimu dan juga Michel. Jangan sampai rasa sayang itu berubah menjadi rasa
benci.” Menatap tajam “Aku telah mengangapmu sebagai ibuku sendiri, karna
kebaikan yang Mama tunjukkan! Aku menyuruh papa untuk..?.” Arana melepaskan
tangan wilda setelah selsai mengatan semua itu.
Dan sengaja dan melanjutkan ucapannya, karna tidak mau Wilda
tersinggun dengan apa yang Ia katakan.
Setelah selesai memasukkan makanan ke dalam kotak makanan.
Arana membawanya masuk ke dalam kamarnya, karna setelah menganti pakaiannya
Arana akan langsun ke kantor Ayahnya.
Kali ini Arana keluar rumah dengan menggunakan mobil hadiah
ulang tahun dari Ayahnya. Karna selama setahun belakan ini Arana tak pernah
menggunakannya karna Aditya selalu datang mengantar jemputnya. Dan setelah
Aditya mulai menjauh darinya Arana kembali menggunakan mobilnya itu.
Arana melajukan mobilnya, keluar dari pintu gerban rumahnya,
lalu melajukannya di atas kecepatan rata-rata membelah kota yang Ia tempati.
Hingga sampai di lampu merah, Arana melihat seorang ibu dan anak tengah
mengemis di jalanan.
Melihat itu Arana merasa sangat kasihan hingga Akhirnya
Arana turun dari mobilnya, lalu berjalan ke arah ibu dan anak tersebut, dengan
senyum manis terhias di bibirnya Arana memberikan uang seratusan kepada ibu dan
anak tersebut.
Ternya masih banyak orang yang tak memiliki uang,
bahkan untuk membeli sesuap nasi pun mereka harus berjuang keras untuk mendapatkan uang.
Arana membatin
Lalu kembali ke mobilnya, namun belum sempat Arana masuk ke
dalam mobilnya lampu hijau telah menyala dan itu membuat pemilik mobil hitam
yang barada di belakang mobilnya tak berhenti membunyikan klakson. Dengan senyuman
hangat Arana melihat ke arah mobil yang ada di belakang mobilnya itu, bagi
Arana senyuman yang selalu Ia pancarkan akan membuat siapapun yang melihatnya
akan merasa nyaman.
Arana tak perduli pemilik mobil hitam itu melihatnya atau
tidak. Namun setelah Arana tersenyum kelakson mobil yang tadinya tak berhenti
berbunyi kini tak terdengar lagi.
Dengan senyuman Arana kembali melajukan mobilnya menuju arah
kentor ayahnya.
Sementara pemuda yang berada di dalam mobil hitam tersebut
berdecak kagum, melihat ke cantikan dan senyuman yang di perlihatkan Arana ke
padanya. Karna merasa penasaran dengan gadis tersebut, pemuda yang ada di dalam
mobil hitam itu mengikuti laju mobil Arana hingga sampai di depan perusahaan
yang Ingin dia datangi.
Arana turun dari mobilnya kemudian berjalan masuk, sambil
membawa paper beg yang berisi makan siang untuk ayahnya. Di dalam perusahaan
Ayahnya semua para stap dan para karyawan menyapa Arana. Karna mereka semua tau
kalau putri dari pemilik perusahaan ini terkenal sangat baik, sangat berbeda
dengan Michel saudari tirinya.
“Pagi non Arana.” Sapa semua para stap yang melihatnya masuk
ke dalam lobi kantor.
“Pagi semua.” Tersenyum hangat kepada semua para pekerja
yang berada di lobi “Bagaiman kabar kalian semua? Apa baik dan sehat?” Sapa
Arana lembut.
“Alhamdulillah Non, kami semua sehat.”
“Syukurlah, kalau begitu aku keruangan bos kalian dulu ya.” Berkata
setengah berbisik.
Setelah mengatakan itu Arana berjalan ke arah lif, lalu
masuk dan memencat anggka 3 karna di sanalah letak ruangan kantor ayahnya. Perusahaan
Hadi Wirawan bukanlah perusahaan besar seperti perusahaan pada umumnya. Melainkan
cuman perusahaan kecil dan biasa yang hanya memiliki beberapa karyawan dan juga
stap. Namun itu Arana selalu merasa sangat bersyukur.
Setelah sampai di depan pintu ruangan Ayahnya, Arana
mengetuk pintu lalu masuk, dengan senyuman hangat Arana berkata.
“Selamat pagi menjelang siang Ayah.” Arana tersenyum manis
melihat ke arah ayahnya.
Meskipun hatinya menyimpan banyak masalah dan jaga rasa
sakit hati yang tengah di rasakannya. Namun Arana selalu mencoba tersenyum
hangat menyembunyikan setiap masalahnya.
Melihat putrinya masuk ke dalam ruangannya, dengan senyuman
hangat yang selalu Ia perlihatkan Wirawan menyamput putrinya dengan rasa sayang.
“Arana, sayang, kamu tak ke kampus?” tanya pelan Wirawan.
“Tidak Ayah, aku datang kemari membawakan ayah ini.” Memperlihatkan
paper beg yang ada di tangannya. Lalu meletakkannya di atas meja.
“Itu apa Nak?” melihat ke arah wajah putrinya.
“Ini makan siang untuk ayah, aku yang masak loh Yah, jadi
Ayah harus memakan masakan aku. Kalau tidak! putri Ayah ngambek ni.” Memayumkan
bibirnya.
Mendengar ucapan dan tingkah lucu putrinya, Wirawan tertawa
lepas. “Hahaha.” Suara tawa Wirawan.
Sementara di ruangan meeting seorang pemuda telah menanti
kedatangan Wirawan. Karna pemuda itu ingin mengundang Wirawan datang ke acara
peresmian cabang kantor barunya yang berada tepat di kota yang tengah Wirawan
tempati bersama keluarganya saat ini.
Setelah beberapa saat pintu ruangan wirawan di ketuk, oleh
asistennya. “Maaf pak, seseorang telah menunggu anda di ruangan pertemuan.”
Mendengar ucapan asistennya dengan segera Wirawan berangjak
dari tempat duduknya, namun sebelum iya keluar dari ruangannya Wirawan berkata
pada putrinya.
“Ayah, keluar dulu ya sayang, setelah ayah kembali nanti
kita akan bersama.” Memegan kepala putrinya lalu berjalan keluar dari
ruangannya.
Setelah kembali dari ruangan pertemuan, Wirawan berpesan kepada
putrinya agar malam ini bersiap, dan tidak perlu pergi bekrja di Cafe karna
malam ini iya mendapat undangan dari pemilik perusahaan terbesar di kota XX.
“Arana malam ini kamu tak perlu pergi bekerja dan jika perlu
kamu tidak usah bekerja di Cafe itu lagi, kalau kamu mau kamu bisa membantu
ayah mengelolahn perusahaan kita ini, walaupun kecil, tapi ini adalah perusahaan
yang selalu ibumu impikan.” Menjelaskan “Karna
sebentar malam kita mendapat undangan peresmian.”
Mendengar ucapan ayahnya yang akan menghadiri undangan
peresmian dengan segera Arana berkata.
“Baiklah, untuk malam ini aku tak akan pergi bekerja, tapi
besok malam aku akan kembali bekerja. Ayah aku merasa sangat nyaman bekerja di
cafe itu dan oleh sebab itu, aku tak akan pernah berhenti.” Arana menekannkan
kata tak akan pernah berhenti.
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂