Diana, harus menelan pil pahit, saat ia di keluarkan dari sekolah,akibat kesalahan yang tidak pernah ia buat. hampir setiap hari ia di buly oleh teman-teman sekolahnya, terutama Rehan. lelaki Tampan yang kerap kali membuly Diana, hingga muncul kebencian di dalam hati Diana untuk pria itu.
Akibat ulah Rehan, kehidupan Diana hancur, bahkan ia harus kehilangan ibunya. dan di usir dari rumah kontrakannya, kebencian Dian semakin mendalam sampai ke tulang. hingga ia memutuskan pergi merantau dengan adiknya.
suatu hari Diana dan Rehan ketemu secara tidak sengaja.....
bagaimana kelanjutan kisah mereka.
yuk Baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeiNova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa terjebak
" oh, ini yang namanya Diana dan Vera. Cantik sekali" puji pak Sutomo. Yang di ajak Arjuna bertemu dengan Diana dan vera.
Diana dan Vera tersenyum, seumur hidup baru sekarang ada orang yang memuji dirinya dan adiknya cantik. Tampa di puji pun, kakak beradik ini sudah sangat cantik, hanya saja kurang perawatan saja.
" jangan berkecil hati atas apa yang terjadi, ya nak. Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing dan takaran masalah dalam kehidupan."ucap pak Sutomo yang menasehati Diana.
Mata Diana berkaca-kaca, andai sosok ayahnya yang mengatakan hal seperti ini sudah pasti semangat Diana akan bertambah.
" apa keinginan kamu?" tanya pak Sutomo kepada Diana.
" Nanti, setelah kehidupan adikku tidak kekurangan satu apapun, saya ingin membuka usaha toko kue kecil-kecilan." jawab Diana.
" Diana, pandai membuat kue saat bersekolah dulu dia selalu berjualan kue keliling. Hasil buatan tangan sendiri." ujar Juna pada papanya.
Tidak ada rasa malu dalam benak Diana, saat Arjuna memberitahu papanya tentang hal seperti itu. karena apa yang diucapkan Arjuna adalah kebenaran.
" Tidak apa-apa, jangan malu Karena bisa membuat kue salah satu kemampuan yang tidak semua orang bisa,"
" kalau kamu mau, om bisa bantu kamu untuk buka toko kue?" tawar pak Sutomo. Membuat Diana terkejut.
" Tidak om, nanti saja." tolak Diana.
" kenapa?" tanya pak Tomo yang merasa heran akan penolakan Diana.
" saya masih butuh belajar, niatnya saya ingin kerja sambil belajar." ucap Diana.
Diana tidak enak hati karena Arjuna sudah terlalu banyak membantu dirinya. Jika ia menerima bantuan pak Sutomo, ia merasa tidak tahu diri.
obrolan mereka santai, pak Sutomo tidak pernah menyinggung soal keluarga Diana. apalagi tentang Rehan karena Arjuna sudah memberitahu alasannya.
Keberuntungan Diana adalah bertemu dengan Arjuna, meskipun ia sempat membenci laki-laki ini namun ia luluh dengan kebaikan hati Arjuna.
Lain pula dengan keluarga Sera yang saat ini tengah sibuk mempersiapkan acara pertunangan Eka dan Rehan. Acara di lakukan tampa sepengetahuan Rehan, tapi sudah merupakan kesepakatan orang tua rehan.
Bertempat di salah satu hotel mewah, yang ada di kota tersebut. Segala persiapan telah di mulai sejak pagi, karena acar akan berlangsung nanti malam. Sejak pagi Eka sudah sibuk dengan perawatan karena ia ingin tampil canti di depan Rehan.
" Dengan acara yang mendadak seperti ini, pasti Rehan tidak akan menolak pertunangan ini karena jika dia menolak akan mencoreng nama baik keluarganya." ucap Sera yang merasa pintar dengan idenya.
" Mama benar, jika kita tidak melakukan hal seperti ini maka akan hilangnya kesempatan bersanding dengan keluarga Brata."sahut Hendra yang mendukung ide istrinya.
Undangan sudah di sebar pada saudara dan rekan bisnis, bahkan Indra dan Yuni juga di undang. Agar Hendra dan Sera bisa pamer jika anak gadisnya akan menjadi menantu orang kaya raya.
Hingga pada akhirnya malam pun tiba, satu persatu tamu undangan berdatangan. Memasuki ballroom hotel, tempat di mana acara berlangsung. Eka sudah tidak sabar bergandengan tangan dengan Rehan, Yang katanya sebentar lagi akan sampai.
" Ma, apa aku cantik?" tanya Eka pada ibunya.
" Tentu dong kan,anak mama yang paling cantik" jawab serah.
Eka, gadis itu mengangkat dagunya sedikit, seolah menunjukkan ke angkuhan dalam dirinya.
Beberapa saat kemudian, akhirnya rehan beserta keluarga besar tiba di hotel.Rehan sama sekali tidak merasa curiga. Pria ini hanya mengekor di belakang ke dua orang tuanya, yang ingin menghampiri sera dan Hendra.
Pak Brata sebenarnya tau niatan istrinya, yang ingin menjodohkan Rehan secara mendadak, tapi ia tidak ingin memberitahu Rehan sebab ia ingin melihat reaksi anaknya itu.
Suara MC mulai membuka acara dengan penyambutan para tamu, Rehan masih sangat santai menikmati suasana ramai. Karena yang ia tahu ini pesta ulang tahun pernikahan.
" Berikan sambutan kepada pasangan cantik dan ganteng malam ini, Rehan dan Eka."
Saat namanya di sebut, Rehan terkejut mendengarnya. Pria ini sibuk menoleh kesana kemari, untuk mencari sesuatu yang bisa menjawab pertanyaan dalam hatinya. Sedangkan di atas panggung sama sudah ada Eka yang menunggunya.
" Ma, pa, acara apa ini? Kenapa aku di minta untuk naik ke atas panggung itu?" tanya rehan yang merasa heran.
" Ya, sudah naik saja." kata Lina samberi mendorong anaknya untuk naik ke atas panggung.
Rehan seperti orang dungu,Tampa perlawanan ia naik ke atas panggung.
" Rehan, akhirnya kita tunangan juga." ucap Eka yang ingin merangkul lengan rehan, tapi dengan cepat di tepis oleh pria itu.
" apa-apaan, siapa yang mau tunangan?" tanya Rehan yang merasa telah di jebak.
Rehan menghampiri MC yang ada di sebelah kanan dan bertanya,ternyata benar saja ia sudah di jebak.
' Brak '
Dengan sengaja Rehan menendang pot bunga yang menghiasi panggung. Alunan musik seketika berhenti, dan semua pandangan mata tertuju pada Rehan.
" Mama sudah menipu aku! Kalian bilang acara malam ini, adalah pesta ulangtahun pernikahan tapi kenapa justru pertunangan seperti ini?!" protes Rehan dengan wajah memerah menahan amarah.
" Rehan jangan bikin malu, lanjutkan acaranya." pinta Lina dengan nada suara yang sengaja di tekan.
" Sudah berapa kali aku katakan tidak menerima perjodohan ini, apa kalian semua tuli?!" berang Rehan emosi.
" Dan kau perempuan yang tidak tahu malu,. Bukankah aku sudah katakan bahwa aku tidak menyukaimu? Lantas kenapa kau sangat ingin pertunangan ini! Dasar perempuan gatal."
" tutup mulutmu Rehan!!" bentak sera yang tidak terima saat anaknya di katai perempuan gatal.
" Dan kau pun sama,kenapa selalu mendesak keluarga ku, untuk melanjutkan perjodohan ini? Apa keluargamu sudah kebelet ingin bersanding dengan keluarga kaya raya seperti kami?" ujar Rehan mempermalukan Sera di hadapan semua orang.
" Rehan!!!" pekik Lina.
Rehan memutuskan untuk pergi tanpa sepatah kata pun, acara pesta pertunangan belum berlangsung tapi sudah kacau dan hancur seperti ini. Eka hanya bisa menangis apalagi semua tamu mulai berbisik-bisik buruk tentang keluarganya.
Pak Brata hanya diam saja, dalam hatinya merasa sangat bersyukur karena acara ini batal. tanpa mengatakan apapun, ia memutuskan untuk keluar dari ballroom.
" Ma, lelaki itu tampan juga." bisik Tika pada mamanya Yuni.
" iya, dia lebih cocok dengan kamu daripada dengan Eka." ucap Yuni yang bersyukur jika pertunangan malam ini batal.
Satu persatu tamu memutuskan untuk pulang, wajah Sera dan Hendra bagai di lempari kotoran. Ide yang ia pikir akan berhasil mengikat rehan agar ia tidak menolak perjodohan ini justru berakhir dengan sangat kacau.
" Ma, aku malu."
Eka memeluk ibunya, sudah keluar banyak tapi acara berakhir dengan sangat kacau.
" Br3ngsek!!" umpat Hendra yang emosi, " Bisa-bisanya b4jingan itu mempermalukan kita!!"
Jika sudah begini akan jauh harapan bagi mereka, untuk bersanding dengan keluarga Brata. Lina yang juga merasa malu hanya diam Tampa berkata-kata.
nanti bener bener diwujudkan omongan Pak Brata.