NovelToon NovelToon
Her Secret

Her Secret

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayzani01

Az Kim Alexandria nama gadis itu, wajahnya yang tenang, tatapannya yang tajam sikapnya yang dingin, membuat salah satu CEO miliarder terkenal di kota Seattle merasa terhantui oleh paras gadis itu.

Siapakah sebenarnya gadis itu?
Tanpa gadis itu ketahui ada seseorang yang ingin mengetahui rahasia apa yang dia sembunyikan.

Jangan lupa teman-teman readers beri Coment, like and Votenya yaaaa🙋😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunjungan

"Semua data sudah lengkap, Mr, Alec." Kata seseorang berjas hitam yang berdiri di depan meja kerja Mr.Alec.

"Bagus, Kau boleh pergi walch."

Pria berjas itu mengangguk dan segera meninggalkan ruangan. Dia membuka dokumen itu, dan mulai membacanya, di kertas vanilla itu ada sebuah foto.

"Hm...nama yang indah, Az Kim Alexandria." bisiknya.

~

Sekolah andria masih tetap berlangsung meskipun gangguan-gangguan misterius selalu nampak di depan hidungnya, ada saat sepedanya kempes, dan terpaksa dia pulang jalan kaki sambil menyeret sepeda merah tuanya, kadang dia terkunci di wc. Dia memutar matanya, tentu ini yang mereka lakukan, remaja ***** yang sedang labil apa mereka tidak lebih kreatif lagi? Dengan satu tendangan, pintu WC terbuka tentu saja dengan kerusakan di sana sini.

Dengan malas Andria berjalan ke kelasnya dan mengambil posisi duduk yang membuatnya tak mencolok dari teman-temannya. Sambil menopang dagu dan sedikit melirik ketika Mrs.Jacob masuk dengan seseorang .

Masih tanpa mengalihkan pandangannya. Andria mengeluarkan buku cetak biologinya yang di beli oleh nyonya Weltson dengan uring-uringan karena Andria sepertinya lupa kalau itu buku sekolah, sehingga tangannya yang memegang buku hampir hangus di pembakaran

"Selamat pagi dears?" Sapanya lembut, tapi volumenya keras berusaha menarik perhatian setiap siswanya.

"Ehm..akan kuperkenalkan kepada kalian semua, hal yang sangat membanggakan dan tentu saja kalian semua akan senang mendengarnya, dengan senang hati dan sangat bangga kuumumkan bahwa perusahaan deluxe enterprise memberikan kesempatan kepada sekolah kita untuk lebih mengenal dan mengetahui serta memberikan kesempatan kepada para siswa di kelas ini khususnya untuk melakukan kunjung kerja kesana." Dia sedikit membungkukkan kepalanya kepada pria paruh baya yang sedikit botak.

"Nah dears, isilah formulir yang akan dibagikan oleh nona Katy dan segera kumpulkan ke Nona Katy setelah di tanda tangani oleh wali kalian." Masih dengan suara lemah lembut dan merdu.

~

Hm... kertas putih tak jelas ini menginginkan, nama, alamat, hobby, dan alasan kenapa kita tertarik. Karena aku tidak tertarik sedikitpun aku jejalkan saja di dalam tas merahku. Hal ini tidak luput dari pengawasan nona makeup tebal.

"Hm...aku melihatnya Miss Andria." Sambil memainkan telunjuknya di depan hidungku.

"Ini keberuntungan yang jarang terjadi, kau tahu?" ucap Miss Katy.

Aku menaikkan alisku mencoba mendebatnya.

"Erm..kupikir disini diminta hanya kalau kau tertarik, dan karena saya tidak tertarik jadi waktuku yang berkualitas akan kuhabiskan Dengan kerja pr, mungkin." Dengan memasang wajah serius.

"O..o." dengan suara yang dilambatkan.

"Tidak Miss Andria." Sekali lagi dengan memutar tangannya.

"kelas ini hanya terdiri 27 siswa jika kau tidak mengisi formulir, siswa yang akan berkunjung tidak sesuai dengan standar permintaan mereka dears."

Aku memutar mataku, dia tersenyum manis mengambil formulir dari dalam tasku dan menaruhnya di depan mataku.

"Selamat mengisinya dear."

Dia lalu berjalan dengan bunyi tak tok dari sepatunya.

"Ok aku tak punya pilihan kan !" dengan malas andria mulai menuliskan namanya.

Suara kekehan membuatku berbalik dan menatap wajah Chris yang tertawa padaku.

"Kau lucu Andria, kau tahu..."

Aku mencoba mengabaikan pria kekasih hati si Luna ini, karena jengkel dengan kekehannya, aku balik bertanya.

"Dan kenapa aku lucu?" kataku dengan memperlihatkan wajah sedatar mungkin.

" Yah..kata-katamu barusan terhadap Miss Katty, sama seperti yang aku pikirkan, tentu saja kerja pr, kata 'pr' terdengar hebat dan bijaksana di telinga Miss Katty." wajahnya bersinar ceria.

"Mph, ya". ucap andria.

Kutahan lidahku untuk tidak berbicara kasar padanya. Aku benci jadi objek tawanya, yang kuperhatikan di kelas ini mereka berusaha menghindariku bahkan seakan-akan aku tak ada, hal yang membuatku betah, tapi pria bernama Chris ini aneh, selalu berusaha membuatku berbicara padanya.

~

Anak mrs.weltson sudah dua hari ini tidak kembali, untung benar, aku benci jika harus

menjelaskan sesuatu yang bukan urusannya.

Tiba-tiba teriakan dari dapur menggema hingga ke kedai di meja yang sedang kulap dengan handuk.

"Andria sayang." teriaknya ceria.

"Andria apa ini?" Ucap Mrs Weltson, dia mengayunkan kertas vanila formulir yang di berikan sekolah kemarin.

Oh tidak ! situasi tidak akan jadi lebih menarik lagi kan?! pikir amdria jengkel.

"Erm...katanya kunjung kerja."

Mm aku mencoba mengingat kata-kata Mrs.jacob kembali.

"Erm..berusaha lebih mengenal dan mengetahui, jika tertarik mengikuti kunjung kerja itu." bisikku kikuk.

Kali ini matanya bercahaya berbahaya.

"Dan kapan itu honey?" Aku mengerutkan alis mendengar panggilan honeynya.

"Erm...sebentar jam 3 siang, jika sudah di tanda tangani oleh wali." ucap Andria.

"Beruntung benar." ucapnya. Tanpa sepatah katapun dia melenggang masuk ke kamar dan sudah siap dengan setelan rapinya, blus hijau muda dan rok hitam.

"Ayo andria kita perlu sedikit keceriaan di wajah cantikmu." Aku melotot ngeri, Oh tidak.

Dia menyeretku di butik seberang toko, tidak jauh dari kedai sehingga aku tak perlu repot-repot ganti baju.

"Hm...ini tidak cocok terlalu dewasa, ah itu sepertinya cocok pas dengan usiamu."

Dia memberikanku kemeja biru dengan bleazer hitam dan celana kain ketat hitam. Aku bingung apa yang harus kulakukan?

"Honey masuklah, ganti bajumu, aku ingin melihat penampilanmu." ucap Mrs Weltson.

Setelah menunggu beberapa menit aku menjulurkan kepala terlebih dahulu.

"Erm...Mrs.weltson? sepertinya aku kelihatan erm...aneh." ucapku. Aku keluar dan seketika mata Mrs.weltson bercahaya.

"perfect andria sangat cocok dan kau sangat cantik, tentu dengan sedikit polesan."

Aku menganga dan melotot ngeri, apa yang akan dia lakukan kali ini? Dia menarikku di ruang make upnya, sambil berceloteh ramai, dia membuka ikatan rambutku dan menyisirnya rapi setelah di keramas tentu saja. Aku tak tahu apa yang dilakukanya dan setelah beberapa menit aku membuka mataku, aku seperti tidak mengenal diriku sendiri. Wajah yang kulihat dari pantulan cermin adalah wajah gadis normal yang cantik dengan bedak natural terpoles di wajahnya. Aku sampai memegang cermin dan tidak yakin wajah itu adalah pantulan dari diriku, aku tak sadar ketika mrs.weltson tersenyum melihatku dengan senyum prihatin.

"Oh tidak, sebentar lagi jam 3 honey kau harus bergegas." ucap Mrs Weltson. Aku membelalak, aku akan berangkat dengan penampilan ini? sepertinya aku ingin mati saja. pikirku.

"Bob, dimana kau honey?" Coba lihat penampilan andria?" sambil menyeret andria ke ruang makan dan tiba-tiba aku membeku dan menyadari tiga orang tengah duduk di ruang makan. Aku ingin bumi menelanku saja.

Aku berdiri kaku, menatap enam pasang mata yang membelalak, dan aku mendapati senyum di wajah ronan.

"Cocok sekali." Matanya berkilat geli dan menyadari aku menjadi obyek dari percobaan ibunya. Ingin rasanya kursi itu kuhamburkan padanya.

"Apa maksudmu cocok ronan? dia luar biasa cantik." kata Riley tersenyum, mereka bergumam menyetujui, ingin rasanya aku berlari dan menghilang.

"Er...aku pergi." ucapku.

"Aku akan mengantarmu." kata Ronan padaku, dia berdiri dan dengan cepat mengambil kunci mobilnya.

"Hati-hati andria dan semoga sukses." teriak mrs.wetson dari balik pintu. Dia membukakan pintu mobilnya.

"kali ini kau harus ikut denganku, tak mungkinkan kau naik sepeda dengan penampilanmu?" ucap Ronan.

Aku menatap diriku. Tapi tak mau menyerah begitu saja.

"Aku bisa naik bis." kataku dingin.

"Tentu kau bisa andria, tapi kau tentu tidak mau melihat wajah kecewa orang

tua?" Sambil memandang ke arah Mrs.weltson yang menampakkan wajahnya yang bersinar-sinar.

Sial dia benar ! Aku menundukkan kepalaku dan masuk ke mobil sportnya, ada senyum

kemenangan di wajahnya.

1
Ai Yeni
suka sekali dengan karya2 author ,terus berkarya thor dan sehat selalu
Ai Yeni
udah cape cape lari tau nya masuk perangkap lagi..😄
Simon
kerenn
Tri Nurhalimah
halu ku kebangetan pas di posisi begitu
Suliandana Suliandana
Kecewa
Anonymous
ceritanya ga menye2...karakter cewe nya strong
Anonymous
syuka karakter cewe nya...ga menye2...
αуαηgηуαĝøjøκικøβმĝι2
gadis aneh..tapi cukup mampu membuat penasaran kan..kan kan
αуαηgηуαĝøjøκικøβმĝι2
apa itu makhluk immortal 🤔🤔
αуαηgηуαĝøjøκικøβმĝι2
karakter ceweknya kuat ya di sini
Suliandana Suliandana
Kecewa
arry desember
jos
Almira Haniya Azzahra
senang dengan cerita karyanya author yg latarnya itu luar negeri jadi ngehalunya dapat... kalau latarnya di Indonesia kalau pergaulan bebas gitu gak cocok 😁 semangat ya Thor buat karyanya lagi 🥰
Arin
akhiry...happy endingy bgus bngt😍
Arin
critanya seru bngt....
Arin
critnya bner"seru bngt...sy udh ksih vote dan juga bintang 5 ya Thor biar tmbh smngt up😍
Arin
Alhamdulillah udah mulai ad titik terang...☺️
Arin
Thor sy mohon jangan lama"amnesianya dong..ksian anak"nya🙏🙏
Arin
akhirny Andriana ktmu ayahny....🤗
Arin
sy berhrp Andriana cpet ktmu orng tuanya...kasian dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!