NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Predator Dingin

Obsesi Sang Predator Dingin

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Mafia / Enemy to Lovers / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:90.4k
Nilai: 5
Nama Author: your grace

Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Malam telah merayap naik, menyelimuti mansion megah itu dengan kegelapan yang pekat. Di dalam, lampu-lampu kristal mulai berpijar, memantulkan cahaya pada lantai marmer yang kini mengilap sempurna berkat kerja keras Alana selama belasan jam. Gadis itu terduduk lemas di salah satu sudut perpustakaan, napasnya pendek-pendek, dan perutnya terasa melilit perih hingga ke hulu hati. Tangannya yang memegang kain lap kini gemetar tak terkendali, namun ia tetap berusaha menyeka debu terakhir di kaki meja.

Tiba-tiba, suara deru mesin mobil mewah terdengar di halaman depan. Tak lama kemudian, pintu besar mansion terbuka. Dante Volkov melangkah masuk dengan aura yang mendominasi, jubah hitam panjangnya berkibar di belakangnya. Di tangannya, ia menjinjing sebuah kantong kertas dari restoran bintang lima ternama—sebuah aroma yang sangat kontras dengan bau cairan pembersih lantai yang dihirup Alana seharian ini.

Dante melangkah menuju ruang makan dan meletakkan kantong itu di atas meja. Aroma steak wagyu yang juicy, pasta truffle, dan roti bawang yang baru dipanggang memenuhi ruangan, menusuk indra penciuman Alana yang sudah kosong selama hampir dua puluh empat jam.

"Alana, kemari," perintah Dante, suaranya berat dan bergema di langit-langit tinggi.

Alana bangkit dengan susah payah, menyeret kakinya yang terasa seperti timah menuju ruang makan. Ia berdiri di ambang pintu dengan seragam pelayannya yang kotor dan kusut, kontras dengan Dante yang tampak sempurna dan berkuasa.

"Aku membawakanmu makanan. Berhenti bertingkah konyol dan makan ini," ucap Dante sambil mengeluarkan kotak-kotak makanan mewah itu. Ia sengaja melakukannya perlahan, membiarkan uap panas makanan itu menggoda pertahanan Alana.

Alana menelan ludah yang terasa pahit. Harga dirinya yang terluka memberontak. "Pekerjaanku... belum selesai, Tuan. Aku belum membersihkan gudang belakang."

Dante mendengus sinis, matanya menyipit menatap sosok ringkih di depannya. "Kau mau pingsan di depan gudangku? Jika kau ingin mati, jangan di tempatku. Aku tidak punya waktu untuk mengurusi mayatmu di sini, dan jujur saja, aku tidak punya niatan untuk membuatmu mati secepat ini. Kau masih terlalu berharga untuk menjadi bangkai."

Alana tetap diam, kepalanya tertunduk, tangannya saling meremas. Ia tetap tidak bergerak menuju kursi.

Melihat keras kepalanya Alana, kesabaran Dante yang setipis benang akhirnya putus. Ia menggebrak meja dengan satu tangan, membuat gelas-gelas di sana berdenting keras. "Dengar, Alana George. Aku bukan tipe pria yang suka mengulang perintah. Jika kau tidak duduk dan menghabiskan semua ini dalam sepuluh menit, aku akan menelepon anak buahku sekarang juga untuk melenyapkan pamanmu dari muka bumi. Aku akan memastikan dia menghilang tanpa jejak sebelum matahari terbit."

Alana tersentak, kepalanya langsung mendongak. Matanya yang berkaca-kaca menatap Dante dengan campur aduk antara amarah dan ketakutan. Meskipun pamannya adalah alasan ia terjebak di neraka ini, meskipun ia membenci pengkhianatan pria itu, Lukas tetaplah satu-satunya darah dagingnya yang tersisa di dunia ini.

"Anda... Anda benar-benar kejam," bisik Alana pedih.

"Aku adalah apa yang kau buat, Little Girl. Sekarang, duduk atau nyawa pamanmu melayang," ancam Dante dingin, tangannya sudah memegang ponselnya seolah siap menekan tombol panggil.

Dengan bahu yang merosot karena kalah, Alana akhirnya melangkah maju. Ia menarik kursi tepat di sebelah Dante—kursi kekuasaan yang ia benci. Begitu ia duduk, Dante menarik sebuah seringai kemenangan yang mengerikan. Ia menikmati setiap detik di mana ia berhasil menekuk lutut gadis kecil ini di bawah kehendaknya.

"Pilihan yang cerdas," gumam Dante pelan.

Alana tidak menjawab. Begitu sepiring pasta dan potongan daging berada di depannya, pertahanan tubuhnya runtuh. Rasa lapar yang luar biasa mengalahkan rasa benci. Ia mulai menyuapkan makanan itu ke mulutnya. Rasanya benar-benar luar biasa; tekstur daging yang lumer di mulut dan saus yang kaya rasa membuat perutnya yang melilit perlahan tenang.

Dante tidak makan. Ia hanya menyandarkan tubuhnya, menyesap segelas wiski sambil terus memperhatikan Alana yang makan dengan lahap. Ia menatap bagaimana bibir mungil Alana bergerak, bagaimana gadis itu sesekali memejamkan mata menikmati rasa makanannya, dan bagaimana keringat tipis di dahi gadis itu membuatnya terlihat sangat menggairahkan meski dalam kondisi berantakan.

Alana menyadari tatapan intens itu. Ia tahu Dante sedang mengawasinya seperti singa mengawasi mangsa yang sedang menikmati umpan. Tapi saat ini, ia terlalu lelah dan terlalu lapar untuk peduli. Ia terus mengunyah, berusaha mengabaikan kehadiran pria berbahaya di sampingnya yang baru saja menggunakan nyawa keluarganya sebagai alat tukar untuk sesuap makanan.

"Pelan-pelan, Alana. Aku tidak akan mengambilnya darimu," gumam Dante. Tangannya terangkat, secara tak sadar mengusap sisa saus di sudut bibir Alana dengan ibu jarinya.

Alana tersentak, gerakannya terhenti sesaat karena sentuhan itu. Namun, rasa lapar lebih kuat dari rasa takutnya. Ia kembali makan, mengabaikan debaran jantungnya yang menggila. Ia tidak menyadari bahwa Dante sedang menikmati pemandangan di depannya dengan pikiran yang jauh lebih lapar daripada perut Alana.

Makanlah yang banyak, mawar kecilku, batin Dante gelap. Karena setelah tenagamu pulih, aku tidak akan membiarkanmu tidur sedetik pun malam ini.

1
Sri Wulan
kan lagi seru kok tamat sih, nggK asyik
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
mampir thor
Zlystarrr Rorr
sakit hati bgt ih sama endnya, gitu kelen ada yg nyuruh alana sama julian?? sick ih...
Sofie Ariyani
kok malah sad ending gimana sih thor,kasihan si dante,tambah terpuruk hidupnya disaat dia sdh mulai bisa bangkit dan menerima anaknya sendiri
Syhzdaa
widih keren nii
Georgina Audrey
Bisa ga sih klau ini cuma mimpiiii?? Sedihhh.


Sama klau bisa request yg dominan cewenyabdongggg
🥒
😭😭😭😭😭
🥒
rontok hatiku😭
Rahmat
endingx bikin kecewa
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
makin gila dng si dante klo begini
Sofie Ariyani: sdh pasti kak,kasihan dia skrg hidupnya bener2 kosong
total 1 replies
Yuliasih 79
tamat???????,,,,,
Bedjho
Kok Tamat? maksud ape nih😭
nyonya
lagian dante gila dan bodoh,bawa alana kepesta begitu gk ada apa pesta yg isinya manusia yg waras🤭🤣
Mia Camelia
kecewa ih, ini cerita nya sengaja di cepetiiin...gk sangka bakal ky bgini ending nya😔
kecewa😔😔😔
Mita Paramita
sad ending 😭😭😭 cukup kecewa kalo Alana mati sama anaknya. . harusnya ada yg hidup salah satu biar nemenin dante. ditunggu karya baru ny Thor 🔥
Novi Avrianti
masih bikin cerita baru ya thor diaplikasi noveltoon😃
Mita Paramita
dante jadi bucin sama Alana 🤣🤣🤣
Kostum Unik
Astagaaa menyebalkan /Sob/
Zaujatu Poer
poor Dante😭😭😭
angel
ceritanya bagus bangetttt tapi malah sad ending tapi gpp sih karena gak semua perjalanan hidup itu happy ending ada juga kok yang sad ending, semoga danten bersabar ya
Romlatul Fitriani: kenapa harus sad end sihhhhhhhhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!