NovelToon NovelToon
Janda Desa Kesayangan Presdir

Janda Desa Kesayangan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Slice of Life / Romansa pedesaan / CEO
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Lastri menjadi janda paling dibicarakan di desa setelah membongkar aib suaminya, seorang Kepala Desa ke internet.

Kejujurannya membuatnya diceraikan dan dikucilkan, namun ia memilih tetap tinggal, mengolah ladang milik orang tuanya dengan kepala tegak.

Kehadiran Malvin, pria pendiam yang sering datang ke desa perlahan mengubah hidup Lastri. Tak banyak yang tahu, Malvin adalah seorang Presiden Direktur perusahaan besar yang sedang menyamar untuk proyek desa.

Di antara hamparan sawah, dan gosip warga, tumbuh perasaan yang pelan tapi dalam. Tentang perempuan yang dilukai, dan pria yang jatuh cinta pada ketegaran sang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter²⁶ — Kritis.

Lastri berdiri di depan ruang ICU, tangannya masih bergetar meski ia sudah menggenggam botol air mineral sejak lima menit lalu. Airnya tidak diminum, hanya jadi pegangan supaya ia tidak jatuh.

Alya duduk di kursi tunggu, memeluk lututnya. Sesekali ia menutup mulut, menahan tangis yang sudah terlalu penuh. Sejak kecil, hidupnya selalu dipenuhi kemudahan dan kemewahan. Namun setelah ia datang ke desa untuk menemui Lastri, terlalu banyak hal terjadi—hal-hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kalvin mondar-mandir seperti orang kehilangan arah. Dua kali ia berhenti, tiga kali ia mengumpat pelan.

Dan Malvin… pria dewasa itu berdiri paling tenang di antara mereka. Namun ketenangan Malvin bukan ketenangan biasa, itu adalah ketenangan orang yang sedang menahan amarah sampai ke sumsum tulang.

Pintu ICU akhirnya terbuka.

Dokter keluar dengan wajah serius, masker sudah diturunkan ke leher.

Lastri langsung maju. “Dok… bagaimana keadaan Sinta?”

Dokter itu menghela nafas. “Kami sudah melakukan tindakan, tapi kondisinya… kritis.”

Lastri seperti ditampar. “Kritis?” suaranya pecah.

Dokter mengangguk pelan. “Dia kehilangan banyak darah, tekanannya turun drastis.“

“Bayinya… gimana, Dok?”

“Karena bayinya lahir prematur, bayi itu harus masuk inkubator. Beratnya kecil... paru-parunya belum matang.”

Lastri menutup mulut, dadanya sesak.

Dokter melanjutkan, “Kami akan lakukan observasi ketat 24 jam. Untuk saat ini… kalian hanya bisa menunggu.”

Lastri mengangguk lemah.

Ketika dokter pergi, Lastri masih berdiri seperti patung. Ia menatap pintu ICU itu lama sekali. Seakan-akan kalau ia menatap cukup lama, pintu itu akan terbuka dan mengembalikan Sinta dalam keadaan sehat.

Sekitar dua puluh menit setelah dokter keluar, dua polisi datang. Salah satunya masih muda, wajahnya tegang. Yang satu lagi lebih tua, matanya tajam seperti orang yang sudah terbiasa melihat kebusukan manusia.

“Bu Lastri?” tanya polisi yang tua.

Lastri menoleh. “Iya, Pak.”

Polisi muda membuka catatan. “Kami sudah ke rumah Bu Maya, pelaku penyerangan dari keterangan Pak Malvin. Tapi… pelaku tidak ada di rumahnya.”

“Maksud Anda, Bu Maya kabur?“ tanya Lastri.

Polisi itu mengangguk. “Ya, diduga sudah kabur. Tetangga bilang... ada mobil yang menjemput dia.”

Malvin menggertakkan gigi, wanita tua itu sudah menyiapkan jalan keluar. Ia menatap polisi itu dingin. “Nomor kendaraan yang membawanya pergi apa tercatat?”

Polisi tua menggeleng. “Tidak ada yang sempat lihat dengan jelas.”

Malvin menatap polisi itu dengan dingin. “Saya mau laporan resmi. Dengan pasal penganiayaan berat, ancaman pembunuhan, dan percobaan penculikan.”

Lastri menoleh cepat. “Bang…”

Malvin menatap Lastri sebentar. “Lastri, kalau kita diam... mereka akan mengulanginya.”

Lastri menelan ludah.

Benar.

Kalau ia diam, Ibu Surya akan kembali berbuat kejahatan. Dan tadi… bukan hanya Sinta yang bisa mati. Alya juga dan dirinya sendiri.

Polisi tua mengangguk. “Kami butuh saksi dan bukti.”

Lastri langsung bicara. “Di sekitar rumah saya memang tidak ada rekaman CCTV, karena tidak ada rumah yang memasangnya.”

Ia berhenti sebentar, lalu melanjutkan. “Tapi kalau kita telusuri dari arah rumah Bu Maya… mungkin masih ada celah.”

Polisi langsung menulis.

Malvin melanjutkan, suaranya tetap tenang, tapi jelas seperti palu. “Saya juga akan buat surat pernyataan, dan siap jadi saksi.”

Polisi itu menatap Malvin lebih lama. “Apa hubungan Anda dengan Bu Lastri?”

Malvin tidak langsung menjawab.

Lastri bisa melihat di wajah Malvin ada suatu pertimbangan, seperti ada sesuatu yang pria itu simpan.

Malvin menghela nafas. “Saya… investor proyek desa itu.”

Polisi muda menoleh cepat. “Investor?”

Malvin melanjutkan, “Dan saya punya tanggung jawab untuk memastikan warga yang terlibat... tidak jadi korban intimidasi.”

Polisi tua terdiam.

“Nama Anda?” tanya polisi itu, kali ini lebih serius.

“Malvin Mahardika.”

Polisi tua terlihat seperti mengenali nama itu, ekspresinya berubah.

“Mahardika?” ulangnya.

Malvin mengangguk.

Polisi itu menelan ludah, lalu suaranya turun satu tingkat. “Kalau Anda Malvin Mahardika… berarti Anda dari keluarga Jakarta yang mempunyai beberapa perusahaan itu?”

Malvin tidak tersenyum. Ia hanya berkata pelan, tapi tegas. “Ya.”

Kalimatnya singkat, tapi cukup untuk membuat polisi itu paham... Malvin benar-benar bukan orang biasa.

Lastri merasakan jantungnya berdetak lebih cepat, sontak ia menatap Malvin. Selama ini ia memang selalu punya dugaan—bahwa Malvin bukan sekadar manajer proyek.

Dan Malvin sadar, dia baru saja membuka rahasia yang selama ini ia tutup rapat. Yang selama ini ia sembunyikan, jika dirinya adalah seorang presdir perusahaan.

Pagi menjelang.

Langit belum terang.

Tapi rumah sakit sudah ramai.

Lastri masih belum tidur. Alya sempat tertidur sebentar, kepalanya bersandar di bahu Kalvin. Kalvin membiarkan, meski matanya merah karena kurang tidur.

Malvin berdiri dekat jendela lorong, memegang ponsel.

Wajahnya serius.

Lastri mendekat pelan. “Bang… ada apa?”

Malvin menoleh.

“Barusan Denis kirim kabar,” ujarnya pelan. “Ibunya Surya tidak kabur sendiri.”

Lastri membeku. “Maksudnya?”

Malvin menatapnya tajam. “Yang menjemputnya… orang yang selama ini membantu setiap kejatahan Surya dan menutupinya.”

Lastri menelan ludah. “Siapa?”

Malvin tidak langsung menjawab, ia seperti menimbang apakah Lastri siap mendengar. “Namanya, Hadi.”

“Pak Hadi… Paman Surya.”

Malvin mengangguk.

Lastri menutup mulut, Hadi adalah seorang anggota dewan di kabupaten—DPRD.

Sementara itu, di rumah besar keluarga Malvin, sang ibu dibuat kelimpungan. Ia mencari Alya dan Kalvin ke mana-mana. Dua anaknya itu biasanya hanya sibuk dengan kuliah dan kesenangan mereka sendiri. Namun sudah beberapa hari ini, keduanya menghilang tanpa kabar.

“Nyonya,” ujar salah satu pengurus rumah tangga, “Saya sudah menemukan keberadaan Non Alya dan Den Kalvin.”

“Di mana mereka?” tanya Nyonya Wina cepat.

“Di desa, tempat proyek baru perusahaan,” jawabnya.

“Apa? Sedang apa mereka di sana?”

“Belum ada informasi yang pasti, saya akan mencarinya lagi.” Pengurus itu ragu sejenak sebelum menambahkan, “Tapi kemarin... Tuan Malvin juga kembali ke desa itu.”

Nyonya Wina terdiam. “Mencurigakan, ada apa sebenarnya…?”

Kebetulan, Fahira baru saja datang. Ia berhenti di ambang pintu saat mendengar pembicaraan Nyonya Wina.

“Kok semuanya ke desa?” gumamnya pelan. “Ada apa di sana?”

Fahira mengingat sesuatu, Malvin belakangan ini juga terlalu sering tinggal di desa itu. Matanya menyipit. “Kalau begitu… aku harus ke sana, mencaritahu sendiri.”

1
anita
sinta biar di nikahi denis
Tiara Bella
mantap akhirnya ngaku dan langsung ditangkap polisi.....
Tiara Bella
viralin aja Lastri pak hadi biar kapok dia
Fia Ayu
Up lagi kak re,,,, 😁
Rere💫: Eh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Juriah Juriah
tambah ga sabar aja aku nunggu kelanjutannya Thor semangat ya nulis 💪🙏
vj'z tri
ow ow ow tanggung jawab Thor cerita nya seruuuu up nya double double hayoooo 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Kelen si bapake
Evi Lusiana
lah anak manja msuk desa,justru kau tk sebanding dgn wanita setangguh lastri
Astrid valleria.s.
woww makin seru ya thor...semangat thor..sambil ngopi dulu☕️
panjul man09
lastri tidak boleh tinggal terpisah dgn malvin ,bisa culik sama orang pak hadi dan surya
panjul man09
sejauh ini , ceritanya sangat menarik apalagi di awal2 , ringan tdk banyak konflik. tata bahasanya lumayan , harus sesuai kehidupan di desa ..
panjul man09
thor , suruh pulang kekota itu si fahira , terlalu banyak pemeran bikin pusing saja
juwita
kades sm angota DPR sm" bejat saling menutupi kebohongan mrk.
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka....
Tiara Bella
langsung tangkap aja tuh Hadi sama aja sm Surya kelakuannya....11 12....
Aidil Kenzie Zie
wah-wah ternyata banyak rahasia si Surya
Tiara Bella
sombong sh fahiranya jd disasarin jalannya wkwkwkkw....
Fia Ayu
Kaga usah di jodohin pak,, mereka emang dah jodoh😁
Shee_👚
semangat lastri kamu bisa, jangan jadi wanita lemah yang selalu diem walai di tindas, saat nya kamu buktikan bahwa wanita juga mampu berdiri di kaki sendiri dan bisa maju bersanding dengan laki-laki💪💪💪🥰
Shee_👚
berarti surya hanya jadi tumbal untuk menutupi aib hadi, surya di ancam atau karena balas budi secara hadi suka bantuin dia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!