Mahawira adalah penjelmaan dari pecahan jiwa penguasa semesta, kelahirannya bertujuan untuk menegakan keadilan dan kebenaran menolong yang tertindas dan membantu yang lemah.
Dengan sifatnya yang santun dan rendah hati, penampilan yang tampan, tubuhnya yang tinggi serta aroma wangi tubuhnya. Wira selalu menjadi incaran para gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deharung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch 6. Mengembara
Lima tahun berlalu tanpa terasa,
Setiap hari dilalui oleh Wira dengan berlatih tenaga dalam,
Meningkatkan kwalitas tulang, Meningkatkan kwalitas otot, meningkatkan kwalitas kulit serta memurnikan sumsum dan darah, Organ-organ tubuhnya sudah menjadi sangat kuat.
Kwalitas tulang Wira sudah mencapai Tulang Berlian tingkat tinggi.
Kwalitas ototnya sudah menjadi Otot Biru paripurna
Sedang kwalitas kulitnya sudah hampir sempurna tinggal satu langkah menuju sempurna.
Sumsum dan darahnya sudah dimurnikan ketingkat maksimal, demikian juga seluruh organ tubuhnya sudah menjadi sangat sempurna.
Sumberdaya yang tak terbatas yang ada didalam Cincin Dimensinya, Kolam Emas yang memiliki energi luar biasa serta ditunjang dengan berbagai kitab pengetahuan tingkat Ilahi, ditambah lagi kecerdasan Wira yang sangat luar biasa yang membuat Wira berkembang sangat pesat.
Dia mampu mengingat sesuatu dengan baik hanya dengan sekali mendengarkan, melihat atau merasakan, daya nalarnya tinggi dan mampu menganalisa sesuatu dengan cepat.
Saat ini didalam ruang dimensi jiwa,
Siiing.....siing....sing
Siiing.....siing....sing
Shing.....sing....sing
Siiing.....siing....sing
Siiing.....siing....sing
Siiing.....siing....sing
Berkali-kali Wira melepaskan anak panah pada sasaran yang berbeda beda dengan jarak sekitar seribu meter, dengan kemampuan penglihatan yang sangat tajam, Wira mampu melihat anak panahnya mengenai sasaran tepat ditengah-tengah lingkaran.
Wira menjauhkan target nya menjadi dua kilo meter, lima kilo meter, sepuluh kilo meter, Wira masih mampu memanah dengan tepat ditengah-tengah lingkaran.
"Aku coba dua puluh kilometer," batin Wira, dia mulai bersiap-siap dan konsentrasi, fokus pada sasaran.
Siiiiinng,
Wira melepaskan satu anak panah dan mengenai sasaran tetapi tidak tepat ditengah-tengah.
Wira mencoba sampai beberapa kali tapi belum ada kemajuan yang berarti, Wira memutuskan untuk istirahat sebentar.
"Busur Wijaya ini mampu menjangkau sasaran yang lebih jauh dari ini asalkan aku memiliki cukup energi untuk menarik tali busurnya dan mengalirkan energi kedalamnya," demikian Wira menggumam.
Dengan pondasi tubuh yang sangat kuat Wira bisa berlatih jurus apapun tanpa kesulitan, sekarang Wira sudah menguasai ilmu silat tangan kosong, ilmu pedang, Ilmu menggunakan senjata kapak panjang, ilmu memanah dan ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi.
Jurus menggunakan kapak dan jurus memanah yang paling disukai oleh Wira, sehingga dia lebih fokus melatih kedua jurus tersebut.
Selama ini Wira tidak pernah mengecek apa saja yang ada didalam Cincin Dimensinya, rasa penasarannya membuat dia melihat isi cincin nya secara lebih detail siapa tahu ada barang-barang yang bermanfaat untuk peningkatan latihannya.
Cincin Dimensi yang dimiliki Mahawira adalah Cincin Dimensi Samudra Ilahi.Hanya ada dua di Alam semesta, mempunyai daya tampung hampir tak terbatas, tiap-tiap ruang didalamnya bisa dikecilkan dan dibesarkan ukurannya, bisa ditambah dan dikurangi jumlah ruangannya sekendak pemilik, demikian juga file cabinets yang ada di ruangan bisa ditambah dan dikurangi, diubah ukurannya sesuai keinginan.
Kelebihan Cincin Samudra Ilahi ini memiliki ruang yang mampu menampung tumbuh-tumbuhan, itu disebabkan karna ada energi kehidupan didalamnya.
Ada ruang sumberdaya yang berisi berbagai macam sumberdaya di tiap-tiap file cabinetsnya, dan berisi kitab panduan mengenai nama, kwalitas, cara pengolahan dan manfaat dari sumberdaya tersebut.
Ada ruang pengetahuan yang diklasifikasi dan ditaruh dalam file cabinets sesuai jenisnya, seperti :
Kitab berbagai Jurus
Kitab Ketabiban
Kitab Pembuatan Eliksir
Kitab Tehnik Aray
Kitab Saru Gremeng, untuk menyamarkan
Kultivasi
Kitab Tehnik Penempaan Senjata dan Peralatan
Kitab Politik dan Ketata Negaraan
Kitab tentang Pembuatan Peraturan dan Perundangan
Kitab tentang Ekonomi dan Perniagaan
Kitab tentang Pertanian dan Peternakan
Kitab Tentang Astronomi
Hampir seluruh pengetahuan menyangkut kehidupan ada dalam ruang pengetahuan ini.
Globe dan Peta dalam berbagai ukuran, yang ada dialam raya ada juga diruang Pengetahuan ini.
Ruang senjata berisi berbagai jenis senjata, seperti Pusaka Bumi, Pusaka Dewa dan Pusaka Ilahi dalam berbagai tingkatan, bentuknya juga beragam seperti : Busur dan Panah, Pedang, Kapak, Gada, Tombak, Toya, Belati, Sabit, Godam, Cemeti, Rantai, berbagai bentuk senjata rahasia, berbagai macam pelindung tubuh serta tameng, semua senjata itu terdiri dari bermacam ukuran dan berbagai bentuk, jumlahnya hampir mencapai jutaan.
Ruang Artefak juga ada, bermacam-macam artefak ada diberbagai file cabinets yang tersusun rapi di ruangan itu.
Ada lebih banyak lagi ruang lagi ruang yang tidak terhitung jumlahnya.
Wira tertarik untuk melihat ruang Artefak, dia melihat kapal dengan berbagai ukuran, bangunan-bangunan dalam berbagai bentuk, tiap-tiap artefak berisi kitab panduan pemakaian.
"Aku ingin istirahat," gumam Wira,
setelan berjam-jam melihat-lihat isi Cincin Dimensinya.
"Sekarang aku sudah level Raja tingkat 9, mestinya aku sudah memiliki cukup kekuatan jiwa untuk menciptakan bangunan didalam dimensi jiwaku," batin Wira.
Boom...... , istana yang sangat megah muncul sekitar lima ratus meter dari Kolam Emas,
Boom.... boom..... boom,
Beberapa bangunan kecil untuk duduk-duduk menikmati suasana muncul ditepian danau.
Wira berjalan kearah istana buatannya untuk mengistirahatkan dirinya.
Kemampuan mencipta yang Wira miliki hanya terbatas pada benda-benda mati saja, untuk mengisi dimensi jiwa dengan pohon dan mahluk hidup dia harus memasukan dari luar.
Setelah beristirahat beberapa jam, kemudian
Wira menanam bibit buah-buahan ajaib yang diambil dari Cincin Dimensinya.
Apel Emas, Rumput Merah Iblis, Pisang Dewa, Anggur Perak, Boni Kristal, Wortel Kristal Jingga, Mangga Petir, Ubi Tatit, Stroberi Giok, Tomat Lazulli, Jambu Berlian, Jamur Merah Iblis.
"Dengan pengaruh energi yang terpancar dari Kolam Emas, aku yakin tumbuh-tumbuhan ini akan semakin meningkat kwalitasnya berkali-kali lipat."
Setelah selesai menanam tumbuh-tumbuhan ajaib itu, Wira menciptakan gunung yang sangat tinggi hampir menyentuh langit, agak jauh dari Istana dan Kolam Emas jaraknya sekitar seratus kilometer.
"Aku akan menanami pohon-pohon yang banyak agar segera menjadi hutan."
Demikian Wira menata Dimensi Jiwanya agar menyenangkan untuk dikunjungi.
Sementara itu dihalaman rumah, Rsi Bergunatha memberi wejangan pada murid-muridnya.
"Panjalu, usiamu sekarang sudah 28 tahun dan kamu sekarang sudah mencapai pendekar suci tingkat 2, kamu bersama Warsiki boleh berkelana kearah barat, lakukan banyak kebajikan, jadilah rendah hati, berlakulah adil dan selalu menjunjung tinggi kebenaran, saat engkau merasa cukup untuk mengembara pulanglah kesini."
"Sesuai perintahmu Guru," jawab Panjalu.
"Warsiki, usiamu sudah mencapai 25 tahun dan kamu sudah ditahap Pendekar Raja tingkat 9, tidak banyak orang dijajaran kepulauan ini yang mampu mengalahkanmu, jadikan perjalanan ini untuk menambah pengetahuan dan pengalaman untuk hidupmu, ikutlah dengan panjalu, menurut dengan nasehatnya sepanjang untuk kebaikan dirimu,"
"Baik Guru," jawab Warsiki
"Lusa kalian boleh berangkat, persiapkanlah segala keperluanmu," kata Rsi Bergunatha seraya memberikan seribu Keping emas beserta Pedang Pusaka pada Panjalu dan Cemeti Pusaka Pada Warsiki.
"Terimakasih Guru," keduanya bersimpuh menyentuh kaki gurunya dengan kening sembari memohon restu.
Dua hari kemudian Panjalu dan Warsiki Pamit sama Rsi Bergunatha dan Dewi Nila Candra tak lupa juga pada putra-putra Rsi Bergunatha selanjutnya dengan rekan-rekan seperguruannya.
Ditinggalkan oleh 2 orang anggota penghuni rumah, mereka semua sedikit merasa kehilangan, dalam beberapa hari gairah mereka dalam melakukan kegiatan sedikit menurun, namun setelah beberapa minggu mereka mulai terbiasa.
Tiga bulan kemudian Permadi dengan Cempaka disuruh untuk mengembara ke wilayah timur kepulauan, setelah dibekali seribu keping emas dan diberi senjata Pusaka Pedang dan Cemeti Sakti.
Sama halnya dengan Permadi dan Cempaka, Mahesa dan Wulan disuruh mengembara kearah kepulauan bagian utara, mereka juga diberikan seribu keping emas beserta senjata pusaka yang sama kwalitasnya dengan murid lainnya.
Sementara Panji, Kadosot, dan Jerude disuruh mengembara di seputaran kerajaan tempat mereka tinggal.
Setelah mereka sungkem mereka disuruh berkemas dan berangkat saat itu juga.
Sesungguhnya mereka sedih dan khawatir karna nantinya tidak ada yang mengurus sawah dan kebun mereka disisi yang lain mereka juga sangat ingin pergi mengembara melihat dunia luar dan mencari pengalaman baru.
Gejolak masa remaja yang selalu ingin tahu banyak hal yang membuat para remaja susah untuk dikekang dan sang Rsi sangat tau akan hal itu.
"Kanda tidakkah Kadosot dan Jerude terlalu muda untuk mengembara," tanya Dewi Nila Candra pada suaminya,
"Usia mereka sudah cukup untuk mengembara melihat dunia luar," jawab Rsi Bergunatha.
"Tapi aku khawatir, mereka masih sangat lugu dan polos Kanda,"
"Tenanglah Dinda, Ada Panji yang akan selalu membimbing mereka dalam pengembaraannya." Jawab Rsi Bergunatha meyakinkan istrinya.
"Jika Kanda menyuruh Wirabuana dan Wiraloka untuk mengembara aku tidak akan setuju, mereka masih kecil-kecil ! " sergah Dewi Nila Candra sengit,
"Mereka baru 16 dan 14 tahun," Dewi Nila Candra menambahkan.
"Kanda tau... Dinda, pada saatnya nanti Kanda akan membawa mereka berkunjung ke kerajaan kakeknya, apakah Dinda tidak rindu dengan Ibunda Permaisuri ?" jawab sang Rsi dengan sabar, Dewi Nila Candra hanya menganggukkan kepalanya sementara hayalannya sudah jauh ke negeri tempat dia dilahirkan.
Ketika murid-murid Rsi Bergunatha disuruh merantau usia mereka sudah cukup dewasa, dengan kemampuan yang lumayan tinggi.
Permadi 27 tahun, Pendekar Suci tingkat 1, Mahesa 27 tahun, Pendekar Suci tingkat 1,
Panji 26 tahun, Pendekar Suci tingkat 1,
Kadosot 23 tahun, Pendekar Raja tingkat 6,
Jerude 22 tahun, Pendekar Raja tingkat 6
Cempaka 24 tahun, Pendekar Raja tingkat 7,
Wulan 24 tahun, Pendekar Raja tingkat 7.
Pulau Tempat mereka tinggal adalah pulau kecil yang dikuasai oleh Kerajaan Singa Mandawa adapun Rajanya bernama Kesari kerajaan ini sangat makmur dan tidak ada gejolak apapun karena Raja Kesari memerintah dengan bijak dan sangat memperhatikan rakyatnya, ilmu silat Raja Kesari juga lumayan tinggi beliau seorang Pendekar Suci tingkat satu.
aku mampir nih.
mampir juga di karyaku ya😊😊
aku kirim mawar yahhh
padahal kesemsem tuh pemimpinnya..
ternyata oh ternyata 😂