NovelToon NovelToon
Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Indah R Y

Banyak Adegan 21+
Yang Masih dibawah umur harap bijak dalam memilih bacaan.

"Mas Aku Hamil" Begitu kata seorang wanita cantik yang usia nya baru menginjak 20 tahun.

"Kamu gak bohong kan ?" tanya Seorang pria yang bekerja sebagai dokter kandungan.

Wanita yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu mengangguk.

Dan mulai hari itu dirinya resmi menjadi istri simpanan dari seorang pria yang jarak umurnya terpaut sangat jauh. Namun cinta Safa begitu tulus ia begitu sabar walau statusnya tak pernah menemukan titik ujung. Entah karena suaminya takut meresmikan hubungan mereka atau memang tak ada cinta untuk dirinya ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan Hati Febri

Karena Safa tak kunjung membukakan pintu Febri akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah, sesekali ia menoleh kearah kamar mandi dimana pintunya masih tertutup, tapi Safa tak kunjung keluar.

"Maafkan aku Fa..." gumam Febri sebelum benar-benar melangkahkan kakinya meninggalkan kamar dimana menjadi saksi bisu antara dirinya dan Safa semalam.

Didalam perjalanan pulang, Febri terus mengusap wajahnya dengan kasar. Lintasan kejadian semalam dan bercak darah yang menempel di seprai terus berputar di kepalanya.

"Sial....!!" umpat Febri kesal sambil memukul stir mobil dengan keras.

Tak berapa lama Febri tiba di rumahnya, Ia melihat sang istri sedang berdiri di teras depan rumah. Febri yakin kalau Desi akan marah-marah karena ia tak pulang semalaman.

Dengan menghela nafas sebentar Febri turun dari mobil dan mendekati sang istri, Tatapan mata Desi begitu menusuk namun sebisa mungkin Febri bersikap biasa saja.

"Kau dari mana saja Mas ? kenapa semalam gak pulang ? kamu tidur dimana semalam ?" tanya Desi beruntun.

Pertanyaan Desi justru membuat kepala Febri rasanya mau pecah, pikirannya masih tentang kejadian semalam dan sekarang harus berhadapan dengan sang istri.

"Aku nginap di rumah teman" Jawab Ferbi berbohong, iya tidak mungkin dirinya jujur kalau semalam ia menginap dirumah lama bersama Safa. Karena sampai sekarang Desi tidak tahu kalau rumah lama mereka ada yang menempati.

Desi menatap manik mata suaminya, ia tahu Febri berbohong karena tak biasanya Febri menginap di rumah teman.

"Kita menjalin rumah tangga bukan baru 1 dan 2 hari Mas, tapi sudah 10 tahun. Aku hapal betul kebiasaan kamu, dan kamu bukan tipe orang yang muda menginap di rumah teman" ucap Desi dengan pelan.

Febri menelan salivanya berkali-kali, apalagi saat sang istri mulai menciumi kemeja yang ia pakai. Febri sedikit menjauhkan dirinya karena takut wangi tubuh Safa menempel di tubuhnya.

"Bau Alkohol, kamu semalam mabukan Mas ?" Desi mengibaskan sebelah tangannya di depan hidung, karena tak tahan dengan wangi tubuh sang suami.

"Iya, semalam rencananya cuman nongkrong biasa, tapi Ardi dan Yohan mala memesan minuman makanya kami semua kebablasan"

"Sana mandi, aku gak tahan dengan bau tubuhmu"

"Iya-iya"

Febri masuk kedalam rumahnya dengan di ikuti sang istri, ia sedikit legah karena Desi tak memberikan pertanyaan lebih lagi. Namun ia yakin penjelasannya tak akan membuat Desi puas. Setelah mandi nanti pasti Desi akan memberinya pertanyaan lagi.

Dibawah guyuran air shower entah kenapa wajah Safa selalu muncul di hadapanya, ia yakin wanita cantik itu sedang menangis karena kesalahannya semalam. Entah bagaimana caranya Febri menebus semua kesalahannya.

"Maafkan Aku Fa.... !" gumam Febri.

...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

Sementara itu....

Di sebuah kamar Safa masih saja menangis, ia menelungkupkan kepalanya pada kedua lutut yang ia peluk dengan erat.

Entah bagaimana cara nya Safa melewati semua ini, kehidupan nya hancur karena Febri. Ia kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.

Kemana ia harus mengadu, bahkan ibu kandungnya saja tak peduli dengan dirinya. Mungkin sekarang ibunya sedang bahagia karena ia sudah pergi dari rumah...

Anak yang selalu di anggap pembawa sial, dan tak tau di untung oleh Ibunya. Safa hanya bisa menangis dan menangis. Kehancuran ini hanya bisa ia pendam sendiri.

"Ayah, bawa Safa pergi dari dunia yang kejam ini !! Safa gak kuat. Hiks--Hiks--Hiks"

"Aaaaaahhhhhhh" Safa berteriak sekeras mungkin. Hanya ini yang bisa ia lakukan untuk meredahkan kekecawaan dan amarah yang menjadi satu.

Hari sudah beranjak siang, namun Safa masih betah berada didalam kamarnya. Air matanya sudah tak lagi menetes mungkin sudah habis karena ia sudah menangis terlalu lama.

Hanya posisinya yang beruba karena saat ini Safa membaringkan tubuhnya. Rambut yang masih sedikit basah dan tak di sisir sedikitpun menutupi wajahnya yang pucat. Apalagi sejak pagi Safa belum makan sedikitpun..

...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

"Bagaimana keadaan Safa sekarang ?? aku begitu takut terjadi sesuatu dengan Safa" batin Febri.

Dari tadi ia begitu gelisa karena memikirkan Safa, bahkan Febri tak berangkat bekerja padahal ada jadwal di rumah sakit. Febri terpaksa meminta bantuan temannya untuk menggantikan dirinya bertugas hari ini. Pikirannya tak bisa jernih karena memikirkan Safa.

Sementara sang istri sudah berangkat bekerja 2 jam yang lalu, padahal Desi sebenarnya enggan juga bekerja tapi ini tuntutan untuknya. Ia akan pulang nanti malam.

"Lebih baik aku menemui Safa lagi "

Secepat kilat Febri menyambar kunci mobil di atas meja nakas, lalu keluar kamar dan menuju pintu depan. Mobilnya sudah selesai di cuci dan siap untuk di jalankan.

"Maafkan Mas Fa !!! Maaf. Tidak seharusnya Mas menodai mu semalam."

"Mas yakin kamu begitu hancur saat ini"

Serentetan kata terus terucap dari bibir Febri, sambil matanya terus fokus kejalanan.

...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...

Safa masih saja diam, tubuhnya terasa lemah seperti tak ada tenaga sama sekali karena tak ada makanan yang masuk kedalam perutnya.

Tiba-tiba ada seseorang yang membelai kepalanya, Safa terlonjak kaget, ia segera bangun dan melotot melihat Febri sudah duduk di sampingnya.

"Ngapain Mas kesini lagi ?" tanya Safa, padahal pertanyaan itu tak seharusnya ia ucapkan. Rumah ini adalah milik Febri harusnya ia yang pergi.

"Mas mau minta maaf Fa, mas Khilaf semalam"

"Pergi Mas !! aku gak mau lihat wajah kamu"

Febri mendekati Safa, ia meraih kedua tangan Safa dan menggenggamnya dengan erat.

"Maaf Fa !! Maafkan Mas. Marahlah sepuas hati kamu, pukul Mas dengan kuat !" ucap Febri.

Plaaakkkkk.

Safa langsung melayangkan satu buah tamparan untuk Febri. Namun Febri membiarkan ia yakin tamparan ini tak sesakit perasaan Safa karena dirinya.

"Aku kira kamu baik Mas, aku kira kamu beneran mau menolongku, tapi kenapa kamu lakukan ini padaku ?? apa salahku Mas ??" ucap Safa sambil memukuli dada Febri bertubi-tubi.

"Semalam Mas mabuk Fa, Mas gak tau kalau itu kamu..."

"Kenapa mas gak pulang kerumah Mas ? kenapa pulang kesini ??"

"Itu di luar nalas Fa, semalam Mas hanya kepikiran rumah ini..."

Safa menggelengkan kepalanya dengan kuat, seiring dengan air mata yang kembali menetes dengan deras.

"Aku Benci sama kamu mas... Aku benciiiii" teriak Safa di depan wajah Febri.

"Silahkan benci aku Fa, asal semua ini bisa bikin kamu legah !!"

"Aku mau pergi dari rumah ini, aku gak mau tinggal di rumah ini lagi" Safa beranjak berdiri dan hendak meninggalkan Febri.

Namun dengan cepat Febri menahan pergelangan tangan Safa dan menarik tubuhnya sehingga Safa jatuh kedalam pelukan Febri.

"Kamu gak boleh pergi Fa !! Mas gak akan izinin kamu pergi ! sampai kapanpun kamu akan tinggal disini" ucap Febri sambil memeluk Safa dengan erat.

---

...LIKE DAN KOMEN...

...ADD FAVORIT...

...RATE BINTANG LIMA ...

...KASIH HADIAH ( BUNGA/KOPI)...

BAGAIMANA BIKIN GREGET GAK CERITANYA ??

KALAU KALIAN SUKA KASIH DUKUNGAN YANG BANYAK YA !!

SHARE KA GRUP DAN SOSIAL MEDIA KALIAN SUPAYA BANYAK YANG BACA NOVEL INI..

1
Rina Rina
bener Thor biar kan Safa bahagia kasian dri awal nangis trus
Rina Rina
keren
Rina Rina
sama aq juga setuju
Rina Rina
rasakan itu masih ada di sia2kan
Rina Rina
betul itu kk
Rina Rina
bodoh udah dibilang pigi aja
Rina Rina
aq setuju pergi aja untuk apa cinta klo trsiksa
Rina Rina
klo aq jdi Safa pergi aja bawa anak nya biar gk sakit hati trus
Ray Jepara
Kecewa
Awind Widayanti
ga suka safa yg terlalu lemas sama kk tirinya
Awind Widayanti
kan udah liat d foto
Li Tho
Luar biasa
Starry💫
antara kasihan sama Desi dan juga kasihan sama Safa, tapi pingin banget menenggelamkan Febri di danau Sunter 😠
Nani Mardiani
Makanya wat kaum perempuan jangan mau dinikahi siri, rugi banget.
Klo kejadian kaya Safa harusnya Febri jujur sama istrinya klo dia sudah niduri perempuan lain walau karena kecelakaan. Istrinya mo terima apa gak itu sudah jg resiko Febri dan tanggungjawab sudah merusak kehormatan perempuan lain. Ini malah berbohong dan bohong terus lebih baik Safa pergi deh tinggalin Febri daripada tersakiti , lebih baik hidup bahagia bersama anakmu. Soal rezeki dan jodoh kan dah ada yg atur. Upps lupa deh ini kan novel 😄😄😄 jelas yg atur author donk. Safa selamat berjuang aja ya.
Enung Samsiah
naaahhh akhirnya ketauan juga di sembunyikan d mn pun akn ketauan juga,,,,
Enung Samsiah
aduuhh sipebi pdhl jngn bilng mau mkn berdua kan ibu hmil snsitif sedih jdinya,,
Enung Samsiah
aaaahhh rumah tangga kacau klu udh begini,,, ayo jdi siapa yg d salahkan,,,,
Enung Samsiah
rasa takut seorang istri pasti ada, semua istri pasti gitu
Dila Ayu
semangat y thor..
Jeany Cutex
ceritanya seru kayak di sinetron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!