Tidak mudah hamil di usia muda, apalagi jika itu kembar lima. itu lah yang dirasakan oleh Alya, setelah orang tua nya meninggal, mahkota Alya di ambil oleh orang yang tidak ia kenal sehingga ia hamil.
Bagaimana Alya menjalani kehidupan nya itu?
Silahkan pada mampir siapa tau suka kan,
jangan lupa like komen dan vote nya yaa makasih
Follow Instagram author
@mawarjk_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar Jk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5
Hi semua nya, Assalamualaikum
Jangan lupa like dan komen nya loh
...Happy reading...
...🍁...
"Yaa tergantung, kalau saat itu wanita itu memang lagi subur subur nya bisa jadi ia akan hamil, tunggu kenapa kamu menanyakan soal itu" tanya Diana ia sangat yakin pasti anak nya ini menyembunyikan sesuatu dari nya, mata Diana menyipitkan mengamati Gara
Gara yang ditatap seperti itu merasa tidak nyaman "Apa sih Ma" ujar Gara malas "Kamu....kamu pasti sedang menyembunyikan sesuatu dari Mama kan" ujar Diana membuat Gara gelalapa
"Ayo kamu jujur sama Mama" sentak Diana yang semakin yakin dengan insting nya
"Maaf ma" ucap itu keluar dari mulut bara
"A-apakah itu beneran bara" tanya Diana, suasana tiba tiba menjadi tidak enak
"Iya Ma, waktu itu ada seseorang yang memasukkan obat perangsang pada minuman Gara tampa Gara ketahui, Gara segera pulang saat merasakan ada yang tidak beres pada tubuh Gara, obat nya benar benar kuat Ma, waktu itu Gara tidak tahan sama sekali Gara menepikan mobil Gara di pinggir jalan untuk menenangkan Gara tapi tidak, obat itu semakin lama makin menjadi Gara melihat wanita yang sedang berjalan Gara mendekati nya dan........" ujar Gara menjelaskan semuanya kepada mama nya Diana, dan mengalir lah cerita Gara
"Astaga Gara, kamu sih tidak hati hati saat minum pokok nya kamu harus mencari wanita itu sampai dapat, dia pasti sangat terluka bawa ia dengan baik baik beserta cucu mama dan jangan pernah minum minum lagi Gara, mungkin itu tanda dari Tuhan agar kamu berhenti minum minum keras" ujar Diana menasehati anak satu satu nya
"Iya Ma, maafin Gara" ujar Gara sangat menyesal dan ia berjanji tidak akan menyentuh minum haram itu
***
Minggu ke minggu bulan ke bulan, tak terasa kini usia kandungan Alya berusia sembilan bulan lama nya, melewati hari kehari yang begitu berat bagi Alya yang hamil kembar tampa di dampingi oleh sosok suami yang mengabulkan keinginan atau ngidam nya
Seperti waktu usia kandungan Alya berusia tiga bulan ia mengidam di mana ia ingin mencubit pipi seorang pria yang menurutnya gemaskan Aira benar benar frustasi di buatnya
Bagaimana ia bisa mendapat pria yang suka rela di cubit dan menggemaskan di mata Alya, sehingga Aira membawa Alya ke taman biarlah dia yang memilih pria yang menurut nya menggemaskan dan yang penting apakah pria itu marah apa enggak
*Flash back*
“Ra seperti nya aku lagi ngindam deh” ujar Alya sambil mengelus perut buncit nya, meskipun saat itu usianya masih tiga bulan tapi kalau di lihat usianya seperti lima bulanan
“Kakak mau apa?” tanya aira
“Kakak mau mencubit pipi pria yang gemes Ra” ucap Alya polos
“Ha? maksud kakak apa” ujar Aira yang masih tak mengerti
“Ih masa gitu aja tidak ngerti sih kamu kan sekolah masa itu aja enggak ngerti apa jangan jangan kamu sering bolos yaa” ucap Alya yang mengaur keman mana
“Apaan sih kak ya engga lah masa Aira bolos, sekali aja engga pernah tuh” kata Aira membela dirinya yang di tuduh bolos oleh sang kakak
“Jangan bohong, bohong dosa tau” kata Alya yang masih menuduh Aira bolos
“Engga kakak ya allah, jadi kakak mau apa” ujar Aira mengalihkan pembicaraan nya dari pada nanti Alya tambah ngaur
“Kakak mau mencubit pipi pria yang menggemaskan Ra” ucap alya dengan nada manja sambil memeluk lengan kiri Aira dan mengoyang goyang kan nya
“Tapi siapa kak” tanya Aira
“Ya terserah yang penting dia itu menggemaskan Ra” ujar Alya
“Siapa ya” ucap Aira yang nampak berfikir
“Ayo dong Ra kakak mau nya sekarang” ujar Alya merengek
“Yaudah kita ketaman ya nanti kakak yang liat mana yang menggemas kan ok” ucap Aira membuat Alya tersenyum sumringan
“Ok” seru Alya semangat
Taman~
“Aira duduk di sini ya ka” ujar Aira menunjuk banggku yan kosong dan dengan cepat Alya mengangguk mengiakan
Alya melihat sekitar pria manakah yang akan ia cubit pipi nya, sampai pandangan nya berhenti pada pria yang sedang menelphon, Alya berjalan mendekati pria tersebut dan Aira yang mengawasi gerakan gerik kakak nya itu
Sampai di samping pria itu Alya tersenyum dengan mata berbinar binar tapi entah mengapa perasaan ya langsung berubah saat ia menatap mata pria itu, mata nya sudah berkaca kaca
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Dan
“Huaaaa” pecah sudah tangis nya Alya dan membuat pria yang ada di sampingnya terkejut begitupun dengan beberapa orang yang berada di taman itu
“E-eh” kata yang keluar dari mulut pria itu yang masih bingung kenapa wanita ini menagis dan, dan dia juga hamil, dengan spontan pria itu langsung memeluk dan mengelus punggung Alya dengan niat agar tangis nya mereda.
Tapi bukan nya reda Alya tambah menangis saat Gara memeluknya
Sedangkan orang orang yang melihat itu terharu, mungkin mereka pikir mereka berdua itu suami istri yang baru bertemu sekian lama nya sedangkan Aira belum sadar ia masing bengong melihat kakak nya seperti itu
“E..eh maaf” ujar Gara kikuk saat tangisan Alya reda dan melepas kan pelukannya
“Tapi kenapa anda menagis” tanya Gara
“Tidak tahu, tapi saat malihamu rasanya mau nagis” ujar Alya polos dengan hidung merah
“O..oh gitu ya” ujar Gara kaku
“Anda mau apa” tanya Gara
“S-saya ma-mau mencubit pipi kamu boleh” tanya alya
“Lagi ngidam ya” Gara tersenyum melihat perut buncit Alya
“I-iya” ujar Alya gugup
"Ba-" ujar bara terpotong saat Aira datang
"Kakak" ucap Aira yang baru saja datang
"Maafkan kakak saya ya kakak, ayo kak kita pergi" kata Aira hendak menarik tangan Alya pergi namun Alya menghempaskan tangan nya sehingga pegangan Aira ikut terpas
"Tidak mau Ra, kakak mau cubit pipi pria ini dulu" ujar Alya sembari menunjuk ke arah Gara
"Kakak kita cari orang lain saja ok" ucap Aira bernegosiasi tapi Alya menolak nya mentah mentah "Enggak mau Ira" ujar Alya ia mendekati Gara dan berkata "Boleh kan?" tanya nya dengan ekspresi yang sangat tidak bisa di tolak oleh Gara
Gara mengangguk kan kepala tanda setuju membuat Alya sangat bahagia dan dengan refleks ia memeluk Gara, memandang Gara lekat lekat dan mencubit pipi Gara, mengunyel nguyel nya seperti jeli, Aira melihat itu geleng geleng kepala dan memijat pangkal hidung nya
Bersambung~
Bagaimana chapter kali ini???
Sampai jumpa di chapter selanjutnya yaa
Jangan lupa like dan komen nya yaa😉💜
See u
kata ada bodyguard bayang
tapi tolong tulis San yg byk typo secara sadar dan tdk di bagusin, apalagi yg salah tulisan tolong byk cari recommend buku2 utk nambah Ilham.....mu GKI. sekedar hiburan tp jgn bikin salah penulisan nya... Villa bukan Fila, itu sangat berbeda..dll lahh..ttp smgt utk berkarya 👍🏻💪🏻💪🏻💪🏻🌹🌹🌹