NovelToon NovelToon
Sang Penjinak Semut: Evolusi Raja Naga Merah

Sang Penjinak Semut: Evolusi Raja Naga Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Action / Fantasi Timur
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

​Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: RAHASIA DI BALIK BATU PENGUJI

​Pria berbaju putih itu, sang penegak hukum, masih berdiri mematung dengan senyum miringnya. Namun, sebelum ia sempat mengayunkan niat membunuhnya, Lu Chen melakukan sesuatu yang tak terduga. Ia menghentakkan kaki, menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan lumpur ke udara, lalu menggunakan momentum itu untuk melesat mundur ke arah hutan bambu yang gelap bersama Yue Bing.

​Mereka tidak lari karena takut, tapi karena Lu Chen merasakan getaran aneh dari Ignis. Naga kecil itu terus-menerus mendesis ke arah sebuah monolit kecil yang berdiri di tengah desa, sebuah Batu Penguji Bakat usang yang disediakan untuk penduduk desa.

​"Ignis, ada apa?" Lu Chen berbisik setelah mereka berhasil menciptakan jarak yang cukup di bawah rimbunnya bambu yang basah.

​Ignis tidak menjawab dengan suara, melainkan melalui resonansi mental yang langsung menghujam saraf Lu Chen. Penglihatan Lu Chen mendadak berubah. Dunia yang tadinya berwarna hijau dan cokelat, kini berubah menjadi aliran energi spiritual yang kompleks.

​“Tuan... lihatlah jantung batu itu,” suara Ignis bergema di benaknya, kali ini terdengar lebih dalam dan penuh kemarahan yang tertahan.

​Lu Chen menatap Batu Penguji di kejauhan melalui mata batinnya. Apa yang ia lihat membuatnya mual. Batu itu bukan sekadar benda mati untuk mengukur kekuatan. Di dalamnya terdapat ribuan benang merah tipis yang menjulur ke bawah tanah, seperti akar parasit yang haus darah. Setiap kali seorang anak desa meletakkan tangan di sana, batu itu tidak hanya mengukur potensi, tetapi secara halus menghisap "Intisari Asal" percikan kehidupan yang paling murni.

​"Yue Bing, lihat ini," Lu Chen menarik tangan Yue Bing, membagikan penglihatan sistemnya melalui sentuhan kulit.

​Yue Bing terkesiap, tangannya menutupi mulut. "Itu... itu bukan pengujian. Itu pemanenan."

​"Tepat," suara Ignis kembali terdengar, kini ia muncul di bahu Lu Chen, matanya yang emas berkilat tajam. "Di memoriku yang mulai bangkit, batu-batu ini disebut 'Pengisap Langit'. Para Tetua Agung di Benua Tengah tidak menjadi kuat hanya karena meditasi. Mereka menjadi kuat karena mencuri masa depan dari jutaan orang seperti kau, Tuan."

​Lu Chen mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya memutih. Dia teringat saat dia berdiri di Aula Langit Biru, saat dia dicap sebagai sampah F-Rank. Saat itu, dia mengira dia tidak berbakat. Tapi sekarang dia sadar; batu itu tidak menunjukkan nol, tapi batu itu menghisap segalanya darinya. Hanya saja, sistem SSS+ miliknya terlalu besar untuk ditelan, sehingga batu itu tampak diam karena kewalahan.

​"Jadi, selama ini kita semua hanya ternak?" suara Lu Chen rendah, bergetar karena kemarahan yang mendidih. "Lin Feng... dia bukan satu-satunya yang dicuri. Seluruh benua ini adalah ladang, dan para pemimpin sekte itu adalah petaninya."

​Suasana di hutan bambu itu mendadak mendingin. Batang-batang bambu mulai berderit, retak karena tekanan aura Lu Chen yang tidak stabil. Perasaan dikhianati oleh tatanan dunia ini terasa lebih menyakitkan daripada luka fisik mana pun.

​"Dunia ini harus dihancurkan, Yue Bing," Lu Chen menoleh ke arah gadis itu. Tatapannya tidak lagi hanya tentang bertahan hidup, tapi tentang revolusi. "Bukan hanya sekte-sektenya, tapi fondasi tempat mereka berpijak."

​Yue Bing menatap Lu Chen dengan ngeri sekaligus takjub. Dia melihat perubahan di mata pria itu; ada kegelapan yang matang, sebuah kesadaran artistik tentang kehancuran yang perlu dilakukan. "Apa yang akan kita lakukan, Tuan?"

​"Kita tidak akan lari dari penegak hukum itu," Lu Chen berbalik, menatap ke arah pintu keluar hutan di mana pria berbaju putih itu mulai melangkah masuk. "Kita akan menghancurkan batu penguji desa ini terlebih dahulu. Aku ingin melihat bagaimana reaksi mereka saat suplai 'makanan' mereka diputus."

​Lu Chen melangkah keluar dari bayang-bayang. Tangannya kini diselimuti api biru yang berbeda—lebih pekat, lebih liar.

​Si Penegak Hukum yang melihat Lu Chen kembali justru tertawa. "Sudah bosan hidup? Bagus. Menyerahlah, dan mungkin aku akan membiarkan gadis itu hidup sebagai budak."

​Lu Chen tidak membalas dengan kata-kata. Dia bergerak seperti kilat hitam. Namun, tujuannya bukan si Penegak Hukum, melainkan Batu Penguji di tengah desa. Dengan satu pukulan bertenaga penuh yang membawa seluruh kemarahan masa lalunya, Lu Chen menghantam batu itu.

​KRAAAKK!

​Batu hitam itu pecah berkeping-keping. Dan saat batu itu hancur, sebuah jeritan melengking yang tidak manusiawi keluar dari dalam retakannya. Benang-benang merah yang terhubung ke bawah tanah meledak, melepaskan energi spiritual yang terperangkap selama bertahun-tahun kembali ke udara.

​Si Penegak Hukum pucat pasi. "Kau... kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?! Kau telah memicu alarm di pusat Benua!"

​"Bagus," Lu Chen berdiri di atas puing-puing batu yang hancur, napasnya mulai tenang namun matanya membara. "Biarkan mereka datang. Biarkan mereka melihat bahwa semut yang mereka injak sudah tahu cara membakar sarangnya."

​Tanah mulai berguncang hebat. Dari kejauhan, di puncak-puncak gunung sekte besar, lonceng peringatan mulai berdentang tanpa henti. Rahasia terbesar Benua Tengah telah retak, dan pria berbaju putih itu kini sadar, dia tidak sedang berhadapan dengan buronan biasa. Dia sedang berhadapan dengan awal dari kiamat bagi kaumnya.

​Lu Chen melirik Ignis yang terbang tinggi, api birunya kini menyatu dengan energi merah yang dilepaskan dari batu. "Habisi dia, Ignis. Jangan sisakan jejak untuk mereka lacak."

​Ignis meraung, sebuah suara yang menggetarkan jiwa setiap penduduk desa yang kini mulai keluar dari rumah mereka dengan wajah bingung. Di bawah langit yang mendung, pertempuran yang akan menentukan nasib ribuan 'sampah' di Benua Tengah baru saja meletus.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
berharap Lu Chen yang menangkan pertaruhan dengan Han Xiao
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Lu Chen kau pasti bisa mengalahkan tetua Bai ini ayo musnahkan sekte pedang suci
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
sekte pedang suci siap siap aja kalian musnah dari muka bumi benua tengah
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Lu Chen pasti bisa mengalahkan Tetua Bai dari sekte Pedang suci itu
REY ASMODEUS
woooy mana kalian semua... ini seru loh ceritanya
Kaka's: 🤭🤭💪💪💪💪💪
total 1 replies
REY ASMODEUS
kok aku sedih dengan pengorbanan you bin
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
untung ada Yue Bing yang nekat memeluk Lu Chen kalo tidak bisa bisa hancur sendiri Lu Chen ini gara gara rasa kasian terhadap pengkhianat yang sudah dia bunuh
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
entah mau komen apa lagi ga fokus 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ternyata Ah San anteknya sekte Pedang suci tetap semangat Lu Chen kau pasti bisa menghempaskan mereka semuanya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
akhirnya Lu Chen berhasil yesss dan Ignis juga mulai ada rasa hormat lagi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Lu Chen kau harus tetap hati hati dan kuat kau pasti bisa melewati semuanya biarpun Ignis sudah tak seperti dulu kau tetap inang dia😒💪🏻
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ihhh Ignis jadi aneh sombong arogan malah menghina Lu Chen inangnya gak suka sama Ignis lagi gw😒😒
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
labirin memori tadinya kukira masuk ke dalam kabut ilusi 🤭🤔 untungnya Lu Chen cepat terbebas dari labirin memori masa lalunya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
untungnya Yue Bing bisa meredam kegalauan hati Lu Chen yang menyamakan dirinya dengan tetua Kuang padahal beda lah kau lebih baik dan manusiawi 🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Lu Chen akhirnya memberikan setetes darahnya yang mengandung sistem SSS pada penjaga Gurun dan menerima topeng Kedua
Kaka's
makasih kakak atas kritikannya.. 👍.. di bab 6 selesai secara naratif misi pun selesai kakak.. Lu Chen berkarakter manipulatif yang tidak ingin brgantung pada sistem jadi tidak ada Ding sistem tpi kalau perlu di tambahkan akan sy tambahkan kakak.. karena investigasi dari Lin Xin tdk terbukti di Bab 6 di anggap misi selesai. 🤭🤭
Raja Semut
kocak dah lu ngasih misi terus penyelesaian misi nya ngak ada di bab selanjutnya. terlalu mengabaikan hal hal yang kecil itu bisa jadi bumerang buat lu
Zahry Aditia Rangkuti
Ada sebuah dunia yang terdiri dari 7 Lapisan Dimensi, yang di sebut 7 Alas Dimensi. dimana disetiap dimensi terdapat ratusan Dimensi dengan Kehidupan, Mahluk, Budaya, Geografis, dan Misteri Yeng berbeda-beda.

aku mau mengajak kalian untuk berpetualang ke dunia yang baru aja aku buat. di tunggu kedatangannya ya.

terkhusus untuk Autor. semangat ya.💪
ヾ⁠(⁠˙⁠❥⁠˙C)aca²(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧
😍😍
𝐙⃝🦜𝐂umi 𒈒⃟LBC
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!