Mei Lian putri dari kerjaan Cheng yang menikah dengan Kaisar perang dari kerjaan Yan , karena perjodohan .
Mei Lian sangatlah bahagia dengan pernikahan nya itu , karena memang sudah lama ia mengagumi sosok Kaisar perang yang sangat hebat dari kerjaan Yan , tapi tak disangka ternyata Kaisar dari kerjaan Yan tidak lah menyukai Mei Lian , Kaisar yang terkenal dengan kehebatannya di dunia perang itu seketika berubah menjadi kejam dan sering menyiksa Mei Lian di dalam istananya .
apa yang membuat Kaisar tidak menyukai Mei Lian. ?
dan apa kah Mei Lian sanggup bertahan dengan perlakuan kasar suaminya , atau justru ia menyerah dan memberikan raganya kepada seseorang yang menginginkan kehidupan kedua . ?
seperti apa kisah nya 😅🤭 yang penasaran mampir ya guysss hehehee .... 🥰🥰🤗 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Putri Xi Shi
.
.
" penyakit .... ? penyakit apa. ? " tanya Mei Lian
" saya juga kurang tau Miss ... yang saya tau jika pangeran pertama sakit sudah bertahun-tahun lama nya , dan hingga sekarang penyakit nya itu semakin parah " jelas Jia Li sesuai apa yang ia ketahui
Mei Lian diam mendengar penjelasan dari pelayan nya itu dan tak lama terlihat banyak sekali Prajurit keluar dari aula istana dan setelah nya nya pangeran Liu Yuning terlihat di letakkan di atas tanduk dengan mulutnya yang di penuhi dengan darah .
" apa separah itu. " gumam Mei Lian ia hanya melihat dari jarak yang cukup jauh tapi terlihat sangat jelas
Mei Lian melangkah kearah dimana pangeran Liu Yuning akan dibawa dan tentu saja Jia Li mengikuti nyonya itu " Miss ingin kemana . .. ? bukan kah punggung anda sakit dan butuh istirahat " ucap Jia Li
" aku ingin melihat keadaan pangeran Liu Yuning .... " jawab Mei Lian mempercepat langkah nya
Sedangkan Putri Xi Shi yang saat ini sudah berada di kamarnya , wanita itu kembali melempar semua barang yang ada di kamarnya itu hingga hancur.
prak
Prak
" AAAARRRGGGHHHH ..... Tidak ... Tidak aku tidak akan membiarkan Mei Lian seperti itu .... Aku akan pastikan dia akan di hukum mati oleh Kaisar Liu Che " ucap Putri Xi Shi mengepalkan kedua tangannya terlihat lengan wanita itu masih memerah dan lengan yang satu nya masih terpasang perban karena luka yang sengaja ia buat sendiri belum sembuh .
Bai Lu datang dengan napas yang tergesa-gesa ia membawa sebuah obat yang ia ambil dari tabib istana untuk lengan nyonya nya yang memerah .
" duduk lah nyonya ... Saya akan mengobati lengan anda " ucap Bai Lu
Xi Shi menurut ia duduk di kursi meja riasnya dengan tatapan nya yang terlihat masih sangat kesal " dimana Kaisar Liu Che Bai Lu " tanya Xi Shi
" seperti nya sedang berada di istana Pangeran nyonya ... Karena pangeran Liu Yuning kembali muntah darah " jelas Bai Lu
" aku akan segera menemui nya setelah dia selesai mengurus saudaranya itu ... Akan ku pastikan Mei Lian di hukum mati " ucap Xi Shi dengan tatapan nya yang penuh dendam
" saya akan membantu nyonya .... karena saya melihat Putri Mei Lian dia sudah sangat berani melawan anda " ucap Bai Lu
.
.
.
Suasana di kamar Liu Yuning sangat lah ramai , Yang Zi wanita itu menangis melihat keadaan suami nya yang kembali drop seperti sekarang ini .
pangeran Liu Yuning yang dua bulan lagi akan mendapatkan gelar putra mahkota dan akan menggantikan sosok ayah nya itu , justru keadaan nya semakin parah .
tabib terlihat sangat sibuk untuk mengobati pangeran Liu Yuning yang tubuh nya terasa sangat dingin itu .
Liu Che bersama dengan Raja Yan berdiri di sisi ranjang menatap penuh iba Pangeran Liu Yuning yang semakin hari semakin parah .
Mei Lian melangkah ingin masuk kedalam kamar pangeran Liu Yuning tapi langkahnya itu di tahan oleh prajurit yang saat ini sedang berjaga .
" maaf putri di dalam tabib sedang mengobati pangeran Liu Yuning dan Raja tidak mengizinkan orang lain untuk masuk " ucap prajurit itu dengan sopan nya tapi terdengar tegas
" aku hanya ingin melihat keadaan nya ... dan aku tidak akan menganggu pekerjaan tabib itu " ucap Mei Lian entah apa yang membuat Mei Lian ingin sekali melihat keadaan Pangeran Liu Yuning saat ini .
" tetap tidak bisa putri ... " ucap Prajurit itu
Mei Lian ia menghela napasnya dengan kasar " ayolah izinkan aku masuk .... aku hanya ingin melihat nya saja ... " Mei Lian memohon seperti layaknya anak kecil yang meminta mainan kepada ibunya
kedua prajurit yang berjaga di depan pintu kamar itu saling melirik satu sama lain melihat ekspresi Putri Mei Lian yang seperti itu .
" izinkan lah Miss saya untuk masuk ... Dia tidak akan menganggu ... pangeran Liu Yuning itu kan kakak iparnya jadi wajar jika Miss Mei Lian ingin melihat keadaan nya " ucap Jia Li kepada kedua Prajurit itu
kedua prajurit itu semakin menatap bingung Jia Li yang menyebut awal nama Mei Lian dengan bahasa aneh .
tapi tiba-tiba Raja Yan keluar bersama dengan prajurit setianya terlihat dari mata pria paruh baya itu memerah seperti orang yang baru saja menangis .
Raja Yan menghentikan langkahnya saat melihat keberadaan Putri Mei Lian bersama dengan pelayan nya di depan kamar Pangeran Liu Yuning .
Mei Lian yang melihat Raja Yan yang keluar itu segera menghampiri nya dengan senyuman terbaiknya .
" Raja ... Mereka menghalangi jalanku untuk masuk .... Aku hanya ingin melihat keadaan pangeran Liu Yuning .... Aku sangat khawatir kepadanya " Mei Lian mengubah ekspresi wajahnya menjadi sangat menggemaskan , ia sengaja memasang wajah semenggemaskan itu supaya Raja Yan luluh dan mengizinkan nya untuk masuk
Raja Yan tersenyum melihat Putri Mei Lian yang seperti anak kecil yang memohon kepadanya " masuk lah ... Pangeran Liu Yuning adalah kakak iparmu ... tapi jangan menganggu pekerjaan tabib " ucap Raja Yan
Mei Lian yang mendengar itu meloncat-loncat langka nya seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru dari ibunya .
" terimakasih Raja .... Anda memang sangat baik " ucap Mei Lian
Raja Yan menganggukkan kepalanya setelah nya ia melangkah pergi , " Ayo Jia Li kita masuk ... " ucap Mei Lian
tapi Jia Li wanita pelayan itu tidak bergerak sedikitpun ia hanya menunduk saja " Jia Li kenapa kau berdiri diam di sana ayo kita masuk .... Mereka berdua tidak akan menghalangi kita lagi " ucap Mei Lian menoleh kearah pelayan setianya itu
" maaf Miss ... Pelayan wanita tidak lah di izinkan untuk masuk kedalam kamar sang pangeran " jelas Jia Li
" memang nya harus seperti itu .... kehidupan kuno ini sangat aneh banyak larangan nya tapi cara mereka berpikir sangat lah bodoh " gumam Mei Lian
" baik lah ... kau tetap lah disini tunggu aku " ucap Mei Lian
" baik Miss " ucap Jia Li
Setelah nya Mei Lia melangkah masuk kedalam kamar pangeran Liu Yuning , di dalam sana hanya ada tiga orang tabib yang terlihat sibuk merawat pangeran Liu Yuning , dan disisi ranjang ada Kaisar Liu Che berdiri seraya menatap saudara nya itu , sedangkan di sudut ruangan Putri Yang Zi berdiri menangis tidak ada yang memeluk wanita itu , putri Yang Zi seperti seseorang yang memeluk lukanya sendiri .
Mei Lian menatap iba kepada wanita itu , perlahan ia melangkah kearah putri Yang Zi dan menepuk pundak wanita itu dengan pelan .
putri Yang Zi yang menunduk dengan menangis itu mengangkat wajahnya dan melihat Mei Lian yang berdiri di hadapannya seraya tersenyum lembut.
" Putri Mei Lian " ucap Putri Yang Zi dengan suara pelan nya
Mei Lian ia menganggukkan kepalanya dan setelah nya ia merentangkan kedua tangannya kearah Putri Yang Zi " kemari lah seperti nya kau butuh pelukan ketenangan " ucap Mei Lian dengan suara lembutnya
Putri Yang Zi tanpa berkata apapun ia langsung ambruk kedalam pelukan putri Mei Lian dengan menangis .
Liu Che yang saat ini sedang berdiri di sisi ranjang menoleh kearah mereka berdua , seketika kedua tangan Liu Che terkepal kuat saat melihat keberadaan Mei Lian di kamar Kakak nya .
.
.
.
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪