NovelToon NovelToon
Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:21.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

AREA DEWASA!!


Empat tahun menduda pada akhirnya Wira menikah juga dengan seorang gadis yang bernama Mawar. Gadis yang tidak sengaja Wira tabrak beberapa waktu yang lalu.

Namun, di balik pernikahan Wira dan Mawar ada seorang perempuan yang tidak terima atas pernikahan mereka. Namanya Farah, mantan karyawan dan juga teman dari almarhum istri Wira yang bernama Dania. Empat tahun menunggu Wira pada akhirnya Farah lelah lalu menyerah.

Tidak berhenti sampai di sini, kehidupan masa lalu Wira kembali terusik dengan kehadiran iparnya yang bernama Widya, adik dari almarhum Dania. Masalah yang sudah terkubur lama namun nyatanya kembali terbuka semua kebenarannya setelah kehadiran Widya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 01

"Sampai kapan kau menyendiri seperti ini, Wira?" Asti bertanya untuk kesekian kalinya pada Wira.

"Apa mamah tidak bosan bertanya seperti itu?" Wira menatap mata dengan kerutan di sekelilingnya.

"Kau sudah lama menduda Wira, apa lagi yang kau tunggu sekarang? apa perlu mamah mencarikan mu calon istri?"

"Mah, Wira mohon...!" mata elang itu lekat menatap mata penuh harap di hadapannya.

"Dania sudah meninggal sejak empat tahun yang lalu, semua ini bukan kehendak mu Wira. Ini semua takdir!"

"Mah, Wira tidak bisa melupakan Dania. Sudahlah mah, Wira masih nyaman dengan kesendirian ini,"

Asti menghela nafas pasrah, rasanya sudah bosan berbicara hal seperti ini pada Wira.

"Mamah istirahat saja, Wira mau pergi," ucap pria itu sambil berlalu pergi.

"Mau kemana Wira?" tanya Asti.

"Kemana aja mah, Wira bosan di rumah!" jawab pria itu setengah berteriak.

Wira melajukan mobilnya tanpa arah, akhir pekan yang seharusnya di nikmati Wira dengan beristirahat di rumah namun nyatanya membuat Wira merasa jenuh. Pertanyaan demi pertanyaan yang acap kali di lontaran sang mamah lah yang membuat Wira merasa bosan.

Karena melamun sambil mengemudi, tanpa sengaja mobil Wira menabrak seorang yang sedang mengendarai sepeda motor. Wira yang terkejut langsung keluar dari mobilnya dan menolong seorang perempuan muda yang sedang merintih kesakitan.

"Bagaimana ini mas, tanggungjawab dong. Bawa ke rumah sakit sana!" ucap salah seorang pejalan kaki.

"B-baik mas, bantu saya membawanya ke mobil!" ujar Wira.

"Motor ku,....!" perempuan itu masih memikirkan nasib motornya.

"Aku akan menggantinya nanti," kata Wira.

Di dalam mobil, perempuan itu terus merintih kesakitan. Tangan dan kakinya mengalami luka yang cukup lebar. Hanya merintih, perempuan ini tidak menyumpahi Wira yang sudah bersalah menabraknya tadi.

Setibanya di rumah sakit, perempuan tersebut langsung mendapatkan penanganan dari Dokter. Semua luka-lukanya sudah di obati, pemeriksaan anggota tubuh bagian dalam juga sudah di lakukan dan hasilnya perempuan tersebut hanya mengalami luka luar saja.

"Makanya mas, lain kali hati-hati bawa mobilnya!" ucap perempuan itu.

"Aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja," Wira merasa bersalah.

"Kalau begini jadinya, aku gak bisa kerja. Mau makan apa adik ku di rumah?" keluh perempuan tersebut yang tiba-tiba merasa bersedih.

"Aku akan tanggung jawab. Masalah motor mu juga aku akan tanggung jawab!"

"Bukan masalah motor mas, aku memiliki seorang adik yang harus aku beri makan dan obat setiap hari. Kalau seperti ini kan, aku gak bisa kerja!" celoteh perempuan yang terlihat lebih mudah tujuh tahun dari Wira.

"Siapa nama mu?" tanya Wira.

"Mawar mas!" jawab singkat Mawar.

"Oh, nama ku Wira. Sekali lagi aku minta maaf, aku akan bertanggung jawab hingga kau sembuh!"

"Kalau mau tanggung jawab, tanggung juga makan dan biaya obat adik ku. Gara-gara ulah mas, aku bakal gak bisa kerja lama. Mau mengharapkan siapa? orangtua aja gak punya!" Mawar terus menggerutu, bukan memikirkan nasib dirinya, Mawar hanya memikirkan nasib adiknya yang sedang sakit di kontrakan.

Sejenak Wira tertegun, setengah tidak percaya dengan ucapan yang baru saja di sampaikan Mawar.

"Kalau begitu, mari ku antar pulang!" ujar Wira yang tiba-tiba penasaran dengan ucapan Mawar.

Mawar berjalan tertatih, wanita muda ini nampak kuat dengan fisiknya. Merasa tidak tega, Wira langsung Menggendong Mawar menuju mobilnya.

"Duh mas, lain kali kalau mau gendong ya izin dulu!" tegur Mawar merasa tidak enak hati.

"Eh iya. Maaf ya...!" ucap Wira menjadi salah tingkah.

Mawar memberitahu alamat tempat tinggalnya, Wira langsung menggas mobilnya mengikuti petunjuk dari Mawar.

"Mas berhenti di warteg depan ya...!" pinta Mawar membuat kening Wira berkerut.

"Mau ngapain?" tanya pria ini dengan bodohnya.

"Mau konser mas...ya mau beli makananlah!" ketus Mawar yang kesal.

Wira bergeleng kelapa, pria ini langsung memarkir mobilnya di depan warteg.

"Biar aku saja!" ujar Wira menahan Mawar agar tidak turun dari mobil.

"Bayarin ya mas!" seru Mawar tanpa malunya.

Wira hanya mengangguk, pria tersebut keluar untuk membeli makanan dan tak berapa lama kembali ke mobil.

"Ini makanannya!" kata Wira sambil menyerahkan bungkusan plastik.

"Ini gratis kan mas? termasuk tanggung jawabkan mas?" tanya Mawar lagi.

"Iya, makanan ini gratis!" jawab Wira.

"Terimakasih mas!" ucap Mawar.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan, selang beberapa menit mobil Wira berhenti di kawasan gang sempit.

"Udah mas, sampai sini aja. Kontrakan ku ada di dalam, masih harus jalan kaki lagi," ujar Mawar.

"Berapa jauh?" tanya Wira.

"Sekitar lima puluh meter," jawab Mawar.

"Ya udah, ayo aku tuntun!"

Mawar berusaha menolak, namun Wira terus memaksa. Pada akhirnya Mawar mengalah juga. Sebenarnya, Wira hanya ingin membuktikan ucapan Mawar ketika di rumah sakit tadi. Bukannya apa, terkadang di saat keadaan seperti ini ada saja oknum yang ingin memanfaatkan keadaan.

"Yang kontrakan mu?" tanya Wira lagi.

"Yang ini mas,...!" jawab Mawar lalu membuka pintu kontrakannya.

Mata Wira langsung menyipit, tidak percaya jika perempuan muda seperti Mawar hidup di kontrakan yang kumuh dan sempit seperti ini. Sesekali Wira dapat mencium bau obat yang sedikit menyengat.

"Kakak,....!" lirih seorang gadis berusia delapan belasan tahun yang hanya bisa terbaring di atas kasur lantai.

"An, ini kakak bawakan makanan!" ujar Mawar lalu dengan langkah tertatih Mawar menyiapkan makanan yang di beli Wira tadi untuk adiknya.

"Kakak kenapa luka-luka seperti ini? apa yang sudah terjadi?" tanya Andini terkejut melihat keadaan kakaknya.

Mawar memaksakan senyumnya, meski rasa nyeri sangat menggerayangi tubuhnya sekarang.

"Kakak baik-baik saja. Ayo cepat makan, jangan pedulikan kakak!" ucap Mawar sambil menyuapi adiknya makan.

Mawar melupakan Wira yang sejak tadi hanya berdiri di depan pintu. Wira dapat melihat dengan jelas keadaan kakak beradik yang sangat memprihatinkan ini karena kontrakan mereka tidak memiliki kamar.

"Siapa orang itu kak?" tanya Andini menunjuk arah pintu.

"Hah, astaga. Maaf mas Wira, aku melupakan mu. Mas boleh balik kok, terimakasih sudah mengantar ku ke rumah sakit dan pulang."

Wira hanya mengangguk, lelaki ini bingung sendiri ingin berbuat apa. Melihat perempuan yang baru saja di tabrakannya tadi Wira merasa ada yang aneh dalam dirinya.

"Aku ini bagaimana? kenapa aku meninggalkan dia tadi? dan adiknya, sakit apa adiknya itu?"

Di otak Wira sekarang hanya di penuhi dengan berbagai pertanyaan tentang Mawar dan adiknya.

"Ah, sial!" umpat Wira, "benar-benar sial aku hari ini. Jika mamah tahu, matilah aku!"

Di rumah, Wira merahasiakan kejadian hari ini yang sudah di alaminya tadi. Selesai makan malam, pria ini nampak gelisah, tiba-tiba saja Wira teringat akan Mawar.

"Apa dia sudah makan? ah, pasti belum. Kaki tangannya terluka pasti saja dia tidak bisa berjalan jauh!"

Bergegas Wira mengambil jaket dan kunci mobilnya kemudian pergi ke kontrakan Mawar. Tidak lupa Wira membeli makanan dan beberapa camilan untuk Mawar.

1
Jamayah Tambi
Rasanya Wira ni memang tak waras.Ada sehenis penyakit jiwa tp bukan gila
Jamayah Tambi
Wira ni ada salah makan kalu.Kok nafsunya tak boleh kontrol klu sama Mawar
Jamayah Tambi
00 memang keturunan Silla dan Valdi suka pada hak orang.
Jamayah Tambi
Wira inibl kok bini hamir tak suka.Hanya pentingkan senjata tumpulnya saja.
Jamayah Tambi
Lucah.Jerja mencarut je
Jamayah Tambi
Ada ie lelaki dlm dunia ni mcm Jones./Grin//Facepalm//Tongue//Tongue//Tongue/
Jamayah Tambi
Kata sayang bini tp bila dah enjut2 semut tak tau diri.Mkn ubat kuatvlagi Dasar lelaki egois.Tau nak sedap sendiri.Tenaga bini tak di pikir
Jamayah Tambi
Pak Hantonto mungkin juga tidak menyokong Widya kerana bukan anak kandungnya
Jamayah Tambi
Wira ni tak habis2 lucah mencarut
Jamayah Tambi
Gila.Betul la tu Ipar Adalah Maut
Jamayah Tambi
Kak dah kata
Jamayah Tambi
Silla dan Farah ni memalukan kaum perempuan
Jamayah Tambi
Geli juga punya siami mulut koror.Nasib baik,penuh cinta dan tanggungjawab
Jamayah Tambi
Jodoh mu sumpahan dari Pak Agus.Dia menyumpahmu jumpa jodoh dida/Grin//Grin//Grin/
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Jamayah Tambi
Nafsu kuda punya Wira
Jamayah Tambi
Natuzen dah nampak apa yg kau buat
Jamayah Tambi
Kan buang masa selama 4 tahun Wira.
Jamayah Tambi
Suami yg agak gila2
Jamayah Tambi
Kesian Mawar di goda ke3 sahabat tu
Jamayah Tambi
Ah jatuh cinta kal ke2,rasanya mcm anak remaja lagi ya Wira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!