Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saudara Seiman
Aluza menghela napas panjang, merasa kelelahan dan stres. Dia sudah tidak tidur semalaman, dan sekarang harus bekerja di bawah pengawasan Bara yang terkenal keras. "Aduh, kenapa harus hari ini..." dia berbisik pada dirinya sendiri, mencoba untuk tidak terlalu stres.
Secangkir teh hangat yang di pesan Aluza di kantin telah berpindah tangan di genggaman tangan nya yang terasa dingin. Ia meniup pelan teh itu dan menghirup aroma hangatnya, Aluza merasa sedikit lebih baik. Dia menutup mata sejenak, membiarkan kehangatan teh itu menyebar ke tubuhnya yang dingin.
“Hey Aluza, hey...”seketika Aluza terbangun ketika tangan dingin seseorang menepuk pelan wajahnya.
“Diana..”Lirihnya menatap Diana yang telah duduk di samping nya.
“Kamu sejak kapan berada di kantin?”tanya Aluza.
“Ha, apa, kantin..?”Aluza sedikit keheranan.
kemudian seorang pelayan kantin datang dengan membawakan 2 mangkok mie kuah di atas meja yang di tempati Aluza dan Diana.
“Sebenarnya dari jam 6 pagi tadi mbak ini ketiduran di sini, cuma saya gak mau bangunin takut ganggu mbak nya yang sepertinya kelelahan..”Kata pelayan itu lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
“Kamu adà shift pagi?”Tanya Diana.
“Ia, ada jam 4 subuh”
“Jam 4 subuh! pagi sekali!”
“Entahlah tiba-tiba saja Bu Sinta meminta ku untuk datang jam segitu"
“Ya sudahlah tidak perlu di pikirkan lagi, ini kamu makan mie dulu sarapan,”
“Makasi ya Di?”
“Oh iya Za, kamu suka KPop gak sih, boyband..”Jelas Diana.
“Sukaa...!”Seruh Aluza dengan mata berbinar.
“Siapa yang kamu suka?”
Aluza tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya, "Aku suka Exo" Aluza menjawab dengan mata yang berbinar, dan suaranya yang sedikit lebih keras dari biasanya.
Diana tersenyum, "Wah, aku juga suka Exo! Aku paling suka D.o, kamu?"
Aluza masih tersenyum, "Aku Sehun tapi itu dulu sekarang suka Chanyeol dia multitalenta aku sangat menyukai, andai saja mereka konser di sini mungkin akulah orang pertama yang akan membeli tiketnya”
Diana tertawa, "Haha, aku juga suka Chanyeol! Dia memang keren banget! Aku pasti akan ikut kamu beli tiket kalau mereka konser di sini!"
“Akhirnya aku mendapatkan seorang teman yang sama-sama suka sama boyband favorit..”
Diana tersenyum lebar, "Aku juga! Aku merasa seperti menemukan saudara se-iman!"
Aluza juga tertawa, "Haha, sama! Aku gak perlu menjelaskan lagi apa-apa tentang KPop di depan kamu!" Mereka berdua tertawa bersama, merasa sangat nyaman.
...****************...
“Bara Tunggu.."Seorang wanita cantik bertubuh tinggi yang tinggi nya hampir menyamai Bara memanggil Bara ketika pria itu hendak masuk ke dalam mobilnya.
Bara berhenti dan menoleh.“Ada apa?”
“Apa kamu lupa kalau malam ini kita akan membahas tentang pertunangan kita di rumah mu?”Tanya Diva seorang pramugari cantik.
Aluza dan Diana yang berdiri tidak jauh dari sana, tidak bisa tidak terkejut. "Pertunangan?" Mereka berdua bertukar pandang, tidak percaya apa yang baru saja mereka dengar. Bara terlihat sedikit terganggu, "Aku lupa, Diva. Aku akan segera kembali ke rumah nanti malam”Balas Bara.
Diva tersenyum, "Aku tunggu yah." Dia berkata dengan nada yang manis, lalu pergi meninggalkan Bara yang terlihat sedikit tergugah. Aluza dan Diana masih berdiri di tempat, mencoba memproses informasi yang baru saja mereka dapatkan. "Bara punya tunangan?" Mereka berdua bertanya-tanya.
namun Aluza tak perduli akan hal itu ia hanya meminta Diana untuk lekas pergi dari tempat ini sebab baginya menguping itu tidak bagus.