Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembalikan Saja Mas Kawin Putriku
Ia membenci status ini, ia membenci kenyataan bahwa dirinya lahir sebagai seorang budak, yang hina dan tak berkemampuan
Mengapa?, mengapa ia terlahir dengan kehidupan begitu buruk, ia cantik, cerdas dan pandai menyenangkan hati orang, tapi mengapa setelah selama bertahun tahun mengabdikan hidup pada kediaman Mentri Zhang, dan hingga saat ini pun masih menjadi selir yang mudah di hina, dan semua itu hanya karena statusnya yang hanya seorang pelayan
"Aku tak akan mengatakan apapun lagi, kami akan menunggu maskawin putri ku di istana, jangan sampai ada yang berkurang, jangan bermain trik jika tak ingin seluruh kekaisaran Yuan jika Mentri Zhang sangat menginginkan harta mahar milik istrinya" Putri Agung berdiri dan meninggalkan aula, ia melangkah menuju halaman milik cucunya.
"Nenek" Liu Yan berdiri menyapa sang nenek dengan lembut, ia meringis pelan, akan tetapi masih bangkit menyambut kedatangan sang nenek
"Cucuku yang malang, lutut mu masih sakit, duduklah dengan baik, jangan biarkan luka ini mencederai mu" Putri anggung merasa tak nyaman melihat cucunya, ia malu, ia sedih dan marah, mengapa ia tak bersikeras, andai jika saat itu ia bersikeras membawa cucunya ke istana putri anggung maka hari ini tak akan terjadi
Cucunya akan menikmati kehidupan megah, dan mendapat kasih sayang dari semua orang, siapa yang ingin tinggal di kediaman Zhang yang jahat ini
"Terimakasih nenek" Liu Yan tersenyum lembut, mempersilahkan putri agung untuk duduk
"Nenek, mengapa menatap Liu er seperti ini?, apakah ada sesuatu di wajah Liu er?, apakah ada kotoran?" Putri anggung tersenyum sembari menggeleng pelan
Hidup di kediaman perdana Mentri ini, meski satu hari Bai Xioshang merasa tak sudi, meski beda tempat tinggal tentu saja hutang tak akan di anggap lunas, bermain main dengan ayah bajingan ini, ia sangat suka
"Tidak apa apa, sudah lama nenek tak melihat Liu er, ah.. apa yang sedang kau lakukan?"
"Nenek, Liu er sedang menikmati makan siang"
"Makanan ini? Apakah layak di makan?, apakah kediaman perdana Mentri begitu miskin?" Putri Agung tak habis fikir, dengan makanan seperti ini, pantas saja cucunya yang sudah berusia 16 tahun masih terlihat kurus seperti anak kecil
Keluarga Zhang ini benar benar keterlaluan, mutiara di istananya malah di perlakukan dengan tidak hormat seperti ini
"Nenek, apakah nenek tak menyukai roti ini?, sangat enak jika di makan bersama sup hangat ini" Wajah polos Liu Yan membuat hati putri agung terasa teriris
Cucunya hanya di beri makan ini, hanya dua roti tanpa isi dan acar sayur hijau yang hambar, ini bukan rumah ini tempat penyiksaan
"Cucu ku yang malang, kau sudah sangat menderita, bermarga Zhang ini pantas di sebut binatang" Amarah yang sedari tadi sudah membara menjadi semakin besar, Layaknya api yang di siram minyak, putri anggung semakin membulatkan tekat untuk membawa cucunya kembali
"Nenek makanan ini juga makanan, di luar sana ada banyak orang yang tak bisa menikmati makan dengan baik, Liu er sangat menyukainya" Liu Yan begitu patuh dan pengertian, membuat hati putri agung semakin tersayat
Kembali di tatapanya semangkuk acar hambar dan dua roti kukus yang berada di meja, tekstur kasar dan tak layak, Di istananya bahkan pelayan pun tak makan begitu buruk, bagaimana mungkin Mentri Zhang yang terhormat memperlakukan putrinya seperti ini, ini jelas penindasan.
Melihat ekspresi sang nenek Liu Yan cukup puas, wajah tuanya di penuhi keriput, meski demikian kerutan di alis putri agung membuat Liu Yan merasa puas.
Ayah jahat ini selalu membenci pemilik tubuh, lalu coba tebak apa yang akan terjadi jika hal ini di dengar orang luar?
Pemilik tubuh sebelumnya bodoh dan tak tau apa apa, berfikir suatu saat ia akan di lihat oleh ayahnya, sayangnya itu hanya mimpi di siang bolong, sedari muda pemilik tubuh ini sudah menjalani hidup yang sulit, dan pria yang selama 16 tahun ia panggil ayah itu?, menutup matanya
Membiarkan gadis kecil tumbuh dalam penindasan dan di remehkan, mengutuknya iblis, menyebutnya wanita jahat dan putri durhaka, kata kata buruk mana lagi yang belum pernah ia dengar
Pria yang menyandang status sebagai Ayah itu bahkan mengabaikannya, begitu saja
"Yang mulia, tolong berikan keadilan untuk nona kami, selama ini nona telah menjalani hari hari sulit, bekerja keras seperti sapi dan kuda, nona kami seorang putri pelayan bagaimana mungkin pelayan bisa menindasnya begitu saja" Wei Yuan sudah melihat stuasi, bagai menyiram minyak di atas kobaran api, ia berlutut dengan begitu menyedihkan, Liu Yan melihatnya dengan mulut tertutup rapat
Ekspresi yang di tunjukan Wei Yuan benar benar tidak mengecewakan, bahkan pandangan sinis dan kebencian orang telah ia lihat dengan mata tertutup, dengan cepat menyesuaikan diri, dan ucapan yang ia sebut sangat indah di dengar.
Mentri Zhang memperlakukan putrinya dengan tidak adil, memanjakan putri selir dan memaksa putri sah bunuh diri, ia pelayan milik sang nona ia tak akan diam saja saat sang nona di perlakukan dengan buruk
"Wei Yuan tutup mulut mu" Tatapan itu seolah olah sebuah peringatan, namun diam diam Liu Yan mengangguk puas,
Wei Yuan memahami stuasi dengan cepat, mengadukan perbuatan Mentri Zhang akan membuat putri agung semakin tak puas, dan berapa banyak kerugian yang akan di alami kediaman Zhang setelah mereka tinggal.
"Tapi nona, yang mulia harus tau hal ini, yang mulia harus memberikan keadilan untuk nona" Melihat persetujuan dari sang nona, Wei Yuan langsung berlutut penuh kesedihan, seolah benar benar teraniaya
"Nenek, jangan dengarkan dia, dia hanya suka mengeluh, ayah selalu memperlakukan ku dengan baik"
"Cucuku bernasib malang" mendengar pembelaan cucunya terhadap bermarga Zhang itu, putri anggung menjadi semakin kesal
"Nenek, ayah dan semua orang di kediaman ini sangat memanjakan ku, akhir akhir ini tubuh ku sudah mulai gemuk, sudah waktunya menahan selera makan, roti kukus ini pun makanan yang enak dan aku memang harus sedikit bergerak agar sehat" Liu Yan menunjukan senyum paksa hal ini jelas tak luput dari perhatian sang nenek
Ia sudah menunjukan pertunjukan besar dan semenyedihkan ini, ia lihat sang nenek pun sudah mulai tersentuh, hanya perlu menyiram sedikit lebih banyak minyak ke dalam api maka bom semua akan terbakar, sangat menyenangkan.
"Kau adalah nona besar kediaman Zhang ini, kau adalah putri Hua yang terhormat, kau adalah tuannya mengapa kau melakukan pekerjaan seperti pelayan, bagus sekali Zhang Lan, bagus sekali" Putri agung semakin tak puas dengan sikap perdana Mentri Zhang ini, apakah pria Zhang menganggap dirinya sudah mati, begitu berkemampuan menindas cucu perempuannya yang berharga.