NovelToon NovelToon
Rahasia Suamiku.

Rahasia Suamiku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Ani Almira mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Fardan suaminya mengalami kecelakaan tunggal. Namun, ketika kecelakaan itu terjadi Fardan tidak sendirian. Ani terkejut ketika polisi mengatakan penyebab kecelakaan suaminya. Ani tidak menyangka Fardan begitu tega kepadanya.
Ardi Akram seorang perwira menengah di kepolisian. Ia merasa kecewa dengan apa dilakukan oleh Nadira istrinya. Ia mengajak Ani untuk balas dendam atas perbuatan Fardan dan Nadira. Ani menolak untuk melakukan balas dendam. Namun, berkat bantuan Ardi rahasia masa lalu Fardan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengapa Dia Membenciku?

Ani menunggu operasi Fardan sambil membaca Al Qur’an. Ia berharap operasi suaminya berjalan lancar dan suaminya bisa cepat siuman. Akhirnya mata Ani terasa lelah karena sudah berjam-jam ia membaca Al Qur’an. Ani menutup Al Qur’an, pandangannya tertuju ke pintu ruang operasi. Ia berharap ada suster atau dokter keluar dari ruang operasi dan memberikan kabar tentang keadaan Fardan.

      Tiba-tiba Ani melihat Ardi lewat di hadapannya. ‘Ngapain dia di sini?’ Ani memperhatikan ke mana Ardi melangkah. Ardi duduk di kursi yang jaraknya beberapa meter dari Ani. Ia terlihat berbincang dengan wanita dan pria setengah baya yang duduk di sebelahnya.

      Di ruang tunggu kamar operasi bukan cuma ada Ani dan kedua orang tua Fardan. Di sana ada beberapa orang yang menunggu pasien yang sedang dioperasi. Rumah sakit tempat Fardan dirawat memiliki 11 kamar operasi. Sepertinya hari ini banyak pasien yang dioperasi.

      ‘Apa dia juga sedang menunggu keluarganya yang sedang dioperasi?’ tanya Ani di dalam hati.

      Ani mengalihkan pandangannya dari Ardi, ia melirik ke jam tangan yang melingkar di lengan kanan. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 lewat 30 menit. Sudah hampir tujuh jam operasi Fardan berlangsung. Pintu ruang operasi terbuka. Seorang dokter pria memakai pakaian bedah keluar dari ruang operasi. Semua orang yang berada di ruang tunggu menoleh ke arah dokter itu.

      “Keluarga Nadira Naviza.” Dokter itu memanggil keluarga pasien. “Ya.” Ardi bersama pria dan wanita lanjut usia bangun dari tempat duduk lalu menghampri dokter itu. Dokter mengatakan sesuatu kepada mereka. Ardi terlihat serius mendengarkan ucapan dokter itu.

      Ketika Ani sedang memperhatikan Ardi, dokter Dedi keluar dari kamar operasi. “Keluarga Bapak Ahmad Fardan.” Dokter Dedi memanggil Ani. Ani langsung berdiri dan menghampiri dokter Dedi. Kedua orang tua Fardan juga menghampiri dokter Dedi.

      “Operasi Pak Fardan sudah selesai. Pendarahan di otak sudah bisa kami hentikan. Sekarang tinggal pemulihan. Nanti Ibu bisa menemui Pak Fardan kalau Pak Fardan dipindahkan ke ruang pemulihan. Suster akan memberitahu Ibu kalau Pak Fardan sudah dipindahkan ke ruang pemulihan. Itu saja yang mau saya sampaikan.” Dokter Dedi kembali masuk ke ruang operasi. Ani dan kedua orang tua Fardan kembali ke tempat duduk. Mereka menunggu sampai diperbolehkan melihat kondisi Fardan.

      Sepuluh menit kemudian suster keluar dari ruang operasi. “Keluarga Bapak Fardan.” Ani dan kedua orang tua Fardan beranjak dari tempat duduk mereka menghampiri suster.

      “Pak Fardan sudah boleh dilihat. Tapi hanya boleh masuk satu orang saja. Yang lain harus gantian!” ujar suster.

      Nita menoleh ke Ani dan Aldo. “Mama dulu yang masuk,” kata Nita.

      “Ma, Ani dulu yang masuk. Ani kan istri Fardan.” Aldo berusaha mengingatkan Nita. Ia merasa kasihan kepada Ani, Ani pasti ingin segera melihat keadaan Fardan setelah operasi.

      “Mama yang duluan. Mama kan yang melahirkan Fardan,” kata Nita yang tidak mau mengalah.

      “Mama duluan aja. Ani nggak apa-apa belakangan.” Ani terpaksa mengalah pada mertuanya.

      Nita pun mengikuti suster masuk ke ruang pemulihan. Ani dan Aldo kembali ke tempat duduk semula. Sepuluh menit kemudian Nita keluar dari ruang pemulihan. Mata Nita berkaca-kaca setelah melihat keadaan Fardan. Ia duduk di sebelah Aldo sambil menghapus air mata di pipi dengan tisu. Ani memperhatikan Nita yang sedang sedih.

      “Ani.” Aldo memanggil Ani.

      Ani menoleh ke Aldo. “Sekarang giliran kamu masuk ke dalam,” ujar Aldo.

      “Papa?” Wajah Ani terlihat bingung.

      “Papa, nanti saja. Sekarang kamu dulu yang melihat keadaan Fardan,” ujar Aldo.

      Ani mengangguk lalu beranjak dari tempat duduk. Ia berjalan menuju ke ruang pemulihan. Ketika Ani masuk ke ruangan itu, ia bingung harus ke mana? Ia hanya melihat sebuah lorong. Di lorong itu ada beberapa pintu. Seorang suster yang hendak keluar dari ruangan itu melihat Ani yang sedang berdiri di depan pintu.

      “Ibu mau apa?” tanya suster dengan ramah. “Saya mau melihat suami saya ang baru selesai dioperasi. Nama suami saya Ahmad Fardan,” jawab Ani.

      “Ibu lepas alas kaki Ibu taruh di sini.” Suster menunjuk ke rak sepatu yang berada di dekat pintu. “Lalu ibu pakai baju steril yang digantung.” Suster menunjuk ke baju yang menggantung di sebelah rak sepatu.

      “Setelah itu Ibu ke ruang pemulihan pria. Di sana Ibu bisa menemui suami Ibu yang baru selesai dioperasi.” Suster menunjuk ke sebuah pintu yang tidak jauh dari situ.

      “Terima kasih, Suster,” ucap Ani setelah mendengarkan petunjuk dari suster. Suster menjawab dengan mengangguk lalu keluar dari ruangan tersebut.

      Ani cepat-cepat membuka sandal. Ia meletakkan sadal di rak yang sudah di sediakan lalu ia memakai baju steril. Setelah itu ia menuju ke ruang pemulihan pria. Di ruang pemulihan pria ada dua pasien yang terbaring di tempat tidur. Kedua pasien seperti tidak sadarkan diri. Ani mendekati salah satu pasien, ia membaca nama pasien yang tertulis di ujung tempat tidur. Di situ tertulis jelas nama suaminya.

      Ani mendekati suaminya yang terbaring dengan tidak sadarkan diri. Suaminya terlihat tenang seperti tidur nyenyak. Di sebelah kiri Fardan ada monitor yang menampilkan grafik kinerja organ tubuh.  Ani memandangi wajah suaminya yang masih ada lebam dan luka. Tidak ada yang bisa Ani lakukan, ia hanya bisa membacakan doa untuk suaminya.

      Seorang suster masuk ke dalam ruang pemulihan pria. Ia melihat Ani yang sedang berdoa di sebelah tempat tidur Fardan. “Jangan terlalu lama, Bu!” kata suster itu. Ani mendengar perkataan suster lalu ia mengakhiri doanya.

      Ani mengusap tangan suaminya. “Cepat sembuh, Mas. Agar cepat kembali ke rumah.” Ani mengecup kening Fardan lalu ia meninggalkan ruangan itu. Namun, ketika ia hendak keluar dari ruang pemulihan ia bertemu dengan Ardi. Ani terkejut ketika melihat Ardi, Ardi juga terlihat terkejut ketika melihat Ani. Namun, wajah Ardi langsung berubah. Ia menatap Ani dengan tajam seperti biasa. Beruntung Ardi terus melangkah tanpa mengatakan apa-apa.

‘Kenapa, sih, tuh orang? Sepertinya benci sekali kepada Ani,’tanya Ani kepada dirinya sendiri.

1
falea sezi
uda di selingkuh in ampe punya anak masih cinta🤣🤣 cwekk ooonnnnn
sunaryati jarum
Baru mampit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!