NovelToon NovelToon
Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Gawat Jendral, Istri Gendutmu Ternyata Badas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:43.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Pernikahan ini hanya ikatan di atas kertas. Jangan pernah berharap aku akan menyentuhmu, apalagi mencintaimu.”

Duka membeku di hati Arjuna. Sejak kepergian istri tercintanya, jenderal muda yang disegani itu mengubur rapat hatinya untuk siapa pun. Namun, sebuah wasiat terakhir memaksanya menikahi Arunika, perempuan yang sama sekali tak pernah ia bayangkan menjadi pendamping hidupnya.

Di mata Arjuna, Arunika hanyalah wanita bertubuh gemuk, sederhana dan tak pantas berjalan di sisinya. Ia menerima pernikahan itu semata demi menghormati pesan terakhir mendiang istrinya dan memberikan seorang ibu bagi putra kecil mereka.

Saat Arunika perlahan menaklukkan hati putra kecilnya, sang Jenderal pun mulai goyah.

​Bisakah Arjuna mempertahankan dinding esnya ketika wanita yang ia remehkan justru menjadi satu-satunya alasan jantungnya berdetak kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3

Mendengar ucapan mutlak Arjuna, Arunika hanya mengangguk pelan. Tidak ada binar bahagia di matanya, tidak pula senyum malu-malu layaknya pengantin baru.

Baginya, cincin yang Arjuna berikan tadi murni ikatan janji pada mendiang Alana. Tidak lebih.

Ratna dan Wina masih mematung, menatap pemandangan itu dengan kemarahan yang membuncah di dada. Tanpa berniat melirik, Arjuna menyambar koper kecil Arunika dengan satu tangan.

"Ayo kita ke kamar."

Arunika menurut tanpa banyak protes. Ia mengikuti langkah tegap suaminya, melewati Ratna dan Wina begitu saja tanpa melemparkan sepatah kata pun. Sikap dingin Arjuna yang mengabaikan mereka membuat urat leher Ratna menonjol keluar.

"Arjuna!" panggil Ratna.

Langkah pria itu sama sekali tidak melambat hingga pintu kamar utama di lantai dua pun tertutup rapat.

Ratna mengembuskan napas kasar. "Kurang ajar! Sekarang dia bahkan terang-terangan berani mengabaikan ibunya sendiri demi perempuan asing itu!"

Wina mendengus kesal seraya melipat tangan di dada.

"Ma, aku benar-benar nggak habis pikir. Kok bisa Arjuna, jenderal besar yang dipuja-puja, menikahi wanita gendut seperti itu? Mau ditaruh di mana muka keluarga Wiratama di depan para petinggi militer?"

Ratna menyipitkan mata, senyum sinis terukir di bibirnya.

"Entahlah. Mungkin perempuan itu memakai ilmu hitam atau cara licik untuk menjebak anakku."

"Kalau besok istri-istri kolega tahu, kita pasti jadi bahan tertawaan."

"Tenang saja, Wina. Kita buat si gendut itu tidak betah tinggal sedetik pun di rumah ini. Lambat laun, dia sendiri yang akan pergi dengan air mata," bisik Ratna.

*

*

Arjuna meletakkan koper Arunika di dekat lemari. Ruangan itu didominasi warna abu-abu gelap dan hitam, rapi tanpa sentuhan personal.

"Ini kamar kita," ucap Arjuna singkat.

Arunika melangkah masuk, memindai sekeliling dengan decak kagum. "Wah, besar sekali. Lebih luas dari kamar rumah lamaku," gumamnya.

Tatapannya kemudian jatuh pada ranjang king size di tengah ruang. Arunika berdeham canggung. "Apa kita tidur di ranjang yang sama?"

Arjuna menoleh sekilas dengan alis bertaut. "Kenapa? Ada masalah?"

Arunika menggaruk pipinya yang chubby. "Bagaimana kalau ranjangnya ambruk saat saya tiduri?"

"Maksudmu?" tanya Arjuna mengerutkan kening, tidak paham

"Anda tahu sendiri bentuk tubuh saya. Lebih baik saya tidur di sofa atau pindah kamar lain," jawab Arunika tanpa ragu, suaranya tenang tanpa sedikit pun rasa minder

"Tidak bisa. Aku sudah menegaskan di depan mama dan kak Wina bahwa kau istriku. Jangan cari gara-gara. Kalau kau langsung pindah kamar, mereka pasti curiga," ucap Arjuna.

Arunika menghela napas panjang. "Baiklah."

Arjuna berbalik membelakanginya, mulai melonggarkan kancing seragam dinasnya. Melihat itu, Arunika langsung membelalakkan mata.

"Eh, anda mau apa?"

Arjuna tidak menjawab, tangannya terus membuka kancing baju.

"Anda bilang pernikahan ini hanya di atas kertas! Kenapa malah—"

"Buang jauh-jauh pikiran kotor di kepalamu itu," potong Arjuna dingin. Ia menoleh dengan wajah datar seterus-terusnya. "Aku hanya mau mengganti pakaian."

Arunika langsung menutup mulutnya dengan tangan. "Ah... maaf."

"Wajahmu itu terlalu jujur dan menjelaskan isi kepalamu," sindir Arjuna datar.

"Saya tidak berpikir macam-macam, Jenderal."

"Baguslah kalau begitu." Arjuna melanjutkan melepas seragamnya, memamerkan bahu bidang berotot khas militer. "Malam ini aku harus segera berangkat bertugas."

Arunika sedikit terkejut. "Bertugas? Di malam pertama kita?"

"Negara tidak mengenal hari libur pernikahan," jawab Arjuna dengan tegas. Ia mengambil handuk bersih, lalu melangkah ke kamar mandi. Sebelum masuk, langkahnya terhenti. "Kunci pintu dari dalam selama aku pergi dan jaga dirimu baik-baik."

Arunika mengembuskan napas panjang lalu menjatuhkan tubuhnya ke sofa. Ia mengusap dadanya pelan.

"Hampir saja. Kukira dia mau menuntut hak malam pertamanya." Ia terkekeh kecil.

Bayangan itu sempat membuat jantungnya berdegup aneh. Namun sedetik kemudian, ia menggeleng kuat-kuat.

"Mana mungkin akan ada malam pertama Arunika."

Tatapan Arunika beralih pada cermin besar dekat meja rias. Tubuhnya berisi, pipinya tembem, sama sekali bukan selera pria elite seperti Arjuna.

"Pria sedingin es itu mana mungkin tertarik pada perempuan sepertiku," gumamnya realistis.

Bagi Arunika, menjadi istri di atas kertas justru menguntungkan. Tidak ada harapan palsu, tidak ada kekecewaan. Ia hanya perlu bertahan di balik tameng kekuasaan sang jenderal untuk membalas keluarganya kelak.

Tiba-tiba, dahi Arunika berkerut.

"Oh iya, bukankah mendiang Alana punya anak laki-laki? Di mana anak itu?"

Sebelum ia sempat mencari tahu, pintu kamar mandi terbuka. Arjuna keluar sudah berganti pakaian kasual serba hitam dengan aura tetap mengintimidasi.

"Kau sedang mencari siapa?" tanya Arjuna tajam, memergokinya bergumam.

Arunika sontak berdiri tegak, menatap lurus mata elang suaminya tanpa gentar.

"Anak Alana. Di mana dia? Sebagai istri sah di rumah ini, saya berhak tahu keberadaan anak itu, Jenderal."

"Nakula sedang ada di kamarnya," jawab Arjuna datar.

Tatapan Arunika langsung berbinar. Arunika sangat menyukai anak kecil.

"Boleh saya menemuinya?"

Arjuna menatapnya beberapa saat, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.

"Aku tidak yakin dia mau bertemu denganmu."

"Maksudnya?"

"Sejak ibunya meninggal, dia menjadi anak yang pendiam. Dia tidak gampang menerima orang baru, apalagi berbicara dengan mereka." Nada suara Arjuna tetap dingin, tetapi terselip kekhawatiran seorang ayah di balik ucapannya.

Arunika mengangguk pelan. "Kalau begitu, biarkan saya mencobanya."

"Tidak semudah itu."

"Belum dicoba, bagaimana anda bisa yakin saya akan gagal?"

Arunika lalu tersenyum tipis. "Lihat saja nanti."

Entah mengapa, keyakinan wanita itu membuat Arjuna sedikit terusik. Selama ini banyak orang berusaha mendekati Nakula. Para pengasuh, psikolog, bahkan kerabat dekat. Namun, anak itu selalu menutup diri.

"Terserah. Lakukan saja apa maumu. Karena kau istriku sekarang, kau juga ibu dari Nakula," jawab Arjuna sembari menghela napas pelan.

1
Ita rahmawati
denger GK tuh kalian
Ita rahmawati
iya iya percaya,,hanya karena kasian aja kan 🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
😫😫😅😅😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣giod
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😅😅😅😀😀😌😌😫😫😫😫
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda SalVa
dari kasihan lama2 jadi bucin ya Jun 🤭🤭
Sri Rahayu
hahaha. bu Ratna....senjata makan tuan.... bukan Arunika yg hrs makan didapur...tp Ratna Wina dan Damar 🤩🤩🤩🤪🤪🤪... lanjut Thorr😘😘😘
Bunda SalVa
empuk banget kayak donat ya Nakula 😄😄
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣🤣 arunika😍
Endang Sulistiyowati
senjata makan tuan, rasain tuh. Arunika di lawan
Mundri Astuti
ampun dah si arunika jangan keluarin bar"nya klo di kamar arun😂😂😂
Maria Lina
bagus juna jgn ngalah lgi ok..lanju lgi thor ya ya
dyah EkaPratiwi
gengsinya gede amat jendral
Mundri Astuti
😂😂😂
Sri Rahayu
walah Jendral ga usah malu2 gengsi ngakuin mulai tertarik dgn Arunika... pura2 hanya merasa kasihan 🤪🤪🤪🤩🤩🤩... lanjut Thorf😘😘😘
Endang Sulistiyowati
Rasa kasian yang di tumbuhi bunga2 cinta 🤭
Maria Lina
dsr sunderu li arjuna tar jatuh cintro lo wkwk
Melia Gusnetty
lagian si arjuna pulang tugas bukan anak kandung yg d gendong dn peluk...malah anak iblis...aneh..😏😏
Bunda SalVa
semangat buat gaaasss terus bab selanjutnya Kak 🫰🫰🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!