Nichaela Rosabella adalah mahasiswi kaya raya yang dipuja karena kecantikannya, namun ia menyimpan rahasia kelam: di balik sikap manisnya di hadapan orang tua, ia adalah sosok yang manipulatif dan liar. Di balik kemewahannya, Nichaela memanfaatkan Braxton mahasiswa miskin penerima beasiswa yang juga pelayan pribadinya sebagai tempat pelampiasan amarah sekaligus kekasih rahasianya di malam hari.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika obsesi Nichaela pada pria idamannya, Bredth, kandas setelah pria itu justru memilih Micheala, anak pembantu yang polos dan sangat disayangi oleh orang tua Nichaela. Ketika cemburu buta dan tekanan emosional menghancurkan kendali Nichaela, Braxton terjebak dalam pusaran amuk sang nona, memicu konflik rahasia yang mengancam kehancuran mereka semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon msxeikapoison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerahkan Waris Ke Kepemilik Asli
Bredth yang nama lengkap keluarganya adalah Bredth Mercure melangkah naik ke panggung dengan sisa-sisa kebanggaan dan rasa percaya diri yang dipaksakan. Mengingat kondisinya yang kian menurun dan tekanan bisnis yang tak lagi sanggup ia tanggung sendiri, malam ini ia berniat menyerahkan takhta kepemimpinan dan seluruh saham utama Mercure Group kepada putra sulungnya, Bradlee.
"Malam ini, di hadapan para kolega dan keluarga besar..." suara Bredth terdengar melalui mikrofon, menggema di seluruh ruangan. "...saya dengan bangga menyerahkan seluruh warisan, kepemilikan saham, dan takhta kepemimpinan Mercure Group kepada putra tercinta saya, Bradlee!"
Tepuk tangan riuh bergema di seluruh ballroom. Bradlee melangkah anggun dan tegap naik ke atas panggung, mengenakan jas yang membalut sempurna postur tubuhnya yang tinggi dan kekar sangat identik dengan Braxton.
Di barisan terdepan tamu VVIP, Tuan Artur Mercy berdiri berdampingan dengan Nyonya Audrey, Nichaela, dan Braxton. Tatapan Tuan Artur yang tajam dan sarat akan pengalaman puluhan tahun di dunia bisnis terkunci lurus pada momen penandatanganan dokumen di atas panggung.
Tuan Artur lalu melirik pelan ke arah Braxton yang berdiri di sampingnya dengan ketenangan luar biasa. Sebuah senyum tipis nan penuh arti terukir di wajah sepuh namun berwibawa milik Tuan Artur.
"Lihat itu, Braxton..." bisik Tuan Artur dengan suara rendah namun tegas, cukup jelas didengar oleh Nyonya Audrey dan Nichaela. "...Mercure Group akhirnya jatuh ke tangan Bradlee."
Braxton menoleh pelan, menatap Tuan Artur dengan hormat. "Bradlee anak yang sangat cerdas dan berbakat, Tuan Artur. Dia siap memimpin."
Tuan Artur terkekeh pelan sebuah tawa dingin yang menyimpan kebenaran tersirat. Ia menepuk bahu tegap Braxton dengan sangat erat.
"Seperti yang kita tahu, sepertinya Mercure Group sebentar lagi bakal digantikan oleh Conor Group," ucap Tuan Artur tajam, matanya memancarkan kilatan kebijaksanaan yang tak bisa dibohongi. "Sudah saatnya perusahaan Mercure itu kembali ke pemilik aslinya... Dan Mercy Group bakal mendukung sepenuhnya perombakan besar ini."
Duar!
Perkataan Tuan Artur bagaikan petir terselubung. Sejak lama, Tuan Artur yang cerdik sebenarnya telah membaca segalanya ia tahu pasti siapa darah daging cucu-cucunya dan siapa pria sejati di balik kejayaan keluarga mereka saat ini. Dukungan mutlak yang ia berikan secara terbuka adalah bentuk pengakuan sah dari kepala keluarga Mercy atas takhta Braxton.
Nichaela yang mendengar ucapan sang ayah mengukir senyum paling indah nan penuh kebanggaan di bibir ranumnya. Jemari lentiknya menyusup, menggenggam erat telapak tangan hangat Braxton di bawah meja VVIP.
Sementara itu di atas panggung, penandatanganan telah selesai. Bredth menyerahkan pena emasnya kepada Bradlee dengan wajah penuh senyum jumawa, merasa bahwa nama besar Mercure telah terselamatkan.
Namun, begitu Bradlee menerima pena dan memegang mikrofon, pemuda 22 tahun itu tidak menatap ke arah Bredth. Sebaliknya, pandangan mata Bradlee terkunci lurus pada Braxton pria yang mengajarinya segala hal tentang hidup, bisnis, dan kepemimpinan.
"Terima kasih..." ucap Bradlee dengan suara berat dan tenang yang persis seperti Braxton. "Mulai malam ini, Mercure Group resmi memasuki era baru. Sebuah era di mana nilai-nilai lama akan digantikan oleh fondasi sejati yang dibangun oleh pria yang selalu berdiri di belakang keluarga kami."
Bradlee mengangkat gelasnya ke arah Braxton. Di bawah kilauan lampu kristal, sebuah revolusi bisnis telah tuntas secara sempurna. Bredth Mercure telah menyerahkan seluruh harta dan kerajaannya kepada putra dari pria yang selama ini diam-diam memiliki istri, anak-anak, dan seluruh masa depannya.