Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.
Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.
Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.
**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 — Harga Sebuah Kesalahan
Tiga hari berlalu tanpa ada seorang pun yang kembali ke gudang nomor tujuh.
Pengamat yang ditempatkan Paman Fu melaporkan bahwa bangunan itu tetap tertutup. Tidak ada gerobak yang datang, tidak ada penjaga yang berganti giliran, dan tidak ada tanda bahwa seseorang telah memindahkan barang dari dalamnya. Bahkan debu di depan pintu terlihat tidak terusik.
Jika bukan karena kunjungan lelaki pada malam pertama, tempat itu bisa saja dianggap benar-benar terbengkalai.
Gu Chenxiao membaca laporan tersebut sambil sarapan. Di hadapannya terdapat semangkuk bubur spiritual, sepiring buah roh, dan tiga dokumen yang belum selesai diperiksa. Ia menyisihkan laporan pengamatan, lalu mengambil catatan mengenai sebelas buku yang tidak memiliki riwayat peminjaman lengkap.
Sebagian besar buku itu tidak menarik. Ada catatan panen, daftar pajak wilayah, laporan pemeliharaan jalur transportasi, dan dua buku mengenai perubahan batas tanah. Akan tetapi, satu judul membuatnya berhenti.
Daftar Penyesuaian Aset Administratif—Tahun Kedua Belas Sebelum Pembukaan Gudang Barat.
Gu Chenxiao membaca judul itu sekali lagi.
Dua belas tahun lalu adalah tahun ketika cap lama Klan Gu dinyatakan telah dimusnahkan. Jika buku tersebut berisi penyesuaian aset administratif, ada kemungkinan catatan tentang pemindahan barang sebelum pemusnahan cap tercantum di dalamnya.
Ia membuka halaman daftar peminjaman. Buku itu terakhir tercatat berada di ruang arsip pada tujuh bulan sebelumnya, tetapi nama petugas yang memindahkannya tidak lengkap. Hanya ada dua karakter yang masih dapat dibaca: He...
Nama itu terlalu pendek untuk memastikan siapa pun.
Gu Chenxiao meletakkan buku catatan tersebut dan memanggil Paman Fu.
“Cari tahu apakah buku ini masih ada di perpustakaan.”
“Bukankah petugas perpustakaan sudah memeriksa semua judul?”
“Dia memeriksa daftar. Aku ingin seseorang memeriksa raknya.”
Paman Fu memahami maksudnya. “Anda menduga catatan peminjaman sengaja diubah?”
“Aku menduga buku yang tercatat belum tentu berada di tempat yang seharusnya. Itu saja.”
“Baik. Saya akan meminta petugas lain memeriksanya.”
“Jangan gunakan orang yang sama.”
Paman Fu mengangguk dan pergi.
Gu Chenxiao kembali membaca laporan perdagangan. Selama beberapa hari terakhir, ia sengaja tidak mengirimkan instruksi baru kepada penyelidikannya. Tidak ada laporan palsu, tidak ada pertanyaan tentang gudang nomor tujuh, dan tidak ada upaya menghubungi Luo Ming.
Ia ingin melihat apa yang akan dilakukan pihak lain ketika tekanan berhenti.
Hasilnya sederhana: tidak ada apa-apa.
Kesunyian itu sendiri belum tentu berarti seseorang sedang menunggu. Bisa saja pihak yang terlibat telah menyelesaikan urusannya, atau sejak awal tidak mengetahui bahwa dirinya sedang dicurigai. Namun, bagi Gu Chenxiao, tiga hari tanpa perubahan memberikan satu keuntungan: ia dapat mulai menguji siapa yang masih memiliki kepentingan dalam jalur perdagangan barat.
Ia membuka sebuah laporan baru.
Pengiriman obat spiritual menuju tiga wilayah kecil di perbatasan barat mengalami keterlambatan selama dua bulan berturut-turut. Secara terpisah, setiap keterlambatan tampak masuk akal. Ada badai pasir, kerusakan gerobak, dan perubahan jadwal pengawalan. Namun, ketika dibandingkan dengan biaya transportasi, ada sesuatu yang tidak sesuai.
Biaya pengawalan meningkat, tetapi jumlah pengawal berkurang.
Sebagian obat dicatat sebagai rusak sebelum tiba di tujuan, sementara catatan penerimaan menyatakan bahwa jumlah yang diterima sesuai dengan daftar awal.
Jika obat benar-benar rusak, jumlah penerimaan seharusnya berkurang. Jika jumlahnya tetap sama, biaya kerusakan seharusnya tidak dibebankan kepada Klan Gu.
Kecuali ada dua rangkaian catatan yang menggunakan definisi berbeda tentang barang yang dikirim.
Atau seseorang sengaja membuat perbedaan tersebut agar uang dapat dipindahkan tanpa terlihat sebagai penggelapan langsung.
Gu Chenxiao menutup laporan itu. Ia tidak tahu siapa yang bertanggung jawab, tetapi ia mulai memahami bahwa masalah ini mungkin bukan sekadar pencurian barang. Jika transaksi dilakukan melalui catatan yang saling bertentangan, maka seseorang sedang memanfaatkan cara keluarga mengesahkan pembayaran.
Ia perlu membuat orang itu memilih.
Bukan memilih untuk mengaku, melainkan memilih bagian mana yang ingin diselamatkan ketika dua kepentingan bertabrakan.
Sore harinya, Gu Chenxiao mendatangi kantor pengelolaan sumber daya.
Bangunan tersebut berdiri di sisi timur kompleks keluarga, jauh dari aula utama. Para petugas administrasi keluar masuk membawa gulungan dokumen, sementara beberapa pengurus gudang sedang berdebat mengenai jumlah batu roh yang dialokasikan untuk wilayah utara.
Ketika Gu Chenxiao masuk, percakapan mereka berhenti sejenak.
“Pewaris Muda,” seorang petugas menyapanya. “Apakah Anda membutuhkan sesuatu?”
“Aku ingin memeriksa pembagian biaya pengawalan untuk pengiriman obat bulan ini.”
Petugas itu terlihat terkejut. “Apakah ada masalah dengan laporan kami?”
“Aku belum tahu. Karena itu, aku ingin melihatnya.”
Ia tidak menyebutkan nama Luo Ming, tidak menyinggung gudang nomor tujuh, dan tidak bertanya tentang cap lama. Permintaannya cukup wajar untuk seorang pewaris keluarga yang ingin memahami aliran sumber daya, tetapi tidak cukup spesifik untuk membuktikan bahwa ia sedang menyelidiki seseorang.
Petugas tersebut membawanya ke meja administrasi dan mengeluarkan beberapa berkas.
Gu Chenxiao memeriksanya dengan tenang. Ia tidak mencari angka yang tampak salah secara mencolok. Ia mencari pola yang terus berulang.
Tiga wilayah menerima obat dari jalur berbeda. Dua jalur menggunakan perusahaan transportasi yang terdaftar secara resmi, sedangkan jalur ketiga menggunakan perusahaan baru yang belum memiliki catatan pengiriman selama setahun penuh.
Namun, ketiganya memiliki biaya tambahan yang dicatat dengan istilah sama: penyesuaian risiko jalur.
“Siapa yang menetapkan biaya ini?” tanya Gu Chenxiao.
Petugas itu menunjuk bagian bawah dokumen. “Disetujui oleh kantor pengelolaan perdagangan. Kami hanya menerima angka akhirnya.”
“Apakah biaya tersebut pernah ditinjau ulang?”
“Setiap tiga bulan.”
“Siapa yang meninjau?”
Petugas itu terdiam sesaat, lalu memeriksa dokumen. “Biasanya kepala bagian perdagangan atau wakilnya.”
“Biasanya?”
“Bergantung pada wilayah dan jenis pengiriman.”
Gu Chenxiao mengangguk. Jawaban itu tidak menunjukkan pelanggaran, tetapi mengungkapkan sesuatu tentang prosesnya. Persetujuan dilakukan berdasarkan kategori, dan orang yang mengesahkan satu pengiriman belum tentu mengetahui bagaimana pengiriman lain dihitung.
Sistem tersebut memungkinkan kesalahan administratif. Ia juga memungkinkan seseorang menyembunyikan transaksi di antara prosedur yang sah.
Gu Chenxiao menutup berkas. “Aku ingin mengajukan peninjauan biaya untuk tiga pengiriman ini.”
Petugas itu menelan ludah. “Apakah Anda ingin menangguhkan pembayarannya?”
“Tidak. Pembayaran yang sudah disahkan tetap berjalan. Aku hanya ingin perhitungan untuk pengiriman berikutnya diperiksa kembali.”
“Apakah kami perlu memberitahu kantor perdagangan?”
“Tentu. Katakan bahwa aku ingin memastikan alokasi sumber daya keluarga tidak membebani wilayah perbatasan secara berlebihan.”
Itu alasan yang cukup baik untuk dicatat secara resmi.
Ia tidak sedang menuduh siapa pun mencuri. Ia hanya meminta pemeriksaan biaya.
Namun, keputusan tersebut memiliki konsekuensi. Jika biaya tambahan itu memang sah, pemeriksaan akan membuang waktu dan membuat para pengurus merasa terganggu. Jika ada seseorang yang memperoleh keuntungan dari biaya tersebut, pemeriksaan dapat mengurangi pendapatannya. Dan jika seseorang menggunakan pengiriman itu untuk menyembunyikan sesuatu yang lebih penting daripada uang, perubahan prosedur mungkin memaksanya mengambil tindakan.
Gu Chenxiao meninggalkan kantor tanpa mengetahui siapa yang akan bereaksi.
Itulah bagian yang paling ia sukai.
Ia tidak perlu tahu siapa musuhnya sebelum menyiapkan pilihan yang tidak nyaman baginya.
Luo Ming menerima kabar mengenai peninjauan tersebut menjelang malam.
Ia sedang memeriksa catatan pengiriman di kantor perdagangan ketika seorang asisten masuk dan melaporkan bahwa pewaris muda Klan Gu telah meminta pemeriksaan ulang terhadap biaya pengawalan.
Luo Ming tidak langsung menjawab.
“Pengiriman mana?”
Asisten itu menyebutkan tiga wilayah perbatasan.
Luo Ming mengambil daftar di mejanya dan mencocokkan nama-nama tersebut. Ketika menemukan ketiganya, ia membaca angka yang tercantum, lalu menyandarkan tubuhnya.
“Apakah pembayaran lama akan ditangguhkan?”
“Tidak. Hanya perhitungan pengiriman berikutnya yang akan diperiksa.”
“Siapa yang mengajukan?”
“Gu Chenxiao.”
Luo Ming menutup daftar.
Selama beberapa detik, ia tidak bergerak. Kemudian ia bertanya, “Apakah dia meminta catatan asli atau hanya salinan?”
“Salinan terlebih dahulu. Jika diperlukan, dokumen asli akan diperiksa.”
Luo Ming mengangguk. “Baik. Berikan semua dokumen yang diminta. Jangan menunda dan jangan mencoba memperbaiki catatan yang sudah disahkan.”
Asisten itu tampak heran. “Tetapi jika pemeriksaan menemukan perbedaan—”
“Kalau ada perbedaan, kita jelaskan berdasarkan catatan yang tersedia.”
“Apakah kita perlu menghubungi kepala bagian?”
“Tidak. Aku akan melakukannya sendiri.”
Setelah asisten itu pergi, Luo Ming tetap duduk di tempatnya. Ia mengambil satu lembar catatan terpisah, membaca beberapa baris, kemudian memasukkannya kembali ke laci.
Ia tidak terlihat panik.
Justru itulah yang membuat keputusannya sulit ditafsirkan. Ia mungkin tidak memiliki hubungan dengan biaya tambahan tersebut. Ia mungkin yakin catatannya dapat dipertanggungjawabkan. Atau ia memahami bahwa kepanikan akan menimbulkan pertanyaan yang lebih berbahaya daripada pemeriksaan itu sendiri.
Sebelum meninggalkan kantor, Luo Ming memanggil seorang pelayan dan meminta agar jadwal pertemuannya keesokan hari diubah.
Ia tidak menyebutkan alasan.
Dan ia tidak mengirim pesan kepada siapa pun di gudang barat.
Keesokan paginya, Gu Chenxiao menerima dua laporan yang saling bertentangan.
Laporan pertama menyatakan bahwa kantor perdagangan telah menyerahkan seluruh dokumen yang diminta tanpa keberatan. Semua angka tercatat konsisten dengan pembayaran yang telah disahkan, meskipun beberapa biaya tambahan tidak disertai penjelasan rinci.
Laporan kedua menyatakan bahwa seorang pengurus gudang telah mengajukan permintaan untuk mengubah jadwal pengiriman obat ke wilayah perbatasan. Permintaan itu masuk hanya beberapa jam setelah peninjauan biaya diumumkan.
Gu Chenxiao membaca keduanya dengan teliti.
“Siapa pengurus yang mengajukan perubahan jadwal?”
Paman Fu menjawab, “Namanya Ma Zhen. Dia bertanggung jawab atas pengiriman barang di jalur barat laut.”
“Apakah dia memiliki hubungan dengan Luo Ming?”
“Keduanya bekerja di kantor yang sama, tetapi saya belum menemukan hubungan pribadi atau transaksi langsung.”
“Bagaimana dengan perusahaan transportasi yang digunakan?”
“Perusahaan yang sama dengan salah satu jalur pembayaran mencurigakan.”
Gu Chenxiao mengetukkan ujung jarinya pada meja.
Ada dua kemungkinan yang cukup masuk akal. Ma Zhen mungkin hanya berusaha menyesuaikan jadwal karena peninjauan biaya mengganggu perencanaan pengiriman. Atau ia sedang berusaha mengubah kondisi pengiriman sebelum pemeriksaan berikutnya dilakukan.
Gu Chenxiao tidak memiliki alasan untuk memutuskan salah satunya.
“Apakah perubahan jadwal sudah disetujui?”
“Belum.”
“Jangan menolaknya.”
Paman Fu mengangkat kepala. “Anda ingin membiarkannya berjalan?”
“Aku ingin tahu apa yang terjadi jika permintaan itu disetujui sesuai prosedur.”
“Tetapi jika ada barang yang dialihkan—”
“Kita tidak akan membiarkan barang bergerak tanpa catatan. Periksa muatan, pengawal, dan penerima barang secara terpisah. Jangan mengubah jadwal hanya untuk menjebaknya.”
Paman Fu mengangguk.
Gu Chenxiao melanjutkan, “Jika permintaan itu sah, pengiriman tetap berjalan. Jika ada perbedaan antara barang yang dicatat dan barang yang benar-benar dikirim, kita akan memiliki bukti. Aku tidak ingin menangkap seseorang hanya karena dia melakukan tindakan yang terlihat mencurigakan.”
Ia berhenti, lalu menambahkan dengan nada datar, “Kecurigaan membuat orang rajin mencari kesalahan orang lain. Bukti membuat orang sulit berbohong.”
Paman Fu membawa laporan itu pergi.
Gu Chenxiao kembali sendirian. Ia menyadari bahwa pemeriksaan biaya telah menghasilkan reaksi, tetapi belum tentu reaksi yang ia cari. Perubahan jadwal mungkin berhubungan dengan penyelidikan cap lama, atau mungkin tidak. Luo Ming mungkin telah mengetahui bahwa dirinya sedang diperiksa, tetapi responsnya sejauh ini terlalu terkendali untuk dijadikan dasar kesimpulan.
Ia membutuhkan satu informasi lagi.
Bukan informasi yang dapat dengan mudah dipalsukan, melainkan sesuatu yang hanya diketahui oleh pihak yang benar-benar memahami transaksi tersebut.
Malam sebelumnya, ia telah meminta Paman Fu memeriksa daftar penerima barang dari tiga wilayah perbatasan. Kini ia memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih langsung.
Ia mengirim surat resmi kepada pengurus salah satu wilayah, meminta konfirmasi jumlah obat yang benar-benar diterima selama dua bulan terakhir.
Surat itu tidak menyebutkan dugaan penyimpangan. Tidak ada ancaman, tidak ada tuduhan, dan tidak ada permintaan untuk memeriksa catatan lama.
Hanya satu pertanyaan sederhana: apakah jumlah barang yang diterima sesuai dengan daftar pengiriman?
Jika jawabannya sama, ia akan mengetahui bahwa setidaknya satu jalur memiliki catatan yang konsisten.
Jika berbeda, ia akan memiliki alasan untuk memeriksa muatan dan pembayaran.
Namun, jawaban dari wilayah perbatasan tidak mungkin tiba pada hari yang sama.
Gu Chenxiao harus menunggu.
Dan menunggu adalah bagian dari permainan yang tidak bisa dipercepat hanya dengan kecerdasan.
Pada malam ketiga, seorang pengamat kembali melihat seseorang memasuki gudang nomor tujuh.
Kali ini, pengunjungnya berbeda.
Ia datang dari jalur utara, membawa sebuah kotak kayu kecil. Ia tidak menggunakan kunci, melainkan mengetuk pintu tiga kali, berhenti, lalu mengetuk dua kali lagi.
Pintu terbuka dari dalam.
Pengamat tidak melihat siapa yang membukanya. Ia hanya mendengar suara singkat dari dalam gudang, kemudian melihat pengunjung itu masuk sambil membawa kotak tersebut.
Lima belas menit kemudian, lelaki itu keluar tanpa kotak.
Pengamat menunggu sampai jalan sepi, lalu mencatat waktu dan arah kepergiannya.
Ketika laporan itu tiba di tangan Paman Fu, Gu Chenxiao sedang membaca buku tentang hukum perdagangan.
“Dua pengunjung dalam tiga malam,” kata Paman Fu. “Mereka tidak menggunakan cara masuk yang sama.”
“Apakah orang kedua membawa lambang pengelolaan sumber daya?”
“Tidak. Pengamat tidak melihat lambang apa pun.”
“Apakah wajahnya terlihat?”
“Tidak jelas.”
Gu Chenxiao mengambil laporan itu. “Apakah pengamat melihat kotak tersebut saat dia masuk?”
“Ya. Kotaknya kecil, mungkin cukup untuk menyimpan dokumen atau barang berharga.”
“Dan ketika dia keluar?”
“Tidak membawanya lagi.”
Gu Chenxiao memandang laporan itu beberapa saat.
Gudang tersebut mungkin menyimpan sesuatu. Tetapi belum ada bukti bahwa isinya berkaitan dengan transaksi perdagangan. Kotak kayu kecil itu bisa berisi dokumen, cap, uang, atau benda lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan penyelidikan.
Ia tidak akan membiarkan imajinasinya mengisi bagian yang belum diketahui.
“Mulai malam ini, hentikan pengamatan langsung dari jarak dekat,” katanya.
Paman Fu terkejut. “Mengapa?”
“Dua kunjungan sudah cukup untuk memberi tahu kita bahwa gudang itu tidak sepenuhnya terbengkalai. Jika pengamat terus berada di tempat yang sama, orang-orang itu mungkin akan menyadarinya. Aku tidak ingin kehilangan satu-satunya sumber pengamatan kita hanya demi mendapatkan gambaran yang sedikit lebih jelas.”
“Lalu apa yang harus kita lakukan?”
“Tidak ada. Kita akan menunggu hasil pemeriksaan perdagangan.”
Paman Fu tampak tidak puas, tetapi ia tidak membantah.
Gu Chenxiao mengembalikan laporan tersebut. “Dan jangan mencoba membuka gudang itu.”
“Baik.”
Setelah Paman Fu pergi, Gu Chenxiao membuka laci dan mengeluarkan kedua pesan misterius yang diterimanya.
Ia meletakkannya berdampingan.
Pesan pertama memperingatkannya agar tidak mencari cap yang telah dihancurkan. Pesan kedua menyatakan bahwa gudang nomor tujuh menyimpan alasan mengapa barang-barang tidak pernah tercatat.
Keduanya memiliki gaya penulisan berbeda. Pesan pertama singkat dan tegas, sementara pesan kedua terdengar seperti petunjuk yang sengaja dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
Mungkin keduanya ditulis oleh orang berbeda.
Mungkin satu orang menggunakan dua gaya untuk membuatnya percaya bahwa ada dua pihak.
Atau mungkin salah satunya sengaja dibuat oleh pihak ketiga yang mengetahui keberadaan pesan pertama.
Gu Chenxiao melipat kedua kertas itu kembali.
Ia belum memiliki cara yang dapat diandalkan untuk membandingkan tulisan tangan, asal tinta, atau jalur pengiriman. Tanpa bukti semacam itu, mencoba mengidentifikasi penulisnya hanya akan menghasilkan dugaan.
Ia menyimpan pesan-pesan tersebut dan mematikan lampu.
Untuk malam itu, penyelidikan akan berhenti.
Bukan karena ia takut pada apa yang mungkin ditemukan, melainkan karena setiap langkah tambahan tanpa informasi baru hanya akan meningkatkan risiko tanpa memperbesar peluang keberhasilan.
Gu Chenxiao tidak membutuhkan kemenangan hari ini.
Ia membutuhkan posisi yang lebih baik esok hari.
Jawaban dari wilayah perbatasan tiba dua hari kemudian.
Surat itu dibawa oleh kurir keluarga dan langsung diserahkan kepada kantor administrasi. Paman Fu mengambil salinannya, memeriksa segelnya, lalu membawanya kepada Gu Chenxiao.
Jumlah obat yang diterima wilayah tersebut sesuai dengan daftar pengiriman.
Tidak ada kekurangan.
Namun, pada bagian bawah surat, pengurus wilayah menambahkan catatan bahwa mereka menerima tiga peti obat dengan tanda pengenal yang berbeda dari biasanya. Peti-peti itu tetap disertai dokumen pengiriman resmi, sehingga mereka tidak menolaknya. Setelah diperiksa, isi peti sesuai dengan jenis obat yang dipesan.
Gu Chenxiao membaca catatan itu dua kali.
“Apakah tanda pengenal peti tersebut disebutkan?”
“Tidak. Pengurus wilayah hanya menyatakan bahwa bentuk cap pada peti berbeda dari pengiriman sebelumnya.”
“Apakah dia menyimpan salah satu peti?”
“Belum diketahui.”
Gu Chenxiao meletakkan surat tersebut. “Minta dia menjelaskan bentuk capnya. Jangan tanyakan apakah dia pernah melihat cap lama Klan Gu. Aku tidak ingin menanamkan jawaban ke dalam ingatannya.”
Paman Fu segera menyiapkan surat balasan.
Setelah itu, Gu Chenxiao mengambil laporan perubahan jadwal pengiriman yang diajukan Ma Zhen. Permintaan tersebut akhirnya disetujui melalui prosedur resmi, dan muatan telah dikirim dengan jumlah yang tercatat sesuai dokumen. Tidak ditemukan perbedaan antara barang yang dimuat dan barang yang diterima.
Dengan kata lain, pemeriksaan pertama tidak membuktikan adanya pencurian barang.
Tetapi catatan tentang tiga peti dengan tanda pengenal berbeda membuka pertanyaan baru.
Jika muatannya benar, mengapa tanda pengenalnya berubah?
Perubahan tersebut bisa saja disebabkan oleh pergantian pemasok atau kerusakan peti lama. Namun, jika cap pada peti berkaitan dengan cap administrasi yang dinyatakan telah dimusnahkan dua belas tahun lalu, maka transaksi itu mungkin menggunakan identitas lama tanpa benar-benar mengalihkan barang.
Itu akan menjelaskan sebagian kejanggalan dalam catatan, tetapi belum menjelaskan siapa yang memperoleh keuntungan darinya.
Gu Chenxiao tidak segera mengirim surat kedua.
Ia memeriksa dokumen pembayaran, lalu meminta daftar pemasok obat yang digunakan oleh ketiga wilayah selama enam bulan terakhir. Ia juga meminta agar pengiriman berikutnya tetap berjalan sesuai jadwal, dengan pemeriksaan muatan yang dilakukan oleh petugas berbeda.
Jika ia mengubah seluruh prosedur sekaligus, siapa pun yang terlibat akan segera menyadari bahwa penyelidikan telah menemukan pola baru.
Ia lebih memilih perubahan kecil yang tampak seperti pemeriksaan rutin.
Seseorang yang tidak mengetahui bahwa dirinya sedang diamati akan terus bekerja seperti biasa.
Seseorang yang mengetahui bahwa dirinya sedang diamati akan mulai berhati-hati.
Dan seseorang yang terlalu yakin bahwa ia telah memahami permainan mungkin justru akan melakukan kesalahan yang paling mudah dikenali.
Gu Chenxiao menatap laporan di hadapannya.
Ia masih belum tahu siapa yang berada di balik transaksi itu. Ia juga belum tahu apakah Luo Ming, Zhao Lin, Ma Zhen, atau lelaki yang memasuki gudang nomor tujuh memiliki hubungan satu sama lain.
Namun, untuk pertama kalinya, ia memiliki sesuatu yang lebih baik daripada dugaan.
Sebuah perbedaan yang tercatat secara resmi.
Tiga peti.
Satu tanda pengenal yang tidak biasa.
Dan sebuah sistem administrasi yang telah mengesahkan semuanya.
Gu Chenxiao tersenyum tipis.
Bukan karena ia telah menemukan pelakunya, melainkan karena sekarang ada sesuatu yang tidak bisa dihapus hanya dengan menyangkalnya.
Seseorang harus menjelaskan mengapa peti-peti itu menggunakan tanda berbeda.
Dan semakin lama mereka menunda penjelasan tersebut, semakin banyak catatan yang akan terkumpul.
Di Klan Gu, sebuah rahasia mungkin bisa disembunyikan selama dua belas tahun.
Tetapi setiap kali seseorang menggunakan rahasia itu untuk memperoleh keuntungan, ia meninggalkan sesuatu di belakangnya.
Terkadang berupa uang.
Terkadang berupa dokumen.
Dan terkadang, hanya berupa satu kesalahan kecil yang tidak dianggap penting oleh siapa pun.
Gu Chenxiao menutup laporan terakhir.
Ia tidak akan mengejar kesalahan itu dengan terburu-buru.
Ia akan membiarkannya tumbuh menjadi sesuatu yang tidak lagi dapat disangkal.