NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Malam sudah cukup larut. Kayla baru saja selesai mandi dan mengganti pakaian dengan kaos oversized dan celana pendek rumahan. Rambutnya masih setengah basah, ia berniat langsung merebahkan tubuhnya setelah hari yang melelahkan.

Ia baru saja mematikan lampu utama kamar ketika—

Ting tong!

Bel rumah berbunyi.

“Ya ampun… siapa lagi sih jam segini?”

Dengan langkah malas, ia membuka pintu balkon kamar lantai dua untuk mengintip ke bawah. Dari atas, halaman rumahnya terlihat cukup terang karena lampu teras masih menyala.

Dan di sana. Sebuah motor hitam terparkir miring. Kayla menyipitkan mata.

“Itu motor….” Wajahnya langsung berubah kesal. “Anak rusuh itu, ngapain sih ke sini!” gerutunya.

Ia sudah hafal betul motor itu. Motor yang sering parkir sembarangan. Motor yang knalpotnya kadang terlalu berisik. Motor milik adik tirinya, Arfin.

Meski menggerutu, Kayla tetap turun. Langkahnya cepat tapi kesal. Ia membuka pintu depan.

Cklek!

“ASTAGA!”

Kayla refleks mundur setengah langkah. Di depan pintu, dua remaja laki-laki berdiri dengan susah payah menopang tubuh seseorang di tengah mereka.

Dan benar saja, orang itu—Arfin.

Wajahnya merah. Kepalanya terkulai lemas. Bau alkohol menyengat bahkan sebelum Kayla mendekat.

“Mabuk di mana dia?” tanya Kayla dengan nada campur aduk antara marah dan panik.

“Aduhh ini berat banget, Kak, sumpah,” keluh salah satu temannya yang terlihat kewalahan. “Boleh masuk dulu aja nggak?”

Kayla mendecak kesal. “Buruan masuk! Sekalian anter ke kamar tamu aja!”

Mereka bertiga masuk dengan langkah tertatih. Kayla berjalan lebih dulu, membuka pintu kamar tamu di lantai satu.

“Di sini!” perintahnya.

Brukk!

Tubuh Arfin dijatuhkan ke atas kasur dengan suara cukup keras. Kayla berkacak pinggang. “Kalian habis dari mana?”

Salah satu remaja itu menghela napas panjang. “Dia patah hati, Kak… jadi mabuk.”

Kayla memutar bola mata. “Patah hati apaan sih? Umur kalian berapa? Masih bocah kok bisa-bisanya mabuk begitu!”

Remaja itu menunduk malu. “Maaf, Kak. Makanya itu aku nggak berani anterin Arfin ke rumah. Takut sama Om dan Tante…”

Kayla mendengus makin keras. Tentu saja takut. Papa dan istrinya sangat menjaga reputasi keluarga. Kalau tahu anak kesayangan mereka pulang dalam keadaan mabuk begini? Bisa perang dunia.

Dan seperti biasa…

Arfin kaburnya ke sini. Ke rumah Kayla.

Sejak perceraian orang tua nya, hubungan Kayla dengan ayahnya memang renggang. Ia memilih tinggal sendiri. Tapi Arfin, anak dari istri baru ayahnya entah kenapa selalu datang kepadanya jika sedang bermasalah.

Ironis.

Kayla yang dianggap “anak buangan” justru jadi tempat pelarian.

“Ya udah kamu pulang aja sana. Biarin Arfin di sini!” usir Kayla tegas. Tanpa memberi kesempatan membalas, dia menutup pintu kamar Arfin dengan keras hingga terdengar bunyi bruk yang menggema di lorong rumah.

Ia berharap suara itu cukup menjadi peringatan. Tapi laki-laki itu tidak pergi.

Alih-alih melangkah menjauh, dia justru berdiri di depan Kayla, menatapnya dengan tatapan aneh tatapan yang membuat bulu kuduk Kayla meremang. Tatapan yang tidak sopan.

“K—kamu ngapain?” suara Kayla bergetar, meski ia berusaha terlihat tegar.

Laki-laki itu menyeringai kecil. “Ternyata Arfin bener ya… dia punya kakak yang cantik.”

Kalimat itu terdengar seperti pujian, tapi nada suaranya membuat Kayla muak.

“Jangan kurang ajar kamu ya!” Kayla mundur satu langkah, menjaga jarak.

“Aku pengen kenalan sama Kak Kayla.”

“Jangan macem-macem kamu! Aku lebih tua dari kamu!”

“Cuma beda setahun, Kak,” jawabnya santai. “Aku bukan temen sekolah Arfin. Kami temen tongkrongan. Dan umurku udah hampir 20 tahun!”

Nada suaranya terdengar bangga, seolah itu pembenaran.

“Aku gak peduli! Mending sekarang kamu pulang! Ini udah malem, silakan!” Kayla menunjuk ke arah pintu depan.

Tapi sebelum ia sempat berbalik, tangan laki-laki itu tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya.

Refleks, Kayla menyentaknya kasar.

“Jangan kurang ajar lo!” bentaknya keras.

Namun yang terjadi justru membuat dadanya makin sesak laki-laki itu tertawa. Tertawa kecil, meremehkan. Ia melangkah mendekat. Terlalu dekat. Kayla bisa mencium aroma rokok samar dari bajunya. Jarak di antara mereka nyaris tak tersisa.

Jantung Kayla berdetak cepat.

“Terserah lo mau nginep aja di sana sama Arfin. J—jangan lupa kunci pintu!” katanya akhirnya, suaranya mulai tak stabil.

Ia memilih mundur. Mundur lagi. Lalu berbalik cepat dan berlari menuju kamarnya sendiri. Tangannya gemetar saat memutar gagang pintu. Begitu masuk, ia langsung hendak menutupnya.

Menurutnya, itu lebih aman.

Tapi belum sempat pintu benar-benar tertutup, sebuah tangan besar menahan daun pintu itu dari luar.

Kayla terkejut. Nafasnya tercekat.

“Sialan! Mau apa lo, hah!” sentaknya, meski jelas ada rasa takut yang tak bisa ia sembunyikan.

Laki-laki itu berdiri di ambang pintu, masih dengan senyum tipis yang membuat Kayla ingin muntah.

“Kenapa sih galak banget? Aku cuma mau ngobrol.”

“Ngobrol apaan malem-malem begini?! Lepasin pintu kamar gue!”

Ia mendorong pintu sekuat tenaga, tapi laki-laki itu menahannya dengan mudah. Tubuhnya lebih besar. Tenaganya jelas lebih kuat.

“Kayla…” suaranya berubah lebih pelan, “aku cuma pengen kenal lebih deket.”

“Gue gak mau!” Kayla berteriak. Teriakan itu menggema.

“Tapi gue mau! Buka gak!” Suara itu tiba-tiba menggelegar di depan pintu kamar Kayla. Belum sempat ia bereaksi, dorongan keras menghantam daun pintu.

Brukk!

Kunci yang tadi ia putar dua kali tak mampu menahan tenaga itu. Pintu terhempas terbuka, menghantam dinding. Tubuh Kayla yang bersandar di baliknya ikut terdorong jatuh ke lantai.

Punggungnya membentur keras. Napasnya tercekat.

“M—mau apa lo? Jangan macem-macem! Atau gue telepon polisi!” ancamnya dengan suara gemetar.

Ia berusaha merangkak mundur, telapak tangannya menekan lantai dingin. Tapi laki-laki itu melangkah masuk, menutup pintu kamar dari dalam dengan kaki.

“Telfon polisi?” Ia terkekeh pelan. “Telepon aja, gapapa kok… HP Kakak mana?”

Kalimat itu seperti tamparan kedua bagi Kayla.

HP.

Benar.

Dari tadi… di mana HP-nya?

Otaknya berputar cepat. Terakhir kali ia memegang ponsel itu saat di ruang tamu. Atau… jangan-jangan tertinggal di meja makan? Atau jatuh?

Jantungnya semakin tak beraturan.

Saat pikirannya kacau memikirkan ponsel, tiba-tiba pergelangan kakinya terasa dicengkeram.

“Aaaarrrkkhhhhh!” jerit Kayla sejadi-jadinya. Laki-laki itu memegang kakinya, menariknya sedikit mendekat.

“Kaki Kakak mulus banget…”

...____...

...Kalau rame nanti Mommy up lagi 🤣...

...Hayukkk, like komen dan subcribe nya sayang 🤣🤣 mode maksa ini mah, ...

...jangan jadi PEMBACA GHOIB, bulan puasa ini 🤣🤣...

1
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
insya allah Hanan akan membimbingmu Kayla😍😍😍
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
duuhh yg bentar lg mau di lamar,,,deg-degan ya😁😁😁😁
billaacha90
sabar Kay, nanti kalau kamu sudah mengerti kamu pasti malu sendiri
billaacha90
tentu dong, kamu boleh kok kalau sama om nya Kayla, Fatimah 🤣🤣
billaacha90
asyik asyik asyik 🤗🤗
billaacha90
Nah kamu tahu sendiri kan Fatimah, kamu yang sebagai perempuan ae bisa bilang begitu🤭
billaacha90
tentu malu lah kakakmu Fatimah, yang di tolong cewek yang sungguh menggoda lho 🤭
billaacha90
itu juga kan anak umi🤣🤣
billaacha90
ealah ustadz tadi keluar ternyata dari rumah pak kyai tho🤣🤣
sansan
wahhhh ditanya lsg soal mahar... emang Umi calon mertua paling didambakan
Enisensi klara
Si Kunti emang virus 😏😏
💥💚 Sany ❤💕
Padahal Kay yang dilamar napa aku yang senyum2 gak jelas, untung gak da yang lewat 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
Selamat ya Kay... aku ikut seneng. Semoga lancar sampai hari H
💥💚 Sany ❤💕
lagi serius-serusnya tapi malah hampir ngakak gara2 tingkah Fatim dan Arfin. Suka banget ma karakter Fatim yang apa adanya dan si Arfin yang kadang ada olengny dikit tapi bikin suasana hidup.
billaacha90
Wah Kayla pingsan ini, karena beban yang dia tanggung dihadapi sendirian. untung masih ada orang yang masih perduli dengan dia
billaacha90
semoga kamu bisa mengerti apa maksudnya cowok yang menolong kamu Kay
Ririn Alfathunisa
semoga lancar sampe hari h ya buat kalian,dan semoga GK ada halangan alias drama dari Mak Lampir emaknya si arfin
billaacha90
untung mas nya bisa beladiri ini, jadi Kayla ada yang menolongnya
billaacha90
mana aku tahu Kay 🤭
billaacha90
keegoisan orang tua anak jadi korbannya, dan tak ada yang mendidiknya lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!