NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Siang harinya di kampus, Kinara berjalan menyusuri koridor terbuka yang menghubungkan gedung fakultas ekonomi dengan area taman tengah. Langkah kakinya yang santai mendadak melambat saat telinganya menangkap suara perdebatan yang cukup serius dari balik pilar beton besar dekat taman.

​Kinara menoleh sedikit dan mendapati Zergan dan Haura sedang berdiri berhadapan. Suasana di antara sejoli itu tampak sangat tegang, jauh dari kesan manis yang ia lihat beberapa hari lalu.

​Wajah Haura yang cantik tampak memerah padam karena menahan kekesalan. "Aku capek ya, Zergan! Kenapa sih setiap kali kita bahas masa depan, keluarga kamu selalu punya seribu alasan buat nolak aku? Apa karena aku cuma seorang model dan bukan anak dari keluarga pengusaha kaya raya seperti standar mereka?!" cecar Haura dengan suara yang bergetar egois namun terluka.

​Zergan menghela napas panjang. Wajah tampannya menyiratkan rasa lelah yang teramat sangat, namun matanya tetap menatap Haura dengan penuh kesabaran—tatapan lembut yang tak pernah Kinara dapatkan dahulu. Pria itu maju satu langkah, mencoba meraih jemari Haura. "Haura, tolong dengar aku dulu. Papa sama Mama cuma belum kenal kamu lebih dekat. Beri aku waktu untuk meyakinkan mereka, oke? Aku yang akan urus keluarga besar Airlangga, kamu jangan khawatir."

​"Tapi keluarga kamu itu menyebalkan, Zergan! Mereka selalu mandang aku rendah!" potong Haura ketus, menghentakkan kakinya dengan kesal seraya menepis pelan tangan Zergan.

​Melihat dari kejauhan bagaimana Zergan dengan rendah hati mencoba membujuk dan menenangkan ego wanita itu, ada rasa perih dan sedih yang kembali menyengat sudut hati Kinara. Dahulu, jangankan membujuknya saat menangis, Zergan bahkan tidak peduli jika Kinara jatuh sakit di rumah mewah tiga lantai mereka. Kinara buru-buru menundukkan kepala, mencoba menahan sesak di dadanya. Ia memantapkan hati untuk mengabaikan mereka dan melangkah cepat agar bisa melewati area itu tanpa perlu terlibat.

​Namun, tepat saat Kinara berjalan beberapa meter di samping mereka dengan langkah tergesa-gesa, kalimat ketus Haura berikutnya meluncur begitu saja.

​"Terserah kamu deh, Zer! Pokoknya sore ini kita tetap janjian nonton layar tancap festival di alun-alun kota jam tujuh malam. Kamu jangan telat menjemputku! Aku mau nenangin pikiran di sana," ucap Haura ketat seraya membalikkan badan, berjalan pergi meninggalkan Zergan yang hanya bisa memandangi punggung kekasihnya dengan pasrah.

​Deg!

​Langkah kaki Kinara seketika berhenti total. Tubuhnya mendadak kaku bak batu di tengah koridor. Jantungnya berdegup gila-gilaan dengan ritme yang mengerikan.

​'Alun-alun kota? Jam tujuh malam nanti?!' batin Kinara menjerit histeris dalam hati.

​Kilasan ingatan tragis dari kehidupan lalunya mendadak berputar hebat di kepalanya. Di kehidupan sebelumnya, Haura dinyatakan hilang secara misterius saat sedang berada di keramaian Alun-alun Kota. Di sanalah musuh bisnis keluarga Airlangga memanfaatkan kelengahan Zergan untuk menculik Haura, sebelum akhirnya gadis itu ditemukan tewas mengenaskan beberapa hari kemudian.

​Kinara mencengkeram erat tali tasnya, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Garis waktu penculikan itu ternyata bukan beberapa bulan lagi, melainkan malam ini juga!

​Kinara menoleh perlahan, menatap punggung Zergan yang masih berdiri diam di dekat pilar. Sadar bahwa jika ia diam saja maka takdir kelam itu akan terulang dan Zergan akan kembali berubah menjadi pria berdarah dingin yang tersiksa seumur hidup, Kinara membuang seluruh ego dan rasa ragunya. Ia harus bergerak cepat. Ia harus memperingatkan mereka sebelum terlambat, demi keselamatan Haura dan demi menjaga senyuman pria yang pernah dicintainya itu tetap hidup.

"Haura!"

​Suara Kinara yang lantang dan penuh penekanan seketika memecah keheningan koridor. Panggilan yang tiba-tiba itu membuat langkah kaki Haura terhenti seketika. Di dekat pilar, Zergan yang baru saja hendak berbalik juga mengurungkan niatnya. Kedua pasang mata itu kini beralih menatap Kinara yang berdiri tegak dengan napas yang sedikit memburu.

​Haura membalikkan badannya sempurna. Ia mengernyitkan dahi, menatap Kinara dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan asing. "Ya? Kamu siapa, ya? Kenal aku?" tanya Haura dengan nada suara yang terdengar bingung sekaligus agak ketus karena suasana hatinya yang memang sedang buruk.

​Kinara melangkah mendekat, mengabaikan tatapan mata elang Zergan yang kini menatapnya dengan sangat tajam dan menyelidik. Kinara tahu, jika ia mengatakan yang sejujurnya bahwa ia kembali dari masa depan, mereka pasti akan menganggapnya gila. Otaknya berputar cepat mencari alasan yang masuk akal.

​"Kalian nggak perlu tahu siapa aku. Tapi... aku adalah orang yang bisa sedikit meramal atau melihat potongan masa depan," jawab Kinara asal bunyi, mencoba bersikap setenang mungkin di hadapan sang mantan suami.

​Mendengar ucapan konyol itu, Haura langsung mendengus remeh dan hampir tertawa. "Meramal? Kamu bercanda, ya? Ini kampus, bukan pasar malam tempat dukun berkedok."

​Namun, berbeda dengan Haura, Zergan justru melangkah maju, menempatkan tubuhnya sedikit di depan Haura dengan tatapan yang semakin dingin dan waspada. "Apa maumu sebenarnya?" tanya Zergan berat, suaranya yang dalam membuat bulu kuduk Kinara meremang.

​Kinara tidak memedulikan tatapan mengintimidasi dari Zergan. Ia langsung mengunci pandangannya pada Haura dengan sorot mata yang teramat serius, cemas, dan penuh penekanan.

​"Aku nggak sedang bercanda, Haura. Dengar baik-baik. Jangan pernah pergi sendirian ke alun-alun kota nanti malam. Jangan pernah berada di tempat ramai tanpa pengawasan, dan jangan sesekali melangkah ke area yang gelap atau sepi di sekitar sana," ucap Kinara dengan suara yang bergetar menahan ketakutan akan bayangan kematian Haura di kehidupan lalu.

​Haura tersentak melihat keseriusan di mata Kinara, senyum remehnya perlahan memudar digantikan rasa merinding yang aneh.

​Kinara kemudian mengalihkan pandangannya tegak lurus ke arah Zergan. Ia menatap pria yang dulu selalu mengabaikannya itu dengan tatapan memohon yang teramat tulus. "Dan untuk kamu, Zergan... kalau kamu benar-benar mencintai Haura dan tidak ingin menyesal seumur hidupmu, jaga dia baik-baik nanti malam. Jangan pernah tinggalkan dia sendirian bahkan untuk satu detik pun, sekalipun dia merajuk atau memintamu pergi. Bahaya besar sedang mengintai kekasihmu malam ini."

​Zergan tertegun membeku. Jantungnya berdesir aneh saat mendengar wanita asing di hadapannya ini menyebut namanya dengan begitu fasih dan penuh emosi, seolah-olah mereka sudah saling mengenal sejak lama. Nada suara Kinara yang penuh keputusasaan terdengar sangat nyata, bukan seperti bualan seorang penipu.

​"Dari mana kamu tahu namaku? Dan apa maksudmu dengan bahaya besar?" tuntut Zergan dengan nada menginterogasi, melangkah satu kali lagi mendekati Kinara.

​Kinara mundur satu langkah, menolak untuk terlibat lebih jauh. Tugasnya di sini sudah selesai. "Aku sudah memperingatkan kalian. Percaya atau tidak, itu pilihan kalian. Tapi kumohon... jangan sepelekan ucapanku," setelah mengatakan hal itu, Kinara berbalik cepat dan berjalan setengah berlari meninggalkan Zergan dan Haura yang terpaku dalam kebingungan di koridor kampus yang sepi.

1
si mesteri
semoga kau hidup bahagia kedepan nya kinara oh iya thor ini yg terbagus dalam ending sad bikin haru dan mau aku baca berkali-kali tapi radak nyesek sama endingnya semoga thor nya juga sehat selalu dadah /Smile//Sob/
Uthie
Lagiiii dong 😍
heyyykau
crazy up kak🫰
Dwi Agustina
Allah pasti trlah menyiapkan takdir yg lbh indah utkmu Nara😥💪
heyyykau
crazy up kak, gk sabar liat kinara menghilang dri kehidupan zergan trs kinara jadi sukses sm ada seseorang mencintai kinara dengan tulus dan juga sebaliknyaa🫰😭
Dedi Dahlia
nanti setelah kinara pergi,zergan ingat kembali massa lalu kehidupan pertama, dan menyadari sipat Haura tak seperti yang diharapkan,baru lah sadar hanya kinara gadis yang tulus dan mengerti tapi,sayang terlambat baru menyadarinya,sip di tunggu momennya thorr itu terjadi🙂🙂
Uthie
Saya sihhh paling gak sabar nunggu pas moment Kinara pergi dari Zergan, dan ia baru menyadari siapa yg paling tulus pada nya nanti 😏😏

kayanya Haura ada main di belakangnya, dengan Arsen pula!
Dwi Agustina
Sesakit ini y Nara nyampe kesini😥🤣😂😂
putmelyana
bodoh bukannya menjauh malah masuk kedalam masalahnya bodoh bnget lu kinara
Devi..
harusnya Kinara memastikan dulu gmna hub Haura dg Arsen.. terlalu buru" klo lngsung menghadap Oma..😌
heyyykau
crazy upp kak gk sabar kinara pergi jauh, sukses dan punya pasangan yang menerima dia apa adanya dan yg terpenting mencintai diaa🫰
aku
kenapa nara smpe segitunya sih. bukannya udh ckup smpe haura batal diculik ja? kesannya jd ikut campur bgt. agk kurang respect 🙏 mf cm berpendapat 🙏
Uthie
Sepertinya Kinara malah membuat masalah baru nantinya untuk Zergan... bahwa Haura sebenarnya tidak sebaik yg terlihat!!
ada pengkhianatan sebenarnya...
Uthie
Kalau menurut aku, berubah nya Takdir ini adalah saat Haura batal di culik, dan tidak jadi meninggal tragis...
Namun sesudahnya sebenarnya terkuak hubungan rahasia Haura dan Arsen....
dan itu belum di ketahui oleh Ze 👍

dan...bisa jadi di takdir kedua ini, sebenarnya menghubungkan antara 2 tokoh utamanya 👍😁
Dwi Agustina
Nyesek bngt jd Kinara😥
Uthie
Lagiiii dongggg 😍🙏🙏
Lippe
Kinara malah bikin Zergan jadi tambah beban pikiran 🤣
Uthie
Bagussss... keren tuhhhh pembalasan nya 👍👍😍😍😍
aku
🌹 ayo tor biar semangat 🙏
Yuyun Suprapti
masih kurang kk...
besok² crazy up dong kk thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!