NovelToon NovelToon
Disakiti Tunangan Dicintai Mafia Posesif

Disakiti Tunangan Dicintai Mafia Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Dark Romance
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Livia Alessandra adalah tunangan yang sempurna, namun bagi Axel Killian, Livia hanyalah tameng untuk mendapatkan warisan kakeknya. Setiap kali Livia membutuhkan Axel, laki-laki itu selalu menghilang demi Elena. Alasan Axel selalu sama, yaitu Elena fisiknya lemah karena sakit.

Hingga pada akhirnya Livia memilih pergi dan menghilang dari Axel setelah puncaknya ia ditinggal Axel saat fitting baju pengantin. Dan saat itu Livia sudah tahu tentang hubungan Axel dan Elena dibelakangnya. Ternyata Elena bukan sahabat perempuan Axel, tapi mantan pacarnya.

Diambang kehancuran hati, semesta tidak membiarkan Livia jatuh. Ia diselamatkan oleh Morenzo, pemimpin mafia brutal yang diam-diam telah mengamatinya dengan obsesi gila sejak lama.

Livia kini bangkit kembali bukan sebagai pengemis cinta. Saat Axel mulai memohon kesempatan kedua karena sadar Elena hanyalah parasit, Livia hanya tersenyum dingin dibalik pelukan posesif Morenzo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keterangan Kakek Dom

Livia berhasil mendatangi kediaman Kakek Dom yang jauh sederhana ketimbang kehidupan sebelumnya. Sesudah mengalih warisan kepada pria bernama Theo, Kakek Dom langsung mencabut diri dari hiruk pikuk kemewahan. Baik dalam keseharian maupun pergaulan.

Apa itu main golf, Kakek Dom sudah tidak pernah melakukannya. Apa itu makan makanan sekali makan harga fantasis, kini Kakek Dom hanya makan semangkuk sup ayam untuk menghangatkan.

Livia menyurukkan sendok ke lelaki tua itu, dan Kakek Dom pun enggan untuk melahapnya karena terasa begitu berat.

"Kenapa, Kek? Kenapa tak mau disuapi olehku? Apakah perlakuan ku ini terasa berat setelah apa yang kakek lakukan terhadap keluargaku?"

Kakek menghela nafas. Rasa sakit di badan makin terasa. Ia pun menatap mata Livia, tak memungkiri jika Livia pada akhirnya akan tahu kebohongannya selama ini. Pada akhirnya dia menemui situasi seperti ini.

Sebenarnya, Kakek Dom sudah menyesal tak jauh dari kejadian dimana ia merebut segalanya dari kakeknya Livia, akan tetapi dia terlalu takut untuk bersikap gentle, dengan mengaku dan mengembalikan ke pihak keluarga Livia. Bukan. Bukan karena Kakek Dom takut akan proses hukum andai saja keluarga Livia tidak terima, dia takut akan beban moral yang akan dia pikul. Dia akan di cap sebagai pengkhianat dan perebut. Terdengar egois bukan. Toh Kakek Dom berpikir keluarga Livia tidak miskin, masih tergolong cukup baik dari segi ekonomi, ya... meskipun bukan disebut orang kaya.

"Aku tahu kata maaf saja tidak akan cukup. Rasanya aku tidak pantas jika kau sudah tahu hal kelam itu tapi masih peduli denganku. Biarkan tua bangka ini mengurus dirinya sendiri. Livia, jika kau ingin membunuhku sekarang juga, aku sudah siap." Kata kakek Dom.

Livia menghela nafas. Malas sekali mengotori tangannya dengan melenyapkan nyawa orang lain. Lagipula tujuan utama Livia hanya memastikan apakah betulan kakek Dom yang mencelakai kakeknya. Jika iya, nyawa dibayar nyawa. Livia akan mundur beberapa langkah lalu tutup mata membiarkan bodyguard tersembunyi mengeksekusi lelaki tua itu. Tak ada maaf jika itu terbukti kebenarannya.

"Baiklah kalau begitu. Mungkin saja jika aku tidak menjadi nyonya Morenzo, aku tidak pernah tahu kebohonganmu selama ini. Entah kau menyerah seperti ini hanya karena jatuh, atau karena apa, aku sudah tak peduli. Aku hanya ingin memastikan, apakah anda yang sengaja menyebabkan kakekku tiada?"

"Sungguh, aku memang telah merebut apa yang ia bangun. Aku mengalihkannya kepemilikannya menjadi atas kepemilikan ku. Namun soal kecelakaan itu, sumpah aku tidak melakukan apapun. Justru aku khilaf berbuat curang setelah sahabatku itu telah tiada. Aku berani bersumpah dan berani membuktikan."

"Jangan sebut kakekku sahabat mu. Tak ada sahabat yang berbuat curang setelah kepergian nya. Tak ada sahabat pengkhianat. Anda sama saja seperti Axel, salah mengartikan kata sahabat."

Namanya dibawa-bawa, Axel hanya diam tak berkomentar apapun. Dia nerima. Karena memang ia merasa begitu bodoh. Tapi sebodoh-bodohnya dia, Axel tidak merasa sejahat kakeknya. Menurut Axel, lebih baik bodoh daripada berhati busuk.

"Maafkan aku, Livia. Kau gadis baik, aku tahu itu. Kau sama seperti Kakekmu. Jadikan ini pelajaran. baik boleh, waspada perlu. Tidak semua yang berada di sekeliling mu yang terlihat baik tak punya kepentingan. Livia, aku sangat merasa bersalah padamu dan juga keluargamu karena sudah bersenang-senang diatas kalian. Hukumlah aku, atau jika tidak, aku yang menghukum diriku sendiri."

Axel menyela,. "Kek, jika merasa bersalah mengapa kakek tidak alihkan Killian grup kepada Livia? Kenapa kakek memberikannya kepada Pria bernama Theo. Siapa dia sebenarnya? Aku tidak pernah merasa kenal. Apa dia cucu dari selingkuhan kakek, atau anak dari selingkuhan daddy? Aku jadi tak mengerti apa sebenarnya terjadi"

Tuk!

Bukannya jawaban yang Axel dapat, tapi kepalanya malah dipukul pakai centong sup oleh kakek Dom. Axel meringis kesakitan, dia mengaduh, sudah ditempeleng Morenzo dan sekarang diketok oleh kakek Dom. Sial sekali. Sudah bagus Axel tak amnesia.

"Itu untukmu agar tak bicara sembarangan." Kata kakek Dom. Kalau Axel yang dulu, dia akan selalu menjawab yang membela diri. Tapi kali ini ia minta maaf.

" Maaf, kek."

"Kau sudah lumayan pintar rupanya. Jauh dari orangtua mu membuat kau jadi bisa lebih berfikir. Daddymu yang masih belum pintar juga. Tunggu saja, tak lama dia pasti dibuang oleh istrinya dengan kondisinya yang terus-terusan jatuh." Kata kakek Dom ke Axel.

"Sudahlah, aku tidak ingin mendengarkan perdebatan soal keluarga kalian." Sela Livia menyudahi

"Untuk membuktikannya bahwa bukan aku yang menyebabkan kecelakaan itu, kau boleh tanyakan pada Tuan Morenzo karena beliau mahir dalam mencari fakta tentunya. Aku tebak kau pun tahu soal ini darinya, bukan?"

Livia bangkit dari duduknya, "Baiklah, aku akan mencari tahu lewat suamiku. Tapi tetap aku akan memberikan kalian hukuman, itu pun jika kalian mau."

"Apa hukumannya?" Axel dan Kakek Dom berseru penuh antusias menyambut hukuman itu. Seolah-olah mereka berharap untuk dihukum demi mengurangi beban hati.

"Hiduplah dengan baik kedepannya, jika tidak, terimalah konsekuensinya." Begitu katanya.

Axel dan Kakek Dom terharu dengan Livia yang berbesar hati. Mereka mau menjalani hukuman itu. Hingga pada akhirnya, Sebelum Livia pergi dari kediaman sederhananya, Kakek Dom menghentikan langkah Livia dengan sebuah pernyataan,

"Livia... sudah beberapa waktu aku menghubungi orangtuamu tapi tak bisa. Ke rumah mereka pun, aku selalu tak pernah sampai karena selalu terhalang. Sampaikan salam dan permintaan maafku yang paling dalam. Atau jika diperbolehkan, ijinkan aku untuk menemuinya untuk menemuinya untuk menebus kesalahan."

Deg!

Pernyataan Kakek Dom bagaikan petir di siang bolong. Selain menggali rasa rindu ingin bertemu dengan kedua orangtuanya, Livia juga heran mengapa Kakek Dom menjadi sulit untuk bertemu dengan mereka. Sama seperti dirinya yang sulit untuk pulang ke rumah.

"Apa maksudmu terhalang? Siapa yang menghalangimu?" tanya Livia. Kakek Dom hanya menggeleng lemah karena ia pun tak tahu kenapa sulit sekali bertemu dengan orangtua Livia. Kakek Dom menjadi paham bahwa Livia sepertinya tak tahu soal ini.

Livia melirik jam di pergelangan tangannya. Pukul 18.20. Ia hanya punya waktu empat puluh menit sebelum batas jam pulang ke mansion yang ditetapkan Morenzo berakhir. Jika ia terlambat, ia tidak hanya akan menghadapi kemarahan pria itu, tetapi juga kehilangan kesempatan untuk bernegosiasi, karena ada yang mau didiskusikan oleh wanita itu. Livia harus segera pulang ke Mansion Morenzo.

Bersambung.

1
Tevina Anggita
pasangan se unik mereka jangan di kasih konflik berat ya Thor,kasih hati nurani dikit🤣🤣🤣🤣🤣😭😭
Maydian li Maydian
Lanjuttt thor pliss lebih banyakkk
Tevina Anggita
sebenernya salah 2 2 nya,satu salah paham satunya kurng ngertiin,semoga morenzo ngk nyakitin Livia plis..
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dikira ngemut lolipop morena 🤣🤣
Zenun: padahal yang ngemut lolipop Lakinya cuma dia doang😄
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wkwkwkwkwkwk absurd bgt
Zenun: Xixixixi
total 1 replies
aleena
lagi male komen ten tang mozarolla , 🤭
mau nunggu hasil nya aja experimen livia
Zenun: Xixixixixi
total 1 replies
Dewi Payang
Dih malunya ai....🙈
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
salah paha eh paham deh
Zenun: ya gitu dah. Tapi awal dari terungkapnya perasaan Livia
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bianca stresss. gmn klo dia tau si Morena punya binik y
Zenun: udah tau, cuma kaya kurang peduli. Tapi tar ketemu ama Livia
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
xixixixixixi
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ya ngomong dng morena, jgn kaku begitu.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dasar si goyang Morena. bknnya terus terang mslh alergi nya malah sok2an menahan biar liv ga kecewa. malah dia bakalan lebih merasa bersalah klo suatu saat dia tau ttg alergimu
Zenun: awalnya menyangkal Livia pas dikasih tahu, tapi akhirnya dia sesali😄
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
suami model gini ini nyarinya dimana yak🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: kataku sih malah bodoh si morena. malah buat liv merasa bersalah klo tau yg sebenarnya😌
total 1 replies
Tevina Anggita
kutebak pasti kesalahpahaman🤣🤣
Zenun: Xixixixixi
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
manfaatkan dengan baik livia
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
bahkan asistennya lebih suka membicarakan sen jata dari pada livia. takut livia gak puas, dianya yang kena
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
dihh moren pengen di getokk /Facepalm/
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
woy ma, kok bisa secepatnya kamu pindah hati /Facepalm/ kok tiba-tiba jadi klan moren wkwk
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
benar ma, lagian kalo gak salah dan bersinggungan dengannya. morenzo gak akan menghukum orang sembarangan
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
untung mama papanya peka ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!