Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hilangnya Kesaktian
Tampak Janu Manggala mengendarai motor butut milik Anton mengejar mobil Alyssa.
Walaupun motor itu butut, namun jangan remehkan yang mengendarai adalah Janu Manggala membuat kecepatannya mampu mengimbangi mobil mewah itu.
"Tolooonggg!!!" Alyssa terus berteriak dengan kencang, berharap ada pengendara lain yang mau menghentikan laju mobil ini.
"Hei! Hentikan mobilnya bung!" Teriak Janu Manggala yang sudah berada di samping kursi pengemudi. Ia tidak bisa melihat siapa pengemudi itu karena kaca itu tak tembus pandang dari luar, namun karena wanita di belakang terus berteriak Janu yakin bahwa ada yang tidak beres dengan mobil ini.
Eyang Sugiono melirik Janu Manggala dengan tatapan sinis, "cih! Cuma manusia biasa." Gumamnya lirih kemudian kembali mempercepat laju mobilnya.
Ya Eyang Sugiono melihat Janu Manggala ini hanyalah manusia biasa yang sama sekali tidak memiliki keistimewaan atau kesaktian apapun, mentok manusia biasa dengan motor butut.
"Sialan dia tidak mau berhenti." Batin Janu Manggala ia menggas motornya semakin dalam lagi.
Entah keberuntungan atau apa di depan ternyata macet, mau tidak mau Eyang Sugiono harus menghentikan mobilnya.
Di saat itulah Alyssa langsung turun dari kursi penumpang dan langsung naik ke boncengan motor milik Janu Manggala yang baru tiba.
"A... apa yang terjadi Nona?" Janu sedikit kaget dengan wanita cantik ini yang tampak sangat ketakutan.
"Cepat jalankan motornya!" Jawab Wanita itu.
"Ap.. apa yang terjadi? Apakah kau di culik? Siapa yang menculikmu?" Janu Manggala menatap pintu pengemudi yang tak kunjung terbuka.
"Ya aku di culik oleh orang jahat! Cepat pergi dari sini kau tak akan mampu melawannya!" Alyssa terus menerus mendesak Janu untuk kabur dari sini.
Janu sendiri berpikir bahwa yang menculik wanita ini adalah seorang preman berbadan terminator atau mungkin hulk, oleh karena itu wanita ini sangat ketakutan.
Janu langsung belok dan menggas motornya melawan arah sebaliknya, ia meliuk liuk tampak sangat lihat menghindari setiap mobil, motor, bahkan truk yang mengarah ke arahnya. Dalam kisaran jarak 6 meter Janu melihat sebuah gang kecil, ia langsung belok kesana.
Klik!
Bersamaan dengan itu pintu pengemudi terbuka, tampak Eyang Sugiono yang sudah berwujud aslinya, pakaiannya compang camping, kulitnya hitam rambut yang terlihat sebagin sudah memutih dengan model cepak bak tentara, telinga yang sedikit runcing dan wajahnya sedikit menyeramkan mirip seperti goblin.
Eyang Sugiono sama sekali tidak mengetahui bahwa saat ini ia dalam wujud aslinya, ia berpikir bahwa saat ini ia masih berwujud Tuan Seu pengawal pribadi Alyssa.
"Kekeke... kemanapun kau pergi kau tak akan bisa lari dariku Nona Alyssa..." batin Eyang Sugiono sembari menyeringai tipis, ia kemudian membaca rapalan mantra yang membuat dirinya bisa hilang dalam sekejap dan muncul di dekat Janu dan Alyssa.
Selesai membaca mantra Eyang Sugiono sedikit kebingungan, ia tak berpindah tempat masih di tengah jalan raya yang padat dengan kemacetan.
Ia berulang ulang kali membaca mantra, namun lagi lagi ia masih di tempat itu dan tak berpindah sama sekali.
"Apa yang terjadi padaku? Mengapa aku tak bisa menggunakan kesaktianku? Kemana semua kesaktianku?" Eyang Sugiono termenung mencoba berpikir penyebab mengapa kesaktiannya menghilang.
"Apakah ini ada hubungannya dengan manusia biasa bermotor rongsokan itu?" Tanyanya dalam hati namun ia segera menepis dugaan liar itu, "tak mungkin kesaktianku menghilang karena manusia biasa itu, pasti karena aku sedikit terlambat memberikan tumbal manusia kepada Sang Bethari."
Eyang Sugiono pada saat ini berpikir bahwa kesaktiannya menghilang pasti karena ia sedikit terlambat memberikan tumbal kepada sosok yang ia sembah yaitu Sang Bethari Panggodo Pangrencono.
Sang Bethari Panggodo Pangrencono itu ialah sosok makhluk jahat yang mendiami Gunung Pancar, Sentul. Di gunung itulah terdapat perbatasan dunia ghaib dengan dunia manusia, dan di tempat itulah Rina di sekap.
Tut! Tut! Tut!
Suara klakson truk membuyarkan lamunan penuh keheranan Eyang Sugiono.
"Hei Pak Tua! Cepat minggir! Apa kau mau aku lindas?!" Tanya Supir Truk dengan nada suara tinggi.
Eyang Sugiono menatap murka supir itu, "keparat! Lindas saja jika kau mau trukmu terbalik!" Ucapnya kemudian berjalan menuju trotoar pinggi jalan.
Tut! Tut! Tut!
"Woi pak Tua gila singkirkan mobilmu yang menghalangi jalan!" Teriak Sopir itu.
Namun Eyang Sugiono tak menghiraukannya, ia berjalan di pinggiran trotoar mencoba mengejar Janu yang masuk ke dalam gang.
Namun tiba tiba perasaan aneh menyelimuti hati Eyang Sugiono, "tunggu dulu! Dia memanggilku dengan sebutan pak tua? Bukankah aku dalam wujud pengawal pribadi Alyssa?" Tanyanya dalam hati, ia langsung menatap tangannya sendiri yang keriput.
"Hah?!!" Ia kaget bukan kepalang, "kenapa aku berubah ke wujud asliku? Di mana jas mahal itu? Kenapa pakaianku compang camping seperti ini! Keparat! Aku harus segera menyelesaikan urusanku dan memberikan tumbal manusia kepada Sang Bethari." Ucapnya ia semakin mempercepat langkahnya mencoba menyusul Janu.
Ketika mempercepat jalannya inilah Eyang Sugiono kembali di buat terkejut, pasalnya ia merasakan kelelahan, seharusnya ia sebagai pemuja setia Sang Bethari sangat mustahil merasakan kelelahan hanya karena berjalan.
"Sialan! Tak ada waktu untuk berpikir! Aku harus segera membawa Alyssa ke gunung pancar!" Ucapnya.
***
Di dalam gang sepi dan gelap tampak Janu Manggala bersusah payah mengekol motornya yang mogok.
Ya! Motor tersebut mogok di tengah gang tersebut.
"Ayo berusaha lebih keras lagi!" Ucap Alyssa dengan ekspresi panik. Bagaimana tidak? Ia yakin sekali yang menculiknya itu bukanlah orang biasa karena mampu menyamar menjadi Tuan Seu, sementara di sini ia hanya bersama manusia biasa dengan motor butut tak mungkin manusia biasa ini mampu mengalahkan orang itu.
"Sabarlah Nona, sebenarnya kau ini di culik siapa? Kenapa kau tak lapor polisi saja!" Tanya Janu sembari mengekol motornya lebih keras lagi.
"Ak.. aku tidak tau siapa yang menculikku! Intinya orang itu sangat mengerikan! Kau tak akan mampu menghadapinya... cepatlah nyalakan motor rongsokan itu lebih keras lagi, aku akan memberikanmu 500 juta apabila kau berhasil membawaku kabur dari orang itu!" Ucap Alyssa dengan ekspresi panik.
Janu melebarkan matanya mendengar nominal itu, ia yakin wanita ini tak berbohong karena tampilannya benar benar mirip seperti definisi orang kaya sejati.
Janu mengekol motornya lebih keras lagi, "sialan! Ayolah cepat nyala!" Batin Janu berteriak, namun seberapa keras Janu berusaha motor itu tak kunjung menyala.
"Hah! Hah! Hah! Apakah motor ini bensinnya habis?" Janu berhenti dengan ekspresi kelelahan.
"Hei ken--"
"Ha.. ha.. ha.. ha ..." suara nafas memburu terdengar, "apakah motor rongsokanmu itu tidak mau menyala bocah?"
sebelum Alyssa menyelesaikan kalimatnya suara dari Eyang Sugiono terdengar. Alyssa langsung menoleh dengan ekspresi ketakutan, ia mengigit bibirnya dengan gelisah.
Sementara Janu langsung mengedutkan matanya menatap orang tua di depannya, "wajahnya mirip Bahlil.." ucapnya dalam hati sembari memandangi Eyang Sugiono yang baru datang dengan nafas tersenggal.