NovelToon NovelToon
Taipan Abadi: Kebangkitan Menantu Terbuang

Taipan Abadi: Kebangkitan Menantu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Arya, seorang pewaris sekte abadi yang dikhianati dan kehilangan kekuatannya, terperangkap dalam tubuh seorang "menantu benalu" yang dihina oleh keluarga istrinya di kota metropolitan modern. Dengan ingatan masa lalu dan sisa kekuatan spiritualnya, ia harus membangun ulang fondasi kekuatannya, menaklukkan dunia bisnis, melindungi wanita yang ia cintai, dan perlahan mengungkap rahasia alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Sang Naga Turun Tangan

​Seusai menghabisi Gagak Hitam malam itu, pagi pertama sebagai menantu yang berkuasa di bawah bendera kemenangan kembali berjalan tanpa hiruk. Tapi Arya tak peduli dengan perayaan bisnis dan kemeriahan, karena pagi ini misinya tidak berada pada ranah kekuasaan elit Emerald, tapi melatih mental istrinya menghadapi kekacauan di luar.

​Hari ini, di balik meja ruang kantor yang elegan, Darma menyambutnya. "Kau tampak segar, menantu. Kudengar kau tadi malam melakukan bersih-bersih halaman." Darma bertanya santai, di depan cangkir espresso miliknya.

​Arya mengambil sofa kulit tepat di seberangnya, tak bereaksi berlebihan. "Pohon berdaun lebat pasti butuh lebih sering dibersihkan daun-daun matinya," katanya santai.

​Darma mengusap bibirnya pelan, senyuman puas tampak di matanya. "Herman Atmaja pasti sangat panik. Bisnis ini sudah terlalu usang dikotori darah dan kecemasan, Arya." Ayah mertuanya membuang nafas. "Nadia tidak siap menghadapi gelombang ini. Jika kau sudah mulai, lakukan sampai tuntas."

​"Sudah direncanakan," sela Arya.

​Darma tertegun melihat kilatan menakutkan melintas pada mata Arya. Di masa mudanya, tak pernah sekalipun ia melihat aura sedemikian membunuh, bahkan pada pemimpin underworld paling bengis yang pernah ia hadapi dalam berbisnis.

​Malamnya, Arya turun menuju markas yang disebut sebagai pusat sarang 'Lembah Kematian', tempat bagi sisa-sisa anggota Gagak Hitam, Herman Atmaja dan putranya berlindung di luar Kota Emerald.

​Pintu markas Gagak Hitam hancur tak karuan.

​Herman yang berbaring di samping Dion dan beberapa pengawal tak menyangka orang ini muncul sendirian ke markas mereka di sebuah kawasan pegunungan. Tapi, tidak ada satupun penjaga yang tersisa di halaman yang luas ini. Arya menyelinap bak hantu, meninggalkan tumpukan orang pingsan—dan beberapa lagi mungkin bernasib lebih buruk.

​"Kau!" Teriak Herman, mengusap lelah wajahnya yang memucat. Dion, yang berada di sisinya menggeretakkan gigi. Ketakutan yang mencekam di antara mereka berdua kini mengabur dalam luapan kemarahan.

​"Siapa kau yang sebenarnya, Arya?!" Dion menjerit. "Kau pikir kau bisa menguasai kami?"

​"Hanya Naga yang berkuasa," ujar Arya tanpa tedeng aling-aling. Suara itu seakan menyatu dengan hembusan angin malam. "Kau bertanya padaku seolah tidak ada batas dari kesalahan yang telah kalian mulai sendiri. Tapi di dunia tempat aku berasal, hanya dengan kekuatan mutlak kalian akan mengerti batas kalian."

​Tanpa ragu sedikit pun, Arya berjalan mendekati mereka. Dengan sekali libasan tendangan membelah, kekuatan spiritual miliknya melempar jauh semua penjaga elit Gagak Hitam hingga tersungkur, memecahkan tembok tebal ruang pelindung tempat mereka bersembunyi.

​Herman tak bisa menutupi gemetar di seluruh tangannya ketika melihat manusia di hadapannya memiliki tenaga melampaui kemampuan mortal. Dia bersujud, diikuti erangan Dion.

​Arya menatap tajam dua sosok itu, sebuah kilat membelah langit mengiringi ketegasannya, dan Arya berbalik.

​"Kau bisa tetap hidup, namun kekuatan kalian sudah lenyap di Emerald malam ini."

​Pesan itu sudah cukup mengunci segala ketakutan keluarga Atmaja dan Gagak Hitam untuk tidak akan pernah kembali lagi. Dan Arya pulang dengan senyum tipis—hanya sekadar untuk melihat istrinya sedang merebus mie di dapur rumahnya.

Pesan itu sudah cukup mengunci segala ketakutan keluarga Atmaja dan Gagak Hitam untuk tidak akan pernah kembali lagi. Dan Arya pulang dengan senyum tipis—hanya sekadar untuk melihat istrinya sedang merebus mie di dapur rumahnya

1
Sofian Dzikrul Hidayah
kpn update
Sofian Dzikrul Hidayah
kpn update nya
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
mlh gx update
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
up thor
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Sofian Dzikrul Hidayah
up
Sofian Dzikrul Hidayah
lnjut thor
Dirman Ha
ih gk
Dirman Ha
hbk
Dirman Ha
hv gb bn
Dirman Ha
jg gb BBM
Dirman Ha
ig di
Dirman Ha
jg CV
Dirman Ha
ih gb np
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!