NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Pil Fondasi Emas

Pagi ini, seluruh Akademi Pedang Awan Biru dipenuhi kegembiraan.

Papan pengumuman besar di alun-alun akademi dikelilingi ratusan murid dalam, murid luar dan bahkan beberapa murid inti yang penasaran. Lin Feng yang kebetulan lewat sambil membawa keranjang sayuran untuk dapur, terpaksa berhenti karena kerumunan menghalangi jalannya.

"Apa yang terjadi?" tanya Lin Feng pada seorang murid luar muda yang berdiri di pinggir kerumunan.

Pemuda itu menoleh dengan mata berbinar. "Kamu belum dengar? Turnamen murid dalam tahunan akan diadakan dalam dua minggu. Ini kesempatan yang sangat besar, bahkan pemenangnya akan mendapat hadiah luar biasa!"

Lin Feng mengernyit. Turnamen murid dalam memang acara tahunan di akademi, tapi biasanya hanya murid dalam yang peduli. Kenapa kali ini bahkan murid luar terlihat begitu antusias?

"Hadiah apa?" tanya Lin Feng.

"Kamu tidak tahu?!" Pemuda itu hampir melompat kegirangan. "Juara pertama akan mendapat Pil Fondasi Emas. Pil langka yang bisa memperkuat fondasi kultivasi dan meningkatkan peluang terobosan ke Ranah Pembentukan Fondasi hingga 50%. Sementara juara kedua mendapat manual kultivasi tingkat menengah pilihan dari perpustakaan tingkat tengah. Dan juara ketiga mendapat 100 batu spiritual."

Lin Feng terdiam. Pil Fondasi Emas... itu memang hadiah yang luar biasa. Bagi murid dalam yang berada di Ranah Pengumpulan Qi Lapisan Sembilan Puncak, pil itu seperti tangga emas menuju ranah selanjutnya.

"Tapi kenapa kamu sangat antusias?" tanya Lin Feng. "Kamu kan murid luar dan tidak bisa ikut turnamen.."

Wajah pemuda itu meredup sedikit. "Ya, tapi... melihat senior-senior bertarung tetap seru kan? Lagipula, siapa tahu ada yang mau merekrutku setelah mereka menang dan naik status."

Lin Feng mengangguk pelan. Begitulah cara dunia kultivasi bekerja. Yang kuat dikelilingi pengikut. Yang lemah mencari pelindung.

Ia melanjutkan perjalanannya ke dapur, tapi pikirannya tidak bisa lepas dari pengumuman itu.

Pil Fondasi Emas...

Ia tidak butuh pil itu untuk terobosan, karena Gulungan Naga Kekacauan sudah memberinya jalur kultivasi yang luar biasa. Tapi pil itu bisa sangat berguna untuk memperkuat fondasinya lebih cepat, memastikan tidak ada celah sebelum ia naik ke Ranah Pembentukan Fondasi.

Masalahnya, untuk mendapatkan pil itu ia harus ikut turnamen. Dan ikut turnamen berarti mengungkap kemampuannya.

Belum waktunya, putus Lin Feng. Masih terlalu berbahaya.

Tapi keputusan itu lebih mudah diucapkan daripada dipegang.

"Lin Feng, Ke sini!"

Lin Feng, yang sedang berdiri di pintu dapur, menoleh dan melihat Bai Yun melambaikan tangan nya di paviliun para murid dalam yang tidak jauh dari situ. Ia ragu sejenak, biasanya pelayan tidak dipanggil ke area itu kecuali untuk membawakan makanan. tapi hari ini Bai Yun tidak menyuruhnya untuk membawakan makanan.

Ia meletakkan barang barang yang di bawanya dan berjalan mendekat.

"Ya, Kakak Senior Bai?"

Bai Yun sedang duduk sendirian di meja paviliun, secangkir teh berada di depannya. Ia menatapnya dan langsung menunjuk kursi di depannya. "Duduklah."

Lin Feng tidak langsung menurutinya, ia malah melirik ke sekelilingnya. Beberapa murid dalam menatap mereka dengan penasaran, tapi tidak ada yang berkomentar. Bai Yun adalah salah satu murid dalam terkuat, bahkan sangat sedikit orang yang berani mempertanyakan tindakannya.

Lin Feng kemudian duduk dengan hati-hati.

"Kamu sudah dengar tentang turnamen?" tanya Bai Yun langsung.

"Ya, Kakak Senior Bai."

"Bagus." Bai Yun kemudian menyeruput tehnya. "Aku ingin kamu membantu persiapan. Arena perlu dibersihkan dalam beberapa hari kedepan, tribun penonton perlu diperbaiki, dan akan ada banyak tamu dari luar akademi yang membutuhkan pelayanan."

Ah. Jadi itu sebabnya ia dipanggil. Bukan untuk hal yang istimewa, hanya tugas tambahan.

"Tentu Kakak Senior Bai. Saya akan bantu sebisanya."

Bai Yun menatapnya dengan serius, ekspresinya sulit dibaca. "Lin Feng... apa kamu tidak pernah menyesali keputusanmu tinggal di akademi ini?"

Pertanyaan itu datang tiba-tiba. Lin Feng terdiam sejenak sebelum menjawab, "Kadang-kadang, Kakak Senior Bai. Tapi... ini satu-satunya tempat di mana saya bisa belajar tentang kultivasi, meskipun hanya dari kejauhan."

"Dari kejauhan," Bai Yun mengulanginya. "Kamu masih berharap suatu hari bisa berkultivasi?"

"Harapan itu bodoh, saya tahu. Dengan Akar Spiritual Kekacauan seperti itu, itu mustahil. Tapi..." Lin Feng tersenyum pahit. "Harapan bodoh lebih baik daripada tidak ada harapan sama sekali."

Bai Yun menatapnya dengan ekspresi yang aneh, campuran antara simpati dan... sesuatu yang lain.

"Kamu tahu, dulu aku juga pernah merasa putus asa. Saat aku pertama kali masuk akademi, aku hanya memiliki akar spiritual kualitas menengah. Semua orang bilang aku tidak akan pernah mencapai apa-apa. Bahwa aku tidak punya masa depan sebagai kultivator."

Lin Feng mengernyit. Bai Yun sekarang adalah salah satu jenius di akademi dan sekarang sudah mencapai Ranah Pengumpulan Qi Lapisan Kesembilan, hampir siap terobosan ke Ranah Pembentukan Fondasi. Sulit membayangkan ia pernah dianggap biasa-biasa saja.

"Tapi aku terus berlatih," lanjut Bai Yun. "Berlatih lebih keras dari siapapun. Tidak peduli berapa kali aku gagal, aku tetap mencoba. Dan perlahan, aku menjadi lebih kuat. Tidak karena bakat tapi karena usaha."

Ia menatap Lin Feng langsung di matanya. "Yang ingin aku katakan adalah, jangan pernah menyerah pada dirimu sendiri. Bahkan jika seluruh dunia bilang kamu tidak bisa, jika kamu percaya, dan benar-benar percaya maka masih ada jalan."

Lin Feng merasa dadanya sesak. Bai Yun tidak tahu betapa ironis kata-katanya itu. Karena Lin Feng saat ini sudah menemukan jalannya. Sudah membuktikan bahwa ia bisa berkultivasi. Tapi ia tidak bisa memberitahu siapapun.

"Terima kasih, Kakak Senior Bai," katanya dengan tulus. "Kata-kata Anda sangat berarti buat saya."

Bai Yun tersenyum, senyum langka yang membuat wajahnya terlihat lebih lembut. "Baik. Sekarang pergi bekerja. Arena tidak akan membersihkan dirinya sendiri."

***

Dua minggu berlalu dalam persiapan yang sibuk. Lin Feng menghabiskan siang harinya membantu persiapan turnamen, membersihkan arena besar di luar akademi, memasang tribun, mendekorasi dengan spanduk dan lentera.

Sementara malam harinya, seperti biasa ia berkultivasi di tempat rahasia yang baru, sebuah gua lebih dalam di pegunungan, jauh dari patroli akademi.

Ia tidak melakukan terobosan ke Ranah Pembentukan Fondasi meskipun sudah di puncak Ranah Pengumpulan Qi. Sebagai gantinya, ia fokus memurnikan Qi-nya, memperkuat dantian-nya, dan melatih teknik-teknik tempurnya

Pengetahuan dari Gulungan Naga Kekacauan terus membuka diri. Sekarang ia sudah menguasai beberapa teknik tingkat menengah,

"Pedang Petir Sembilan Langit" - Meskipun ia tidak punya pedang fisik, ia bisa membentuk pedang Qi yang tajam dari petir murni.

"Benteng Kristal Tanah-Cahaya" - Perisai defensif yang hampir tidak bisa ditembus di tingkat yang sama.

"Ilusi Bayangan Seribu Wajah" - Teknik yang membuat banyak bayangan palsu untuk mengelabui musuh.

Dan yang paling menarik, ia mulai memahami konsep "Kombinasi Elemen". Dengan menggabungkan dua atau tiga elemen dengan benar, ia bisa menciptakan efek yang jauh lebih kuat.

Misalnya, Petir  dengan Api  membentuk "Plasma Pemusnah" yang bisa membakar dan menghancurkan sekaligus.

Air  dengan Angin membentuk"Kabut Es" yang membekukan dan membingungkan.

Kemungkinannya tidak nya terbatas.

Tapi Lin Feng juga menyadari keterbatasannya. Qi-nya masih berada di Ranah Pengumpulan Qi. Meskipun tekniknya lebih kuat, kekuatan dasar Qi-nya tidak cukup untuk melawan kultivator di Ranah Pembentukan Fondasi yang memiliki Qi jauh lebih besar.

Kualitas lebih tinggi, tapi kuantitas masih kurang, pikir Lin Feng. Jika aku bertarung melawan kultivator di Ranah Pembentukan Fondasi sekarang, aku mungkin bisa bertahan beberapa waktu, tapi lama-lama aku akan kehabisan Qi.

Ia perlu naik ketingkatan selanjutnya. Tapi untuk itu, ia perlu menghadapi tribulasi, dan tribulasi tidak bisa disembunyikan.

1
Green Boy
lanjut lagi thor
Green Boy
semangat thor💪💪💪
Green Boy
semangat thor💪💪💪💪
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor 💗💗💗💕💕💞💞💝💖💖💖💋💋💖💝💝💞💞💕💗💗💗🤩🤩💗💕💞💝💝💖💋💋💋💖💋💋💋💋💋💋💖💖💖💝💝💞💕💗🤩
Arinto Ario Triharyanto
Yoi, MC terlalu naif, kyknya kalahan ini mah kalo tarung, apalagi sama cewek, Cemen 😄
rozali rozali
lanjut thor.
💪💪💪💪
Muh Nasrun
Thor, kenapa harus mencuri pil hanya utk meningkatkan kultivasinya, ini ga benar, kalaupun bisa tambah kuat tapi dgn cara yg tdk benar.
Arinto Ario Triharyanto
kebanyakan mikir lu Feng 🤣
Celestial Quill: masih belum pede dengan kekuatannya.😄
total 1 replies
Muh Nasrun
Tingkatan ke 3 tetapi bisa bertarung dgn level 8, apa2an ini, terlalu sekali, lebih baij tdk perlu ada level thor, tdk berguna level,kalau di cerita silat yg lainnya itu spt semut ketemu gajah, terlalu jauh rananya.
Celestial Quill: saya luruskan sedikit ya, Zhao Ming yang Lapisan Ketiga kenapa bisa bertarung dengan lapisan keenam atau Kedelapan bukan karena Lapisannya, melainkan karena teknik tempur nya kuat, tetapi ia tidak bisa bertarung dengan lama melawan lapisan yang lebih tinggi, karen Qi yang di milikinya terbatas berbeda dengan Lapisan yang lebih tinggi.🙏
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus, lanjutkan
Celestial Quill: Siap🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!