NovelToon NovelToon
Shen Yu Jalan Melawan Langit

Shen Yu Jalan Melawan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Alam Atas (Tiga Puluh Tiga Surga) sedang menghadapi akhir dari usianya yang telah berjalan miliaran tahun. Energi Dao mulai membeku. Para Penguasa Purba menyebutnya Kalpa Angin Salju. Untuk bertahan hidup dari kiamat kosmik ini, para penguasa Alam Atas menanam "Ladang Dunia Fana" (seperti dunia asal Shen Yu) untuk memanen energi kehidupan.

Kedatangan Shen Yu (Ketiadaan) dan Lin Xue (Teratai Primordial) adalah anomali. Bagi Alam Atas, Lin Xue adalah kayu bakar abadi yang bisa menghangatkan mereka dari musim dingin kosmik, sedangkan Shen Yu adalah badai salju yang akan mempercepat kehancuran mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Rantai Musim Dingin

Surga Pertama - Batas Luar Kota Patahan Es.

Hamparan es abadi membentang tanpa akhir, diwarnai oleh semburat abu-abu dari langit kelabu. Badai Kalpa tidak hanya membawa hawa dingin, tapi juga mengikis Dao dan vitalitas mereka dengan sangat pelan namun tak berujung. Setiap hela napas di alam ini terasa menghisap energi murni mereka.

Shen Yu duduk di bawah tumpukan batu obsidian yang mencuat dari lautan es, berlindung dari angin badai yang paling keras. Dia memejamkan mata. Dantiannya yang agung dulunya, kini seperti ruang kecil yang terkurung dinding besi. Baju perak yang dia jarah sedikit menutupi luka tusukan di bahunya luka yang perlahan mencoba menyatu, namun menolak karena sisa kekuatan Dao Es Ekstrem yang tertinggal.

Di depannya, seorang budak bertubuh keropos karena hawa es, terikat rantai di sekitar leher, pinggang, kaki dan tangannya, merangkak mendekat. Budak ini, Mo Han, mantan patriark tertinggi di benuanya yang dulu, tampak seperti cangkang yang dikosongkan. Namun di mata cekungnya, masih ada sepercik kebanggaan.

"Kaisar Malam..." Mo Han merintih, suaranya seperti serutan kayu kering di atas es. "Bebaskan aku. Aku... Aku tahu sesuatu."

Shen Yu membuka sebelah matanya, matanya hitam legam seperti kehampaan itu sendiri. Tidak ada belas kasihan di sana. "Tawaran apa yang bisa membuat seekor anjing budak menarik perhatianku?"

"Kota ini... Kota Patahan Es..." rintih Mo Han. Dia menoleh ketakutan ke arah dinding es gelap di kejauhan tempat kota itu berada. "Tidak ada yang namanya pasar gelap. Ini... ini rumah jagal."

Lin Xue, yang sedang berkonsentrasi memadatkan Api Teratai di ujung jarinya untuk menyerap energi di sekitarnya, menghentikan gerakannya. Wajahnya pucat pasi, bukan hanya karena dingin, melainkan karena kelelahan ekstrim menahan kekuatan jiwanya yang murni agar tidak terdeteksi.

"Jelaskan," titah Shen Yu.

Mo Han menelan ludah nya. "Kau ingin menukar jubah patroli dan senjata untuk Kristal Dao? Orang pertama yang kau temui di kota akan menerima senjatamu, tertawa serak, memberimu segelintir kristal, dan menawaran informasi tentang penyembuh. Begitulah modusnya."

Wajah Shen Yu tidak berubah, namun cengkeraman tangannya di gagang pedangnya sedikit mengerat. Hal yang baru saja dideskripsikan Mo Han adalah persis seperti apa yang dia dan Lin Xue niatkan.

"Lalu?" tanya Lin Xue.

"Penyembuh itu bukan penyembuh," Mo Han menangis tanpa suara. "Mereka akan mengulur waktu penyembuhan, dan saat kau melemah, anggota Aliansi atau pemburu dari Kuil Pedang Salju Pucat akan datang. Pria itu, penjual informasi, dia terikat kontrak jiwa dengan penguasa kota. Semua pendatang baru yang mencoba menjual barang curian dari faksi utama, akan diserahkan kembali ke faksi tersebut dengan imbalan Kristal Dao dalam jumlah yang jauh lebih besar."

Shen Yu menyipitkan mata. "Jadi, seluruh kota itu adalah umpan besar untuk memancing kultivator rendahan yang baru naik agar menyerahkan diri?"

"Ya..." Mo Han tersedu. "Penguasa kota ini, dia mendapat perlindungan langsung dari Aliansi. Mereka butuh kayu bakar, kultivator segar, untuk dipekerjakan sebagai budak di tambang atau... untuk yang terburuk. Wanita dengan jiwa murni... akan dikirim langsung ke Pengadilan Langit sebagai tungku."

Lin Xue terkesiap. Hawa membunuh seketika keluar dari tubuh Shen Yu, sangat sunyi dan tebal. Shen Yu sudah terbiasa dengan kejamnya dunia fana, namun sistematika alam atas ini mengkhianatinya dengan tingkat kelicikan yang lebih terstruktur.

"Jika apa yang kau katakan benar, bagaimana kau bisa berakhir di tambang itu, dan bukannya dikorbankan?" tanya Shen Yu.

"Karena aku berguna. Dulu aku dihormati..." Mo Han tertawa getir, sebuah tawa dari sosok yang sudah putus asa. "Keahlianku memadatkan Pedang Qi dari bumi sangat berguna untuk memecah batuan Kristal Dao tanpa meledakkannya. Aku menukar kebanggaanku untuk menjadi budak tambang. Budak yang sangat murah."

Shen Yu bangkit dari posisi duduknya. Bahunya masih sakit, namun ekspresinya seperti lapisan es di lautan ini. Dia melirik Lin Xue. "Kita kembali ke kota."

Mo Han membelalak ngeri, menarik ujung jubah perak Shen Yu. "K-Kau gila?! Setelah apa yang kukatakan? Kau akan masuk ke jebakan!"

"Aku tahu jebakannya sekarang," jawab Shen Yu, tatapannya beralih menembus badai menuju dinding gelap kota tersebut. "Jebakan hanya efektif jika sang mangsa tidak tahu ia sedang diburu."

"Tapi... tapi penguasa kota... dia ada di tahap Dewa Fana Tahap Puncak! Kau tidak akan menang, kau terluka!" Mo Han memohon, tidak ingin satu-satunya sosok yang membangkitkan sedikit harapannya mati konyol.

Shen Yu mengangkat kakinya, melepaskan cengkeraman Mo Han. "Mo Han, kau pernah membelah langit untuk naik ke sini. Kau pernah merasa bahwa kau adalah puncak mutlak. Kenapa kau berlutut di sini seperti anjing gila ketakutan?"

Pertanyaan Shen Yu menghantam ego lama Mo Han. Budak tua itu terdiam.

"Karena kau takut pada kematian. Kau menganggap hidup sebagai budak lebih baik daripada menjadi debu Kalpa," bisik Shen Yu dingin. "Aku? Jika surga ingin membekukanku, aku akan membakarnya. Jika kota itu adalah sebuah rumah jagal..."

Mata Shen Yu yang gelap menyiratkan kekejaman murni, niat membunuh seorang penakluk. "...maka mari kita giling daging para penjagalnya."

Shen Yu menoleh pada Lin Xue, memberikan tatapan meyakinkan, sebelum menyusup ke dalam badai, kembali menuju ke Kota Patahan Es.

Surga Pertama - Kota Patahan Es.

Kota ini tidak seperti kota mana pun yang pernah mereka lihat. Tidak ada jalanan batu berukir atau bangunan megah. Hanya ada jalan sempit berkelok yang diapit dinding es dan tulang kosmik raksasa yang sudah membatu. Langit-langit kotanya ditutupi kain tebal yang kotor untuk menghalau badai salju langsung.

Bau kematian dan keputusasaan sangat kental.

Shen Yu dan Lin Xue, kembali mengenakan jubah perak rampasan yang kini terlihat lebih kusut dan sedikit berdarah, berjalan memasuki gang gelap. Tujuan mereka bukan ke pedagang gelap, melainkan menyelinap ke bangunan terbesar di tengah kota bangunan tempat penguasa kota bernaung.

"Xue'er, tetap di dekatku. Sembunyikan semua fluktuasi energi," perintah Shen Yu pelan.

Bangunan utama itu dijaga ketat oleh penjaga bayaran, kultivator-kultivator buangan yang rela membunuh sesama demi Kristal Dao. Shen Yu tak repot-repot menyelinap. Dia memilih jalur kekerasan langsung.

Dia memegang gagang sabit hitamnya. Kehampaan bergetar.

SRAAK!

Dua penjaga di pintu depan bahkan tidak sempat berteriak ketika tubuh mereka terbelah dua. Darah mereka membeku di udara.

Shen Yu melangkah masuk, mendobrak pintu utama yang terbuat dari tulang besi. Lin Xue mengikuti dari belakang, pedang teratainya dalam posisi siaga.

Ruangan itu luas, diterangi oleh obor api es biru. Di tengah ruangan, duduk seorang pria bertubuh tambun dengan kulit seputih mayat, mengenakan jubah sutra mahal yang sangat kontras dengan kota kumuh di sekitarnya. Ini adalah Penguasa Kota, Tuan Gua Beku.

"Kultivator rendahan yang berani," Tuan Gua Beku tersenyum lebar, gigi kuningnya terlihat mengerikan. Dia diapit oleh empat penjaga setingkat Dewa Fana Tahap Menengah. "Jadi, tikus yang membunuh patroli Aliansi memutuskan untuk mampir? Kabar burung cepat menyebar, bahkan di badai."

"Kabar burung memberitahumu bahwa aku ada di kota ini. Tapi tidakkah kau curiga mengapa aku langsung ke tempatmu, dan bukan ke pedagang informasimu?" Shen Yu maju selangkah. Dantiannya bergemuruh pelan.

Senyum Penguasa Kota itu sedikit memudar. "Kau terlalu bodoh untuk menyadarinya."

"Atau kau yang terlalu sombong untuk sadar bahwa kau adalah mangsanya," Shen Yu memiringkan kepalanya. "Aku butuh Kristal Dao dan tempat ini sebagai fondasiku. Dan aku tidak tertarik pada basa-basi pedagang gelap."

"BUNUH DIA!" raung Penguasa Kota.

Keempat penjaga melesat. Shen Yu mengaktifkan Ketiadaan secara paksa, melawan tekanan hukum Alam Atas yang mencoba meremukkan tubuh fana-nya. Rasa sakit luar biasa menjalari bahunya. Namun, penderitaan inilah yang selalu menjadi bahan bakar utamanya.

Shen Yu menggunakan gerakan Garis Cakrawala Bisu milik Lin Ye. Dia memotong jarak.

Dalam tiga tarikan napas, empat kepala menggelinding di lantai es, tubuh mereka roboh menjadi tumpukan jubah berdarah.

Tuan Gua Beku tersentak, bangkit dari singgasananya. "K-Kau monster... Dewa Fana Tahap Awal tidak mungkin memiliki kekuatan seperti ini!" Dia mengangkat tongkat esnya, bersiap menggunakan hukum Dewa Fana Tahap Puncak-nya untuk membekukan Shen Yu.

Namun, sebelum mantra es itu selesai dirapal, sebuah pedang tipis berwarna teratai menembus bahu kanan Penguasa Kota itu dari belakang, menembus lurus ke dadanya.

Lin Xue telah menyelinap di antara kekacauan itu. "Kau terlalu banyak bicara."

Penguasa Kota meraung kesakitan, energi beku memancar dari lukanya. Dia mencoba memukul Lin Xue dengan sikunya, namun gadis itu sudah melompat mundur.

Shen Yu memanfaatkan celah itu, melesat ke depan dan mencengkeram leher Tuan Gua Beku. Api Ketiadaan berkobar di telapak tangannya, secara perlahan namun pasti membakar esensi kehidupan sang penguasa.

"Tidak... kumohon... aku punya kekayaan, Kristal Dao..." Penguasa Kota merintih.

"Aku akan mengambil semuanya dari mayatmu," bisik Shen Yu.

Tangan Shen Yu meremas. KRAK. Tuan Gua Beku, penguasa tirani di ujung dunia ini, tewas seketika di tangan "tikus fana" yang baru saja naik ke surga.

Shen Yu menjatuhkan mayat itu. Dia berbalik, mendapati Mo Han yang telah menyelinap di pintu, seluruh tubuhnya gemetar hebat melihat pemandangan itu. Budak yang membawanya kembali ke kota ini baru saja menyaksikan sang tiran masa lalunya melakukan pembantaian di alam yang menekan mereka.

Shen Yu berjalan mendekati Mo Han. Dia melemparkan sebuah segel kendali formasi pusaka kendali kota yang diambilnya dari mayat Penguasa Kota ke tangan Mo Han.

Mo Han memandang segel itu dengan ngeri. "A-Apa ini?"

"Kau akan menjadi bonekaku," perintah Shen Yu mutlak, matanya hitam legam. "Gunakan nama Penguasa Kota ini untuk terus berbisnis dengan para faksi. Sembunyikan kehadiran kami. Kumpulkan semua pelarian, bangun fondasi. Kota ini bukan lagi tempat pembuangan. Mulai hari ini, Kota Patahan Es adalah bayangan dari Sekte Malam Abadi di Alam Atas."

Mo Han menelan ludah. "T-Tapi jika Pengadilan Langit..."

"Jika mereka datang, aku yang akan memenggal mereka," Shen Yu memotong. "Sekarang, berdirilah. Tuan Tanah yang merengek sangat menjijikkan."

1
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
bob: halo kak, kalau suka baca novel fantasi timur, coba baca novel judulnya " zaman para dewa" semoga kakak suka...
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Bambang Widono
👍👍🙏🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏
Bambang Widono
mantab lanjut Thor 👍👍💯💯💯💯👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
aleena
semua karyamu pasti bagus bagus
💪💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih 🙏
total 1 replies
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!