Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 28
Langit di atas Istana Kekaisaran Api Agung pun memerah. Pancaran Tombak Api Wang Yuxiu dengan Bola Matahari Nangong Yuxin, membuat semuanya menjadi merah serta udara yang begitu panas.
Api bertemu api, Kaisar Huo Tianjun pun segera bertindak. Dia melayang di udara, tetapi Tetua Huo Li mendekat kearahnya.
"Yang mulia Kaisar... apa yang ingin anda lakukan?" tanya Huo Li sembari membungkuk sebagai tanda hormatnya.
Kaisar Huo Tianjun menoleh kepada Huo Li, namun kembali memusatkan pandangannya kepada gadis mawar neraka Wang Yuxiu.
Lalu, Kaisar Huo Tianjun pun berbicara, "Mundur lah, Huo Li! Walaupun kau sendiri yang menjadi lawan gadis dari Provinsi Teratai Api itu... kau juga tidak akan bisa mengalahkannya!" ucap Kaisar Huo Tianjun dengan nada yang tenang, namun penuh wibawa atas sikap dan nada bicaranya.
Kata-kata kaisar itu seolah-olah pedang tak kasat mata yang menusuk hatinya. Huo Li tersentak! Dia bahkan tidak pernah berpikir bahwa sang kaisar akan memiliki penilaian seperti itu, dan menjadikan dirinya berpikir bahwa gadis dari Provinsi Teratai Api itu benar-benar kuat, sehingga sang kaisar pun berbicara seperti itu. Lalu, Tetua Huo Li pun mengambil langkah mundur sembari membungkukkan tubuhnya dan berkata, "Baiklah, yang mulia."
Di dalam arena pertarungan, keterampilan jurus tempur yang dikeluarkan oleh Wang Yuxiu dan juga Nangong Yuxin, membuat badai angin panas yang begitu dahsyat. Walaupun angin itu tidak berdampak keluar dari arena karena penghalang dua lapis yang telah dibuat oleh Tetua Huo Li sebelumnya, namun penghalang itu tidak mampu bertahan terlalu lama lagi. Retakan-retakan pada dinding spiritual membuat celah sedikit demi sedikit, bahkan hawa panas mulai terasa keluar, membuat para penonton di tribun itu pun mulai panik. Kaisar Huo Tianjun bersiap di udara, bersiap untuk segala sesuatu yang akan terjadi selanjutnya dari dampak pertempuran dua generasi muda itu.
Di dalam arena pertarungan. Nangong Yuxin mulai bergerak. Dia berlari di tengah lapangan, setiap langkah kakinya membuat lantai tembok batu bata itu berantakan, kepingan-kepingan batu terapung ke udara, bola matahari bergetar dahsyat, menghancurkan lantai tembok, memecah udara, menimbulkan retakan ruang kehampaan yang gelap.
"Haaa ...!!" Nangong Yuxin menghentikan langkahnya, menancapkan sebelah kakinya pada lantai tembok, dan kedua tangannya memegang pedang. Ketika pedang itu di ayunkan, bola matahari pun melesat ke arah tombak api milik Wang Yuxiu.
Namun, Wang Yuxiu masih tetap tenang, tetapi saat itu... Wang Yuxiu mengangkat sebelah tangannya ke atas, dan hanya dengan satu lambaian tangannya saja, tombak api itu pun turun dari langit dengan menggetarkan udara, mengguncang tanah, membawa suara gemuruh yang menakutkan.
Bang— —
Dua jurus tempur itu pun bertabrakan, memperlihatkan pemandangan tombak yang menusuk matahari, membuat guncangan yang sangat dahsyat.
Nangong Yuxin terhempas keras hingga membentur dinding penghalang arena.
"Wha!" seteguk darah segar kembali dimuntahkan dari dalam mulutnya. Namun, ketika ia hendak bangkit berdiri lagi, tiba-tiba ada ratusan tombak api kecil sepanjang satu meter yang bergerak cepat, menghujani tubuh Nangong Yuxin.
Membuat Nangong Yuxin pun terkapar di atas lantai tembok yang berantakan, serta tombak tombak api yang menancap di dada, menancap di tangan, kaki, hanya kepala yang tidak terkena tombak api itu.
Walaupun Nangong Yuxin sudah tidak berdaya dan tubuhnya masih terkapar, Wang Yuxiu sama sekali tidak berbelas kasih. Dia kembali mengangkat tinggi tangannya ke atas, mengerahkan tombak api besar itu untuk menyerang Nangong Yuxin.
"Semua Tetua Istana dengarkan perintah! Bentuk formasi pertahanan, pastikan semua penonton tidak terkena dampaknya!" ucap Kaisar Huo Tianjun dengan suara yang lantang, memberikan perintah.
Ada sepuluh tetua istana lainnya selain Huo Li, mereka semua bangkit dari tempat duduknya masing-masing, kemudian serentak berbicara, "Siap menerima perintah, yang mulia!" ucap mereka, serentak dan segera bertindak.
Mereka pun melayang di udara, mengelilingi arena pertarungan itu, kemudian mengulurkan tangannya dan telapak tangannya berdiri. Bersamaan, telapak tangan mereka mengeluarkan cahaya spiritual yang melapisi pertahanan dinding spiritual, memperbaiki setiap retakan, memperkuat seolah-olah ada sepuluh lapis dinding spiritual.
Bang— —
Ledakan Supernova kembali terjadi. Bola matahari super besar milik Nangong Yuxin itu hancur, membuat hempasan ledakan yang sangat dahsyat. dinding spiritual itu mengeluarkan suara "Krak, Krak, Krak," retakan demi retakan semakin parah walaupun sepuluh tetua istana sangat bekerja keras.
Namun, ledakan kedua jurus tempur itu terlalu besar. Para Tetua Istana pun mengerahkan seluruh kemampuannya. Bahkan kini... Kaisar Huo Tianjun menyalurkan kekuatannya untuk melapisi dinding spiritual agar lebih kuat.
Tetapi, ketika dinding spiritual telah benar-benar terbentuk dengan sempurna dan sangat kuat, tiba-tiba Yan Jian bergerak dengan kecepatan ekstrim, menggunakan Langkah Petir Angin nya, menerobos penghalang itu, seolah-olah penghalang itu sangat rapuh dihadapan Yan Jian, membuat Kaisar Huo Tianjun terkejut.
Bang— —
Ledakan kembali terjadi di dalam arena pertarungan, tabir asap kembali membutakan pandangan, menyelimuti seisi arena pertarungan.