Gavin terpaksa menikah dengan Ayana, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya membawa semua barang yang seharusnya untuk acara resepsi.
Ayana merupakan asisten pribadi pilihan ibunya yang baru bekerja selama tiga bulan. Selama itu pula mereka tak pernah akur dan selalu berselisih paham. Bagaimana saat mereka menikah nanti?
Ayana sering tak ada di kamarnya setiap malam Minggu, dan Gavin mulai meras penasaran dengan jati diri Aruna. Siapakah dia sebenarnya? karena selain suka mendebatnya, Ayana juga pintar bela diri.
Bagaimana kisah Gavin dan Ayana? terus ikuti ceritanya ya kak... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gavin-Ayana 10
Tak
Tak
Tak
Langkah kaki teratur, tatapan yang lurus ke depan, terlihat sangat tenang dan juga anggun. Senyum tipis namun sangat manis menambah kecantikan Ayana dalam balutan kebaya pilihan Mami Tanisa. Semua orang terlihat mengagumi kecantikan pengantin wanita. Layar ponsel milik tamu undangan terus menyorot ke arah Ayana, termasuk Mami Tanisa yang tak mau ketinggalan mengabadikan momen indah anaknya.
Gavin yang berada tepat di depan Ayana, menatap tak percaya ke arah wanita yang setiap harinya selalu berpakaian santai dan tidak pernah menggunakan riasan di wajahnya. ini gadis yang menyebalkan untuknya itu menjelma menjadi garis yang begitu cantik dan juga anggun. bahkan ketika dia berdandan seperti ini jauh lebih cantik dibanding Vania. sejenak Davin juga terpesona melihat kecantikan Ayana calon istri penggantinya.
"Astaga! Da apa denganku? Kenapa dengan dadakau? kenapa dia malah jedag jedug saat melihat Ayana seperti ini! gila dia ternyata sangat cantik kalau berdandan! pantas saja si Cakra suka sama dia. padahal dia suka motoran! Tapi kulitnya ternyata sangat putih. Ah gila, sadar Gavin! Kamu nikahin dia cuma ingin membuat dia ikut menderita bersamamu. Apalagi dia sudah berani mentertawakan nasib kamu yang di tinggal Vania! Sadar ... sadar ...", Batin Gavin.
Namun ternyata dia tak bisa fokus dan terus menatap Ayana dengan penuh kekaguman. Logikanya meminta dia berakting, tapi hati dan raganya tak bisa di ajak kompromi, apalagi saat semua mata tertuju kepada Ayana membuat dia sangat kesal. Cakra apalagi, matanya sampai tak berkedip menatap ke arah Ayana. setelah Ayana mendekat, Gavin mengulurkan tangannya, Ayana sempat mengerutkan keningnya bingung. Apa harus pegangan tangan? Namun MC mengarahkannya sehingga mau tak mau dia membalas uluran tangan Gavin dan sebelah tangannya memegang buket bunga cantik.
"Cantik dan tinggi sekali, badannya juga ternyata sangat bagus! Dia terlihat sperti model ya? Postur tubuh dan wajahnya yang begitu cantik, sangat cocok jadi model," bisik-bisik tamu undangan mulai terdengar
Beruntung semuanya adalah komen positif walau ada yang bilang wajah pengantin wanita berbeda dengan di undangan. Namun tak sedikit yang mengatakan, pengantin yang ini jauh lebih cantik dan cocok dengannya. Gavin mulai menjabat tangan wali hakim yang akan menikahkan mereka. Di sebelahnya, Ayana duduk dengan tenang bahkan ekspresinya datar, seolah tak peduli jika Gavin menyebut namanya benar atau salah, atau dia akan mengulang atau tidak ijab kabulnya tak peduli.
Berbeda dengan Ayana yang terlihat tenang dan santai, Gavin saat ini sedang dalam mode gerogi parah. Apalagi nama pengantin wanita di ganti, padahal sebelumnya adalah nama Vania. Sekarang malah nama asistennya yang menjadi calon pengantin.
Saaah
Saaaah
Setelah mengulang, akhirnya Gavin berhasil mempersunting Ayana. Mami Tanisa terlihat menangis sedangkan Ayana terlihat sedikit menekuk wajahnya. Karena akan hidup bersama dengan pria menyebalkan di sebelahnya. Semua rencananya harus gagal total. Dia harus membuat ulang semua rencana yang sudah dia susun rapi dari jauh hari karena kejadian Jedar jeder dadakan ini.
Tiba-tiba saja sekarang statusnya berubah menjadi istri Gavin. Hal yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya, bermimpi pun tak pernah. Mereka harus berdiri berjam-jam di pelaminan karena rentetan acara yang begitu banyak. Ayana bahkan sudah melepas sepatunya karena tak kuat pegal.
"Kamu malu-maluin tau! Cepat pake lagi sepatunya!" bisik Gavin.
"Ogah! Pegel, kamu aja yang pake. Lagian tinggi kita juga nggak jomplang banget kok!" jawab Ayana membuat Gavin mendengkus.
"Kalian nginap di hotel?" tanya Mami Tanisa.
"Saya mau pulang ke kost Bu," jawab Ayana sambil menenteng sepatunya dan kain jarik dia angkat ke atas. Hilang sudah keanggunan yang tadi membaut semua orang kagum dengan kelakuan Ayana yang kembali ke stelan awal, tomboy.
"Kenapa pulang ke kost? Kalian kan sudah menikah? Kamu tinggal bersama dengan Gavin!" jawab Mami Tania.
"Barang-barang milik Ayana masih ada di tempat kost, Bu ..." jawab Ayana sambil meringis.
"Mami, panggil Mami. Sekarang kamu adalah menantu dari keluarga Davindra. Gavin, kamu antar dulu istri kamu ke kost ambil barang-barang! Besok mami jemput kamu di rumah, kita akan pergi ke mall untuk membeli pakaian dan semua kebutuhan kamu!" jawab Mami Tanisa.
"Lah, saya besok kerja Bu ..." jawab Ayana.
"Mana ada pengantin baru kerja! Besok kalian cuti, malam ini kalian istirahat saja, apalagi ini malam pertama kalian," kekeh Mami Tanisa.
"ck! Nggak usah mulai deh Mi, mami tahu kan kenapa kami menikah?" decak Gavin.
"Kamu yang minta Ayana menikah dengan kamu menggantikan Vania," jawab Mami Tanisa membuat Gavin mengerucutkan bibirnya. Memang ibunya itu sulit sekali di debat. Kangjeng mami akan selalu benar.
"Sudahlah, ayo kita pergi ke kost kamu!" ajak Gavin.
"Motor aku gimana?" tanya Ayana.
"Ku jual," jawab Gavin membuat Ayana menggeplak bahunya.
"Aku susah payah menabung untuk beli motor itu! Enak aja main buang!" kesal Ayana.
"Ya terus kamu mau pakai motor dengan pakai jarik begitu?" tanya Gavin membuat Ayana hanya menghela napas. Malas dia satu mobil dengan Gavin malam ini. Apalagi sampai dia tahu tempat kost miliknya. Alamak.