NovelToon NovelToon
The Antagonist'S Muse

The Antagonist'S Muse

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Sistem
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Vallerie tidak pernah menyangka bahwa menutup mata setelah membaca bab terakhir sebuah novel akan membawanya terbangun di tubuh seorang figuran dengan nama yang sama. Namun, ia tidak punya waktu untuk bingung. Sebilah belati tak kasat mata kini tergantung di atas kepala sahabatnya, sang Antagonis, yang ditakdirkan mati mengenaskan di tangan Protagonis Pria demi membalas dendam kekasihnya

Demi mengubah naskah kematian tersebut, Vallerie harus memainkan peran yang berbahaya. Di mata dunia, ia adalah kaki tangan yang setia, ikut tertawa saat sang antagonis merencanakan kejahatan, dan terlihat sama busuknya. Namun, di balik bayang-bayang, Vallerie-lah yang diam-diam memotong tali jebakan, dan memastikan rencana jahat sahabatnya selalu gagal .

Berada di antara pedang Protagonis Pria dan obsesi gelap sahabatnya sendiri, satu-satunya teman bicara Vallerie hanyalah sebuah Sistem super cerewet dan berisik di dalam kepalanya. Terkadang Vallerie merasa kesal, tapi hanya dia yang bisa membantu V

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berubah demi dia

[Peringatan! Sensor menunjukkan Eleanor menuju ke arah Pantry Divisi Pemasaran, tempat Aleta biasanya menyiapkan kopi pagi untuk timnya!]

Vallerie yang mendengar itu menghela nafas panjang, dan segera bangkit menuju Pantry.

Di area pantry yang luas dan modern, Aleta sedang sibuk menata beberapa cangkir di atas nampan. Suasana di sana cukup sepi karena jam kerja baru saja dimulai. Tiba-tiba, suara pintu geser yang dibuka dengan kasar mengejutkannya.

Eleanor masuk dengan wajah merah padam. Dia melihat Aleta yang sedang memegang teko berisi air panas.

"Masih di sini rupanya, jalang!" desis Eleanor.

Aleta tersentak, wajahnya langsung pucat. "Bu, Eleanor. selamat pagi."

"Pagi?" Eleanor tertawa sinis. Dia berjalan mendekat, jemarinya yang lentik menyentuh botol sirup karamel di atas meja bar. "Pagi ini akan menjadi sangat buruk lagi bagimu."

Tanpa peringatan, Eleanor menyambar nampan yang sudah disusun rapi oleh Aleta dan membantingnya ke lantai, hingga bunyi keramik pecah menggema di seluruh ruangan.

"Berisihkan itu," perintah Eleanor dingin.

Aleta gemetar, dia berjongkok untuk memunguti pecahan gelas. Namun, saat tangannya hampir menyentuh keramik, Eleanor dengan sengaja menumpahkan satu botol penuh sirup lengket tepat ke arah tangan dan pakaian Aleta.

"Aduh, tanganku licin," ucap Eleanor tanpa nada penyesalan sedikit pun. "Sepertinya kamu butuh sesuatu. Bagaimana kalau kamu pakai rambutmu untuk mengepel ini?"

Eleanor menjambak rambut Aleta, memaksa gadis itu mendongak. "Kamu pikir karena Dominic terus membelamu, kamu sudah aman?"Eleanor tertawa lantang. "Kamu itu sampah, Aleta. Dan sampah harus berada di tempat sampah, bukan disini."

"Sakit... tolong lepaskan," isak Aleta.

Eleanor justru semakin kalap. Dia mengambil gelas berisi jus jeruk dingin yang ada di meja bar dan bersiap menyiramkannya ke kepala Aleta.

"Ini supaya otakmu sedikit segar agar tahu diri!"

"HENTIKAN!"

Langkah kaki Vallerie bergema di pintu masuk. Dia terengah-engah, menatap pemandangan kacau di depannya. Pecahan gelas, sirup yang meluber, dan Aleta yang bersimpuh di bawah tekanan Eleanor.

[Ding! Target terlihat! Kamu harus menghentikan Eleanor sebelum Dominic muncul. Menurut naskah, Dominic akan masuk dalam 60 detik lagi untuk mengambil kopi! Kalau dia melihat ini, tamat riwayat kalian!]

"Eleanor! Lepaskan dia sekarang juga!" teriak Vallerie sambil berlari mendekat.

"Jangan ikut campur, Vallerie! Dia harus diberi pelajaran!" teriak Eleanor tanpa menoleh.

Vallerie memutar otak. Dia tidak bisa menggunakan kekuatan fisik karena Eleanor sedang dalam mode histeris. Dia harus menggunakan taktik lain.

"Dominic sedang menuju ke sini!" seru Vallerie bohong, atau mungkin tidak sepenuhnya bohong menurut sistem. "Elea, kalau dia melihatmu seperti ini, dia akan benar-benar mengusirmu dari perusahaan! Kamu mau kehilangan akses padanya selamanya?!"

Mendengar nama Dominic, cengkeraman Eleanor sedikit melonggar. Vallerie menggunakan kesempatan itu untuk menarik Eleanor menjauh dari Aleta.

[45 detik lagi! Cepat, bersihkan buktinya atau setidaknya buat ini terlihat seperti kecelakaan!]

"Dengarkan aku," bisik Vallerie cepat pada Eleanor sambil memegang kedua bahunya. "Masuk ke toilet sekarang, rapikan rambutmu. Biar aku yang urus jalang ini. Kalau Dominic melihatmu berantakan begini, dia akan tambah ilfeel. Cepat!"

Eleanor yang masih terengah-engah akhirnya mengangguk. Dia menatap tajam Aleta sekali lagi sebelum berbalik pergi menuju toilet di ujung lorong.

Begitu Eleanor hilang dari pandangan, Vallerie langsung berjongkok di depan Aleta. Dia mengambil beberapa lembar tisu dapur dengan cepat.

"Cepat berdiri," ujar Vallerie dengan nada ketusnya."Jangan menangis di sini. Pergi ke ruang ganti, ganti bajumu. Kalau Dominic tanya, bilang saja kamu tidak sengaja menjatuhkan nampan. Mengerti?!"

Aleta menatap Vallerie dengan mata berkaca-kaca, bingung apakah wanita di depannya ini sedang menolongnya atau sedang menghinanya.

"T-tapi Bu..."

"Sudah, pergi sekarang!" usir Vallerie.

Tepat saat Aleta berlari keluar lewat pintu belakang pantry, pintu depan terbuka. Sosok tinggi Dominic muncul dengan wajah datar. Matanya langsung tertuju pada lantai yang penuh pecahan gelas dan tumpahan sirup.

Dominic menatap Vallerie yang berdiri di tengah kekacauan itu dengan tangan yang sedikit terkena sirup.

"Apa yang terjadi di sini, Vallerie?" tanya Dominic dengan suara berat, matanya menyipit curiga.

Vallerie menarik napas panjang, mencoba bersikap tenang meski jantungnya berdegup kencang. "Hanya kecelakaan kecil, Nic. Seorang staf magang yang ceroboh baru saja menghancurkan nampan, dan aku sedang menengurnya."

Dominic melangkah masuk lebih dalam, sepatunya yang mengilap berderit di atas lantai yang lengket. Matanya yang tajam bak elang menyisir setiap sudut ruangan hingga berhenti pada selembar kain putih dengan sulaman bunga kecil di sudut meja bar.

Sapu tangan Aleta ternyata tertinggal disana. Dominic mengambil kain itu, meremasnya dalam kepalan tangan. Aura di ruangan itu seketika turun beberapa derajat. Ia berbalik menatap Vallerie dengan sorot mata yang seolah ingin menembus jantungnya.

"Menegurnya?" suara Dominic terdengar sangat rendah. "Sejak kapan tugasmu menegur staf magang dengan divisi kamu dan dia yang berbeda? Sekarang beritahu aku di mana Aleta?!"

Vallerie menelan ludah, mencoba tetap tegak. "Dia sedang ganti baju. Aku sudah bilang, dia ceroboh dan-"

"CUKUP, VALLERIE!" bentak Dominic hingga bahu Vallerie tersentak. Dominic melangkah maju, memojokkan Vallerie ke meja bar. "Aku tidak bodoh. Kamu dan Eleanor sama saja. Jika ada kekacauan maka Eleanor pasti pelakunya. Kenapa kamu selalu menutupi kebusukannya? Kamu ingin ikut hancur bersamanya?!"

[Ding! Detak jantung target mencapai batas bahaya! Dominic benar-benar murka. Vallerie, jika kamu tidak menjawab dengan benar, skenario hukuman yang harusnya diberikan kepada Eleanor bisa berpindah padamu sekarang juga!]

Vallerie baru saja hendak membuka mulut untuk membela diri, atau mungkin pasrah, saat suara pintu toilet terbanting terbuka.

"Hentikan, Dominic!"

Eleanor muncul. Rambut pirangnya sudah rapi kembali, meski matanya masih menyiratkan sisa emosi. Ia berjalan cepat dan berdiri tepat di depan Dominic, menghalangi pria itu agar tidak semakin mengintimidasi Vallerie.

"Kenapa kamu berteriak pada Vallerie?! Dia tidak melakukan apa pun!" teriak Eleanor lantang.

Dominic tertawa hambar, sebuah tawa yang terdengar sangat mengerikan. "Jadi benar ini ulahmu?"

"Vallerie hanya menjalankan tugasnya sebagai atasan!" bela Eleanor dengan dada membusung. "Aku yang melakukannya! Aku yang menyiram jalang itu karena dia tidak tahu sopan santun. Kalau kamu mau marah, marah padaku! Jangan berani-berani membentak Vallerie. Dia satu-satunya orang di yang masih peduli padaku, disaat semua orang meninggalkan aku! saat kamu lebih memilih melindungi sampah itu dari pada aku!"

Vallerie tertegun. Ia menatap punggung Eleanor dengan perasaan campur aduk. Di dalam novel yang ia baca, Eleanor memang egois, tapi dia selalu menganggap Vallerie sebagai satu-satunya wilayah aman miliknya. Melihat Eleanor yang biasanya pengecut jika berhadapan dengan kemarahan Dominic kini justru pasang badan untuknya, membuat sesuatu di dada Vallerie berdenyut aneh.

[Wah... Tuan Putri, aku tidak menyangka. Eleanor benar-benar menganggapmu miliknya yang tidak boleh disentuh siapa pun, bahkan oleh pria yang dia gilai.]

Dominic mencengkeram rahangnya sendiri, mencoba menahan diri agar tidak meledak. "Kalian berdua, benar-benar tidak punya hati. kalau aku tau kalian menyakitinya lagi, kalian akan mendapatkan ganjarannya!"

"Aku tunggu!" tantang Eleanor. "Kamu lupa? Kedua orang tuamu lebih memihakku. Mereka tidak akan tinggal diam kalau kamu menyentuhku atau Vallerie."

Dominic menatap mereka berdua dengan kebencian. Ia melemparkan sapu tangan Aleta ke wajah Eleanor sebelum berbalik pergi. "Urus surat peringatan untuk diri kalian sendiri. Jika aku melihat Aleta menangis sekali lagi karena kalian, aku tidak akan mempedulikan apa pun hubungan orang tua kita."

Setelah Dominic menghilang, keheningan menyergap pantry. Eleanor berbalik, nafasnya masih memburu. Ia menatap Vallerie, lalu tiba-tiba memegang tangan sahabatnya itu.

"Kamu tidak apa-apa kan? Maaf, gara-gara aku dia jadi membentakmu," ujar Eleanor dengan nada yang tiba-tiba melunak, sangat kontras dengan singa betina yang baru saja melawan Dominic.

Vallerie masih terdiam, menatap Eleanor yang tampak sangat tulus mengkhawatirkannya.

"Aku tidak apa-apa, Elea," bisik Vallerie pelan.

[Ding! Misi Penyelamatan Aleta berhasil secara teknis, tapi Misi Bertahan Hidup semakin sulit.]

Vallerie memejamkan mata sesaat. "Elea, ayo keruangan ku, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."

1
Raine
kan sistem bisa dengar kata hati tanpa harus mengeluarkan suara
Raine
hmm sepertinya aleta si drama quenn,
Alissia
/Smile//Smile/
Fahreziy
nexk
Fahreziy
👣👣👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!