NovelToon NovelToon
Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Ketos / Reinkarnasi / Obsesi / Pembaca Pikiran / Tamat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Ranu Kallanie Jingga

Seorang wanita yang dikhianati dan dihancurkan hidupnya kembali ke masa kuliah 6 tahun lalu. Berbekal ingatan masa depan, ia bertransformasi dari si "Memey" yang naif menjadi Odelyn yang predator, demi menghancurkan pria yang pernah menghamilinya dan meninggalkannya begitu saja. Memiliki misi Glow Up dan pola hidup sehat secara ekstrem buat balas dendam. Tapi dia malah terjebak di tengah konflik keluarga konglomerat yang misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranu Kallanie Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Napas yang Tercekik Masa Lalu

Surat Elise yang dibacakan Zaidan seolah menjadi martil yang menghancurkan kedamaian yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Odelyn terpaku, matanya menatap kosong ke arah layar laptop Zaidan. Memorinya tentang rasa sakit dikhianati dan ditinggalkan saat hamil dulu kembali menghantamnya seperti ombak besar.

​Tiba-tiba, suara napas Odelyn terdengar berat dan tersengal-sengal. Dadanya naik turun dengan tidak beraturan.

​"Dek... Adek Sayang!" Hediva berseru saat melihat wajah Odelyn memucat dan tangannya mulai mencengkeram dadanya sendiri.

​Penyakit asma yang sudah menghilang sejak mereka odelyn menjadi mastermind tiba-tiba kambuh karena syok psikologis yang luar biasa. Odelyn tersungkur ke lantai marmer ruang tamu, tangannya menggapai-gapai udara.

​"Bunda!" teriak Zaidan panik, ia segera menahan kepala ibunya agar tidak terbentur lantai.

​Hediva dengan sigap mengangkat tubuh Odelyn ke sofa, tangannya gemetar namun ia mencoba tetap tenang.

"Zaidan, ambilkan air hangat dan inhaler di kotak obat tua di gudang! Cepat!"

​Setelah beberapa menit yang mencekam, napas Odelyn perlahan mulai stabil meskipun wajahnya masih sangat kuyu.

Ia menggenggam erat tangan Hediva, air matanya jatuh membasahi telapak tangan suaminya.

​"Mas Hedi... kenapa... kenapa dia mengulang luka itu?" bisik Odelyn parau.

"Adek gagal jadi Bunda yang baik buat dia..."

​"Ssst, jangan bicara begitu, Adek Sayang. Ini bukan salah adek," jawab Hediva sambil mencium dahi istrinya dengan penuh kepedihan.

"Sekarang, istirahatlah. Kita punya urusan besar yang harus diselesaikan."

...

​Tiga hari kemudian, mereka tiba di London. Odelyn masih tampak pucat, namun matanya telah kembali memancarkan kilatan tajam yang dulu membuatnya ditakuti.

Sisi Mastermind-nya telah bangun sepenuhnya—bukan untuk menghancurkan, tapi untuk menegakkan keadilan bagi Elise dan bayinya.

​"Kita tidak akan langsung ke rumah Nenek," ucap Odelyn saat mereka baru saja mendarat.

"Zaidan, Ayah... dengarkan Bunda. Kita akan bermain dengan cara yang halus namun mematikan."

​Odelyn meminta Hediva untuk menjemput Elise secara diam-diam dan membawanya ke sebuah apartemen pribadi milik keluarga Vandermere yang tidak diketahui oleh Nenek mereka.

​Saat bertemu Elise, Odelyn langsung memeluk gadis itu.

"Jangan takut Nak. Saya adalah ibu dari pria yang menyakitimu, tapi saya berdiri di pihakmu. Anak dalam kandunganmu adalah darah daging kami, dan dia tidak akan pernah bernasib sama dengan masa lalu kami."

​Odelyn menjamin perlindungan hukum dan kesehatan bagi Elise.

Ia memastikan Elise memiliki pengacara terbaik untuk berjaga-jaga jika keluarga Nenek mencoba melakukan intimidasi atau suap untuk menggugurkan kandungan tersebut.

​Malam harinya, Hediva, Odelyn, dan Zaidan muncul di kediaman Nenek Vandermere tanpa pemberitahuan.

Di sana, Gavin Junior sedang duduk tertawa bersama Neneknya sambil menikmati wine mahal, seolah-olah tidak ada dosa yang baru saja ia perbuat.

​"Hedi? Odelyn? Kenapa tidak memberi kabar?" Nenek Vandermere terkejut namun tetap mempertahankan keangkuhannya.

​Gavin Junior membeku. Senyumnya hilang seketika saat melihat tatapan Odelyn yang menusuk hingga ke tulang sumsum.

​"Kami datang untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab kami, Nek,"

ucap Hediva dengan suara rendah yang mengintimidasi.

​"Ayah... Bunda... ada apa ini?" tanya Gavin Junior mencoba berakting lugu.

​Odelyn berjalan mendekat, ia meletakkan sebuah map di depan Gavin Junior.

Map itu berisi rekaman CCTV saat Gavin Junior mencoba menyuap klinik ilegal untuk tindakan aborsi, lengkap dengan surat pernyataan dari Elise.

​"Bunda tidak mendidikmu untuk menjadi pengecut, Gavin," ucap Odelyn dingin.

"Kamu bangga dengan nama 'Gavin' yang kamu sandang? Maka malam ini, Bunda akan tunjukkan padamu bagaimana seorang 'Gavin' yang sesungguhnya pernah hancur karena kesombongannya sendiri."

​Odelyn tidak meminta Gavin Junior untuk mengakui kesalahannya di depan Nenek.

Ia justru telah mengundang ayah Elise—sang diplomat—untuk hadir di ruangan itu melalui pintu samping.

​"Nenek ingin Gavin Junior menjadi pewaris tunggal Vandermere, kan?" tanya Odelyn pada Nenek Vandermere.

"Maka, biarkan dia memulainya dengan tanggung jawab. Malam ini juga, Gavin Junior akan menandatangani surat pengakuan ayah dan komitmen pernikahan sah secara hukum. Jika tidak..."

​Odelyn menatap Gavin Junior dengan kedinginan yang membuat putranya itu gemetar.

"Bunda sendiri yang akan merilis bukti percobaan pembunuhan berencana terhadap janin Elise ke publik London. Dan kamu tahu, Nenek tidak akan bisa menyelamatkanmu dari skandal internasional ini."

​Nenek Vandermere terperangah.

Ia menatap cucu kesayangannya, lalu menatap Odelyn. Ia baru sadar bahwa Odelyn yang ia hadapi sekarang bukan lagi menantu yang bisa ia atur,

melainkan seorang ibu yang sedang "membersihkan" noda di nama keluarganya dengan cara yang sangat brutal namun adil.

1
Anonymous
Keren banyak banget plot twisnya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!