NovelToon NovelToon
Aku Bukan Milik Langit

Aku Bukan Milik Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:980
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di dunia yang tunduk pada Mandat Langit, kultivasi bukan sekadar kekuatan, melainkan belenggu. Setiap embusan qi dikenakan pajak oleh langit, dan mereka yang membangkang akan dikutuk dalam kehancuran. Di tengah tatanan tiran ini, hiduplah Li Shen, seorang yatim piatu fana dengan meridian cacat yang dianggap sampah oleh dunia.

Namun, penolakannya terhadap anugerah langit justru menarik perhatian Dewa Xuan Taiyi.

Selama seratus tahun, Li Shen ditempa dalam isolasi dimensi Taixu Shengjing, mengasah Kehendak Murni yang tidak mampu diintervensi oleh dewa mana pun. Ia bangkit kembali bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Penolak Takdir.

Perjalanan panjangnya di mulai dari Perkumpulan Tanpa Mandat, sebuah gerakan revolusi rakyat kecil Lianzhou yang muak dengan penindasan langit. Bersama Yan Shuhua (Hua'er), gadis pembunuh bayaran yang setia, dan Ru Jiaying, penjinak binatang roh misterius, Li Shen memulai perang mustahil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 : Di Bawah Cahaya Lentera

Hongluo tak pernah benar-benar tidur.

Malam kian larut, namun gang-gang sempit di distrik ini justru semakin hidup. Lentera merah bergoyang pelan ditiup angin malam, cahayanya memantul di genangan air kotor di jalanan. Aroma masakan dari kedai-kedai tercium dengan mudahnya, daging panggang, sup rempah yang pedas, dan minuman keras berbau tajam.

Li Shen berjalan santai di tengah keramaian. Jubah gelapnya menutupi bundel Pedang Langit di punggung, membuatnya tampak seperti pengelana biasa. Tak seorang pun menaruh curiga. Di Hongluo, wajah asing bukan hal yang langka. Pengelana, buronan, hingga kultivator yang mencari hiburan malam bercampur tanpa batas yang jelas.

Ia mencari tempat bermalam yang murah, sambil mengamati setiap lorong dengan mata waspada. Pilihannya jatuh pada sebuah losmen sederhana di ujung gang belakang. Papan nama kayu tergantung miring di atas pintu, bertuliskan “Selendang Merah” dengan cat merah yang telah memudar dimakan usia. Losmen sekaligus rumah bordil.

Madam Luo, pemilik losmen itu, duduk di meja depan sambil menghitung koin dengan jari-jarinya yang lincah. Ia seorang wanita setengah baya, rambutnya disanggul tinggi dan disematkan tusuk konde perak. Wajahnya masih menyimpan sisa kecantikan, meski garis-garis usia mulai tampak jelas. Jubah merah tua dengan bordir halus membalut tubuhnya, sementara sorot matanya tajam, seolah telah menyaksikan ribuan rahasia datang dan pergi.

“Kamar untuk bermalam?” tanyanya tanpa mengangkat kepala. Suaranya lembut, namun tegas.

Li Shen meletakkan beberapa koin perak di atas meja, hasil dari menukar buruan sepanjang perjalanan. “Ya. Yang paling murah.”

Madam Luo mengangkat pandangan dan menatapnya sekilas. “Kau pendatang baru di Hongluo? Wajahmu asing.” Ia mendorong sebuah kunci kayu ke depan. “Kamar atas, bagian belakang. Jangan buat keributan. Di sini, privasi lebih mahal dari nyawa.”

Li Shen mengangguk dan mengambil kunci itu. Ia menaiki tangga kayu yang berderit hingga sampai di kamar kecil di lantai dua. Di dalamnya hanya ada kasur jerami tipis, sebuah meja kayu dengan lilin yang nyalanya hampir habis, serta jendela yang menghadap langsung ke gang ramai di bawah. Ia membuka bungkus pedangnya sejenak, menatap bilah itu dalam cahaya redup lilin. Kekuatan ini harus digunakan, pikirnya, tetapi belum saatnya ia menampakkan diri.

Malam pertamanya di Hongluo, Li Shen kembali keluar. Ia duduk di sebuah kedai sederhana di pinggir gang dan memesan semangkuk mi serta secangkir teh. Menu termurah yang tersedia. Sambil makan, ia mendengarkan percakapan di sekelilingnya. Banyak yang membicarakan pajak yang naik mendadak, pengawas kota yang menghilang tanpa jejak, serta pamflet anti-mandat langit yang kerap muncul di dinding gang, lalu lenyap sebelum para kultivator penjaga sempat bertindak.

“Katanya Perkumpulan Tanpa Mandat mulai bergerak lagi,” bisik seorang pria mabuk kepada temannya di meja sebelah. “Kemarin seorang jenderal mati di hotel mewah. Lehernya putus bersih. Tak ada sisa qi sama sekali.”

“Pelankan suaramu,” sahut temannya dengan wajah pucat. “Kalau ada yang dengar, besok nama kita bisa lenyap.”

Li Shen terus makan, seolah tak peduli. Namun telinganya menangkap setiap kata. Inilah yang ia cari sejak meninggalkan desanya.

Beberapa malam berikutnya, ia mulai menjelajahi pasar di Hongluo. Gang-gang di belakang rumah bordil dipenuhi kios-kios kecil tersembunyi dan sebuah penitipan kuda. Di sana dijual senjata gelap, pil qi hitam, obat-obatan terlarang, hingga batu meridian mentah tanpa cap mandat. Para pedagang selalu menoleh ke kanan dan kiri dengan gelisah. Kurir-kurir berpakaian biasa berlalu cepat. Li Shen tidak bertanya apa pun. Ia terlalu baru, terlalu mudah dicurigai. Ia hanya mengamati, mengingat wajah, dan mencatat nama-nama yang sering terdengar.

Suatu malam di tempat yang sama, ia melihat sosok yang terasa familiar. Seorang wanita merayap di atap rumah dengan gerakan anggun namun lincah, seperti kucing liar. Rambut hitam panjangnya tergerai, dan di tangannya terdapat sebuah bungkusan kecil. Dari kejauhan, tercium bau samar herbal pahit. Wajahnya tertutup tudung, tenggelam dalam bayangan malam, namun siluetnya mengingatkan Li Shen pada wanita misterius dari kereta itu.

Ia tidak mengikutinya. Belum waktunya. Namun nalurinya berbisik bahwa sosok itu bergerak di lingkaran yang sama dengannya, dan itu bukan pertanda baik.

Keesokan harinya, saat Li Shen melintasi halaman losmen, Madam Luo menghentikannya.

“Pemuda tampan, kau sedang mencari pekerjaan?” tanyanya tiba-tiba. Sorot matanya tajam, namun nadanya ramah.

“Kau kelihatan kuat. Kau bisa membantu mengangkat barang di malam hari, atau menjaga pintu kalau ada tamu yang berulah. Bayarannya cukup untuk makan dan sebuah kamar.” Ia tersenyum tipis. “Di Hongluo, orang sepertimu tak akan bertahan lama tanpa tempat berpijak.”

Li Shen menatap wanita itu sejenak. Tawaran ini bisa menjadi jalan masuk ke lapisan rahasia Tianyuan yang lebih dalam. “Tapi aku masih orang baru di sini?”

“Tidak masalah. Tak perlu banyak bicara juga,” jawab Madam Luo. “Malah cocok untuk orang pendiam sepertimu.”

“Baiklah.” Li Shen mengangguk. “Aku bisa mulai malam ini.”

Madam Luo tersenyum tipis, seolah telah menebak jawabannya sejak awal. “Bagus. Siapa namamu?”

“Li Shen.”

Malam itu juga, Li Shen mulai bekerja. Ia mengangkat peti-peti berat dari karavan malam. Isinya beragam, gentong-gentong kayu berisi arak, obat-obatan dengan bau menyengat yang tak ia kenali, hingga tumpukan pakaian wanita. Kekuatan Li Shen membuat para pedagang melongo diam-diam, namun tak seorang pun berani bertanya. Dari kejauhan, Madam Luo juga mengamati dengan tatapan yang kian sulit dibaca.

Di sela-sela pekerjaan, ia mendengar lebih banyak bisikan. Nama Hua’er kerap disebut. Seorang wanita cantik di Selendang Merah yang jarang benar-benar melayani tamu, namun banyak rahasia melewati tangannya. Li Shen belum menghubungkan nama itu dengan siapa pun. Tanpa bukti, semua hanya dugaan. Ia memilih fokus pada pekerjaannya dan tujuan sebenarnya ia datang ke Hongluo.

 

1
yuzuuu ✌
bau2 istri MC 🤭
yuzuuu ✌
lanjut lanjutt lanjut thor..... suka bngtt 😍
MuhFaza
lanjutt
yuzuuu ✌
wkakaka mampus
yuzuuu ✌
bakal se op apa beliau2 ini 👀
MuhFaza
baguss
MuhFaza
tpikal novel zero to hero
yuzuuu ✌
wakakak 🤣👍
yuzuuu ✌
meskipun menolak pemberian langit tapi nggak mulai dari nol yh,. si Xuan yg kasi secara cuma2 atw karena li Shen membunuh bayangan2 di taixu jadi naik tingkat?
yuzuuu ✌
apakah nanti jadi jodohnya huaer? 👀🤭
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
yuzuuu ✌
🤣/Sob/
yuzuuu ✌
jarang nemu novel yang pembukaannya rapi begini thor. semangat 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
yuzuuu ✌
suka tipe MC sampah begini di awalnya. tinggal jejak dulu thor, lanjutkan 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!