NovelToon NovelToon
Merayu Grand Duke Paling Kejam

Merayu Grand Duke Paling Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Kultivator setengah abadi Yan Biluo harus hidup sebagai Beatrice Nuo Vassal, karakter kecil dalam novel erotika yang seharusnya mati di awal cerita. Karena hal ini, ia pun merayu tunangan lisannya—Estevan De Carlitos, Grand Duke paling kejam dalam cerita tersebut.

Tujuannya sederhana—memperbaiki plot yang berantakan sambil terus merayu tunangannya yang tampan. Namun semuanya berubah saat tokoh utama antagonis tiba-tiba saja meninggal. Sejak itu, fragmen ingatan asing dan mimpi-mimpi gelap mulai menghantuinya tanpa henti.

Beatrice mengira tidur dengan tunangan tampannya sudah cukup untuk menikmati hidup sampai akhir cerita. Namun ia malah terseret dalam emosi, ingatan, dan trauma dari pemilik tubuh aslinya.

Apakah dunia ini benar-benar hanya novel?

Atau sebenarnya ia sedang menghidupi tragedi yang pernah dialami oleh karakter yang ia gantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengajaknya Untuk Menginap

Di kamar yang hangat dan nyaman, Estevan membaringkan Beatrice di atas tempat tidur besar yang empuk. Cahaya redup dari lentera yang terletak di meja samping tempat tidur memberi kesan tenang.

Tidak lama setelah itu, Marionne datang bersama Zidyan, seorang pria paruh baya dengan ekspresi serius namun lembut. Dengan langkah cepat namun hati-hati, Zidyan mendekati tempat tidur dan mulai memeriksa kondisinya.

“Lady Tricia terkena angin dingin sore hari dan dehidrasi,” jelas Zidyan dengan suara tenang namun penuh perhatian. “Minumlah pereda panas, demamnya akan mereda besok. Pastikan dia juga makan sesuatu yang mudah dicerna untuk mempercepat pemulihannya.”

Marionne, yang berdiri di dekatnya, tampak khawatir. “... Bukan karena tubuhnya yang lemah sebelumnya, kan?” tanyanya pelan, suara cemas terdengar jelas di ujung kata-katanya, khawatir akan kemungkinan terburuk.

Zidyan menggelengkan kepala perlahan, meyakinkannya. “Ini tidak ada hubungannya sama sekali. Tubuhnya baik-baik saja. Hanya perlu istirahat yang cukup.”

“Syukurlah …” Marionne menghela napas panjang, terlihat lebih lega.

Zidyan tidak tinggal lama. Setelah memberikan obat pereda panas, ia berbalik dan meninggalkan kamar.

Marionne menatap Estevan yang masih duduk di tepi ranjang. “Yang Mulia Grand Duke, Anda sebaiknya kembali beristirahat. Anda sudah cukup lelah setelah mengurus masalah di perbatasan."

Estevan hanya menggelengkan kepala. “Aku akan pergi setelah melihatnya makan dan minum obat.”

Waktu berjalan lambat saat mereka menunggu. Setelah beberapa waktu, akhirnya bubur gandum yang dicampur sayuran dan daging siap dimakan. Estevan dengan santai mengambil alih mangkuk yang hendak diambil oleh Marionne dari nampan yang dipegang oleh Erica.

“Aku ingin bubur ayam suwir, bukan bubur gandum,” keluh Beatrice, suaranya lembut namun menunjukkan kekecewaan.

Marionne hanya bisa menghela napas. “Bubur ayam suwir membutuhkan beras sebagai bahan utamanya. Stok beras di rumah kita habis minggu lalu. Ibu akan pergi membeli beras besok,” ungkapnya.

“Apakah beras berasal dari padi yang tumbuh di Benua Timur?” tanya Estevan.

Marionne mengangguk. “Benar. Di sana, beras adalah makanan pokok keluarga saya. Gandum yang kami konsumsi di sana biasanya hanya untuk oatmeal atau dijadikan tepung.”

Setelah keluarga Stellar pindah ke Benua Barat, mereka harus menyesuaikan diri dengan banyak hal. Namun masih mampu membeli beras dari Benua Timur melalui koneksi dagang yang mereka miliki.

Beatrice akhirnya menghabiskan bubur gandum yang disuapi dengan sabar oleh Estevan, lalu meneguk obat pereda panas. Setelah itu, dengan mata yang semakin berat, ia pun terlelap. Estevan memastikan ia benar-benar tertidur sebelum akhirnya pergi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pada dini hari yang sunyi, Estevan akhirnya kembali ke Istana Adipati Agung. Begitu pintu masuk terbuka, Butler Kelwin yang sengaja begadang menunggu kedatangannya, berdiri dengan sikap hormat.

"Selamat kembali ke istana, Yang Mulia Grand Duke. Perjalanan Anda pasti berat kali ini," kata Kelwin, suaranya penuh penghormatan, meskipun ada sedikit keletihan yang tak bisa disembunyikan.

Estevan hanya tersenyum tipis. "Sama seperti biasanya," jawabnya dengan nada datar, menunjukkan kebiasaannya dengan rutinitas yang tak pernah berubah.

"Aku akan pergi ke Kastil Vassal besok. Ingatlah untuk menyiapkan sesuatu yang bisa dimakan untuk gadis kecil itu," tambah Estevan, suaranya lebih lembut saat memikirkan Beatrice.

Butler Kelwin mengangguk. "Apakah Anda berniat mengundang Lady Tricia makan siang?"

Estevan menggelengkan kepala, ekspresinya tetap tenang. "Tidak. Aku akan mengajaknya menginap."

Ia ingin gadis itu membiasakan diri dengan rumah barunya di masa depan.

Butler Kelwin yang telah melayani dengan setia selama bertahun-tahun, teringat sesuatu. "Tuan muda Vernox telah menunggu kepulangan Anda di ruang kerja."

Estevan mengangkat alis, sedikit terkejut mendengar itu. "Ini hampir pagi. Apakah dia masih sibuk?"

"Urusan Istana Adipati Agung tidak pernah selesai, Yang Mulia," jawab Kelwin dengan nada yang menunjukkan pengertian terhadap beban yang biasa dihadapi oleh Vernox.

Estevan menarik napas dalam-dalam, menghela sedikit kelelahan. "Aku akan naik dan melihatnya," katanya, melangkah menuju anak tangga.

Butler Kelwin kembali bertanya dengan suara lembut, "Haruskah saya menyiapkan makanan untuk Anda?"

Estevan menggelengkan kepala. "Tidak perlu. Pergilah istirahat. Aku akan baik-baik saja."

Butler Kelwin menguap kecil. Semakin tua dia, semakin membutuhkan banyak waktu istirahat. Meskipun demikian, ia tahu dengan pasti bahwa ada kemungkinan besar Estevan akan kembali terjebak dalam pekerjaan di ruang kerjanya hingga fajar tiba.

Sementara itu Vernox, asisten setia Estevan—telah mengurus tumpukan dokumen yang terus berdatangan sejak kembalinya serangan Drex yang mengancam wilayah perbatasan. Selama Estevan absen, Vernox bekerja tanpa henti.

Ketika Estevan memasuki ruang kerja yang tenang dan sepi, lentera yang tergantung di meja masih menyala, memberikan sedikit cahaya di ruang yang terasa sunyi. Di balik tumpukan dokumen yang menggunung di atas meja, sosok Vernox terlihat begitu kelelahan. Kepalanya muncul sesekali dari balik tumpukan kertas, seperti anak anjing yang kehabisan energi.

"Grand Duke, akhirnya Anda kembali ..." Suara Vernox terdengar lemah, hampir seperti gumaman. Dia berusaha tersenyum, tetapi wajahnya menunjukkan tanda-tanda keletihan yang dalam. "Saya ... Saya butuh tidur sebentar~" Setelah mengucapkan kata-kata itu, kepalanya tumbang di meja.

Estevan menatap asisten kepercayaannya itu. Sudah berapa lama dia tidak tidur? Pikirnya.

Estevan membantu memindahkan tubuh Vernox yang kelelahan ke sofa. Dia menutupi tubuh Vernox dengan selimut.

"Bayaranmu bulan ini harus dinaikkan sedikit," candanya pelan. Kemudian dia melihat meja kerjanya yang berteriak minta dibereskan. "Aku khawatir tidak akan tidur sampai pagi."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan paginya di kastil Vassal, Beatrice terbangun dengan kepala yang terasa berat dan pusing. Seperti ada bayang-bayang aneh dari mimpi yang masih menghantui pikirannya. Namun, detail mimpinya kini mulai kabur.

Dia teringat samar-samar, seorang pria tengah bersimpuh di tengah kuil, berdoa dengan khidmat. Saat mencoba mendekati pria berpakaian putih dan berambut sebahu itu, ia tiba-tiba saja terdorong dan langsung terbangun.

"Kenapa aku bermimpi tentang kuil?" gumamnya pelan dan merasa bingung.

Erica yang baru saja membuka jendela kamar mendengar gumaman Beatrice, dan segera mendekat. "Nona, Anda sudah bangun?"

"Aku haus ..." Beatrice berkata dengan suara serak, duduk perlahan di kepala tempat tidur. Erica segera memberinya segelas air hangat dan Beatrice meneguknya perlahan. "Tubuhku juga terasa lemas."

"Semalam Nona demam," jawab Erica yang tampak khawatir.

Beatrice mulai mengingat kembali betapa tidak nyamannya tubuhnya semalam. Demam yang membuatnya tak mampu tidur dengan tenang. Lalu, wajah Alicia dan Bernard terlintas dalam benaknya.

"Mereka baik-baik saja, kan?" tanya Beatrice, sedikit cemas.

Erica mengangguk, tersenyum meyakinkan. "Ya, Nona. Jangan khawatir."

Beatrice merasa lega setelah mendengar hal tersebut. Ia segera membersihkan diri karena merasa tubuhnya lengket. Lalu memakai gaun rumah yang lebih ringan dan nyaman.

Saat Beatrice kembali ke tempat tidur, Erica masuk dengan wajah ceria. "Nona, lihat siapa yang datang!"

Beatrice mengangkat pandangannya, dan Alicia muncul di balik pintu, membawa sekeranjang buah segar.

"Selamat pagi, Lady Tricia," sapa Alicia dengan senyum lembut, suaranya penuh penghormatan.

Alicia mengenakan gaun musim semi berwarna pastel yang sederhana, namun tetap menunjukkan pesona elegan. Tak lupa, dia membawa sekeranjang buah-buahan yang tampaknya baru dipetik dari kebun.

"Saya datang untuk menjenguk Anda dan hanya membawa buah sebagai buah tangan. Semoga Anda tidak keberatan dengan kedatangan saya hari ini," kata Alicia dengan sikap sopan dan ramah.

Beatrice tersenyum, sedikit terkejut dengan perhatian itu. "Tidak, sama sekali tidak. Terima kasih sudah datang. Ayo, duduklah."

Namun, sebelum Beatrice bisa bangkit, Alicia cepat-cepat menghentikannya. "Anda sedang sakit. Berbaring saja. Saya juga tidak akan lama."

Beatrice akhirnya menurut, meski ada rasa ragu. "Apakah kamu tidak datang sendirian?"

Alicia mengangguk. "Saudara saya datang untuk menemui Duke Vassal. Kakak saya ingin meminta maaf secara formal atas kejadian kemarin."

"Wilayah Western dan Northern akan bergabung dalam perburuan musim semi nanti," lanjut Alicia. "Keluarga kami tidak ingin bermusuhan dengan Duke Vassal. Dan ... karena Anda masih tunangan Grand Duke, tentu saja, kami harus menjaga hubungan baik."

"Kamu sangat terbuka sekali, Lady Alicia." Namun anehnya Beatrice tidak tersinggung sama sekali. Lagi pula, apa yang dikatakan Alicia ada benarnya.

Alicia melanjutkan dengan nada lebih ringan, mencoba mencairkan suasana. "Sebenarnya, saya tidak datang dengan tujuan lain. Tapi berkat Anda, saya merasa sudah banyak mendapatkan keuntungan. Mungkin ini terkesan aneh, tapi ... saya ingin berteman dengan Anda, Lady Tricia."

1
sambua
ya ampun 😂😂
sambua
mungkinkah mereka berdua itu??
sambua
masa' gitu ajah paula meninggoy nya thor😂
Sonya Kapahang
Ya ampun ini si Erica bener² cocok bgt klo disuruh nyari informasi gosip.. udh mcm admin akun lambe²an 🤣🤣🤣🤣🤣
Sonya Kapahang
asli, ga elit bgt Putra Mahkota calon Kaisar tidur sm cewek di semak².. Mana ngaku lagi ke Estevan 🤣🤣🤣🤣🤣
sambua
pdhl udh 2bab tapi knp berasa kurang yaa😭/Facepalm/
Author Risa Jey: Namanya juga baca 😄. Padahal seribu kata lebih per bab nya /Smile/
total 1 replies
sambua
astaga Alicia 🫣😂😂
sambua
duh ya ampun kyak ga ada tempat yg lebih estetik apa ya julio tpi krn keadaan gpp lah ya/Facepalm//Facepalm/
Author Risa Jey: Di hutan gak ada tempat yang bagus selain rumput dan pohon/Sweat/. Ini gak kayak di komik-komik yang bisa nyari gua? ehem! /Hammer/
total 1 replies
sambua
untung aja putra mahkota bisa membuat tuh ulet Keket tak bergerak
Author Risa Jey: entar juga meninggoy ... /Grievance/
total 1 replies
sambua
cih menjijikkan sekali nih org
sambua
astaga nih manusia satu bisa2 nya mau perkaos putra mahkota 😤😂
Dian WRP
bagus
Author Risa Jey: Terima kasih sudah memberikan penilaian, sayang ... selamat membaca 🤭
total 1 replies
sambua
paula kah itu? atau suster2 itu? entah lah
sambua: kak othoorr main nya tebak2an mulu😂
total 2 replies
sambua
mau ngakak tapi gmn ya,,,masa putra mahkota diperkosa astaga /Silent//Facepalm/
Author Risa Jey: Putra mahkota juga manusia /Hey/
total 1 replies
sambua
semoga putra mahkota bsa sampai atas dg selamat ya
sambua
😂😂😂😂
sambua
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
sambua
bener2 yaa si Evan maniak sekali Klo udah soal urusan asik2🫣😂😂😂
sambua
nubuat apa thoor?
Author Risa Jey: nubuat artinya ramalan /Smile/
total 1 replies
sambua
kalo putra mahkota udh ngerasain rasa nya knpa di kasih tau lagi Evan 🤣🤣
Author Risa Jey: Siapa tahu rasanya beda, kan?😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!