NovelToon NovelToon
Mendaki Saat Menstruasi

Mendaki Saat Menstruasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Hantu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: TuanZx

Masih di atas gunung, Aya membuang bekas pembalutnya sembarangan ke semak-semak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TuanZx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1; Buang Pembalut Sembarangan

Perhatian!

Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata. Tapi juga telah di olah dan dikembangkan agar cerita lebih menarik dan menegangkan.

Nama tokoh, tempat kejadian peristiwa telah di samarkan untuk menjaga privasi dan kerahasiaan tempat maupun orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Keberadaan makhluk tak kasat mata masih menjadi perdebatan banyak orang hingga saat ini.

Sebagian percaya bahwa 'mereka' ada. Sebagiannya lagi memilih skeptis dan meragukan keberadaan 'mereka.'

Secara ilmiah, makhluk tak kasat mata masih di ragukan keberadaannya. Tak ada metode yang dapat digunakan untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar ada.

Namun secara supranatural, dan melalui pengakuan orang-orang yang pernah mengalami kejadian mistis, percaya bahwa 'mereka' ada, dan berdampingan dengan kita, di dua dimensi yang berbeda.

Salah satunya seperti laki-laki muda berusia 23 tahun yang datang ke rumah ku sore itu, dia Ari. Nama lengkapnya Prasodjo Ari Lesmana.

Dia kawan lama ku. Seorang budak korporat yang hobi menikmati pemandangan dari ketinggian, dengan cara mendaki gunung di sela-sela waktu libur kerjanya.

Dia meminta ku untuk menulis, dan membuat pengalamannya menjadi sebuah novel yang bisa di baca oleh khalayak ramai, dan di harapkan bisa dijadikan pelajaran setidaknya bagi kalian yang sehobi dengannya.

Bahwa di atas gunung, manusia tidak benar-benar sendirian. Mereka yang tak kasat mata, mengawasi kalian, mengawasi gerak-gerik kalian, dan mereka akan menunjukkan eksistensinya jika kalian dirasa mengganggu, tidak menghormati, atau mengotori tempat mereka.

Seperti yang di alami oleh Ari dan pacarnya. Yaitu, Kanaya Arsila. Atau lebih dikenal dengan, Aya. Ketika mendaki gunung Ciramai, (Nama gunung telah di samarkan.)

Dan, mari kita mulai ketika dia dan pacarnya memutuskan untuk turun gunung saat waktu sudah mendekati malam, atau lebih tepatnya ketika waktu sudah menjelang maghrib.

Tapi sebelum itu, aku sempat berterus terang padanya mengatakan bahwa kemampuan menulis ku belum cukup baik. Aku juga belum cukup terkenal, tak bisa menjamin bahwa novel ini akan laris di pasaran.

Dia sedikit ketawa mendengar itu, mengatakan bahwa perihal itu tak usah terlalu dipikirkan. Katanya, yang terpenting kisahnya dijadikan buku dulu saja kemudian di pasarkan. Masalah laris tidaknya di pasaran, biarlah jadi urusan Tuhan.

Lagipula. Katanya, dia tidak terlalu mengharapkan uang dari kisahnya, "Yang terpenting, pelajarannya tersampaikan." kata dia seperti orang bijak, sebelum kemudian kembali berkata, "Tapi kalo sampe laris, gua minta hasilnya di bagi dua ya?” tambahnya seraya ketawa lumayan ngakak.

Aku ikut ketawa seraya berkata, " Iya, iya."

Namun setelah tawa mulai mereda, dia kembali berkata, "Nggak usah, ambil aja. Gua sama sekali gak mikirin duit, urusan yang begituan, alhamdulilah ada lah gua." katanya seraya membakar sebatang rokok ditangannya. Seolah hal seperti itu, tidak terlalu penting baginya. Atau bisa jadi, itu bisa di bahas nanti.

Lalu kemudian melanjutkan dengan mengatakan, "Sebenernya gua cuman pengen cerita aja. Cuman berhubung lu bisa nulis, jadi tulis ajalah sekalian. Biar gak lupa, biar bisa di baca, biar bisa dijadiin pelajaran juga."

"Iya, iya." kataku. "Tapi ngomong-ngomong, kenapa ceritanya langsung di mulai dari turun gunung. Pas naiknya gimana?"

"Pas naik aman-aman aja." jawabnya. "Normal, jadi kayaknya gak usah di ceritain deh ya?"

Aku mengangguk, "Lalu?”

Kemudian dia langsung menceritakan kisahnya yang ketika itu memutuskan untuk turun gunung dengan alasan, besok masuk kerja. Setelah satu hari ngecamp di puncak.

Dan katanya, jalur pendakian yang mereka tempuh waktu itu. Yaitu melalui via Lingarjati (Nama jalur pendakian telah disamarkan.)

Dan masalah pertama muncul ketika mereka sampai di pos Pengacinan (Nama pos telah disamarkan.)

Aya haid.

"Kok bisa?” kata Ari. "Bukannya tiga hari lagi?” dia tahu karena biasanya, Aya datang bulan pada setiap tanggal 7.

"Gak tau, mungkin karena kecapean kali." jawab Aya seraya mencari pembalut di tas carrier ukuran 50 liter miliknya.

"Bawa pembalut?”

"Bawa."

"Yaudah ganti dulu."

"Iya."

Setelah itu, mereka lanjut turun.

Sebenarnya, tadi mereka sempat pamit ke pendaki asal Wonosobo yang nemenin mereka ngobrol-ngobrol di puncak.

Dan pendaki-pendaki asal Wonosobo itu nyaranin Ari sama Aya buat ngecamp sehari lagi. Karena hari udah mulai malam.

Tapi karena besok mereka masuk kerja, ngecamp sehari lagi udah pasti gak mungkin.

Kemudian mereka terus melanjutkan perjalanan sampai masuk ke area hutan lagi.

Aya jalan duluan dan Ari jalan di belakang, ngawasin dia.

Mereka jalan pelan-pelan, mengingat jalur Lingarjati sangat berbahaya jika di bawa lari.

Tapi sebentar-sebentar Aya minta istirahat. Mungkin, karena pengaruh datang bulan.

Dan keanehan-keanehan pun mulai terasa ketika mereka melewati pos Sangabuana. (Nama pos telah di samarkan.)

Mereka gak ketemu sama satu orang pun pendaki yang naik.

Padahal seharusnya hari itu ramai akan pendaki. Karena itulah mereka berani turun, walaupun udah hampir kemalaman.

Sekitar jam setengah enam sore mereka sampai di pos Batulinga.

Ada sedikit tanah lapang di situ untuk mereka istirahat.

Mereka pun masak mie dan nyeduh kopi di situ.

Bersamaan dengan itu, Aya nanya. "Gimana Ri, udah sore banget. Ngecamp lagi apa lanjut aja?”

”Lanjut aja yuk?" jawab Ari.

Kesalahan fatal dibuat di situ, dan di pos Sangabuana.

Aya cerita, waktu di pos Sangabuana dia sebel banget harus dikit-dikit berhenti karena mesti ngasih jalan buat pendaki yang mau naik.

Dia sempet ngomel-ngomel tuh, dia bilang. "Andai aja gak ada yang naik lagi. Enak nih jalan turun, gak keganggu."

Entah karena kebetulan, atau memang omongan Aya itu di kabulin. Emang betul, setelah itu mereka nggak pernah ketemu lagi sama pendaki lain.

Kesalahan ke dua, di Batulinga. Dan, itu yang paling fatal.

Kalian tau kenapa?

Ya, karena Aya ngebuang bekas pembalutnya kesemak-semak, di buang gitu aja.

Nah, mulai dari situ sampai ke kaki gunung Ciramai, adalah teror!

Buang pembalut? Bukannya Aya baru pake?

Salah, Aya bohong.

Karena kemudian hari Aya jujur, bahwa sebenernya dia datang bulan sejak kemarin. H+ Sebelum keberangkatan mereka.

Aya gak mau jujur, karena takut kalo Ari tau dia lagi datang bulan pendakian bakal di undur. Sedangkan dia udah gak sabar pengen ngecamp di puncak Ciramai yang bulan sebelumnya gak jadi karena alasan pekerjaan.

Sedangkan Ari, jelas pasti gak bakal berani ngajak Aya mendaki kalo tau pacarnya itu lagi datang bulan.

Selain karena faktor tubuh yang gampang capek, dan gak nyaman. Datang bulan juga bisa mempengaruhi performa dan keselamatan saat mendaki.

Lebih dari itu Ari sadar, kalo bau darah menstruasi gampang ngundang kehadiran makhluk tak kasat mata.

1
Melissa McCarthy
jam 02.05 gini bacanya jadi tambah horor thor
Melissa McCarthy
apa itu bg?
Melissa McCarthy
kerasa sampe sini merindingnya thor
Melissa McCarthy
merinding/Awkward/
Melissa McCarthy
waduh/Toasted/
Melissa McCarthy
lanjut bang
Ina Emut
tkutt
TuanZx: jangan takut, hehe. semoga terhibur. jika tak keberatan. boleh tinggalkan bintang lima ya... terimakasih
total 1 replies
Melissa McCarthy
betul tuh kak, kata bang Maka
Melissa McCarthy
bagus bgt tanpa tedeng aling-aling
tse
percaya banget...
masa cuma dari tali pocong bisa kaya...
kalo mau kaya ya usaha, kerja, dagang jangan yang aneh2 dech
tse
ga kebayang kalo aku yang ngalamin...pingsan langsung
TuanZx: hehe, semoga terhibur. jika tak keberatan boleh tinggalkan bintang lima ya. terimakasih
total 1 replies
tse
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Melissa McCarthy: 🤣😄💪💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
TuanZx
Selamat membaca, semoga menghibur. Jika tidak keberatan, boleh lah kasi bintang 5
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!