NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Bad Boy / Perjodohan / Keluarga / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Malamfeaver

___

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7 keributan

Suasana kantin yang tadinya riuh mendadak sunyi senyap, hanya menyisakan deru napas memburu dari cewek yang berdiri di depan meja Vanya. Namanya Deby.

 Kakak kelas tingkat akhir yang selama ini dikenal sangat terobsesi pada Aiden. Dia merasa memiliki hak paten atas sang Ketua OSIS, meskipun Aiden tidak pernah menganggapnya ada.

​Vanya menatap noda merah kuah bakso di seragamnya dengan mata berkaca-kaca. Bukan cuma karena bajunya kotor, tapi rasa sesak di dadanya semakin menjadi-jadi akibat guncangan saat meja digebrak.

​"Lo tuli?! Gue tanya, lo siapa berani-beraninya makan bareng Aiden?!" bentak Deby lagi, suaranya melengking memenuhi seisi kantin.

​Vanya melirik Aiden yang duduk di hadapannya. Berharap cowok itu akan berdiri dan membelanya.

Tapi kenyataannya? Aiden justru terlihat sangat santai. Cowok itu seolah sedang menonton pertunjukan komedi sambil menyuap mie ayamnya dengan tenang. Tidak ada kata-kata, tidak ada pembelaan. Dingin sedingin es di kutub utara.

​Melihat Aiden yang diam saja, nyali Vanya yang dasarnya memang gadis barbar pun terpancing. Ia berdiri, mengabaikan rasa perih di dadanya, dan menatap Deby tajam.

​"Mau gue siapa, itu bukan urusan lo! Emang lo siapa? Satpam sekolah?" balas Vanya pedas.

​"Gue pacarnya Aiden! Puas lo?!" teriak Deby lantang, membuat satu kantin heboh.

​Vanya kembali melirik Aiden. Pacar? Aiden tetap diam, bahkan tidak melirik sedikit pun. Sialan, bener-bener minta digebuk ini cowok! batin Vanya geram.

​"Oh, pacar? Kok pacarnya lagi makan sama cewek lain lo malah teriak-teriak kayak orang kesurupan? Kasihan banget ya, nggak dianggap,"

ejek Vanya dengan nada manja yang dibuat-buat, sengaja memancing emosi.

​SRET..!

​Bukan tamparan, tapi Deby justru menjambak rambut panjang Vanya dengan brutal. "Dasar jalang kecil! Berani lo ngeledek gue?!"

​"Lepasin! Sakit tahu!" Vanya mencoba melawan, tangannya mencakar lengan Deby.

​Elsa yang sejak tadi sudah gatal ingin ikut campur langsung berdiri dan menarik tangan Deby. "Woy, Kak! Inget umur! Malu-maluin banget jambak adek kelas di depan umum!"

​Deby yang sudah kalag langsung melepaskan jambakannya dari Vanya dan beralih menampar Elsa hingga gadis itu tersungkur. "Jangan ikut campur lo, cebol!"

​Melihat sahabatnya disakiti, Vanya meledak. Ia tidak peduli lagi dengan citra gadis manja. Vanya maju dan mendaratkan tamparan keras di pipi Deby. "Jangan sentuh Elsa!"

​PLAK!

​Elsa yang tidak terima ditampar pun bangkit dan ikut membalas. Kantin berubah menjadi arena gulat. Jambak-jambakan, aksi saling tampar, dan teriakan histeris memenuhi ruangan.

Di pojok meja, Aiden akhirnya berhenti makan. Ia melirik kekacauan itu dengan senyum tipis, seolah sedang menikmati seberapa jauh Vanya bisa berjuang sendirian.

​"BERHENTI! KE RUANG KEPALA SEKOLAH SEKARANG!"

​Suara menggelegar Pak Broto, guru kesiswaan, menghentikan keributan itu. Saat itu, Vanya dan Deby masih dalam posisi saling serang, sementara Elsa sudah berhasil menjauh karena ditarik oleh siswa lain. Alhasil, hanya Vanya dan Deby yang diseret menuju ruang Kepala Sekolah.

​Di dalam ruangan yang beraroma kayu cendana itu, suasana masih memanas. Deby mulai menjalankan aksinya. Ia menangis tersedu-sedu, menutupi wajahnya seolah dialah korban paling menderita.

​"Pak, dia yang mulai duluan! Dia godain pacar saya, terus pas saya tanya baik-baik, dia malah nyiram saya pakai kuah bakso dan nampar saya duluan!" ucap Deby dengan nada playing victim yang sangat sempurna.

​Vanya melotot, nyaris melompat dari kursinya. "Bohong! Bapak jangan percaya! Dia yang gebrak meja sampe baju saya kotor! Dia juga yang jambak saya duluan!"

​"Halah, nggak usah ngeles! Lo itu anak baru yang nggak tahu tata krama!" bentak Deby di depan Kepsek.

​"Cukup!" Pak Kepsek memijat pelipisnya. "Vanya, kamu punya bukti?"

​"Ada CCTV di kantin, Pak! Cek aja! Saya nggak akan takut karena saya benar!" tantang Vanya berani.

​Deby sempat terlihat panik mendengar kata CCTV, tapi ia segera menutupi ekspresinya. Debat panjang terus berlanjut.

Vanya yang biasanya manja kini berubah menjadi singa betina yang mempertahankan harga dirinya. Namun, karena keributan ini sudah melibatkan kontak fisik yang cukup parah dan mengganggu ketertiban sekolah, Pak Kepsek mengambil keputusan final.

​"Saya tidak mau tahu siapa yang mulai duluan. Kalian berdua sudah melanggar aturan berat tentang perkelahian,"

Pak Kepsek menarik dua lembar kertas dari laci mejanya.

"Ini surat panggilan untuk orang tua kalian. Besok pagi, orang tua kalian harus hadir di ruangan ini."

​Vanya tertegun. Surat panggilan ortu? Mampus gue! Kalau Papa tahu gue berantem di sekolah ini, bisa-bisa fasilitas gue dicabut!

​Vanya melirik ke arah jendela ruang Kepsek. Di sana, di kejauhan, ia melihat Aiden sedang berdiri di koridor sambil bersedekap, menatap ke arah ruangan dengan tatapan yang sulit diartikan.

Cowok itu benar-benar membiarkannya masuk ke dalam lubang masalah tanpa bantuan sedikit pun.

​Awas lo, Aiden! Liat aja pembalasan gweh nanti malam di apartemen! gumam Vanya dalam hati sambil meremas surat panggilan itu dengan penuh amarah.

1
Enz99
menarik
cepat wushh
Suka nih yang genre begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!